Sistem Dajjal - Imam Mahdi - Armageddon
Written By Unknown on Wednesday, August 21, 2013 | 8/21/2013 11:08:00 AM
Antara Jokowi, Umar dan Mursi
Written By Unknown on Wednesday, October 10, 2012 | 10/10/2012 06:11:00 AM
Antara Jokowi, Umar, dan Mursi
Oleh: Anugrah Roby Syahputra | 05 October 2012 | 15:38 WIB
Kemenangan Jokowi-Ahok disebut-sebut sebagai kemenangan rakyat kecil
atas rezim kekuasaan yang menindas. Jika menilik kiprah Fauzi Bowo
rasanya memang tak terlalu salah untuk mengklaim demikian. Gaya hidup
yang dicitrakan berbagai media massa mainstreampun memperlihatkan
kesederhanaan dan kebersahajaan. Sampai-sampai Wakil Ketua Umum Partai
Gerindra, Fadli Zon mengatakan Jokowi berusaha meneladani kepemimpinan
khalifah Umar bin Khattab. Demikian isi blackberry messenger, Jumat
(21/09).
Berikut keteladanan Umar bin Khatthab, seperti dilansir merdeka.com, yang
berusaha dikuti Jokowi:
1. Umar bin Khattab mengunjungi rakyat di pasar dan rumah-rumah mereka
secara langsung, bukan diwakili, begitu juga Jokowi.
2. Saat mengunjungi rakyat, Umar bin Khattab tidak membawa orang untuk
mengawalnya karena alasan keamanan disebabkan rasa takut. Begitu juga
dengan Jokowi, karena dengan keadilannya memimpin, rakyat mencintai bukan
membenci.
3. Umar bin Khattab pernah melakukan perjalanan dengan pembantunya,
dengan 1 unta yang ditunggangi bergantian. Saat giliran pembantunya naik
unta, mereka tiba di kota tujuan, dan orang menyangka pembantunya adalah
Khalifah. Sama dengan Jokowi yang punya ajudan yang orang sangka dia
yang jadi Wali kota, bukan Jokowi.
4. Umar bin Khattab biasa memakan makanan/menu yang dimakan oleh
rakyat miskin, Jokowi biasa makan di warteg apa adanya.
5. Umar bin Khattab biasa dikelilingi orang miskin hingga berdempetan
mereka dalam duduk, Jokowi biasa berdesakan dengan rakyat dalam
transportasi yang penuh sesak. Kalau pejabat yang lain mana berani, di
lingkar pertama selalu pengawal dan orang-orangnya, bukan rakyat.
6. Umar bin Khattab sebagai khalifah disediakan gaji dari Baitul Maal, tapi
tidak mengambilnya. Jokowi juga begitu.
7. Umar bin Khatab memegang jabatan Khalifah bukan karena keinginan
pribadi, tapi karena diajukan oleh orang lain, Jokowi maju jadi cagub juga
bukan karena ambisi pribadi mencalonkan diri, tapi karena diajukan oleh orang
lain.
Tentu sosok pemimpin seperti Umar bin Khattab sudah ratusan tahun menjadi
kerinduan yang sangat mendalam bagi umat Islam dan bangsa Indonesia.
Ketakwaannya, ketegasannya, keberaniannya sekaligus kepahlawanannya tak
bisa diragukan. Dialah sahabat Nabi yang mulia, yang dijanjikan masuk surga
tanpa hisab.
Maka, agak lucu rasanya jika penyamaan Jokowi dengan Umar ini
dipaksakan. Sangatlah tidak sebanding Jokowi dengan Umar. “Tapi kan
setidaknya sebagian sifatnya ada pada Jokowi?” Iya, secara kasat mata benar
begitu. Namun secara kasat mata pula banyak perbedaan di antara mereka.
Di antaranya bahwa ketauhidan Umar sangat dijaganya, sementara Jokowi
malah berbuat kemusyrikan dengan ngalap berkah melalui acara mandi
kembang yang dibuatnya, ngalap berkah untuk Mobil Esemka. Maka ini
perkara besar yang tidak bisa main-main bagi umat Islam.
Selain itu, Umar bin Khattab radhiyallahuanhu adalah seorang ahli ibadah. Dia
selalu shalat berjamaah lima waktu di masjid. Menegakkan pula amalan-
amalan sunnah. Qiyamullailnya panjang. Menghafal Al-Qur’an. Bahkan ia
selalu menangis ketika mendengarkan lantunan ayat suci Al-Qur’an
dibacakan. Sedangkan Jokowi? Malahan sebuah berita di media mengabarkan
dia tidak lancar dalam membasuh anggota wudhu’.
Tulisan ini tidak bermaksud untuk memadamkan harapan warga Jakarta untuk
perubahan. Tapi ini hanya sebagai pengingat saja. Supaya ia memimpin
dengan amanah. Supaya ia menjamin keharmonisan tanpa ada penistaan.
Supaya ia melaksanakan janji-janjinya. Supaya ia benar-benar bisa
meneladani Umar mulai dari meluruskan tauhidnya, memantapkan ibadahnya
dan menjadi negarawan sejati yang menjadi khalifah di muka bumi.
Pasca diumumkan menang Quick-Count lalu, setidaknya ia berjanji untuk lebih
banyak di lapangan, di kantor hanya 1 jam,serta blusukan ke daerah kumuh,
tidak main proyek, tidak pakai voorijder, dalam 100 hari kerja, kartu pintar
dan kartu sehat terbit, birokrasi dengan mental melayani dalam waktu 3 bulan
dan komitmen 5 tahun memimpin Jakarta. Ini janji keren dan lebih keren lagi
kalau ditepati. Sebab jika ia khianat maka ia siap untuk menjadi Foke
berikutnya yang dimusuhi koalisi rakyat.
Namun, belakangan ini ada figur yang menarik dalam sejarah kepemimpinan
di dunia. Ya, Dialah Mursi. Seorang doktor yang bukan honoris causa.
Presiden pilihan rakyat Mesir hasil revolusi yang menumbangkan diktator
Mubarak. Gaya hidupnya juga merakyat. Dahsyat. Seperti pernah diberitakan
oleh Kompas bagaimana kesahajaan beliau dan keluarga meski sudah jadi
orang nomor satu di negerinya.
Di awal era kepemimpinannya ia meluncurkan program-program
perubahan. Yang unik, salah satu program mursi di tahun pertama ini adalah
menubah image Mesir dari negara kotor penuh sampah menjadi negeri yang
bersih. “WATHAN NAZHIF” ( ﻭﻃﻦ ﻧﻈﻴﻒ ) atau “Negeriku Bersih”, itulah
program 100 hari pertama yang dipropagandakan oleh Mursi kepada seluruh
rakyat Mesir guna mewujudkan visinya tersebut.
Di samping itu, sejumlah prestasi sudah dikerjakan Mursi pada 100 hari
kepemimpinannya. Di antaranya adalah sebagai berikut:
1. Minggu pertama, Moursi membebaskan wartawati Mesir yang ditahan di
Sudan dan menjemputnya dengan pesawat kepresidenan.
2. Pemecatan 70 Jenderal dan Kudeta dengan Cinta pada Marsekal Thantawi
dan Anan, Panglima dan wakil Panglima militer.
3. Penghapusan hutang 40.000 petani yang memiliki hutang di bawah 10.000
pounds (30 Juta) yang di masa Mubarak ditangkapi dan dijebloskan ke
Penjara.
4. Investasi 270 Milyar dollar yang ditanam di Mesir, hanya dalam 1 bulan
Moursi berkuasa.
5. Selama 100 hari ini, Moursi tidak menerima gaji selama menjadi Presiden.
6. Moursi mengembalikan izzah Mesir dengan menguasai gurun Sinai yang di
masa Mobarak, 70 % lalulintas udara dan darat dikuasai Israel.
7. Moursi melakukan politik smart and cool dalam bersikap kepada Amerika
dan Israel. Hingga PM Israel mengatakan, “Sikap Moursi jauh lebih berbahaya
daripada Nuklirnya Iran”. Bahkan Obama menilai, “Hubungan AS dengan Mesir
bukan hubungan sahabat bukan pula musuh.”
8. Penjualan khmar dilarang, dan itu tidak mengganggu pariwisata Mesir.
9. Penampilan di pantai dibatasi, hari Jumat diliburkan, dan turis wanita dan
pria dipisahkan.
10. Militer Mesir memang the real power, tapi semua di bawah komando
Panglima Tertinggi. Pada 2 bulan Moursi berkuasa, 2 kapal selam tercanggih
Jermah berhasil didatangkan walau diprotes keras Israel.
11. Kanal Suez diperlebar dan diperdalam, dan sekarang dikontrol sepenuhnya
oleh Mesir setelah direktur Kanal Suez diganti yang sebelumnya didikte Barat.
12. PM Hiysam Qandil setiap Shubuh memeriksa pabrik roti dan turun ke
bawah, atas intruksi Presiden Moursi hal yang hanya terjadi di masa Kenabian
dan Khulafaur-Rasyidin.
13. Moursi mempelopori pemisahan kepentingan antara kepentingan pribadi
+keluarga+partai dengan kepentingan negara. Saat diundang Raja Saudi,
keluarga Moursi dengan uang pribadinya menggunakan pesawat Egypt Air
tidak menggunakan pesawat kepresidenan.
14. Moursi adalah Presiden pertama dunia yang dengan tegas dan berani
menekankan cinta Nabi dan cinta para sahabat di hadapan Khomanei dan
pemimpin Syiah di Iran.
15. Jika patokannya adalah mengutip ayat Al-Qur’an dan Hadits, maka
Moursi adalah Presiden pertama yang mengutip ayat-ayat AL-Quran dan
Hadits di depan Sidang Umum PBB bulan lalu.
16. Jika patokannya adalah masalah protokoler, maka Moursi adalah Presiden
yang membiarkan jalanan tetap lalu lalang saat ia melintas dan membiarkan
masjid terbuka saat ia shalat.
17. Di Mesir, masjid saat ini dibuka 24 jam untuk kepentingan jamaah setelah
di Era Mobarak, masjid-masjid di Mesir ditutup 1 jam setelah shalat wajib.
18. Di tataran regional, Moursi menggalang aliansi dengan Turki. Dalam
benak kedua pemimpin ini, kehancuran Israel hanya tinggal waktu dan itu
didahului dengan perubahan rezim-rezim antek2 AS baik di Teluk maupun di
negara-negara TIMTENG lainnya.
19. Untuk masalah Palestina, tidak ada pemimpin yang nyata-nyata
mendukung perjuangan perlawanan selain Moursi. Perbatasan dibuka, hanya
dalam 1 minggu Moursi berkuasa dan kemarin dengan Qatar sukses
membantuk Zona Ekonomi untuk membangun kembali Gaza.
Masih banyak keberhasilan Mursi lainnya. Tak salah jika rakyat Mesir puas
pada kepemimpinannya. Rakyat Mesir makin cinta kepada presidennya yang
kata Ismail Haniyya punya kisah mirip Nabi Musa as. ini -sama-sama pernah
di penjara baru jadi penguasa istana-. Pusat Riset Opini Publik (Bashira)
mengadakan jajak pendapat kedua terhadap kinerja presiden Mursi setelah 80
hari masa jabtannya. Hasilnya, publik yang puas terhadap kinerja Mursi
sebanyak 79%. Sisanya yang tidak puas 13%, dan 8% menyatakan ragu-ragu.
Dukungan ini sudah melebihi raihan suaranya di Pemilu kemarin.
Dari fakta-fakta ini, sejauh ini Mursi adalah salah satu model pemimpin
paling ideal untuk diteladani.(bagaimana kesahajaannya bisa dibaca di http://
internasional.kompas.com/read/2012/06/28/08083211/
Harihari.Presiden.Terpilih.Muhammad.Mursi
Harapan saya, Jokowi bisa melihat contoh Mursi juga Umar bin Khattab dan
meneladani mereka di semua bidang. Kalau ini dilakukan Jokowi, subhanallah,
rasanya saya ikhlas kalau beliau tidak harus lima tahun memimpin Jakarta
untuk memimpin Negara Kesatuan Republik Indonesia. Bahkan mungkin
aktivis “radikal” Hizbut Tahrir-pun akan mendukungnya untuk jadi pemimpin
di institusi Khilafah-nya.
Sumber :
kompasiana.com
Mursi, Presiden Ala Umar
Judul asli : Hari-hari Presiden Terpilih Muhammad Mursi
KOMPAS.com - Presiden Mesir terpilih Muhammad Mursi, seorang
akademisi dan hidup sehari-hari secara sederhana, kini mengalami
kerepotan. Ia harus mengubah cara hidupnya lantaran tuntutan protokol
kepresidenan, terutama menyangkut keamanannya.
Mursi tinggal di rumah kontrakan di distrik Tajamu’ al Khamis, Kairo baru.
Mursi dan keluarganya hanya memiliki rumah di Zagazig, 100 kilometer
arah timur Kairo. Mereka terpaksa mengontrak rumah di Kairo setelah
Mursi menjadi ketua Partai Kebebasan dan Keadilan (FJP), sayap politik
Ikhwanul Muslimin, April tahun lalu.
Mursi dan keluarganya yang memiliki dasar agama sangat kuat dan amat
disiplin dalam beribadah bersikeras selalu shalat di masjid meskipun telah
menjadi presiden.
Mursi terkejut setiap akan shalat subuh di masjid dekat rumahnya, melihat
pengamanan sangat ketat dari pasukan pengawal presiden. Jalan-jalan di
sekitar rumahnya diawasi petugas yang siaga. Bahkan, jalan-jalan sekitar
rumah Mursi ditutup ketika presiden terpilih itu lewat. Mursi pun
mengeluhkan sistem pengamanan yang sangat ketat itu.
Sumber pasukan pengawal presiden (paswalpres) mengungkapkan, Mursi
meminta sistem pengamanannya diperlonggar dan konvoi kendaraan yang
mengiringi saat bepergian dikurangi supaya tidak mengganggu lalu lintas.
Kendaraan yang mengiringi presiden ini terdiri dari 10 mobil pengawal,
sebuah ambulans, serta beberapa sepeda motor polisi. Namun, pihak
pengawal mengatakan sistem pengamanan seperti itu sudah standar
terhadap seorang presiden.
Pihak paswalpres telah meminta secara resmi agar Mursi pindah dari
rumah kontrakannya sekarang yang agak jauh dari kantor presiden di
Istana Al Ittihadiyah, ke Istana Al Salam yang berdampingan. Namun,
Mursi masih menolak pindah.
Menurut harian Misri al Youm, paswalpres mencari jalan tengah dengan
mengusulkan agar Mursi menjalankan shalat di masjid yang lebih dekat
dengan rumahnya, atau masjid dekat istana Al Ittihadiyah jika nanti pindah
ke istana Al Salam.
Ketika mengunjungi kantor kepresidenan, Senin dan Selasa lalu, Mursi
selalu menjadi imam dalam shalat bersama para pegawai istana.
Mursi diberitakan mendadak marah ketika melihat anggota paswalpres
berdiri di bawah terik matahari. Setelah bertanya kepada komandan
pengawal, Mursi meminta anggota pengawal yang berdiri di bawah terik
matahari segera bubar dan mencari tempat teduh.
Menurut harian al Ahram , secara protokol, presiden tidak harus tinggal di
istana, tetapi bisa tinggal di vila atau rumah sewaan. Istri presiden juga
tidak harus mendampingi presiden dalam acara resmi dan tidak perlu
menemani bila presiden bepergian ke luar negeri.
Paswalpres kini juga direpotkan oleh istri Mursi, Sayyidah Nagla Mahmud,
yang belum mau pindah dari Zagazig ke kota Kairo karena harus
menunggui putra bungsunya, Abdullah, menyelesaikan ujian akhir sekolah
menengah. Paswalpres pun menempatkan 10 petugas dan tiga kendaraan
untuk mengamankan rumah Mursi di Zagazig, tak jauh dari Universitas
Zagazig itu.
Mursi juga memerintahkan tidak memasang fotonya di kantor pemerintah
atau di mana saja. Hal itu berbeda dengan kebiasaan pemimpin Arab yang
suka jika fotonya dipasang di mana-mana, bahkan membuat patung
dirinya. (Musthafa Abd Rahman dari Kairo, Mesir)
Membangun Pencitraan Dakwah
Written By Unknown on Wednesday, September 26, 2012 | 9/26/2012 09:34:00 AM
Membangun Pencitraan Dakwah
Oleh : Cahyadi Takariawan
dakwatuna.com - Dalam dinamika dakwah, kadang ada aktivitas tertentu yang
memerlukan publisitas dalam rangka memberikan informasi kepada
masyarakat tentang kinerja gerakan dakwah yang telah banyak melakukan
upaya perbaikan. Tidak bisa dipungkiri, media sangat mengendalikan persepsi
masyarakat saat ini. Suatu kejahatan bisa dicitrakan sebagai sosok pahlawan
karena bangunan media. Sebaliknya, para pelaku kebaikan bisa dicitrakan
sebagai sosok pecundang karena opini media.
Selain memberikan informasi, publisitas juga dimaksudkan sebagai upaya
memberikan pendidikan, inspirasi, dan motivasi bagi semua kalangan untuk
melakukan kebaikan dan berlomba-lomba memperbanyak kontribusi positif di
tengah kehidupan masyarakat. Sangat banyak pelajaran dan hikmah yang bisa
diambil dari para aktivis dakwah, namun seringkali tenggelam tidak banyak
diketahui publik, karena tidak adanya unsur publisitas. Sementara ada tokoh
politik tertentu yang sekali-kalinya naik kereta api atau bus kota, diberitakan
headline berhari-hari di berbagai media.
Saya sempat tertegun mendengar informasi tentang mahalnya pencitraan.
Seorang tokoh politik, karena ingin mendapatkan pencitraan tentang
kesederhanaan, maka ia rela mengeluarkan dana ratusan milyar rupiah guna
tampil di televisi dan media massa lainnya. Betapa ironis, citra sederhana
yang ingin didapatkan, dibangun dengan biaya ratusan milyar rupiah. Sudah
pasti, konstituen tidak pernah mengetahui hal itu. Mereka hanya memuji-muji
sang tokoh yang sederhana dan bersahaja, tanpa mengetahui berapa biaya
yang dikeluarkan untuk itu.
Banyak kalangan tokoh aktivis dakwah yang hidup dan kegiatannya jauh dari
publisitas. Mereka adalah orang-orang yang ikhlas berbuat dan bekerja karena
Allah, bukan berharap pujian manusia. Mereka menjaga diri agar tidak rusak
amal yang telah mereka lakukan, karena pengaruh perasaan riya yang
berkembang dalam jiwa. Untuk itu mereka lebih suka menjauhkan diri dari
publisitas, dan hidup dalam kesunyian walau kontribusi mereka untuk
perbaikan masyarakat sangat besar.
Namun di sisi lain, karena tidak terpublikasikan oleh media, maka
kesederhanaan, kebersahajaan, dan kesungguhan mereka dalam memperbaiki
masyarakat tidak diketahui banyak kalangan. Ketika muncul beberapa tokoh
politik yang menjadi ikon kesederhanaan, banyak masyarakat bertanya,
mengapa itu tidak muncul dari kalangan aktivis dakwah? Salah satu
jawabannya adalah karena faktor publisitas. Para aktivis dakwah sepi dari
publisitas sehingga kiprah mereka tidak diketahui masyarakat luas.
Muncul pertanyaan, apakah publisitas bertentangan dengan makna keikhlasan?
Apakah amal yang ikhlas harus selalu disembunyikan? Al Qur’an memberikan
gambaran dua kondisi shadaqah (sedekah), yang keduanya bernilai baik dan
lebih baik. Tidak ada yang dicela atau disalahkan.
Perhatikan ungkapan ayat berikut:
“Jika kamu menampakkan sedekah(mu), maka itu adalah baik sekali. Dan jika
kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka
menyembunyikan itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari
kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu; dan Allah mengetahui apa yang kamu
kerjakan” (Al Baqarah: 271).
Dari ayat di atas, kita mendapatkan beberapa pelajaran fiqih dakwah sebagai
berikut:
1. Dibolehkannya menampakkan amal
Al Qur’an menyatakan, “Jika kamu menampakkan sedekah(mu), maka itu
adalah baik sekali”. Suatu sedekah atau pemberian kepada orang-orang yang
memerlukan dengan menampakkan atau mempublikasikan adalah suatu
tindakan yang dibolehkan, tidak dilarang. Bahkan dikatakan sebagai “baik
sekali”, bukan saja baik. Dalam hal ini, sedekah yang ditampakkan bukanlah
sesuatu yang tercela atau dilarang.
Al Qur’an juga menyebut umat Nabi Saw sebagai sebaik-baik umat yang
dihadirkan untuk seluruh manusia:
“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh
kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada
Allah” (Ali Imran: 110).
Kebaikan ini akan memiliki makna yang memberikan banyak dorongan
motivasi dan inspirasi bagi masyarakat luas, jika ditampakkan, bukan
disembunyikan.
2. Menyembunyikan amal karena menghindari riya’
Ada kalanya sedekah harus disembunyikan, jika dengan menampakkan akan
menimbulkan riya dan menyakiti perasaan orang-orang yang mendapatkan
bagian sedekah tersebut. Al Qur’an menyatakan, “Dan jika kamu
menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka
menyembunyikan itu lebih baik bagimu”.
Riya’ adalah berkembangnya motivasi semata-mata ingin mendapat pujian
dari manusia atas apa yang dilakukannya. Namun menyembunyikan amal tidak
identik dengan ikhlas, karena ikhlas bukanlah soal teknis menampakkan atau
menyembunyikan. Ikhlas adalah dorongan yang kuat dalam jiwa, yang menjadi
sumber motivasi dalam melakukan sebuah amal atau dalam meninggalkan
amal tersebut.
Sebagian ulama salaf menyatakan, “Beramal karena manusia itu syirik,
sedangkan meninggalkan amal karena manusia itu riya”. Ini menandakan
bahwa ikhlas itu bermakna dorongan yang menyebabkan melakukan atau
meninggalkan suatu amal semata-mata karena Allah, apakah amal itu
ditampakkan atau disembunyikan.
3. Keharusan bekerja dengan ikhlas
Semua aktivitas yang kita lakukan hendaknya didasari dengan niat yang ikhlas
karena mengharap ridha dan pahala dari Allah, bukan dari manusia. Cukuplah
kita yakin, bahwa semua yang kita lakukan berada dalam pengawasan dan
pengetahuan Allah, sebagaimana firmanNya, “dan Allah mengetahui apa yang
kamu kerjakan”.
Syaikh Hasan Al Banna menegaskan, “Yang dimaksud dengan ikhlas ialah
seorang muslim menunjukkan segala perkataan, amal dan jihadnya semata-
mata mencari ridha Allah dan ganjaran baik-Nya, tidak memandang
keuntungan duniawi, kedudukan, pangkat, gelar, dan semacamnya. Karena itu
ia akan menjadi manusia pembela cita-cita dan aqidah, bukan kepentingan
(interest) pribadi.”
4. Menampakkan amal tidak menghilangkan keikhlasan
Kebolehan menampakkan sedekah ini menandakan, amal yang ditampakkan
tidak berarti menghilangkan nilai keikhlasan atau merusakkannya. Yang
membuat rusaknya amal adalah sikap riya dan mengharap keridhaan manusia
dengan jalan memamerkan berbagai aktivitas kebaikan. Berbangga-bangga
dengan pujian manusia dan melalaikan hakikat niat yang tulus ikhlas
mengharap ridha Allah.
Sebagaimana telah dinyatakan di depan, bahwa menyembunyikan amal itu
tidak identik dengan ikhlas, maka menampakkan amal juga tidak identik
dengan riya atau tidak ikhlas. Dengan demikian, jika publisitas adalah upaya
untuk memberikan informasi yang positif, memberikan inspirasi kebaikan,
memberikan motivasi beramal shalih, dan memberikan pencitraan positif bagi
dakwah, maka hal itu adalah sebuah keharusan.
Berapa banyak tokoh yang diagungkan media ternyata kenyataannya jauh
panggang dari api yg akhirnya kekecewaan panjang lihat contoh SBY, Foke dan
lihat saja nanti bagaimana dengan akhir kredibilitas JOKOWI yg sebenarnya...
Wahai Aktifis Dakwah sudah saatnya kita tunjukan keindahan Islam yang
sebenarnya dan bagaimana bahagianya Hidup dalam naungan Al Qur'an dan
As Sunah dan pencitraan itu sepenuhnya milik kita secara lahir dan batin
tanpa ada kepura2an...
Semoga Allah memberikan kemudahan bagi kita dalam mewujudkan Pencitraan
Tokoh Aktifis Dakwah dan Tarbiyah yg diterima oleh segenap bangsa dan
negara ini.
Wallahu'alam Bishowab
Tak Ada Kedewasaan yang Instant
Written By Unknown on Sunday, July 8, 2012 | 7/08/2012 06:59:00 PM
Makanan dan minuman boleh instant. Tanpa bersusah meracik, setiap orang bisa membuat mie dengan rasa yang sama. Tak ada bedanya kopi bikinan anak kecil dengan hasil seduhan orang dewasa. Sebabnya, mereka sama-sama pakai kopi instant. Tanpa perlu memahami karakter kopi, setiap orang bisa menghidangkan kopi dengan rasa yang cukup enak di lidah karena bahannya instant. Tetapi, samakah kopi instant dengan kopi yang diracik secara khusus oleh koki berpengalaman? Sangat berbeda. Sebagaimana berbeda sekali nilai dan harga sebuah jam tangan yang dibuat oleh tangan seorang ahli yang terampil dan berpengalaman dengan arloji pabrikan yang dalam waktu sehari bisa memproduksi ratusan dan bahkan ribuan keping.
Tak ada kecerdasan instant. Apalagi kedewasaan. Kita mungkin bisa menjadikan seorang anak tiba-tiba tampak hebat karena mampu menggambar, menulis atau membaca dengan mata tertutup. Tetapi sangat berbeda kemampuan menebak, menginderai dan mengenal dengan kemampuan mencerna, memahami, memikirkan dan mengembangkan sebuah konsep. Hari ini, banyak orangtua yang bersibuk-sibuk menjadikan anaknya tampak hebat, tetapi lupa membangun pilar kehebatan itu sendiri.
Sesungguhnya, taraf kemampuan kognitif anak bertingkat-tingkat secara hierarkis. Dan pendidikan berkewajiban mengantarkan setiap anak agar mampu mencapai taraf kognitif yang setinggi-tingginya. Taraf paling rendah adalah pengetahuan. Ini merupakan kemampaun untuk mengetahui, mengenal dan mengingat apa-apa yang sudah ia pelajari. Ia bisa mengulang kembali dan menyampaikan kepada orang lain. Di negeri ini, pelajaran di kelas dan ujian di sekolah kerapkali hanya menakar kemampuan kognitif terendah, yakni pengetahuan.
Berbagai teknik atau trik yang banyak diperkenalkan (lebih jelasnya: dijual) kepada masyarakat umumnya sebatas membantu anak mencapai kemampuan kognitif terendah. Bukan mengembangkan kemampuan berpikir. Lebih-lebih cara berpikir, umumnya hampir tak tersentuh. Tetapi inilah yang paling mudah kita lihat: atraksi kebolehan dan demonstrasi yang menunjukkan perubahan cepat luar biasa. Karena terpukau, kita kemudian kehilangan daya berpikir kritis tatkala para trainer itu mengatakan bahwa trik-trik tersebut membangun karakter anak! Padahal yang dimaksud bukan karakter. Yang dimaksud hanyalah sebatas kemampuan kognitif. Paling jauh keterampilan sosial yang bernama sopan santun.
Sungguh, sopan santun sangat berbeda dengan karakter. Sebagai keterampilan, sopan santun merupakan bagian dari kecakapan sosial. Sementara karakter lebih banyak berkait dengan kualitas personal pada diri seseorang. Karakter bermula dari kesadaran terhadap nilai-nilai (bukan sekedar tahu atau bahkan paham), partisipasi atau kesediaan untuk menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari, penghayatan nilai, pengorganisasian nilai dan barulah kemudian sampai pada tingkat karakterisasi diri. Yang dimaksud dengan penghayatan nilai adalah kemampuan untuk menerima nilai dan terikat kepadanya. Sedangkan pengorganisasian nilai merupakan kemampuan untuk memiliki sistem nilai dalam dirinya. Sampai pada tingkat ini, karakter masih belum terbentuk. Karakterisasi baru terjadi apabila seseorang telah mampu memilih nilai sebagai gaya hidup (life style) dimana sistem nilai yang terbentuk mampu mengawasi tingkah lakunya.
Jadi, ada proses panjang sebelum terbentuk dalam diri seseorang. Ia bukan sekedar keterampilan. Ia merupakan perwujudan nilai-nilai yang mempengaruhi pikiran, cara pandang, penghayatan dan gaya hidup kita. Ia menjadi penakar dalam menentukan sebuah tindakan terkait dengan patut atau tidak, mulia atau hina. Ia berangkat dari kesadaran. Bukan pengetahuan. Kesadaran merupakan tingkat terendah dari kemampuan afektif. Sedangkan tingkat terendah kemampuan kognitif adalah pengetahuan (knowledge). Ini berarti, sekedar pintar tak berpengaruh pada karakter.
Setingkat di atas pengetahuan adalah pemahaman (understanding). Pada tingkat ini –tingkat terendah kedua dalam kemampuan kognitif—anak mengerti dengan baik apa yang dipelajari. Kemampuan ini bukan semata karena anak belajar, tetapi karena pendidik memang memahamkan. Bukan sekedar menyampaikan sejelas-jelasnya sehingga anak mengingat dengan baik dan mampu menyampaikan kembali secara gamblang. Pendidik perlu secara serius merangsang kemampuan berpikir anak sehingga mereka memahami dengan baik apa yang diterangkan.
Yang perlu kita catat, pemahaman tidak berpengaruh terhadap perilaku. Pemahaman baru akan bermanfaat menuntun dan mengarahkan perilaku anak-anak kita jika mereka telah menghayati nilai-nilai agama ini dengan baik. Sangat berbeda, menghayati dengan memahami.
Itu pula yang menerangkan mengapa anak yang telah memahami baik-buruknya sesuatu, tidak berubah perilakunya. Kecerdasan mempengaruhi kemampuan mengingat, mencerna dan memahami sesuatu. Sedangkan keyakinan mendorong orang untuk menggunakan seluruh kemampuannya agar bisa melakukan apa yang telah menjadi keyakinannya, meskipun bertentangan dengan pemahamannya.
Kembali pada jenjang-jenjang kemampuan kognitif. Setingkat di atas pemahaman adalah penerapan (aplikasi), yakni kemampuan menggunakan hal-hal yang telah dipelajari untuk menghadapi situasi-situasi baru dan nyata. Ini bukan berurusan dengan keyakinan. Ini erat kaitannya dengan kecakapan untuk menerapkan apa yang telah ia ketahui. Shalat misalnya. Anak bisa melakukan shalat dengan sangat baik bukan karena yakin dan suka, tetapi karena ia memahami betul tata-cara shalat yang baik.
Jenjang kemampuan berikutnya adalah analisis. Berbekal pemahaman yang baik dan mendalam atas berbagai pengetahuan yang telah ia dapatkan sekaligus (pernah) ia praktikkan, seseorang bisa mencapai kemampuan analisis. Ia mampu menjabarkan sesuatu menjadi bagian-bagian sehingga struktur organisasinya dapat dipahami. Jika kemampuan ini berkembang lebih lanjut, ia akan sampai pada taraf kognitif yang lebih tinggi, yakni sintesis. Ini merupakan kemampuan memadukan bagian-bagian menjadi keseluruhan yang berarti. Ia mampu menemukan benang merah berbagai pengetahuan yang berserak menjadi satu kesatuan yang utuh dan bermakna.
Tingkat tertinggi kemampuan kognitif adalah penilaian. Bukan menilai orang dari apa yang tampak, melainkan kemampuan memberikan penilaian terhadap sesuatu berdasarkan yang ditetapkan terlebih dahulu, baik bersifat internal maupun eksternal. Di tingkat inilah seseorang mencapai tingkat pemahaman yang mendalam. Kemampuan ini barangkali lebih dekat dengan makna faqih. Bukan sekedar faham. Dan amat sedikit orang yang mencapai kemampuan ini. Lebih-lebih sekolah –begitu pula orangtua—lebih banyak menyibukkan diri untuk memacu kemampuan kognitif terendah, yakni pengetahuan atau paling jauh pemahaman. Kita sudah cukup bangga jika anak mengingat dengan baik, mampu menirukan secara sempurna dan menerangkan secara gamblang pelajaran yang telah mereka terima. Kita telah menganggap jenius anak-anak yang hanya menggunakan kemampuan kognitif terendah.
Wallahu a’lam bish-shawab.
Sumber : http://blog.proumedia.co.id/tak-ada-kedewasaan-yang-instant/
Presiden PKS: 'Early Warning' buat Semua Partai Islam
Written By Unknown on Monday, July 2, 2012 | 7/02/2012 02:50:00 PM
"Itu bagus, karena itu early warning buat semua partai Islam agar mereka kerja keras. Early warning bahwa selera publik tidak match dengan partai islam," kata Luthfi di Gedung Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (28/6/2012).
Sebelumnya, Lembaga Survei Nasional (LSN) menyebut partai berbasis massa Islam cenderung ditinggalkan konstituennya, terutama jika dibandingkan dengan perolehan suara beberapa pemilu sebelumnya. Partai-partai itu mencakup Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
Jika pemilu dilakukan sekarang, masing-masing partai itu hanya memperoleh di bawah 5 persen.
Luthfi memprediksi hal itu bisa terjadi lantaran parpol Islam selama ini tak menyentuh persoalan aktual yang dirasakan masyarakat. "Umpamanya masalah pendidikan dan lapangan kerja. Bagaimana sekolah Islam langsung link and match dengan lapangan kerja," kata dia.
Meski demikian, Luthfi mengatakan, masih ada sisa waktu sekitar dua tahun buat parpol Islam untuk memperbaiki. Dia mengaku pihaknya mengambil poin-poin penting hasil survei dari berbagai lembaga survei untuk pembenahan di internal.
"PKS masih yang tertinggi dibanding partai Islam lain," kata Anggota Komisi I itu.
LSN: Partai-partai Islam Galau Seperti ABG
Written By Unknown on Friday, June 29, 2012 | 6/29/2012 02:49:00 PM
RMOL. Selain mengalami penurunan elektabilitas, partai-partai Islam juga sedang mengalami krisis kepemimpinan. Tokoh-tokoh partai Islam saat ini tidak lagi seperti tokoh partai Islam masa reformasi dulu.
"Sekarang di partai Islam, tidak ada lagi fenomena seperti Amien Rais dan Gus Dur yang jadi magnet dan punya pendukung besar," kata Direktur Eksekutif Lembaga Survei Nasional (LSN), Umar S Bakry di Hotel Atlet Century Park, Senayan (Selasa, 26/6).
Dari hasil survei LSN yang dilakukan 10-20 Juni lalu, elektabilitas tokoh partai Islam sangat kecil. Yang tertinggi Hidayat Nur Wahid (PKS) dengan angka cuma 4,6 persen. Kemudian disusul Hatta Rajasa (PAN) 3,9 persen, Yusril Ihza Mahendra (PBB) 3,2 persen, Muhaimin Iskandar (PKB) 2,0 persen, Suryadharma Ali (PPP) 0,9 persen, dan Luhtfi Hasan Ishaaq (PKS) 0,4 persen.
Mengapa dukungan untuk partai dan politisi Islam turun? Menurut analisis LSN, ada faktor ekternal dan internal yang membuat elektabilitas partai dan politisi Islam melorot.
Di ekternal, kata Umar, saat ini masyarakat Islam cenderung semakin religius. Banyak yang semakin tidak canggung mengenakan simbol islam dalam keseharian seperti gamis, kopeah, dan kerudung. Namun secara politik, mereka semakin tidak ideologis. Mayoritas umat Islam semakin toleran, moderat, inklusif, dan sektarian. Sehingga mereka lebih memilih partai nasionalis.
Untuk masalah internal, lanjut Umar, saat ini partai Islam kehilangan identitas. Mereka masih menggunakan simbol-simbol Islam tapi mengaku sebagai partai yang terbuka.
"Seperti ABG, partai Islam saat ini galau. Mereka bingung apa yang harus diperbuat," ujarnya.
Dari sisi politisinya, saat ini prilaku politisi partai Islam juga cenderung pragmatis. Keberadaan mereka tidak ada bedanya dengan politisi partai nasionalis. Harapan mereka akan membawa aspirasi umat islam sudah tidak ada lagi.
"Dengan kata lain, partai Islam cenderung tidak terasa manfaatnya bagi umat," tandasnya.[dem]
Menikmati (Kemewahan) Demokrasi
Written By Unknown on Saturday, March 10, 2012 | 3/10/2012 11:48:00 AM
"Bermegah-megahan telah melalaikan kamu, sampai kamu masuk ke dalam kubur. Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu), dan janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui. Janganlah begitu, niscaya jika kamu mengetahui dengan pengetahuan yang yakin, kamu benar-benar akan melihat neraka Jahiim, dan sesungguhnya kamu benar-benar akan melihatnya dengan ‘ainul yaqin, kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah-megahkan di dunia itu)." (Q.S 102. Ayat 1-8)
Menikmati Demokrasi, Merumuskan Strategi
Di dalam buku "Menikmati Demokrasi, Strategi Dakwah Meraih Kemenangan" karya Anis Matta terbitan Insan Media publishing House, dirumuskan beberapa strategi dalam memenangkan agenda dakwah di era demokrasi.
Dikatakan bahwa dakwah juga bisa menikmati demokrasi. Para dai bebas berinteraksi dengan objek dakwah. Tapi, para pelaku kemungkaran pun bebas melakukan kemungkaran. Yang berlaku di sini bukan hukum benar – salah, tapi hukum legalitas. Sesuatu itu harus legal, walaupun salah. Sesuatu yang benar tapi tidak legal adalah salah. Begitulah aturan main demokrasi.
Yang kemudian harus kita lakukan adalah mengintegrasikan kebenaran dengan legalitas. Bagaimana membuat sesuatu yang salah dalam pandangan agama menjadi tidak legal dalam pandangan hukum positif? Maka, penetrasi kekuasaan harus dilakukan dengan urutan – urutan seperti ini.
Pertama, menangkanlah wacana publik agar opini publik berpihak kepada kita. Inilah kemenangan pertama yang mengawali kemenangan – kemenangan selanjutnya.
Kedua, formulasikan wacana itu ke dalam draft hukum untuk dimenangakan dalam wacana legislasi melalui lembaga legislatif. Kemenangan legislasi ini menjadi legitimasi bagi negara untuk mengeksekusinya.
Ketiga, pastikan bahwa para eksekutif pemerintahan melaksanakan dan menerapkan hukum tersebut.
Gerakan dakwah yang sengaja menyemplungkan diri di kancah pertempuran berlumpur dalam era 'demokrasi', harus memiliki imunitas tingkat tinggi dalam kungkungan bandit-bandit berkedok politikus yang menyebarkan virus penyakit AL WAHN. Dalam hal ini gerakan dakwah yang tentunya mempunyai special idealisme bisa dikatakan merupakan kelompok minoritas. Jamaknya sebagai kelompok minoritas harus menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitar bila ingin mempertahankan eksistensinya. Masalahnya, cukup sulit memadukan antara menjaga kemurnian ideologi dengan menjaga hubungan yang harmonis dalam lingkungan yang ada. Inilah salah satu PR besar yang selama ini tak henti selalu dirumuskan (ulang). Seharusnya berbagai eksperimen perumusan strategi tak boleh diletakkan di pundak orang yang pintar namun memiliki naluri keterburuan (Isti'jal). Idealnya seorang (atau beberapa orang) perumus adalah selain pintar dan cerdas namun juga harus memiliki aura kebijaksanaan tingkat tinggi. Memang kadang susah membedakan antara percepatan dengan keterburuan. Namun pastinya hati nurani si bijak akan bisa memilah dan memilih. Di sinilah letak keunggulan si bijak.
Kenapa begitu ? Karena si bijak tidak cukup hanya mengatakan bahwa pemimpin yang besar adalah yang cita-citanya telah mendahului langkah kakinya, namun si bijak selain mengatakan hal itu juga senantiasa membuat rumusan-rumusan yang mengkawal proses pencapaian cita-cita tersebut agar tidak terburu-buru dan terdistorsi.
Siapa Yang (Telah) Memenangkan Wacana Publik ?
Dalam hal memenangkan wacana publik, mengambil contoh Jokowi Walikota Solo dari PDIP telah cukup sukses melakukannya, dan bahkan PDIP sebagai sebuah partai telah lumayan sukses di tahapan ini. Mulai dari cara 'penggusuran' cantik terhadap para PKL, mempertahankan situs sejarah yg berbuntut 'permusuhan' nya dengan gubernur jateng, sampai memblow up mobil esemka sebagai mobil dinas sekaligus mewacanakannya sebagai mobil 'politik' nasional. Sampai di sini siapapun, bahkan musuh paling dengki sekalipun akan mengacungkan empat jarinya untuk kelihaian jokowi (dan PDIP tentunya).
Lantas bagaimana dengan gerakan dakwah (baca : partai Islam) dalam hal memenangkan wacana publik ? Sebut saja beberapa nama partai Islam yang sedikit banyak mewakili gerakan dakwah seperti PAN, PKB, PKS dan PPP. Kalau kita kembalikan kepada logika demokrasi, maka keempatnya belumlah layak dikatakan telah memenangkan wacana publik (secara nasional). Alih-alih memenangkan wacana publik, mereka terkesan jalan sendiri-sendiri dan ogah berkolaborasi bahkan beberapa di antaranya tak lebih dari partai sekuler berbaju muslim dengan cara berpolitik rendahan, semisal melakukan money politic demi kemenangan sesaat (ini rahasia umum yang mencoreng citra partai Islam). Bahkan hasil survey beberapa lembaga yang lagi-lagi menempatkan partai Islam diurutan buncit. Astaghfirullah.
Jam Tangan Rolex Di Rumah Bertingkat Tiga VS Unta dan pedang Rasullullah
Abu Bakar Ash Shiddiq merelakan sebagian hartanya untuk menebus dan memerdekakan Bilal si budak belian.............................................
...............................................
................................................
Bersambung............................
Footnote :
- "Menikmati Demokrasi, Strategi Dakwah Meraih Kemenangan" karya Anis Matta terbitan Insan Media publishing House.
Benarkah Tentara Dajjal Telah Muncul?
Written By Unknown on Tuesday, November 15, 2011 | 11/15/2011 05:01:00 PM


Organisasi CFR AMERIKA dan Tanda KFR pada Dajjal
Written By Unknown on Friday, October 28, 2011 | 10/28/2011 04:25:00 PM
1. Dari Annas رضي الله عنه, berkata Rasulullah صلى الله عليه وسلم :
…ألا إنه أعور وإن ربكم ليس بأعور وإن بين عينيه مكتب كافر فيه
…Ketahuilah sesungguhnya dia (Dajjal) buta sebelah sedangkan Rabb kalian tidak buta. Dan sesungguhnya diantara kedua matanya tertulis KAFIR.(HR.Bukhari)
2. Dalam riwayat lain disebutkan :
ثم تهجاها (ك ف ر) يقروه كل مسلم
“…Kemudian mengejanya (Kaf , Fa , Ra) semua Muslim dapat membacanya.”(HR.Muslim dalam shahihnya kitab Fitan (18/59-SyarhImam Nawawi)
Menurut kajian Marrs, KAFIR yang dimaksudkan Rasulullah adalah suatu simbolik dan perlu diteliti dengan mendalam. Marrs berpendapat KAFIR yang dimaksudkan adalah pertubuhan CFR yang diasaskan pada 1921 di Washington, Amerika Syarikat. Marrs juga amat yakin dengan kajiannya karena dia juga adalah bekas pegawai tentera Amerika dan telah melihat pelbagai perancangan-perancangan rahasia kerajaan Amerika.
Marrs telah membuat soal-selidik dalam webnya dengan meletakkan soalan berkenaan Dajjal ini seperti berikut:
15. In the Islamic religion the antichrist is said to be a one-eyed lying false Christ with what letters marked on his forehead?
A. D-E-V-I-L B. C.F.R. C. J-E-S-U-S D. M-O-S-E-S
Jawabannya : B
Mengapa CFR dan Apakah CFR itu ?
CFR adalah singkatan daripada Council on Foreign Relationship yang beribu pejabat di Washington, Amerika Syarikat. Pertubuhan CFR ditubuhkan pada 1921 iaitu selepas Perang Dunia Pertama. Pertubuhan ini adalah pertubuhan NGO orang-orang Yahudi terbesar yang berselindung disebalik matlamat kebajikan masyarakat.
Apa yang menyebabkan Texe Marrs mengatakan CFR adalah tanda Dajjal (antichrist)? Marrs amat yakin dengan kajiannya kerana semua ahli-ahli CFR adalah terdiri daripada presiden-presiden Amerika sejak 1920-an hingga sekarang. Selain itu, ia juga dianggotai oleh billionaire-bllionaire berbangsa Yahudi seperti Rockefeller dan Rotschild.
Semenjak penubuhan CFR pada 1921, dilihat dasar luar Amerika mula berubah. Antaranya ialah menyokong penubuhan negara Israel, membantu perpindahan masyarakat Yahudi ke Israel, penindasan Palestin, perang dunia kedua dan sebagainya.
Hatta, PBB juga ditubuhkan oleh ahli-ahli CFR yang berjawatan penting dalam kementerian eksekutif di Amerika. Dan perkara yang paling disyaki ialah sebelum berlakunya sesuatu peperangan ahli-ahli CFR akan bermesyuarat secara sulit di hotel-hotel terkemuka milik orang-orang Yahudi. Perkara ini dapat dilihat pada beberapa hari sebelum tercetusnya Perang Iran-Iraq, Perang Teluk 1991, Perang Afghanistan, Perang Iraq dan terbaru ialah perang menentang Iran yang sedang di rancang.
CFR disyaki sebagai bayangan kepada pertubuhan Illuminati. Untuk mengkaburi mata masyarakat, CFR berkempen mempamerkan sifat kebajikannya terhadap isu-isu antarabangsa. Perkara-perkara ini, anda boleh baca di laman web rasminya iaitu www.cfr.org . Di laman ini anda akan melihat bagaimana artikel-artikel politik yang mengelirukan maklumatnya. Anda juga akan melihat bagaimana terdapat 2 orang Islam yang menganggotai CFR sebagai Manager Director iaitu Fouad Ajami dan Farid Zakaria. Kedua-duanya penyokong penuh Amerika semasa berperang dengan Iraq dan mereka juga individu yang menulis artikel-artikel menghasut orang Arab menyokong dasar luar Amerika.
Menurut Myron Fagon dalam bukunya yang bertajuk “Pawn In The Game”, matlamat akhir CFR ialah One World Government. Matlamat ini semakin tercapai apabila tertubuhnya PBB selepas perang dunia ke-2. Jika diteliti betul-betul, PBB sebenarnya dikuasai oleh Majlis Keselamatan yang dianggotai 7 negara kuasa nuklear termasuk Jepun.
Mesyuarat Majlis Keselamatan pula tidak dihadiri oleh Presiden setiap negara tetapi dihadiri oleh Menteri-Menteri Luar Negeri (Foreign Minister) untuk memutuskan sesuatu perkara. Dan yang paling membimbangkan sekarang ialah semua menteri-menteri luar negeri itu adalah ahli bagi CFR sekarang ini.
Dan amat logik sekiranya Iran tidak dibenarkan mempunyai nuklear, kerana ia akan mengimbang kuasa dunia Islam dan Barat. Iran tak mungkin diambil sebagai ahli Majlis KEselamatan kerana ia akan menganggu matlamat CFR yakni Dajjal.
Kaedah akhir CFR melalui ahli-ahli Majlis Keselamatan PBB ialah, para ahli-ahli majlis akan mencadangkan kepada dunia melalui suatu persidangan tentang perlunya semua kerajaan disatukan. Tujuannya supaya tidak lagi berlaku perbalahan antara dunia barat dan dunia Islam. Jika cadangan ini benar-benar muncul, agak anda siapakah yang akan dilantik menjadi Presiden Besar mengetuai semua kerajaan-kerajaan dunia nanti ?
Sejauh Mana Penguasaan CFR terhadap Negara Dunia?
Untuk menguasai dunia, CFR harus mempunyai ahli-ahli dikalangan negara Islam untuk membantu mencapai matlamat One World Government yang dibentuk pada 1784 di Perancis. Caranya ialah menubuhkan suatu lagi NGO yang dianggotai hanya oleh menteri-menteri dan billionaire-billionaire. Pertubuhan itu ialah Trilateral Commission (www.trilateral.org).
Ahli-ahli TC adalah terhad dan tidak boleh dianggotai oleh semua orang. Ianya diasaskan oleh orang yang sama iaitu David Rockefeller 1973. Anggota TC meliputi semua korporat seluruh dunia, antaranya ialah Presiden Bank Dunia, Presiden Toyota, Presiden Panasonic, Presiden Fuji Xerox, bekas Penasihat Politik Presiden Indonesia (mungkin sebelum Bambang Susilo dan termasuk 2 orang Tan Sri dari Malaysia berstatus billionaire.
Pendedahan Maklumat Sulit CFR dan Trilateral Commission
Masyarakat barat dikurniakan Allah sifat suka mengkaji dan menyelidik, dan sekarang ini terdapat beratus-ratus laman web yang mendedahkan gerakan sulit tajaan Dajjal iaitu CFR, Trilateral, Bilderberg, Skull and Bones, New World Order, Illuminati dan sebagainya. Salah seorang rakyat Amerika yang terkenal Alex Jones (pengarah filem) mendedahkan banyak maklumat tentang gerakan Yahudi di Amerika. Pendedahannya di luar batasan yang dibenarkan sehingga ia ditahan oleh pihak berkuasa Amerika. Lihat video-video klipnya di www.infowars.com .
Kesimpulannya, adakah pertubuhan-pertubuhan ini ditubuhkan secara kebetulan? mengapa setiap pengasas pertubuhan ini adalah dari keluarga yang sama iaitu cucu-cicit Rotschild dan Rockefeller? Jika anda peminat setia buku Muhammad Isa Dawud, anda pasti jumpa jawapannya dalam bukunya yang bertajuk “Dajjal Akan Muncul Dari Kerajaan Jin di Segitiga Bermuda”.
wallahu’alam…
CFR The Conspirator
Written By Unknown on Tuesday, October 25, 2011 | 10/25/2011 09:37:00 PM
Dewan Hubungan Luar Negeri

Serangkaian pertemuan terselubung diorganisir Kololonel Edward Mandell House. Dia penasihat rahasia Presiden Woodrow Wilson selama pecah Perang Dunia I. Sekarang koloni itu diakui dunia sebagai komplotan rahasia kaum globalis terbesar, dikenal dengan nama the Council on Foreign Relations (CFR).
Rencana perdamaian Wilson ditolak Senat Amerika Serikat yang sigap terhadap hal-hal yang membahayakan organisasi supernasional (antar bangsa). Tak kehabisan akal dan stamina, Kolonel House berikut duta-duta konferensi perdamaian Inggris dan Amerika Serikat berkoloni ulang di Paris pada Mei 1919. Di sanalah terbentuk pakta Institute of Internatinal Affairs. Koloni itu berambisi mengendalikan dunia dalam satu pemerintahan internasional. Di lnggris "pemerintah maya" ini dikenal dengan nama Royal Institute of International Affairs. Di Amerika Serikat ia didirikan pada 21 Juni 1921 dengan nama the Council on Foreign Relations (CFR: Dewan Hubungan Luar Negeri). Semua keputusan CFR wajib ditaati setiap anggota; jika ada yang membocorkan risalah CFR, maka pasti dikeluarkan dari organisasi.
Tim inti CFR, di antaranya adaIah Elihu Root, John Foster Dulles dan Christian Herter. Ketiga orang ini pernah menjabat sebagai Menteri Luar Negeri AS. Saudara John Foster Dulles, yaitu Allen Dulles, juga anggota komplotan tersebut yang kelak menjadi Direktur CIA. Selanjutnya, setiap pejabat setelah Allen Dulles rata-rata menjadi anggota CFR, termasuk George Bush dan William Casey. John W. Davis dan Russel Leffingwell adaIah anggota sekaligus pendiri CFR. Dua orang ini adaIah "tangan kanan" Sang jutawan sekaligus donatur CFR, yaitu J.P Morgan. Masih banyak anggota-anggota CFR yang terikat erat oleh J.P Morgan sebagai pengendali CFR. Karenanya setiap anggota harus mengabdi kepada kepentingan Morgan. Pengendalian ini berlanjut hingga sekarang.
BuIan Februari 1941, CFR berhasil memegang kendali Departemen Luar Negeri AS dengan membentuk Division of Spesial Riset (Divisi Riset Khusus). Anggotanya terdiri dari para ilmuwan. Tujuannya adalah menguasai dan mengendalikan riset-riset keamanan, senjata perang, ekonomi dan politik. Seperti halnya PSB dan OCB, Division of Spesial Riset adalah "ladang subur" yang digarap serius oleh orang-orang CFR.
Purnawirawan senior Angkatan laut Amerika Serikat sekaligus anggota CFR, Laksamana Chester Ward menulis buku bersama Phyllis Schafly pada tahun 1975. Judulnya Kissinger On The Couch. Dalam buku ini tertulis kalimat: Jika para penguasa yang menjadi anggota CFR memutuskan bahwa Pemerintah Amerika Serikat harus menentukan kebijakan khusus, maka seluruh fasilitas riset CFR segera difungsikan mencipta argumen-argumen intelektual maupun emosional. Tujuannya menyokong dan memuluskan kebijakan itu, sekaligus mengacaukan dan menyingkirkan lawan-lawan intelektual maupun politisnya.
Sejak Woodrow Wilson menjadi presiden Amerika Serikat, CFR mendapat "jatah kursi" 100 pejabat adiministrasi kepresidenan. Misalkan, 100 administrator kepresidenan Bill Clinton yang merupakan 100 anggota CFR menjadi duta besar AS di berbagai Negara. Mereka bertugas menyebarluaskan propaganda federalisme dan globalisme. George W. Bush dari Partai Republik dan lawannya, Al Gore dari Partai Demokrat yang bertanding dalam pemilihan presiden tahun 2000, keduanya adalah anggora CFR.Sumber : akhirzaman.info
Takalluf Politik
Written By Unknown on Tuesday, June 7, 2011 | 6/07/2011 05:54:00 PM
Dari akar kata ini, berkembang menjadi `kallafa’ dan taklif (tugas),
selain berkembang menjadi takallafa dan takalluf. Yang terakhir ini
dapat diartikan sebagai memaksakan diri untuk memikul kewajiban di
luar batas kemampuan. Di dalam Islam, takalluf tergolong sifat yang
tercela alias tak terpuji.
amanah yang dipikulkan oleh pihak yang lebih tinggi untuk dijalankan
sesuai dengan batas kemampuan. Biasanya yang menugaskan itu adalah
Syari’ (Allah SWT dan rasul-Nya), seperti shalat, shaum dan jihad.
Tidak kita dapatkan Syari’ membebankan kewajiban kepada manusia di
luar batas kemampuannya. Prinsip ini diterangkan Allah di dalam Al
Qur’an (QS. al-Baqarah: 286), dimana Allah tidak membebankan kepada
setiap diri kecuali sebatas kemampuannya.
tercela dalam konteks beragama. Sebab sikap ini tergolong memaksakan
diri.Dalam konteks dunia pun demikian keadaannya. Kalau seorang hanya
mampu melakukan tiga pekerjaan, maka tidak boleh memaksakan empat atau
lima pekerjaan.
lebih kompleks. Misalnya, seseorang atau partai berambisi untuk
merebut kekuasaan dalam pilkada, sementara ia tidak memiliki modal
yang cukup secara finansial untuk berlaga dalam perlombaan itu.
Kemudian orang itu menggaet calon lain yang bisa menutup kekurangannya.
ini mempunyai visi dan misi yang sama dengan orang itu atau hanya
seorang oportunis.
masyarakat. Pelayanan kepada masyarakat pun dilakukan dengan motivasi
untuk mendapatkan dukungan suara. Di sini sudah mulai menyentuh
wilayah akidah. Sulit memisahkan antara niat Lillahi Ta’ala dengan
niat mencari simpati pemilih. Padahal dalam melakukan suatu amal,
Allah tidak menerima niat yang mencampurkan keduanya.
sejalan. Masing-masing memilih jalannya sendiri-sendiri. Yang terjadi
kemudian adalah pecah kongsi. Kalaupun sejalan, maka di sana akan
terjadi banyak pergeseran cara berpikir dan menilai. Yang tadinya
sangat menjaga batas-batas halal-haram, sekarang sudah tidak
mempersoalkan itu lagi. Yang tadinya teriakan “itu haram” begitu
keras, maka teriakan itu sekarang sudah sayup-sayup hampir tak kedengaran.
dari manapun sumber dana itu didapat: dari koruptorkah, pengusaha
judikah, bandar narkobakah. Ambil saja uangnya, lalu konon katanya
untuk mendanai dakwah. La hawla wala quwwata illa billah. Kalau
pelakunya orang lain, perbuatan itu haram dan kotor. Tapi kalau
pelakunya kita, ia menjadi halal. Fiqh apakah ini? Inilah namanya fiqh
berdasarkan syahwat. Na’uzubillah.
borjuis. Memiliki beberapa mobil mewah, perhiasan mewah, sementara
pekerjaan resmi sebagai wakil rakyat bisa dihitung berapa pemasukannya
yang halal dan logis. Lalu dari manakah sumbernya?
ini tidak lagi pantas membawa-bawa nama dakwah.
setiap aktivitas seorang Muslim, seperti hasil jual-beli anjing, hasil
perdukunan, dan upah pelacuran.
lainnya untuk perjuangan Islam? Tak satu pun sumber yang menyebutkan
bahwa Nabi pernah menerima bantuan dari kaum kafir. Bahkan ketika
seorang musyrik menawarkan diri untuk ikut dalam sebuah jihad, Nabi
saw mengujinya, apakah Anda beriman kepada Allah? Nabi spontan
menolaknya dengan mengatakan, “Aku tak akan pernah meminta bantuan
kepada musyrik.” Kenapa sensitivitas terhadap halal dan haram ini
terus melemah?
beratnya mengakui jika memang tidak punya dana untuk ikut pilkada?
Bersikaplah sebagai pemain pasif, pengontrol dan pemberi nasehat.
Tidak akan ada pihak yang menyalahkan sikap ini. Tetapi, jika memaksa
maju dengan segala keterbatasan, di ujung ia akan dinilai. Inilah
contoh orang-orang yang memaksakan dirinya.
Sabili No. 70 TH. XV, 6 Syawal 1428 H, hlm. 88-89.
Politik Islam
Written By Unknown on Friday, June 3, 2011 | 6/03/2011 11:16:00 AM
Kegagalan dalam memperjuangkan syari'at di tingkat Nasional, memaksa untuk mengalihkan perjuangan ke kawasan yang lebih sempit, pada tingkat kabupaten/kota. Ada sejumlah kabupaten yang berhasil menelurkan perda-perda yang bernuansa syari'at, karena usaha keras dari kepala wilayah setempat dan didukung oleh DPR Daerahnya. Ada kabupaten Bulukumba di Sulsel dan Sumenep di Madura yang secara terang-terangan mengumumkan pelaksanaan Syari'at dalam peraturan daerahnya. Juga ada perda 'syari'ah' di kota Tangerang dan di kota-kota lainnya. Inilah usaha-usaha kecil setelah gagal pada tingkat Nasional. Tapi sayang, jumlah daerah yang menyatakan kesiapannya menjalankan syari'at itu masih terlalu sedikit di banding yang lainnya. Padahal puluhan kabupaten/kota yang pilkadanya dimenangkan partai Islam, baik sebagai orang nomor 1 atau nomor 2. Tetapi mereka tidak mengangkat isu syariat sebagai agenda mereka. Entah apa sebabnya, wallahu a'lam.
Mungkin karena pragmatisme tadi, menganggap isu syariat tidak populer lagi. Kegagalan itu disebabkan karena ketidakseriusan parpol Islam dalam berjuang dan lebih memikirkan kepentingan sempit partainya. Artinya dunia lebih mendapat tempat di hati mereka ketimbang idealisme perjuangan. Masyumi dulu mengedepankan idealisme itu daripada pertimbangan politik pragmatis. Itulah yang disebut dengan 'politik Islam'. Sekarang Aceh seharusnya menjadi pilot project bagi perjuangan syari'at. Alangkah indahnya jika seluruh kalangan all-out membenahi penerapan syari'at di Aceh, agar menjadi pemikat bagi daerah lain, mulai dari perangkat hukumnya, sampai menjaga image positif terhadap syari'at. Bahkan tidak hanya parpol, juga ormas Islampun harus ikut bertanggung jawab terhadap pelaksanaan syariat di Aceh. Namun dalam kenyataan, pelaksanaan syari'at di Aceh seperti kurang mendapat dukungan dari parpol Islam sendiri. Parpol sibuk dengan agendanya sendiri seperti pilkada yang menelan energi dan dana, persiapan 2009. Hal itu terjadi di tengah upaya keras sejumlah LSM menggagalkan syariat di Aceh. Media di Aceh menggambarkan syariat di Aceh dengan image yang buruk. Berita-berita miring tentang pelaksanaan syariat dibesar-besarkan. Yang positifnya dipeti-eskan. Masyarakat Aceh haruslah bangkit melawan upaya pihak-pihak yang ingin merongrong syariat di Aceh, apalagi setelah peristiwa Tsunami, di mana cengkeraman asing tampak semakin kuat di Aceh. Dan mereka ini jelas berada di belakang upaya penggagalan pelaksanaan syariat di Aceh. Prilaku orang di jalan-jalan di kota Banda Aceh setelah Tsunami sudah jauh berubah dari waktu sebelum masuknya LSM-LSM asing. Akan kah syariat di Aceh bertahan setelah perubahan kepemimpinan atau malah akan terancam? Hari-hari ke depanlah yang akan menjawabnya.
Halah..... Terbentuk Partai Baru Bernama : PeGO*
Written By Unknown on Thursday, June 2, 2011 | 6/02/2011 01:05:00 AM
'Cerita ini hanya Sebuah fiksi gak ilmiah,
di karang secara kilat oleh seorang muslim goblok,
Berupa kumpulan kentut aneka rasa,
Yang didaur ulang dengan imajinasi tingkat tinggi,
Demi secuil asa agar kita lebih dewasa ......
......menjalani peran sebagai seorang hambaNYA'
PeGO SEKARANG, MIRIP KW9 ? MASA SIH ?!
Begitulah.... akibat kebablasan memanfaatkan kemulusan jalan demokrasi yang aduhai, semlohai bin menggoda, akhirnya parte satu ini terjatuh dan tercemplung di kubangan rupiah yang tiba2 mak bedunduk nongol di ujung jidat. (Bayangin sob, nglihat tuh duit harus nglirik2 ke atas. Lucu deh... praktekin aza coba ! )
Awalnya sih kalem dan idealis buanget. Ta-pii... karena fitrah umur yang masih bau kencur alias ABG.... parte kakaknya gurem ini, kena hipnotis bisikan tetangga parte yang lumayan nakal. Akhirnya si ABG ikut-ikutan deh bermain lumpur. "Asiik" kata si ABG. Dan temen nakal itu tersenyum puas sambil membatin :"Kena deh lu...ha...ha...haa..."
Akibat miris dan ngilu merasakan fakta ini, saya jadi teringat sepuluhan tahun yang lalu dan MERASA perlu membeberkan pola dan sepak terjangnya....(Apalagi baru-baru ini beritanya menjadi headline hampir semua sumber berita. Ialah : KW9-Komandemen Wilayah 9).
Eh sob.. tau dong KW9 (sssttt bukan RW 9 ya.... Itu sih RW tempat saya tau) alias NII gadungan, kelompok boneka yang sesat bin menyesatkan itu lho...............Konon menurut imajinasi tingkat tinggi kolaborasi kedua belah otak kanan dan kiri saya (he..he... belajar_narsis.com) kelompok KW9 ini adalah bikinan intelijen global semesta raya besan dari yahudi laknatulloh. Iya sob... ini sudah mainan intelijen global, bukan cuma intelijen lokal. Kalau yang ini sih cuma ecek-ecek, mengkloning keculasan si Yahud dan barangkali ikut memanen berkah. Tujuannya ya tentu buat bikin umat Islam nan besar ini bunuh-bunuhan sesamanya. (Ngeri kan....?? untung cuma imajinasi !!)
Tapi coba deh pikir pake otak (jangan pake dengkul ya) ...... Secara takdirnya kaum YAHUDI memang kesohor mempunyai kecerdasan tingkat tinggi sekaligus dioplos dengan kelicikan super power beraroma menghalalkan segala cara. Masih ingat kan dengan peristiwa NAEN WAN WAN (911) ? Berkat kecanggihan pembajak kelas mbahnya kakap,yang menurut bisikan imajinasi saya lagi, mereka... para "mujahid" itu.... sengaja disiapkan sebagai martir JUSTRU oleh intelijen AMRIK yang sudah dikendalikan oleh si jenius yahudiwan wa yahudiwati.Tentunya tanpa mereka sadari sama sekali. RUMIT kan ???
Faktanya, di hari H gedung kembar lambang kecongkakan itu remuk bagaikan kerupuk yang diremas-remas.... semua manusia berlogo yahudi gak kelihatan batang hidungnya di area itu alias absen. Kok bisa sih?
Ya bisalah, YAHUDI.... emang elu yang ampe detik ini gak paham juga maksud gue. he...he.... kali ini becandanya kelewatan ya....Maap. Maksud konteks kalimat tadi adalah yahudi itu disamping CERDAS namun juga CULAS. Segala cara bisa mereka halalkan asal tujuan mereka tercapai. TITIK.
Dan... bersamaan berantakannya tuh gedung, 3000-an warga AMRIK yang telah dikadali Yahudi, MAM-PUS! Demi apa sodara-sodara ??? Demi pencapaian tujuan yang lebih besar bahkan TOP URGENT dalam agenda mereka. Dan benar kan..... Belakangan, IRAK diacak-acak. AFGHANISTAN di bumi hanguskan. PALESTINA dikarantina. Heemmm sedih sob.... sueediih buanget. Suwer deh...
Jadi sob.... sepertinya orang-orang Amrik itu perlu dikasihani deh..... Alasannya mereka itu cuma dijadiin wayang alias boneka oleh segelintir bangsa yahudi yang dengan cerdasnya memerankan diri sebagai dalang ! Gimana menurut ente ??
Maka dengan mengorbankan HANYA 3000-an nyawa (tak berdosa ada,yang berdosa sedikit ada, yang dosanya lumayan berat mungkin juga ada) BERBUAH terbukanya jalan untuk membunuhi berlipat ganda kaum MUSLIM sedunia !
Jadi, waspadalah....waspadalah........
Nah... sekarang balik maning nang Indonesya. Kembali membahas gosip murah sedikit mahal (relatif sih), kita coba korek kemiripan si PeGO dengan KW9. Lagi-lagi ini cuma fiksi gak ilmiah karya saya. Jadi anggap aja lucu-lucuan gimaannnaaaa gitu....
Di pihak penebar gosip, mereka membeberkan fakta perpolitikan terkini yang sahih dan kasat mata. Menyerang tanpa ampun, menjambak,meninju,menendang dan menusuk sampe ke jantung dan ulu hati. "Pokoknya si PeGO ini harus dikotakkan, ditinggal, diinjak-injak dan dicampakkan ke lubang jahannam" begitu kira-kira tekad bulat mereka.
Dan di pihak para pembela sejati (yang oleh penebar gosip dijuluki MUQOLIDUN) mereka membela membabi buta di tengah malam tanggal 30 tahun hijriah.... "Mereka itu kutu kupret,ranting kering,barisan sakit hati, bla..bla...blaa...."teriak mereka tak kalah sengit (kira-kiranya begitu...)
Nah.... melihat fakta politik akhir-akhir ini mau tidak mau,suka tidak suka, dengan penyesalan mendalam harus saya katakan penebar gosip itu ADA benarnya. HAAAAAA......betulkah ??! (awas mingkem, jangan melongo gitu dong.... he... he... )
"Kok tau seh??" Kalian pasti tanya gitu kan? Hayo ngaku aja....
Ya iyalah...hampir empat taon pren sekitar sepuluh taon yang lalu seperti sudah saya singgung di muka, saya "berjihad" bersama barisan mereka (KW9). Membela agama Tuhan dengan gagah perwira. Rela berkorban harta,tenaga dan bahkan nyawa. (bentar ya... menerawang dan terharu. Hiks....). Uang gaji saya diporotin dengan suka rela dan senang gembira sampe segundul-gundulnya oleh mereka (heeemmm dulu banget jaman masih ABG dengan gelora semangat belajar begitu membara namun dengan penguasaan ilmu agama yang ceteknya minta ampun, alias GUUOOBLOOK dan TOLOOL! Ggggrrrr!!!)
Mengenai gosip yang berulang kali saya singgung tadi, silakan cari sendiri ato tanyakan saja sama mbah GOOGLE.(Mungkin gak bakalan nemu bro, masalahnya parte PeGO itu hanya fiksi aza, gak usah dibawa serius ya).
"Tapi elo tadi membenarkan bahwa mereka ada kemiripan, kok sekarang bilang cuma fiksi doang. Gak konsisten !!" Nah lho... ada juga dari kalian yang kritis bertanya begitu kan.....
Gue sih gak ambil pusing. Dan mo tahu jawaban gue ? Begini "Sabar bro.... namanya juga pemimpi amatir. Doain aza, semoga besok-besok kalo sedang berimajinasi lagi bisa bermutu ya... Amiin.
Soalnya lagi ini saya udah ngantuk beraat, dan kayaknya gak penting buat dibahas lebih lanjut. Entah nanti mau dilanjuti ato enggak ceritanya, suka-suka saya. Kalo dirasa perlu plus mood nulis lagi nongol ya diterusin.
Good Night,
Salam Sukses Sejahtera,
Menuju Indonesia Digdaya 2050.
ROHSNA LA 'AFIYS
Kapal Nuh, 02 JUNI 2011
01:01 WIB

























