Dewan Hubungan Luar Negeri
(CFR - Council on Foreign Relations)
oleh: Michael Bradley
Tahun 1917 di New York, Wilson mengumpulkan sekitar 100 orang penting untuk membahas perdamaian pasca perang. Dalam pertemuan itu Woodrow Wilson mengayak pendapat dan merancang-gagas 14 poin resolusi subjektif "penyelidikan". Kemudian membacakannya di hadapan Kongres AS pada Januari 1918. Kongres merespon dengan program solusi perekonomian antar bangsa, perdagangan bebas dan pembentukan organisasi bangsa-bangsa (yang kemudian mendorong terbentuknya Liga Bangsa-bangsa).
Poin subjektif perdamaian Wilson kemudian menjadi landasan konvensi Perjanjian Versailles. Isi perjanjian adalah sanksi bagi Jerman hingga wajib membayar semua kerugian akibat perang. lnilah penyebab resesi dalam negeri Jerman hingga Adolf Hitler "kebakaran jenggot" dan merasa perlu berkuasa untuk melawan hegemoni setelah Perjanjian Versailles.
Kantor pusat CFR di Harold Pratt House, New York City. Tempat ini disediakan bagi kaum elit kekuasaan untuk menginap selama acara persekongkolan berlangsung. Donaturnya adalah perusahaan Standard Oil, milik keluarga Pratt Rockefeller. Semula, CFR memiliki 1600 anggota. Kemudian bertambah rrienjadi 3300 orang melalui seleksi penerimaan anggota. Mereka terdiri dari orang¬orang penting pengendali keuangan, politik, informasi¬komunikasi dan kurikulum akademik.
CFR tidak sekedar mengendalikan CIA, tapi juga berkuasa mengontrol Departemen Luar Negeri AS. Kendali kuasa ini terjadi sejak Presiden Truman mendirikan Psychological Strategy Board (PSB; Dewan Strategi Psikologis), tujuannya memuluskan jalan operasi psiko¬politik. PSB harus dipimpin para anggota CFR, yaitu Gordon Gray dan Henry Kissinger. Kemudian PSB menjerat Departemen Luar Negeri di berbagai Negara melalui CIA.
Eisenhower mengubah nama PSB menjadi Operation Coordination Board (OCB; Dewan Pengendali Operasi). Tapi kemudian, Presiden Kennedy membubarkan OCE. Kemudian para kolonial itu meIakukan komite ad hoc yang disebut Special Group (Kelompok Khusus) dan terus berlanjut hingga saat ini. Special Group juga menyediakan dirinya untuk dikuasai para anggota CFR.
SemuIa pendana CFR adalah para bankir nakal dan para jutawan, termasuk Morgan, Rockefeller dan Otto Khan. Saat ini CFR mendapatkan dana dari Departemen Luar Negeri di beberapa Negara dan perusahaan-perusahaan raksasa; termasuk Xerox, General Motors, Texaco dan The Rockefeller Brothers Fund. CFR seperti saudara kembar Bilderbergs. Bedanya sangat tipis; CFR tidak terlalu rahasia. CFR menyampaikan gagasan-gagasannya melalui berbagai konferensi, pertemuan makan siang atau makan malam para elit kekuasaan.
CFR bertindak sebagai tanki pemikiran yang membanjiri dunia dengan arus deras agenda penelitian global secara detil. Publikasi CFR di luar Amerika Serikat melalui kabar dari mulut ke mulut. Sudah menjadi rahasia umum bahwa opini yang disemburkan oleh New York Times sebelumnya dijajakan ke publik agar diketahui apakah berita itu layak dimuat atau tidak. Demikian juga kebijakan luar negeri AS, gagasannya harus terlebih dahulu digodok di tungku CFR sebelum ditetapkan. Jarang kebijakan Deplu AS diputuskan sebagai kebijakan luar negeri Amerika Serikat jika sebelumnya tidak dimuat majalah klub CFR.
Henry Kissinger adalah sosok terkenal setelah berhasil membudidaya relasi-relasi CFR, termasuk David Rockefeller. Melalui CFR, Kissinger memperoleh skill politik dan informasi dari Komisi Energi Atom, militer, CIA dan Departemen Luar Negeri AS. Bekal yang didapat dari lembaga-lembaga serius itu cukup membuatnya layak menulis best-selling book; Nuclear Weapons and Foreign Policy. Buku ini membahas tentang perang nuklir dan kemungkinan besar AS memenangkannya.
CFR juga menjadi bidan lahirnya Marshall Plan dan NATO (North Atlantic Treaty Organization) setelah terbit "surat sakti" yang dialamatkan ke Departemen l;uar Negeri AS. Kemudian peristiwa ini mendorong Presiden Truman bertindak cepat menghadapi ancaman ekspansi Uni Soviet yang berhaluan komunis. Setelah komunis Uni Soviet hancur, perhatian CFR semakin serius mengembangkan persenjataan perang.
Thomas Jeffersori berpesan, "Aku tempatkan masalah perekonomian di antara kebajikan utama dan terpenting di republik ini. Memperdebatkannya adalah bahaya terbesar yang harus ditakuti." Tampaknya pesan ini sudah terlupakan.
Dari: Secret Societies - 21 Organisasi Perusak Dunia - Michael Bradley hal. 58-64
Sumber : akhirzaman.info
Sumber : akhirzaman.info
0 komentar:
Post a Comment
Salam hangat....
Komentar anda adalah tanda jabat erat persahabatan di antara kita.