Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Translate This Blog

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Showing posts with label PARENTING. Show all posts
Showing posts with label PARENTING. Show all posts

Membangun Karakter Anak Sejak Pendidikan Anak Usia Dini

Written By Unknown on Sunday, January 19, 2014 | 1/19/2014 09:02:00 PM


Kawan, jika saya ditanya kapan sih waktu yang tepat untuk menentukan kesuksesan dan keberhasilan seseorang? Maka, jawabnya adalah saat masih usia dini. Benarkah? Baiklah akan saya bagikan sebuah fakta yang telah banyak diteliti oleh para peneliti dunia.

Pada usia dini 0-6 tahun, otak berkembang sangat cepat hingga 80 persen. Pada usia tersebut otak menerima dan menyerap berbagai macam informasi, tidak melihat baik dan buruk. Itulah masa-masa yang dimana perkembangan fisik, mental maupun spiritual anak akan mulai terbentuk. Karena itu, banyak yang menyebut masa tersebut sebagai masa-masa emas anak (golden age).

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh seorang ahli Perkembangan dan Perilaku Anak dari Amerika bernama Brazelton menyebutkan bahwa pengalaman anak pada bulan dan tahun pertama kehidupannya sangat menentukan apakah anak ini akan mampu menghadapi tantangan dalam kehidupannya dan apakah ia akan menunjukkan semangat tinggi untuk belajar dan berhasil dalam pekerjaannya.

Nah, oleh karena itu, kita sebagai orang tua hendaknya memanfaatkan masa emas anak untuk memberikan pendidikan karakter yang baik bagi anak. Sehingga anak bisa meraih keberhasilan dan kesuksesan dalam kehidupannya di masa mendatang. Kita sebagai orang tua kadang tidak sadar, sikap kita pada anak justru akan menjatuhkan si anak. Misalnya, dengan memukul, memberikan pressure yang pada akhirnya menjadikan anak bersikap negatif, rendah diri atau minder, penakut dan tidak berani mengambil resiko, yang pada akhirnya karakter-karakter tersebut akan dibawanya sampai ia dewasa. Ketika dewasa karakter semacam itu akan menjadi penghambat baginya dalam meraih dan mewujudkan keinginannya. Misalnya, tidak bisa menjadi seorang public speaker gara-gara ia minder atau malu. Tidak berani mengambil peluang tertentu karena ia tidak mau mengambil resiko dan takut gagal. Padahal, jika dia bersikap positif maka resiko bisa diubah sebagai tantangan untuk meraih keberhasilan. Anda setuju kan?


Banyak yang mengatakan keberhasilan kita ditentukan oleh seberapa jenius otak kita. Semakin kita jenius maka semakin sukses. Semakin kita meraih predikat juara kelas berturut-turut, maka semakin sukseslah kita. Benarkah demikian? Eit tunggu dulu!

Saya sendiri kurang setuju dengan anggapan tersebut. Fakta membuktikan, banyak orang sukses justru tidak mendapatkan prestasi gemilang di sekolahnya, mereka tidak mendapatkan juara kelas atau menduduki posisi teratas di sekolahnya. Mengapa demikian? Karena sebenarnya kesuksesan tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan otak kita saja. Namun kesuksesan ternyata lebih dominan ditentukan oleh kecakapan membangung hubungan emosional  kita dengan diri sendiri, orang lain dan lingkungan. Selain itu, yang tidak boleh ditinggalkan adalah hubungan spiritual kita dengan Tuhan Yang Maha Esa.

Tahukah anda bahwa kecakapan membangun hubungan dengan tiga pilar (diri sendiri, sosial, dan Tuhan) tersebut merupakan karakter-karakter yang dimiliki orang-orang sukses. Dan, saya beritahukan pada anda bahwa karakter tidak sepenuhnya bawaan sejak lahir. Karakter semacam itu bisa dibentuk. Wow, Benarkah? Saya katakan Benar! Dan pada saat anak berusia dini-lah terbentuk karakter-karakter itu. Seperti yang kita bahas tadi, bahwa usia dini adalah masa perkembangan karakter fisik, mental dan spiritual anak mulai terbentuk. Pada usia dini inilah, karakter anak akan terbentuk dari hasil belajar dan menyerap dari perilaku kita sebagai orang tua dan dari lingkungan sekitarnya. Pada usia ini perkembang mental berlangsung sangat cepat. Pada usia itu pula anak menjadi sangat sensitif dan peka mempelajari dan berlatih sesuatu yang dilihatnya, dirasakannya dan didengarkannya dari lingkungannya. Oleh karena itu, lingkungan yang positif akan membentuk karakter yang positif dan sukses.

Lalu, bagaimana cara membangun karakter anak sejak usia dini?

Karakter akan terbentuk sebagai hasil pemahaman 3 hubungan yang pasti dialami setiap manusia (triangle relationship), yaitu hubungan dengan diri sendiri (intrapersonal), dengan lingkungan (hubungan sosial dan alam sekitar), dan hubungan dengan Tuhan YME (spiritual). Setiap hasil hubungan tersebut akan memberikan pemaknaan/pemahaman yang pada akhirnya menjadi nilai dan keyakinan anak. Cara anak memahami bentuk hubungan tersebut akan menentukan cara anak memperlakukan dunianya. Pemahaman negatif akan berimbas pada perlakuan yang negatif dan pemahaman yang positif akan memperlakukan dunianya dengan positif. 

Untuk itu, Tumbuhkan pemahaman positif pada diri anak sejak usia dini, salah satunya dengan cara memberikan kepercayaan pada anak untuk mengambil keputusan untuk dirinya sendiri, membantu anak mengarahkan potensinya dengan begitu mereka lebih mampu untuk bereksplorasi dengan sendirinya, tidak menekannya baik secara langsung atau secara halus, dan seterusnya.  

Biasakan anak bersosialisasi dan berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Ingat pilihan terhadap lingkungan sangat menentukan pembentukan karakter anak. Seperti kata pepatah bergaul dengan penjual minyak wangi akan ikut wangi, bergaul dengan penjual ikan akan ikut amis. Seperti itulah, lingkungan baik dan sehat akan menumbuhkan karakter sehat dan baik, begitu pula sebaliknya. 

Dan yang tidak bisa diabaikan adalah membangun hubungan spiritual dengan Tuhan Yang Maha Esa. Hubungan spiritual dengan Tuhan YME terbangun melalui pelaksanaan dan penghayatan ibadah ritual yang terimplementasi pada kehidupan sosial.

Nah, sekarang kita memahami mengapa membangun pendidikan karakter anak sejak usia dini itu penting. Usia dini adalah usia emas, maka manfaatkan usia emas itu sebaik-baiknya.


Salam

Timothy Wibowo

Sumber :http://www.pendidikankarakter.com

Peraga TK dan PAUD (Balok Pembangunan)
Rp. 1,700,000
Mainan untuk berkelompok
MANGKOK/GELAS PUTAR

Kami produsen alat peraga TK dan Paud , indoor dan outdoor, alat permainan edukatif untuk putra putri anda , mainan untuk taman dan tempat rekreasi anak .
Untuk informasi dan pemesanan silahkan menghubungi kami 0852-2868-4468 (SUGIYARTO)

Kunjungi toko kami :
'ARBA TOYS'
Jl. Pondok Gede Raya No 18 RT 005 RW 012 Lubang Buaya, Jaktim ( samping Monumen Lubang Buaya)

1/19/2014 09:02:00 PM | 0 komentar | Read More

Inilah Petunjuk Praktis Untuk Calon Ayah Saat Istri Hamil

Written By Unknown on Saturday, January 18, 2014 | 1/18/2014 07:24:00 PM

Jangankan paham, melihat dua garis di test pack saja baru pertama kali seumur hidup! Tak punya petunjuk dan bingung harus berbuat apa umum dirasakan calon ayah saat mendengar kabar kehamilan istri. Di bawah ini tersedia 18 petunjuk yang tidak pernah "basi" agar calon ayah sukses mendampingi masa kehamilan hingga bersalin.

  1. Saat istri mengabarkan: Aku hamil. Jangan melontarkan kalimat meledek, seperti: Yakin, itu anak saya? Karena pada momen ini, banyak wanita mengharapkan suaminya bereaksi romantis. Ucapkan kata-kata cinta. Satu dua tetes air mata Anda akan membuat momen ini sempurna di mata istri.
  2. Morning sickness tidak mengada-ada. Kehamilan disertai dengan gejala morning sicknes seperti mual, muntah, sensitif bau, tidak tahan sinar matahari, malas mandi dan lainnya. Selagi mengalami morning sickness, wanita hamil bisa beraksi berlebihan terhadap bau. Jangan protes. Pahami, tidak banyak yang bisa dia –atau Anda– lakukan untuk mengurangi rasa mual tersebut. Usahakan Anda tidak beraroma kuat selagi berada di dekatnya.
  3. Jangan sentuh payudaranya. Selagi hamil, payudara istri jadi lebih besar, lebih sensitif dan seksi karena sedang bersiap menjadi "pabrik susu" untuk bayi Anda. Jangan disentuh karena terasa sakit, kecuali bila istri mengizinkan. Pemandangan ini pun akan biasa Anda temui di ruang tunggu ketika mengantar istri cek ke dokter kandungan. 
  4. Sering buang gas dan sendawa. Hormon kehamilan membuat sistem pencernaan ibuhamil bekerja lebih lambat agar nutrisi makanan tercerna dan terserap sempurna untuk tumbuh kembang janin. Melambatnya kerja pencernaan membuat ibuhamil mengalami konstipasi dan ada banyak gas di dalam perutnya, sehingga ia jadi sering bersendawa atau buang gas. Tidak cute, memang! Tapi, jangan mengolok-olok atau berkomentar negatif terhadap suara dan aroma yang ditimbulkan. Kalau terganggu, cari saja alasan untuk menjauh sebentar darinya. 
  5. Haus perhatian. Jujur saja, Anda tentu pernah lupa bahwa istri sedang hamil dan cuek. Padahal, para istri berharap saat merasa tidak nyaman akibat hormon kehamilan, suami memberi perhatian dan support yang cukup.
  6. Tidak tertarik pada seks. Perubahan hormon memang membuat wanita hamil bergairah di trimester kedua, tapi perasaan tidak cantik akibat perut membesar dan payudara nyeri menghambat minatnya untuk berhubungan seks. Sebaiknya luangkan waktu untuk memanjakan istri, "servis" Anda bisa menyulut gairahnya. kalau berhasil, tetap lakukan posisi seks yang aman ya. 
  7. Mood swing. Bukan ingin membuat Anda takut, Jeff Kimes dalam buku Pregnancy Sucks for Men, menulis: mood naik turun itu mirip gejala PMS (menjelang haid), tetapi berlipat ganda! Dalam sehari, istri bisa merasa sedih, bahagia, takut, rewel, emosinya tidak bisa ditebak. Semua disebabkan perubahan hormon yang dramatis, dikombinasi perasaan cemas karena akan menjadi ibu. Berikan simpati Anda dan hindari pertengkaran dengan istri. Kalau pun sampai bertengkar, biarkan istri yang menang.
  8. USG. Ini adalah alat untuk mengintip kondisi janin , seperti jenis kelamin dan posisinya dalam rahim. Pertama kali melihat janin melalui layar USG tahan mulut Anda untuk berucap: "Ih, bentuknya seperti anak tikus!" Jangan menggerutu bila tidak bisa melihat janin di layar USG. Bila beruntung dapat melihatnya, perhatikan setiap detailnya. Ketika janin mulai menendang, tunjukkan antusias Anda untuk merasakan tendangan janin. Jika terlihat tidak gembira , soal tendangan janin pun bisa berujung masalah.
  9. Jadi pelatih olah nafas. Bernapas dengan benar, dapat mempermudah proses persalinan sekaligus mengurangi nyeri. Saat bersalin, istri sering lupa teknik bernapas yang ebnar, sehingga butuh bimbingan dari pendamping persalinan. Artinya, Anda juga perlu belajar teknik bernapas, dong!
  10. Menolak tidur seranjang. Saat hamil, selain perutnya membesar dan "makan tempat", istri sering bolak-balik ke toilet, sakit punggung dan kegerahan, sehingga kualitas tidurnya di malam hari terganggu. Jangan sakit hati bila ia meminta Anda tidur di kamar atau ranjang berbeda, karena ia butuh ruang tidur lebih luas.
  11. Tutup mulut pada momen sensitif. Baik sedang di ruang dokter maupun di kelas senam hamil, ikuti aturan ini: kecuali Anda punya kalimat yang bijak dan supportif, lebih baik diam. Seperti, saat istri menimbang badan dan mengetahui beratnya naik 15 kilo. Jangan ubah nama panggilannya menjadi "Ndutt", atau saat dia merasa risih sesudah periksa dalam, jangan meledek, "Cincin dokternya ketinggalan di dalam, nggak?”
Sumber :  http://www.ayahbunda.co.id
1/18/2014 07:24:00 PM | 0 komentar | Read More

PERMAINAN FISIK MOTORIK DI TAMAN KANAK-KANAK 2

Written By Unknown on Tuesday, December 31, 2013 | 12/31/2013 10:22:00 AM

Rp. 135,000

Balok 48

Kami produsen alat peraga TK dan Paud , indoor dan outdoor, alat permainan edukatif untuk putra putri anda , mainan untuk taman dan tempat rekreasi anak .
Untuk informasi dan pemesanan silahkan menghubungi kami 0852-2868-4468 (SUGIYARTO)

Kunjungi toko kami :
'ARBA TOYS'
Jl. Pondok Gede Raya No 18 RT 005 RW 012 Lubang Buaya, Jaktim ( samping Monumen Lubang Buaya)


Sambungan dari http://rolays.blogspot.com/2013/12/permainan-fisik-motorik-di-taman-kanak.html

Ini adalah sambungan dari artikel Permainan Fisik Motorik di Taman Kanak-Kanak. baru kelar, jadi mesti dibuat bersambung. semoga bermanfaat bagi rekan semua. selamat mempraktekkan dan membuat variasi yang lain.

1. Bola Beranting di Atas Kepala
Tujuan: meningkatkan koordinasi tangan.
Cara bermain: seluruh anak dibagi menjadi beberapa kelompok dengan jumlah yang sama banyak, lalu diberiskan berbanjar menjadi beberapa baris sesuai dengan jumlah bola yang tersedia. Barisan menghadap satu arah. Jarak antar baris kira-kira satu rentangan tangan. Permainan dimulai dari anak yang terdepan memegang bola. Setelah peluit dibunyikan maka bola dipindahkan kebelakang melalui atas kepala, dan teman dibelakang menerima bola tersebut kemudian mengangsurkan bola keteman dibelakangnya lagi dengan cara yang sama. Pemenangnya adalah bola yang lebih dulu sampai pada baris anak paling belakang.

2. Bermain Menebak Gambar
Siapkan gambar-gambar yang berlainan. Gambar bisa disesuaikan dengan tema. Pilih pemain dua anak. Anak lainnya duduk melingkar. Tempeli masing-masing pemain dengan gambar yang berbeda. Tentu saja tanpa sepengetahuan lawan main anak. Masing-masing pemain kemudian menebak gambar di punggung lawan mainnya. Namun masing-masing pemain harus bergerak agar gambar pada punggung tidak mudah tertebak. Biar lebih seru iringi dengan musik. Siapa yang menebak duluan dialah pemenangnya. Permainan bisa dilanjutkan anak berikutnya.

3. Jalan Bervariasi.
Siapkan simbol-simbol pada lantai. Bisa berupa gambar dengan kapur atau bahan lain yang tidak membahayakan anak. Misalnya simbol lingkaran untuk jalan berjinjit, simbol segitiga untuk jalan berjongkok, simbol segiempat untuk jalan dengan satu kaki dan simbol jajaran genjang untuk anak melompat. Tiap anak bergantian melewati simbol dilantai dengan melakukan variasi jalan sesuai dengan petunjuk simbol.

4. Berjalan di atas rel
Siapkan lintasan dari tali plastik atau tali rafia atau digambar dengan kapur tulis dengan bentuk persegiempat pada lantai. Siapkan pula beban untuk dibawa anak di kepala. Bisa berupa kantong biji atau buku. Sambil merentangkan tangan untuk menjaga keseimbangan anak berjalan mulai mengikuti lintasan. Mula-mula anak berjalan maju kedepan kemudian berjalan ke menyamping kamudian berjalan mundur dan berjalan menyamping lagi mengikuti garis lintasan.

Disamping berbagai macam permainan di atas masih banyak lagi permainan fisik motorik yang lain. Diharapkan para guru kreatif untuk menciptakan bermacam permainan untuk anak, sehingga pembelajaran dapat berjalan dengan menyenangkan bagi anak.

Sumber : http://wahyuti4tklarasati.blogspot.com/2010/10/permainan-fisik-motorik-di-taman-kanak_11.html
12/31/2013 10:22:00 AM | 0 komentar | Read More

PERMAINAN FISIK MOTORIK DI TAMAN KANAK-KANAK

Written By Unknown on Sunday, December 29, 2013 | 12/29/2013 08:34:00 PM

Rp. 2,100,000
sarana bermain buat anak
Ayunan bulat

Kami produsen alat peraga TK dan Paud , indoor dan outdoor, alat permainan edukatif untuk putra putri anda , mainan untuk taman dan tempat rekreasi anak .
Untuk informasi dan pemesanan silahkan menghubungi kami 0852-2868-4468 (SUGIYARTO)

Kunjungi toko kami :
'ARBA TOYS'
Jl. Pondok Gede Raya No 18 RT 005 RW 012 Lubang Buaya, Jaktim ( samping Monumen Lubang Buaya)




Masa lima tahun pertama pertumbuhan dan perkembangan anak sering disebut sebagai masa keemasan karena pada masa itu keadaan fisik maupun segala kemampuan anak sedang berkembang dengan pesat. Salah satu kemampuan yang sedang pesat berkembang adalah kemampuan motorik. Proses tumbuh kembang kemampuan motorik anak berhubungan dengan kemampuan gerak anak yang dapat terlihat jelas dengan berbagai gerakan dan ragam permainan yang dapat dilakukan anak.

Bermain merupakan dunia anak. Oleh karena itu dalam penyampaian pengembangan di TK perlu dilakukan melalui bermain. Prinsipnya bermain sambil belajar dan belajar seraya bermain.

Ragam permainan fisik di Taman Kanak-Kanak.
1. Menjala Ikan
Bertujuan meningkatkan kemampuan ketrampilan gerak anak, juga menyalurkan hasrat bergerak dan menciptakan suasana gembira pada anak-anak.Pelaksanaannya: 2-3 anak di suruh bergandengan tangan dan berperan sebagai jala ikan. Sedangkan anak-anak lainnya berperan sebagai ikan. Mereka yang berperan sebagai ikan bebas berlarian di lapangan ataupun dalam ruangan. Bila ada tanda (peluit atau hitungan atau tepukan tangan) dari guru anak-anak yang berperan sebagai jala harus berusaha menangkap ikan (anak-anak yang berlarian dalam ruangan/lapangan) sebanyak-banyaknya dengan cara mengurungnya dalam lingkaran tangan. Usahakan jala jangan tercerai berai. Sedangkan anak yang berperan sebagai ikan berusaha lari menghindar jangan sampai tertangkap. Anak-anak yang telah tertangkap ikut bergabung sebagai jala, sehingga semakin lama jala semakin lebar. Sedangkan ikan yang harus ditangkap semakin sedikit. Permainan berakhir jika sudah tidak ada ikan yang perlu di tangkap lagi.
Permainan ini dapat dimodifikasi dengan memasang beberapa kelompok anak (2-3 pasang) sebagai jala. Lalu kelompok jala ini saling bersaing untuk menangkap ikan sebanyak-banyaknya.

2. Mencari pasangan
Bertujuan meningkatkan kemampuan anak dalam berhitung.
Pelaksanaannya: ajaklah anak-anak membentuk lingkaran. Setelah dilakukan pemanasan, ajaklah anak berkeliling dalam lingkaran dengan menyanyikan lagu Pak Pung Pak Mustape sambil bertepuk tangan. (Syair: Pak Pung Pak Mustape, tapene enak dewe, ayo konco rame-rame golek bolo dewe-dewe). Pada akhir lagu guru memberi tanda bisa dengan tangan atau kartu angka. Misalnya angka 3. Maka tiap-tiap anak harus berusaha mencari teman sebanyak tiga anak. Bagi yang tidak mendapatkan teman, anak bisa di beri hukuman dengan misalnya di suruh menyanyi.

3. Elang dan Anak Ayam
Tujuan: melatih kemampuan anak untuk mengejar dan menghindar.
Pelaksanaannya: bagi anak menjadi beberapa kelompok. Paling banyak anggotanya berjumlah sepuluh tiap kelompok. Dalam satu kelompok pilih satu untuk berperan sebagai elang, sedangkan yang lin berperan sebagai ayam. Bariskan anak-anak yang berperan sebagai ayam. Tiap anak berpegangan pada pundak teman didepannya. Anak yang paling depan berperan sebagai induk ayam dan bertugas melindungi anak ayam dari kejaran burung elang dengan cara merentangkan kedua tangan. Burung elang bebas menangkap anak ayam yang paling belakang. Anak ayam yang tertangkap harus keluar dari barisan. Usahakan barisan anak ayam jangan sampai terputus. Permainan berakhir jika sudah tidak ada anak ayam yang tersisa. Setelah itu bisa diganti dengan kelompok berikutnya.

4. Kucing dan Tikus
Tujuan: melatih kemampuan anak mengejar dan menghindar.
Pelaksanaannya: ajak anak-anak membentuk lingkaran dengan bergandengan tangan. Pilih dua orang anak yang akan berperan sebagai tikus dan salah satunya sebagai kucing. Tikus ini mulanya berada dalam lingkaran, sedangkan sang kucing berada di luar lingkaran. Pada saat aba-aba di mulai kucing berupaya menangkap tikus dengan cara memasuki lingkaran. Tikus berusaha menghindar. Namun yang berperan sebagai lingkaran hendaknya berusaha menutup jalan agar kucing tidak bisa masuk dalam lingkaran. Sebaliknya membebaskan sang tikus untuk keluar masuk lingkaran. Cara lingkaran menutup jalan kucing adalah dengan berjongkok jika kucing berusaha melewati bawah gandengan tangan, dan berdiri jika kucing berusaha melompati gandengan tangan. Permainan berakhir jika tikus sudah tertangkap.

5. Tepuk bersama
Tujuan: melatih koordinasi tangan dan kekompakan.
Pelaksanaannya: anak-anak membentuk dua barisan yang saling berhadapan. Kemudian ajak mereka bertepuk tangan dan saling bertukar tepuk dengan anak dihadapannya. Cara tepuk, mula-mula anak bertepuk sendiri satu kali kemudian tepukkan tangan kanan ke tangan kanan teman yang ada didepannya, lanjutkan dengan tangan kiri, tangan memegang bahu, bertepuk tangan sendiri, arahkan tangan kanan ke tangan kanan teman didepan, ganti tangan kiri dan seterusnya. Tepuk bisa dibuat lebih bervariasi. Anak-anak senang melakukan tepuk ini.

6. Permainan Hitam-Hijau
Tujuan: melatih kecepatan lari dan bereaksi
Siapkan lapangan segiempat. garis batas bisa dibuat dengan kapur atau tali. Bagi lapangan menjadi dua. Lalu pada masing-masing bagian siapkan garis bebas dekat sisi terluar lapangan.
Pelaksanaan permainan: bagi anak menjadi dua regu. Regu hitam dan regu hijau. Bariskan kedua regu di tengah lapangan. Masing-masing anak berhadapan satu sama lain. Tugas setiap regu adalah memperhatikan/mendengarkan nama baris yang disebutkan guru. Bila guru menyebut, Hiii…jau, berarti Hijau harus segera berlari meninggalkan tempatnya menuju garis bebas. Sedangkan baris hitam berusaha menangkap pasangan dari baris hijau sebelum melewati garis bebas. Dan begitu pula sebaliknya untuk baris hitam. Pemenangnya adalah regu yang anggotanya paling sedikit tertangkap.

7. Permainan Lintang Ngaleh (Bintang Berpindah)
Tujuan: Melatih kecepatan lari dan bereaksi.
Bagi anak dalam kelompok-kelompok kecil. Satu kelompok terdiri dari 2 atau 3 anak. Namun dalam pembagian kelompok harus menyisakan dua anak yang berperan sebagai bintang berpindah dan bintang pengejar. Tiap-tiap kelompok berbaris dua-dua atau tiga kebelakang. Saat peluit permainan dimulai, anak yang berperan sebagai bintang berpindah di kejar oleh bintang pengejar. Untuk menhindari kejaran kemudian bintang berpindah hinggap pada salah satu kelompok bintang. Dan kelompok bintang yang dihinggapi salah satu anggotanya harus berlari untuk untuk menghindari tangkapan dari bintang pengejar. Bila bintang berpindah tertangkap dia harus berganti peran menjadi bintang pengejar.

Bersambung ke http://rolays.blogspot.com/2013/12/permainan-fisik-motorik-di-taman-kanak_31.html

Sumber : http://wahyuti4tklarasati.blogspot.com/2010/10/permainan-fisik-motorik-di-taman-kanak.html
12/29/2013 08:34:00 PM | 0 komentar | Read More

Cara Membedakan Tangisan Bayi Antara Marah, Takut atau Sakit

Written By Unknown on Saturday, February 23, 2013 | 2/23/2013 10:44:00 AM

Bayi berkomunikasi dengan orang dewasa dengan cara menangis, karena hanya itu yang dia bisa. Membedakan tangisan karena marah, takut atau kesakitan tidaklah mudah atau malah hampir mustahil. Untungnya, sebuah penelitian berupaya mencari petunjuknya.

"Menangis adalah sarana utama bayi untuk dapat mengkomunikasikan emosi negatif dan dalam sebagian besar kasus adalah satu-satunya cara untuk bisa mengungkapkannya,” kata Mariano Choliz, peneliti dari University of Valencia seperti dilansir Medical Xpress, Kamis (21/2/2013).Bersama rekan-rekannya, Choliz mencoba mengamati perbedaan pola tangisan 20 bayi berusia 3 – 18 bulan akibat tiga emosi utama, yaitu takut, marah dan sakit. Peneliti juga mengamati kemampuan orang dewasa untuk mengenali emosi penyebab bayi menangis.

Dalam laporan yang dimuat Spanish Journal of Psychology, peneliti menemukan bahwa cara membedakannya ada pada gerakan mata dan intensitas teriakan bayi. Sayangnya, kebanyakan orang dewasa kesulitan mengenali tangisan akibat marah dan takut.
“Meskipun tidak dapat mengenali penyebabnya dengan benar, bayi yang menangis karena sakit akan menimbulkan reaksi afektif yang lebih intens daripada ketika menangis karena marah atau takut,” papar Choliz.

Menurut peneliti, rasa sakit paling mudah dikenali disebabkan karena menangis merupakan peringatan adanya ancaman bagi kesehatan atau kelangsungan hidup. Oleh karena itu, tangisan karena sakit membutuhkan respons yang segera dari pengasuh atau orang dewasa.

Ketika bayi menangis, terjadi banyak ketegangan di otot dahi, alis dan bibir sehingga membuat mulut terbuka dan pipi terangkat. Adapun perbedaan pola yang ditampilkan bayi saat menangis karena 3 emosi negatif antara lain:

1. Menangis karena marah
Ketika marah, kebanyakan bayi akan membuat matanya setengah tertutup, bisa sambil mencari-cari ke arah tertentu atau melakukan gerakan-gerakan tertentu. Mulutnya terbuka atau setengah terbuka dan intensitas teriakannya semakin kencang.

2. Menangis karena takut
Ketika ketakutan, mata bayi terbuka hampir sepanjang waktu. Selain itu, terkadang bayi menampakkan tatapan yang tajam dan menggerakkan kepalanya ke belakang. Teriakannya semakin membahana jika ketakutannya semakin meningkat.

3. Menangis karena sakit
Ketika merasa sakit atau nyeri, mata bayi terus ditutup. Matanya terbuka hanya untuk beberapa saat dan menatap jarak jauh. Bayi juga menampakkan sedikit ketegangan di daerah mata dan mengerutkan kening. Tangisan langsung dimulai dalam intensitas maksimum segera setelah terkena penyebab nyeri atau sakit.

(pah/vta/Detik)

2/23/2013 10:44:00 AM | 0 komentar | Read More

HypnoPareting: Anchor Peluk vs Gendong

Written By Unknown on Monday, December 3, 2012 | 12/03/2012 05:32:00 PM

HypnoPareting: Anchor Peluk vs Gendong
Oleh Idzma Mahayattika

“Sini, peluk sama Ayah”

Kalimat yang selalu saya katakan ketika Gaza dan Filan sedang
menangis atau merasa tidak nyaman. Kemudian, saya memeluk mereka
dengan penuh kasih saying untuk menenangkan dan membuat nyaman. Saya
menggunakan kata peluk untuk meng-anchor kata “peluk” di pikiran bawah
sadar saya, Gaza dan Filan. Sehingga ketika saya bilang “peluk”, maka
pikiran bawah sadar saya akan mengakses “kondisi” atau “state” diri saya
yang “penyayang, menenangkan dan melindungi”. Disisi lain kata “peluk” akan
membuat pikiran bawah sadar Gaza dan Filan mengakses kondisi “disayang,
ditenangkan dan dilindungi”. Jadi buat saya, kata peluk sama dengan
“menenangkan, menyayangi dan melindungi”. Dan buat Gaza&Filan kata
“peluk” sama dengan “disayang, ditenangkan dan dilindungi”.

Kenapa saya menggunakan kata peluk? Bukan gendong? Padahal yang
saya lakukan seringkali mirip menggendong atau bahkan sebenarnya
menggendong. Betul, sebenarnya posisi pelukan saya juga seringkali berbeda-
beda tergantung maunya Gaza dan Filan. Walaupun saya juga punya posisi
pelukan andalan, Gaza atau Filan saya peluk di dada dengan tangan saya
mendekap punggungnya :)

Kalau saya menggunakan kata gendong, saya akan kesulitan ketika
anak-anak sudah besar. Hei! Kan berat kalo harus gendong anak kalo dia
sedang menangis. Apalagi kalo dia meronta-ronta! Susaaah! Sekarang saja
saya kesulitan, kalo keduanya nangis dan minta gendong. Nah kalo peluk? Kan
tidak harus digendong/diangkat. Pelukan bisa dilakukan sambil berdiri,
jongkok, duduk, bahkan tiduran. Bisa dilakukan dimana saja, di rumah, di
kamar, di luar ruangan bahkan di dalam mobil. Kalo Gendong? Emang bisa
gendong anak di mobil?

Itulah alasan kenapa saya menggunakan kata peluk ketika menenangkan
anak-anak ketika menangis, tidak nyaman atau tidak aman. Sederhana dan
mudah. Contoh Gaza (3thn) menangis ketika terbangun dari tidurnya, saya pun
sedang tidur. Karena tidur di kamar yang terpisah, Ia lari menuju saya. Saya
yang sedang tidur nyenyak pasti akan pusing ketika terbangun dan langsung
berdiri mendengar tangisan Gaza. Dengan kata sakti “sini, peluk sama Ayah”
dan pelukan sambil tiduran, ia pun kembali tenang dan tertidur. Sederhana
kan?

Nah setelah membaca penjelasanku diatas, pasti timbul pertanyaan apa
itu “anchor”? lalu bagaimana membuat atau menanamnya? “anchor” adalah
tombol pikiran-perasaan. Sesuatu yang akan membuat kita memunculkan
sebuah pikiran atau perasaan. “Anchor” ini bisa berupa suara, sentuhan atau
sesuatu yang kita lihat. Contoh : setiap melihat lampu lalu lintas menyala
warna merah, apa yang anda pikirkan? Berhenti bukan?. Atau ketika anda
mendengar kata “sayang”, tiba-tiba muncul perasaan ketika disayang oleh istri
atau suami di rumah. Misalnya lagi ketika ada yang menyentuh punggung
anda, maka muncul perasaan ketika disayang sambil diusap punggungnya oleh
orang tua. Nah “lampu merah” itu anchor untuk “berhenti”, kata “sayang” itu
anchor untuk perasaan disayang istri atau suami dan “sentuhan punggung” itu
anchor untuk perasaan disayang orang tua. Nah Anchor ini berbeda di masing-
masing orang, karena kan pikiran dan perasaannya berbeda.

Bagaimana membuat atau menanamnya? Caranya sederhana, yaitu
dengan memberikan perlakuan yang sama pada sebuah hal berulangkali. Misal
Saya memberikan perlakuan sama ketika anak saya menangis. Yaitu dengan
mengatakan “sini, peluk sama ayah” dan memeluknya. Sehingga kata peluk ini
akan menjadi anchor buat anak-anak saya. Anchor ini juga bisa terbentuk
secara tidak sengaja, misal setiap kali marah, ayah&bunda marah pada anak
sambil menunjuknya. Bisa jadi, ketika ada orang yang menunjuknya ia akan
mengakses pikiran atau perasaan dimarahi,karena ditunjuk menjadi anchor
untuk dimarahi. Anchor juga bisa ditanam ketika intensitas perasaannya
sedang tinggi, atau ketika dilekatkan dengan sebuah emosi yang dalam. Misal
ketika anak sedang sangat sedih ketika orang tuanya meninggal, kemudian ia
saat itu sedang menggunakan sebuah Topi. Topi itu bisa menjadi anchor dari
perasaan sedih tersebut. Sekarang sudah siap mempraktekannya kan? Anchor
apa yang akan ayah&bunda tanam di ananda? Oh iya…Sssst…anchor ini jg
bisa ditanam untuk mencapai kepuasan suami istri lho #uhuk :)

Untuk Senyum Anak Indonesia

@K_IDZma
HypnoStoryteller-Family hypnotherapist-coach-trainer
www.kidzsmile.info

12/03/2012 05:32:00 PM | 0 komentar | Read More

Metode pendidikan anak dalam kandungan

Written By Unknown on Tuesday, November 20, 2012 | 11/20/2012 08:00:00 AM

Metode pendidikan anak dalam kandungan

Mendidik anak dalam kandungan bukan berarti mendidik anak tersebut agar
pandai terhadap apa yang diajarkan oleh orang tuanya. Melainkan sekadar
memberikan stimulus yang diproses secara edukatif kepada anak dalam
kandungan melalui ibunya.

Dr. Baihaqi menjelaskan bahwa hakikat metode mendidik anak dalam
kandungan adalah dengan cara sederhana, yaitu dengan memberikan stimulasi
atau sensasi. Cara sederhana ini kemudian diangkat menjadi metode yang
dipikir, disusun dan diarahkan melalui pembinaan lingkungan edukatif yang
islami untuk ibunya, ayahnya dan sekaligus (anggota) keluarga—inti—yang
lainnya. Rangsangan-rangsangan dengan metode tersebut pada akhirnya
diharapkan dapat memicu respons atau sensasi balik dari anak dalam
kandungannya.

Berikut ini, ada beberapa metode mendidik anak dalam kandungan yang sudah
diaplikasikan dalam tatanan budaya kaum muslimin dan mukminin masa
lampau. Dan, hasil yang diperoleh dari praktek pendidikan mereka cukup
menggembirakan, antara lain sebagai berikut.

1. Metode Doa
Doa merupakan insrtumen yang sangat ampuh untuk mengantarkan
kesuksesan sebuah perbuatan. Hal ini dikarenakan segala sesuatu upaya pada
akhirnya hanya Allahlah yang berhak menentukan hasilnya. Bagi seorang
muslim, berdoa berarti senantiasa menumbuhkan semangat dan optimisme
untuk meraih cita-cita dan pada saat yang bersamaan membuka pintu hati
untuk menggantungkan sepenuh hati akan sebuah akhir yang baik di sisi Allah.

Dengan doa seseorang tidak saja akan terobsesi dan tersugesti dengan
doanya, melainkan juga akan termotivasi menjadi seorang yang kuat, penuh
optimistis dan memiliki harapan yang pasti, dan mampu melakukan aktivitas-
aktivitas yang baik. Doa telah ditegaskan dalam sebuah hadits Nabawiyyah
sebagai senjata bagi orang-orang yang beriman, ad-du’a shilaahul mu’minin.

Oleh karena itu, adalah relevan sekali bila doa ini dijadikan metode utama
mendidik anak dalam kandungan. Para nabi dan orang-orang saleh terdahulu
banyak melakukan metode doa ini, seperti Nabi Ibrahim a.s. (ash-Shaffaat:
100 dan al-Furqaan: 74), keluarga Imran (Ali Imran: 38), Nabi Zakariya a.s.
(al-Anbiyaa’: 89 dan Maryam: 5), Nabi Nuh a.s. (Nuh: 28), dan lain-lainnya.
Metode doa ini dilakukan pada semua tahapan, tahap zigot, embrio, dan fetus.

Dan, untuk tahapan fetus ada beberapa tambahan, yaitu saat si anak berada
dalam kandungan hendaknya diikut sertakan melakukan berdoa secara
bersama-sama dengan ibunya atau ayahnya.

2. Metode Ibadah
Segala bentuk ibadah, mahdhah dan ghair mahdhah, wajib dan sunnah, seperti
ibadah shalat, shaum (puasa), haji, zakat, dan lain-lainnya dapat dijadikan
metode untuk mendidik anak dalam kandungan. Besar sekali pengaruh yang
dilakukan ibu dengan melakukan metode-metode ibadah ini bagi anak dalam
kandungannya, selain melatih kebiasaan-kebiasaan aplikasi kegiatan ibadah,
juga akan menguatkan mental, spiritual, dan keimanan anak setelah nanti lahir,
tumbuh, dan berkembang dewasa.

Hal ini terbukti, misalnya dalam tradisi
masyarakat primitif, mereka seringkali melakukan acara-acara ritual dalam
rangka menyambut kehamilan putrinya, dengan berbagai aktivitas ritual,
menyanyi, menari, dan upacara-upacara lainnya.

Kemudian, bila anak dalam
kandungan telah lahir, maka anak tersebut menjadi sensitif dan terlatih (peka)
dan sangat menyukai ragam aktivitas tersebut, di mana anak-anak tersebut
telah mengalami kegiatan ritual tersebut sebelumnya, sewaktu ia masih dalam
kandungan ibunya.Menerapkan metode ini tidak terlalu sulit, hanya saja si ibu
harus lebih kreatif, inovatif, dan sungguh-sungguh rela mengikutsertakan
segala aktivitas ibadahnya dan anak dalam kandungannya secara bersama-
sama, dengan suatu teknik kombinasi yang merangkaikan antara ucapan,
sensasi, dan perbuatan konkret si ibu.

Menjalankan program pendidikan
dengan metode ini, hendaknya disesuaikan dengan tingkatan perkembangan
anak dalam kandungan. Ada tiga tahapan, antara lain sebagai berikut.
Pada periode pembentukan zigot, yaitu melakukan shalat hajat dan zikir serta
dihubungkan dengan doa-doa tertentu.

Pada periode pembentukan embrio, yaitu sama dengan tahapan pertama.
Pada periode fetus, periode inilah yang lebih konkret. Artinya, segala aktivitas
ibadah si ibu harus menggabungkan diri dengan anak dalam kandungannya.
Misalnya, si ibu akan melakukan shalat magrib. Kemudian si ibu berkata, “Hai
Nak … mari kita shalat!” sambil mengajak dan menepuk atau mengusap-usap
perutnya.

3. Metode Membaca dan Menghafal

a. Metode Membaca
Membaca merupakan salah satu cara yang paling utama untuk memperoleh
berbagai informasi penting dan ilmu pengetahuan. Anak dalam kandungan
pada usia 20 minggu (5 bulan) lebih sudah bisa menyerap informasi melalui
pengalaman-pengalaman stimulasi atau sensasi yang diberikan ibunya. Namun
demikian, tingkatannya masih sangat mendasar dan sederhana. Jika dikatakan
kepada anak dalam kandungan sebuah kata “tepuk”, sambil melakukan sensasi
kepadanya, maka ia akan mampu mendengarkan dan menyerap informasi
tersebut dengan tingkat penerimaan bunyi “t-e-p-u- dan –k”.

Dengan demikian, bila si ibu membacakan suatu informasi ilmu pengetahuan
dengan niat ibadah yang dilanjutkan dengan mengeraskan volume suara
sebenarnya, secara sadar si ibu telah melakukan pengkondisian untuk anak
dalam kandungannya terlibat. Terlebih lagi bila si ibu memahami segala yang
dibacanya, mengekspresikan bacaan tersebut dengan intonasi yang khas sesuai
dengan alur cerita, maka sudah barang tentu si anak dalam kandungan hanya
akan terangsang pada kondisi ilmiah tersebut. Sungguh aktivitas ini pun akan
menjadi kegiatan yang penuh kehangatan sekaligus menyenangkan bagi
hubungan ibu dan anak.

b. Metode Menghafal
Metode ini secara teknis sama dengan metode membaca. Letak perbedaanya
hanyalah pada konsentrasi bidang bacaan atau bidang studi yang ditekuni dan
dihafal. Jika si Ibu hendak menghafal suatu bidang ilmu, hendaklah ia
mengulang-ulang bacaannya hingga hafal betul. Cara yang menghafal yang
lainnya bisa juga dilakukan dengan bantuan visualisasi kata yang akan di
hafal, bisa juga dengan gerakan yang membantu mengingat kata tersebut atau
dengan benda yang dapat membantu mengingatkan si ibu kata tersebut sambil
tetap melibatkan bayi dalam kandungannya. Misalnya, “Nak, mari kita
menghafal Al-Qur?an”, si ibu lalu menepuk perutnya dan langsung
membacakan ayat-ayat Al-Qur?an dengan berulang-ulang kali hingga hafal
betul. Tentunya, praktek ini telah didahului dengan niat melaksanakan aktivitas
(menghafalnya) bersama-sama antara si ibu dan bayinya, hingga kelak nanti si
anak akan sama terlibat mendapatkan kemampuan menghafal seperti ibunya.

4. Metode Zikir
Zikir adalah aktivitas sadar pada setiap waktu atau sewaktu-waktu. Aktivitas
ini suatu yang wajib bagi setiap orang-orang mukmin, yang berpegang teguh
pada tali agama Allah. Oleh karena itu, seorang ibu (muslimah) sebaiknya
memasukkan kegiatan ini dalam agenda program pendidikan anak dalam
kandungannya. Sebagaimana kita ketahui, metode zikir itu sendiri dapat berupa
zikir dalam arti umum atau khusus.

Zikir umum berarti ia waspada dan ingat bahwa ia berstatus sebagai hamba
Allah di mana setiap kegiatannya tiada lain adalah pengabdian diri kepada
Allah semata dalam keseluruhan waktunya. Ia senantiasa menumbuhkan
kesadaran untuk menyandarkan hidup dan kehidupannya dalam naungan Allah,
menolak segala hal yang bukan dari pemberian Allah swt.. Termasuk di
dalamnya adalah penolakan dalam hal melakukan tindakan yang menyimpang
dari jalan Allah swt.. Dengan bekal kesadaran semacam ini, si ibu hamil akan
berupaya keras untuk melibatkan anak dalam kandungannya secara terus-
menerus sepanjang ia terjaga.

Kemudian zikir secara khusus berarti ia melakukan zikir khusus, seperti dengan
lafal-lafal khusus, tahmid, tahlil, takbir, doa-doa istighatsah, istighfar, dan
zikir-zikir lainnya yang dilakukan sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi yang
menyertainya. Cara melakukan dengan metode ini sangat mudah, yaitu tatkala
sadar, ingat, dan berzikir kepada Allah swt., usaplah perut si ibu sambil
mengatakan kepada anak dalam kandungannya, “Nak, mari berzikir.…

Subhanallah wal hamdu lillah wala illahaillah wallahu Akbar! Atau
membacakan kalimat-kalimat thayyibah lainnya sambil terus melibatkan
aktivitas zikir tersebut dengan anak dalam kandungannya.

5. Metode Instruktif
Metode ini dimaksudkan tidak saja menyuruh menginstruksi anak dalam
kandungan melakukan aktivitas sebagaimana yang diserukan, tetapi juga untuk
memberi instruksi kepada bayi melakukan sesuatu perbuatan yang lebih kreatif
dan mandiri. Metode ini sangat bagus sekali, terutama untuk memberikan
tekanan pada anak dalam kandungan untuk lebih aktif dan kreatif, bahkan
mampu melakukan tindakan-tindakan instruktif lainnya penuh dengan ketaatan
terhadap orang tuanya. Metode ini bersifat luwes, bisa digunakan ke berbagai
langkah pendidikan dan bagi si ibu lebih mudah untuk menggunakan metode
ini.

6. Metode Dialog
Metode ini bisa disebut sebagai metode interaktif antara anak dalam
kandungan dan orang-orang di luar rahim, seperti ibu, ayah, saudara-saudara
bayi, dan atau anggota keluarga lainnya. Dengan metode ini, diharapkan
seluruh unsur anggota keluarga dapat dilibatkan untuk melakukan interaksi,
yakni menjalin dan mengajak berkomunikasi secara dialogis dengan anak
dalam kandungannya. Metode ini sangat bermanfaat sekali bagi sang bayi,
karena selain dapat berinteraksi dan berkomunikasi dengan baik dan saling
mengenal dengan mereka yang ada di luar rahim. Jauh lebih dari itu, sang
bayi akan tumbuh dan berkembang akan menjadi anak yang penuh percaya diri
dan merasakan pertalian rasa cinta, kasih dan sayang dengan mereka.

7. Metode Aktivitas Bersama
Metode ini dimaksudkan sebagai suatu cara di mana si ibu setiap langkah dan
tindakannya hendaklah mengikutsertakan dan megajak anak dalam kandungan
bersama-sama untuk beraktivitas juga. Misalnya saja, seperti apa yang
ucapkan si ibu kepada bayinya, sambil si ibu melakukan tindakan-tindakan
normal alamiah.

Metode aktivitas bersama ini menekankan pada kegiatan yang mengajak anak
dalam kandungan sesuai dengan kata-kata yang dikondisikan dengan kegiatan
alamiah ibunya, kemudian secara bersama-sama (ibu dan bayi pralahir)
melakukan perbuatan yang dilakukan ibunya, seperti amal saleh, ibadah-
ibadah, atau aktivitas lainnya.

Metode ini lebih fleksibel dan efektif, bahkan lebih mudah diterapkan di setiap
keadaan dan waktu, terutama bagi seorang ibu muslimah penggunaan metode
ini sangat praktis dan efisien. Yakni apa saja yang dilakukan oleh si ibu
muslimah bisa menautkan aktivitasnya kepada bayinya, sambil mengajaknya
bersama-sama berbuat. Tentu saja ucapan dan ajakan tersebut bukan hal sia-
sia, melainkan lebih bersifat edukatif, bernuansa orientatif lingkungan yang
baik dan bermanfaat serta menguatkan sendi-sendi tauhidiyah dan syar’iyah,
seperti ajakan ibadah shalat, qira’atul qur’an, wudhu, bersedekah, sillaturrahim,
belanja, memasak, tidur istirahat, berjalan-jalan santai, dan lain-lain.

8. Metode Bermain dan Bernyanyi
Anak dalam kandungan sering kali melakukan aksi positif, seperti menendang-
nendang atau berputar-putar di sekitar perut ibunya. Keadaan ini menunjukkan
bahwa ia tidak saja melakukan aksi, akan tetapi ia juga ingin aksinya itu
mendapat sambutan, jawaban, respons dari luar rahim, yakni dari ibu atau
ayahnya bahkan dari anggota keluarga lainnya. Jika dimanfaatkan untuk
melakukan interaksi yang lebih harmonis, lebih baik dengan melakukan
permainan-permainan edukatif, yang bersifat menghibur.

Hal ini selain memberikan manfaat agar si anak dalam kandungan terhibur
juga akan menambah erat jalinan hubungan yang indah antara orang-orang
yang berada di luar rahim si ibu dan anak dalam kandungannya. Dan, ia akan
merasa nyaman dan tenang. Sebab, pada umumnya anak-anak akan merasa
tenang dan nyaman bila diberi sentuhan-sentuhan yang menyenangkan dan
mengembirakan.

Metode ini cukup dilakukan sederhana saja, seperti langkah-langkah berikut
ini. Ketika anak dalam kandungan mulai menendang perut atau berputar-putar
di sekitar perut, maka si ibu hendaknya menyambut dengan kata-kata yang
manis penuh kasih sayang. Misalnya, “Adik sayang, ada apa Nak?

Mari bermain-main dengan ibu,” sambil ibu menepuk perut atau membalas
tepat di sekitar tendangan bayi tersebut, sambil katakan sesuatu perkataan
manis, atau paling tidak bahasa tertawa, tersenyum, riang, dan bahagia.
Kemudian tepuk atau tekan lagi dengan lembut perut ibu dengan satu tangan
di tempat bayi menendang, kemudian tepuk sebentar hingga ia balik
menendang. Lakukan beberapa kali hingga ia berhenti menendang perut si ibu.

Kemudian, si ibu hendaklah mengakhiri permainan ini dengan memberikan
alunan suara merdu, berupa lagu-lagu indah, syair-syair yang bernuansa
riang–gembira hingga si bayi betul-betul tertidur atau tidak menendang lagi.

9. Metode Kondusif Alamiah
Setiap gejala alamiah, seperti perubahan cuaca dingin, panas, terang, gelap
gulita, suara gemuruh ombak, petir, dan suara-suara radikal keras lainnya,
merupakan kondisi alam yang dapat dijadikan suatu cara edukasi untuk
pendidikan anak dalam kandungan. Metode ini dimaksudkan untuk
mengenalkan suasana dan kondisi alam yang berubah-ubah yang tujuannya
agar si anak dalam kandungan tidak terkejut oleh perubahan-perubahan yang
terjadi karena ia telah mengenal dan merasakan suasana-suasana tersebut
dengan kondisi sikap yang tenang.

Sumber : http://www,namaislami,com/200756-metode-pendidikan-anak-d
alam-kandungan.html

11/20/2012 08:00:00 AM | 0 komentar | Read More

Jangan Sebut Anak Anda “Nakal”

Written By Unknown on Sunday, September 30, 2012 | 9/30/2012 02:15:00 PM

dakwatuna.com – “Anak saya ini nakal sekali”, kata seorang ibu.
“Kamu itu memang anak nakal”, kata seorang bapak.
Kalimat itu sering kita dengarkan dalam kehidupan sehari-hari. Sangat
sering kita mendengar orang tua menyebut anaknya dengan istilah nakal,
padahal kadang maksudnya sekadar mengingatkan anak agar tidak nakal.
Namun apabila anak konsisten mendapatkan sebutan nakal, akan
berpengaruh pada dirinya.

Predikat-predikat buruk memang cenderung memiliki dampak yang buruk
pula. Nakal adalah predikat yang tak diinginkan oleh orang tua, bahkan oleh
si anak sendiri. Namun, seringkali lingkungan telah memberikan predikat itu
kepada si anak: kamu anak nakal, kamu anak kurang ajar, kamu anak susah
diatur, dan sebagainya. Akibatnya, si anak merasa divonis.

Hindari Sebutan Nakal

Jika tuduhan nakal itu diberikan berulang-ulang oleh banyak orang, akan
menjadikan anak yakin bahwa ia memang nakal. Bagaimanapun nakalnya si
anak, pada mulanya tuduhan itu tidak menyenangkan bagi dirinya. Apalagi,
jika sudah sampai menjadi bahan tertawaan, cemoohan, dan ejekan, akan
sangat menggores relung hatinya yang paling dalam. Hatinya luka. Ia akan
berusaha melawan tuduhan itu, namun justru dengan tindak kenakalannya
yang lebih lanjut.

Hendaknya orang tua menyadari bahwa mengingatkan kesalahan anak tidak
identik dengan memberikan predikat “nakal” kepadanya. Nakal itu —di
telinga siapa pun yang masih waras— senantiasa berkesan negatif. Siapa
tahu, anak menjadi nakal justru lantaran diberi predikat “nakal” oleh orang
tua atau lingkungannya!

Mengingatkan kesalahan anak hendaknya dengan bijak dan kasih sayang.
Bagaimanapun, mereka masih kecil. Sangat mungkin melakukan kesalahan
karena ketidaktahuan, atau karena sebab-sebab yang lain. Namun, apa pun
bentuk kenakalan anak, biasanya ada penyebab yang bisa dilacak sebagai
sebuah bahan evaluasi diri bagi para pendidik dan orang tua.

Banyak kisah tentang anak-anak kecil yang cacat atau meninggal di tangan
orang tuanya sendiri. Cara-cara kekerasan yang dipakai untuk
menanggulangi kenakalan anak seringkali tidak tepat. Watak anak
sebenarnya lemah dan bahkan lembut. Mereka tak suka pada kekerasan.
Jika disuruh memilih antara punya bapak yang galak atau yang penyabar
lagi penyayang, tentu mereka akan memilih tipe kedua. Artinya, hendaknya
orang tua berpikiran “tua” dalam mendidik anak-anaknya, agar tidak salah
dalam mengambil langkah.

Sekali lagi, jangan cepat memberi predikat negatif. Hal itu akan membawa
dampak psikologis yang traumatik bagi anak. Belum tentu anak yang sulit
diatur itu nakal, bisa jadi justru itulah tanda-tanda kecerdasan dan
kelebihannya dibandingkan anak lain. Hanya saja, orang tua biasanya tidak
sabar dengan kondisi ini.

Ungkapan bijak Dorothy Law Nolte dalam syair Children Learn What They
Live berikut bisa dijadikan sebagai bahan perenungan,

Bila anak sering dikritik, ia belajar mengumpat
Bila anak sering dikasari, ia belajar berkelahi
Bila anak sering diejek, ia belajar menjadi pemalu
Bila anak sering dipermalukan, ia belajar merasa bersalah
Bila anak sering dimaklumi, ia belajar menjadi sabar
Bila anak sering disemangati, ia belajar menghargai
Bila anak mendapatkan haknya, ia belajar bertindak adil
Bila anak merasa aman, ia belajar percaya
Bila anak mendapat pengakuan, ia belajar menyukai dirinya
Bila anak diterima dan diakrabi, ia akan menemukan cinta .

Cara Pandang Positif

Hendaknya orang tua selalu memiliki cara pandang positif terhadap anak.
Jika anak sulit diatur, maka ia berpikir bahwa anaknya kelebihan energi
potensial yang belum tersalurkan. Maka orang tua berusaha untuk
memberikan saluran bagi energi potensial anaknya yang melimpah ruah itu,
dengan berbagai kegiatan yang positif. Selama ini anaknya belum
mendapatkan alternatif kegiatan yang memadai untuk menyalurkan berbagai
potensinya.

Dengan cara pandang positif seperti itu, orang tua tidak akan emosional
dalam menghadapi ketidaktertiban anak. Orang tua akan cenderung
introspeksi dalam dirinya, bukan sekadar menyalahkan anak dan
memberikan klaim negatif seperti kata nakal. Orang tua akan lebih lembut
dalam berinteraksi dengan anak-anak, dan berusaha untuk mencari jalan
keluar terbaik. Bukan dengan kemarahan, bukan dengan kata-kata kasar,
bukan dengan pemberian predikat nakal.

“Kamu anak baik dan shalih. Tolong lebih mendengar pesan ibu ya Nak”,
ungkapan ini sangat indah dan positif.
“Bapak bangga punya anak kamu. Banyak potensi kamu miliki. Jangan
ulangi lagi perbuatanmu ini ya Nak”, ungkap seorang bapak ketika ketahuan
anaknya bolos sekolah.

Semoga kita mampu menjadi orang tua yang bijak dalam membimbing,
mendidik dan mengarahkan tumbuh kembang anak-anak kita. Hentikan
sebutan nakal untuk mendidik anak-anak.

Tentang Penulis:
Cahyadi Takariawan
Senior Editor di PT Era Intermedia, Pembina
di Harum Foundation, Direktur Jogja family
Center, Staf Ahli Lembaga Psikologi Terapan
Cahaya.

9/30/2012 02:15:00 PM | 0 komentar | Read More

Kebanggaan Semu ?

Written By Unknown on Tuesday, September 25, 2012 | 9/25/2012 02:10:00 PM

Setiap melihat tayangan di TV mengenai tawuran pelajar, saya jadi teringat teman
kuliah saya dulu.

Pada waktu saya main ke rumahnya, ybs. dengan bangganya menunjukkan
kepada saya album foto saat dirinya masih SMA yang berisi kenangan saat ybs.
sedang di hukum dipenjara, kepala dibotakin bersama teman teman lainnya gara-
gara tawuran.

Jadi bukan resiko dipenjara, resiko dimarahi orang tua, resiko diberi sanksi oleh
sekolah ataupun resiko mati gara gara tawuran yang mereka takuti, melainkan
adanya kebutuhan emosional berupa pengakuan lingkungan bahwa mereka
pemberani, mereka hebat, mereka eksis dsb.

Hal tersebut dapat dimaklumi karena sebagai bagian dari proses menemukan
identitas dirinya, ybs. belum "sadar" bahwa perasaan "eksis" tersebut dapat
diperoleh tidak hanya dari gerombolan bermainnya, melainkan juga dari "perasaan
berguna" bagi orang lain.

Di sinilah tugas para orang-tua ataupun guru harus "bergeser" dari penyuap anak,
pelindung anak, pengawas anak menjadi fasilitator, pemberi peran ataupun
tanggung jawab kepada remaja agar ybs. merasa "berguna" bagi orang lain dan
sekitarnya sehingga mereka menjadi pribadi yang dapat dipercaya dan dapat
diandalkan.

Lalu, dari mana para orang tua ataupun guru dapat memulainya ?
Ubahlah mulai dari cara Anda berkomunikasi dengan para remaja. Ubah dari pola
bahasa "kamu", menjadi pola komunikasi bahasa "saya" sehingga kebiasaan
mengatakan "kamu harus rajin belajar, kamu harus bangun pagi" berubah menjadi
"Mama suka melihat kakak membantu papa" atau "Papa bangga melihat abang
rajin belajar".

Dan hal yang tidak kalah pentingnya adalah pastikan sebagai orang tua, diri Anda terbebas dari masalah kecemasan ataupun mudah panik.

Sumber : servoclinic dot com

9/25/2012 02:10:00 PM | 0 komentar | Read More

Hypnoparenting tidak hanya sekedar Pillow Talk

Written By Unknown on Thursday, September 20, 2012 | 9/20/2012 09:40:00 PM

Hypnoparenting tidak hanya sekedar Pillow Talk
Oleh: Idzma Mahayattika

Sering banget dapet pertanyaan dari ayah dan bunda “udah Pillow Talk setiap
malam kak, tapi kenapa ga berhasil ya?” atau orang tua yang datang ke tempat
hypnoterapi saya dan bertanya “kalau setelah dihypnosis, anak saya bisa berubah
jadi baik kan?”. Kalau mendapat pertanyaan itu, saya sedih banget. Kenapa?

Karena seakan-akan orang tua menganggap anak seperti robot yang hanya
dengan menanamkan satu baris/kalimat program maka ia akan menjadi seperti
yang orang tua mau. Padahal anak bukanlah robot, ia juga manusia yang tumbuh
dengan segala potensi dan kekurangannya.Sedih :(

Supaya tulisan ini tidak hanya jadi curhat colongan kekecewaan saya pada
orang tua yang hanya ingin instan, saya mau menjelaskan mengapa saya bilang
bahwa Hypnoparenting tidak sekedar Pillow Talk. Hypnoparenting adalah aplikasi
hypnosis dalam dunia pengasuhan (parenting). Jika hypnosis adalah seni
berkomunikasi dengan pikiran bawah sadar (subconscious mind), maka
hypnoparenting ialah seni komunikasi yang digunakan dalam pengasuhan agar
nilai-nilai atau ide tertanam di pikiran bawah sadar anak. Mensugesti anak ketika
mau tidur atau lebih dikenal dengan Pillow talk hanyalah bagian kecil dari
hypnoparenting. Walaupun mungkin, teknik ini yang paling terkenal.

Apakah masalah anak bisa selesai dengan sugesti positif sebelum tidur?
jawaban saya, bisa ya dan bisa tidak. Kenapa tidak? Karena bisa jadi akar
masalahnya belum selesai. Untuk menjelaskan akar masalah, saya akan
menggunakan Neurological level yang banyak digunakan oleh praktisi Hypnosis
dan NLP (neuro linguistic programming). Neurological level menjelaskan
bagaimana perubahan dapat mempengatuhi seseorang (termasuk anak). Ada 6
tingkat dalam neurological level, yaitu spiritual, identitas, kepercayanaan/nilai,
kemampuan, perilaku dan lingkungan. Enam Hal tadi yang mempengaruhi kondisi
seseorang. Dari literatur yang saya dapat dan pengalamanku di dunia anak, anak-
anak lebih banyak dipengaruhi oleh faktor lingkungan, perilaku dan kemampuan.

Kepercayaan/nilai, identitas dan spiritualnya belum terbentuk. Maka sugesti
positif seringkali gagal karena tidak sesuai dengan kondisi lingkungan, perilaku
dan kemampuannya. Misal, kita mensugesti anak untuk suka makan sayur, tapi
lingkungannya tidak terbiasa makan sayur.

Untuk lebih jelas tentang neurological level, ayah bunda bisa membaca tulisan saya sebelumnya yang berjudul “memahami masalah pada anak”.

Pada anak dibawah 7 tahun, critical factor (filter) yang menyaring nilai-nilai
yang masuk ke pikiran bawah sadar belum terbentuk. Sehingga anak seperti
sebuah spons, yang menyerap apapun disekitarnya. Ide, kepercayaan dan nilai
mudah masuk ke pikiran bawah sadar anak dan tertanam disana. Sebuah ide,
kepercayaan serta nilai juga akan tertanam dengan kuat jika disampaikan oleh
orang yg punya otoritas (ortu, guru dll), diulang-ulang, mempunyai muatan emosi
yang tinggi dan diterima dari banyak orang.

Dari penjelasan saya diatas, menurut ayah&bunda lebih kuat mana sugesti yang diterima anak sebelum tidur dengan “sugesti” yang diterima anak dari lingkungannya? Pillow talk untuk Sugesti sebelum tidur, diberikan hanya ketika mau tidur. Tapi sugesti dari lingkungan diterima anak sepanjang waktu, diulang-ulang dan diberikan oleh banyak orang yg punya otoritas.

Maka dari itu, untuk menyelesaikan masalah anak dan menanamkan sikap
positif pada anak, Pillow Talk saja tidak cukup. Butuh Intervensi di lingkungan,
perilaku dan kemampuannya juga. Jadi kalo kita mau anak kita suka makan
sayur, ya Ayah&bundanya juga harus suka makan sayur. Kalo mau anak tidak
ngompol ketika tidur, selain disugesti juga biasakan untuk pipis di kamar mandi
sebelum tidur. Kalau mau anak kita suka berbagi, selain disugesti ajarkan juga
cara berbagi. Dan yang perlu ayah&bunda tahu, Anak dibawah usia 4-5 tahun itu
masih egosentris, belum faham tentang hak milik, jadi ya kita ajari dia tentang hak
milik dan biasakan untuk berbagi.

Dari penjelasan diatas jelas sudah bahwa, hypnoparenting jauh lebih luas
daripada hanya mensugesti anak sebelum tidur. Hypnoparenting dilakukan
sepanjang hari, tidak hanya menjelang tidur. kalo kaya minimarket 24 jam, pasti
ada tanda 24/7 di hypnoparenting :)

Untuk Senyum Anak Indonesia

@K_IDZma
HypnoStoryteller-Family hypnotherapist-coach-trainer
www.kidzsmile.info

9/20/2012 09:40:00 PM | 0 komentar | Read More

Keluarga Sakinah, Modal Untuk Reuni Di Surga [Bagian-2]

Written By Unknown on Friday, August 3, 2012 | 8/03/2012 01:25:00 PM

Keluarga Sakinah, Modal Untuk Reuni Di Surga [Bagian-2]
Oleh: Shalih Hasyim


Menjadi Imam Yang Adil


Saudaraku, dengan izin Allah Subhanahu Wata’ala jualah Anda sampai pada saat yang paling indah, paling bahagia, tetapi juga paling mendebarkan dalam kehidupan Anda. Saat paling indah, sebab mulai sejak sekarang cinta tidak lagi berbentuk khayalan dan impian. Saat yang paling bahagia, sebab akhirnya Anda berhasil mendampingi wanita yang Anda cintai. Saat yang paling mendebarkan, sebab mulai saat ini Anda memikul amanat untuk menjadi pemimpin (qowwam) keluarga.

“Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah Subhanahu Wata’ala telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. sebab itu maka wanita yang salehah, ialah yang taat kepada Allah Subhanahu Wata’ala lagi memelihara diri [tidak berlaku curang serta memelihara rahasia dan harta suaminya] ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah Subhanahu Wata’ala telah memelihara (mereka) [mempergauli istrinya dengan baik]. wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya [meninggalkan rumah tanpa izin suami], maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Subhanahu Wata’ala Maha Tinggi lagi Maha besar.” (QS. An Nisa (4) : 34)

Menyusahkannya, maksudnya  untuk memberi peljaran kepada isteri yang dikhawatirkan pembangkangannya haruslah mula-mula diberi nasehat, bila nasehat tidak bermanfaat barulah dipisahkan dari tempat tidur mereka, bila tidak bermanfaat juga barulah dibolehkan memukul mereka dengan pukulan yang tidak meninggalkan bekas. bila cara pertama telah ada manfaatnya janganlah dijalankan cara yang lain dan seterusnya.

Kalau pada saat ini dada Anda berguncang, darah Anda berdebur, dan suara Anda bergetar, itu adalah pertanda Anda tengah memasuki babak baru dalam kehidupan Anda. Dahulu Anda adalah manusia bebas yang boleh pergi sesuka Anda. Tetapi sejak hari ini Anda belum juga pulang setelah larut malam, di rumah Anda ada seorang wanita yang tidak bisa tidur karena mencemaskan Anda. Kini, bila berhari-hari Anda tidak pulang tanpa berita, di kamar Anda ada seorang perempuan lembut yang akan membasahi bantalnya dengan linangan air mata. Dahulu bila Anda mendapat musibah, Anda hanya mendapat ucapan ‘turut berduka cita’ dari sahabat-sahabat Anda. Tetapi kini, seorang istri akan bersedia mengorbankan apa saja agar Anda meraih kembali kebahagiaan Anda. Anda sekarang mempunyai kekasih yang diciptakan Allah Subhanahu Wata’ala untuk berbagi suka dan duka, berbagi rasa dan empati dengan Anda.

Saudaraku, wanita yang duduk di samping Anda bukanlah segumpal daging yang dapat Anda kerat dengan tidak semena-mena, dan bukan pula budak belian yang dapat Anda perlakukan sewenang-wenang. Ia adalah wanita yang dianugerahkan Allah Subhanahu Wata’ala untuk membuat hidup Anda lebih indah dan lebih bermakna. Ia adalah amanat Allah Subhanahu Wata’ala yang akan Anda pertanggungjawabkan di hadapan-Nya.

“Ada dua dosa yang akan didahulukan Allah Subhanahu Wata’ala siksanya di dunia ini juga, yaitu al baghyu dan durhaka kepada orangtua.” (HR. Turmudzi, Bukhari dan Thabrani).

Al baghyu adalah berbuat sewenang-sewenang, berbuat zalim dan menganiaya orang lain. Dan al-baghyu yang paling dimurkai Allah Subhanahu Wata’ala ialah berbuat zalim terhadap istri sendiri. Termasuk al-baghyu ialah menterlantarkan istri, menyakiti hatinya, merampas kehangatan cintanya, merendahkan kehormatannya, mengabaikannya dalam mengambil keputusan, dan mencabut haknya untuk memperoleh kebahagiaan hidup bersama Anda. Karena itulah Rasulullah Saw. mengukur tinggi rendahnya martabat seorang laki-laki dilihat dari cara ia bergaul dengan istrinya.

“Tidak memuliakan wanita kecuali laki-laki yang mulia. Tidak merendahkan wanita kecuali laki-laki yang rendah juga.”


“Laki-laki yang tidak sukses dalam mengendalikan keluarganya, membiarkannya berbuat maksiat, ia termasuk dayyus (bencong). Tidak akan masuk surga orang yang bencong (la yadkhulul jannata dayyusan).”
(al-Hadits).

Rasulullah Muhammad adalah manusia yang paling mulia. Ia melayani keperluan istrinya, memasak, menyapu lantai, memerah susu, dan membersihkan pakaian, cerita Aisyah. Dia memanggil istrinya dengan gelaran yang baik. Ya humaira (wahai yang memiliki pipi kemerah-merahan).

Sepeninggal Rasulullah ada beberapa orang menemui Aisyah, memintanya agar menceritakan perilaku Rasulullah saw. Aisyah sesaat tidak menjawab pertanyaan itu. Air matanya berderai, kemudian dengan nafas panjang, Ia berkata : semua perilakunya mengagumkan.

Ketika didesak untuk menceritakan perilaku Rasul yang paling mempesona, Aisyah kemudian mengisahkan bagaimana Rasulullah yang mulia bangun di tengah malam dan meminta izin kepada Aisyah untuk shalat malam. Izinkan aku menyembah Tuhanku, ujar Rasulullah kepada Aisyah. Bayangkan, sampai shalat malam saja diperlukan izin istrinya. Disitu terhimpun kemesraan, kesucian, kesetiaan dan penghormatan.

Muliakan istri saudara sedemikian rupa sehingga kelak, bila Allah Subhanahu Wata’ala menakdirkan Anda meninggal dahulu, lalu kami tanyai istri Anda tentang perilaku Anda, ia akan menjawab seperti Aisyah : Ah ………… semua perilakunya indah, mengagumkan.

Dapatkan Ebook GRATIS 
Klik gambar di bawah ini...



 Menjadi Makmum Yang Taat

Saudariku, Rasulullah saw pernah bersabda :
   
“Seandainya aku boleh memerintahkan manusia bersujud kepada manusia lain, akan aku perintahkan istri untu bersujud kepada suaminya karena besarnya hak suami yang dianugerahkan Allah Subhanahu Wata’ala atas mereka.” (HR. Abu Daud, Al Hakim, dan At Turmudzi)

Banyak istri yang menuntut agar suaminya membahagiakan mereka. Jarang terpikirkan bagaimana ia berupaya membahagiakan suami. Mawaddah dan rahmah tumbuh berkembang dalam suasana memberi bukan mengambil. Cinta adalah sharing – saling berbagi.

Saudariku, Anda boleh memberi apa saja yang Anda miliki kepada pasangan Anda. Tetapi, bagi suami, tiada suatu pemberian istri yang paling membahagiakan selain hati yang selalu siap berbagi rasa, berbagi kesenangan dan penderitaan.

Di luar rumah ia menemukan wajah-wajah tegar, mata-mata tajam, ucapan kasar, pergumulan hidup yang berat, digoncangkan dengan berbagai kesulitan. Ia ingin kembali ke rumah, disitu ditemukan wajah yang ceria, penerimaan yang tulus, ucapan yang lembut, pAndangan mata yang sejuk, yang bersumber dari keteduhan kasih sayang Anda. Suami saudari ingin mencairkan seluruh beban jiwanya dengan kehangatan air mata yang keluar dari telaga kasih sayang Anda.

“Istri yang paling baik ialah yang membahagiakanmu bila kamu memandangnya, yang mematuhimu bila kamu menyuruhnya, dan memelihara kehormatan dirinya dan hartamu bila kamu tidak ada.” (HR. Thabrani).

Allah Subhanahu Wata’ala membuat isteri Nuh dan isteri Luth sebagai perumpamaan bagi orang-orang kafir. keduanya berada di bawah pengawasan dua orang hamba yang saleh di antara hamba-hamba Kami; lalu kedua isteri itu berkhianat kepada suaminya (masing-masing), Maka suaminya itu tiada dapat membantu mereka sedikitpun dari (siksa) Allah Subhanahu Wata’ala; dan dikatakan (kepada keduanya): "Masuklah ke dalam Jahannam bersama orang-orang yang masuk (jahannam)." (QS. At-Tahrim (66) : 10).

Artinya, nabi-nabi sekalipun tidak dapat membela isteri-isterinya atas azab Allah Subhanahu Wata’ala apabila mereka menentang agama.

“Dan Allah Subhanahu Wata’ala membuat isteri Fir'aun perumpamaan bagi orang-orang yang beriman, ketika ia berkata: "Ya Rabbku, bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam firdaus, dan selamatkanlah Aku dari Fir'aun dan perbuatannya, dan selamatkanlah Aku dari kaum yang zhalim. Dan (Ingatlah) Maryam binti Imran yang memelihara kehormatannya, Maka kami tiupkan ke dalam rahimnya sebagian dari ruh (ciptaan) kami, dan dia membenarkan kalimat Rabbnya dan Kitab-KitabNya, dan dia adalah termasuk orang-orang yang taat.” (QS. At-Tahrim (66) : 11-12).

Surga itu terletak di bawah telapak kaki kaum ibu, kata Rasulullah. Apakah rumah tangga yang Anda bangun hari ini akan menjadi surga dan neraka tergantung Anda sebagai ratu rumah tangga (rabbatul bait). Rumah tangga akan menjadi surga (baitii jannatii) bila di dalamnya ada hiasan kesabaran, kesetiaan dan kesucian.

“(Wahai kaum wanita), ingatlah ayat-ayat Allah Subhanahu Wata’ala dan al-hikmah yang dibacakan di rumah-rumah kamu. Sesungguhnya Allah Subhanahu Wata’ala Maha Penyayang dan Maha Mengetahui.” (QS. Al Ahzab (33) : 34).

Saudariku, kelak bila perahu rumah tangga Anda bertubrukan dengan kerikil tajam, bila impian ketika remaja menjelma menjadi kenyataan yang pahit, bila bukit-bukit pulau idaman di guncang badai, kami ingin melihat Anda tetap teguh, tegar di samping suami Anda. Anda tetap tersenyum walaupun langit berawan tebal. Sedotlah haul dan kekuatan Allah Subhanahu Wata’ala, dengan bangun malam. Jika pada saat yang bersamaan suami Anda mengaminkan doa yang Anda panjatkan, insya Allah Subhanahu Wata’ala harapan Anda akan segera dikabulkan oleh Allah Subhanahu Wata’ala Swt. Tiada pemAndangan yang terindah bagi suami Anda kecuali Anda berdoa dengan suara lirih untuk kebahagiaannya.

Aisyah pernah cemburu kepada kepada Khadijah, dan berkata :


“Aku tidak pernah menaruh cemburu terhadap seorang perempuan sebagaimana aku cemburu terhadap Khadijah.” Rasulullah senantiasa terkenang dengan istri pertamanya itu, sekalipun secara fisik telah berpisah. Beliau bersabda :


“Khadijah beriman kepadaku pada saat orang mendustakan daku. Dan Khadijah membantuku dengan harta kekayaannya pada saat orang menghentikan pertolongan kepadaku.”

Saudariku, seandainya ditakdirkan Allah Subhanahu Wata’ala Anda meninggal dunia lebih dahulu, lalu kami menemui suami Anda dan kami tawarkan pengganti Anda, pada saat itu suami Anda akan marah seperti Rasulullah yang mulia berkata, ketika Aisyah merasa cemburu dengan Khadijah. Ia berkata: “Demi Allah Subhanahu Wata’ala, tidak ada yang dapat menggantikan dia. Dia yang memperkuat hatiku ketika aku hampir berputus asa. Dia mempercayaiku ketiak semua orang menjauhiku. Dia memberikan ketulusan hati ketika semua orang mengkhianatiku.”

“Bila seorang wanita meninggal dunia, sedangkan suaminya ridha sekali dengan tingkah lakunya ketika ia masih hidup, maka wanita itu masuk surga.”

Jika suami dalam keluarga berhasil menjadi pemimpin yang adil dan bijaksana, disupport dengan sami’na wa ‘atha’na istri (sendiko dhawuh), dan diteladani oleh anak keturunannya, mereka akan reuni di surga, kelak.

“dan orang-oranng yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka, dan Kami tiada mengurangi sedikitpun dari pahala amal mereka. tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya.” (QS. Ath Thur (52) : 21)

Alhasil,  anak cucu mereka yang beriman itu ditinggikan Allah Subhanahu Wata’ala derajatnya sebagai derajat bapak- bapak mereka, dan dikumpulkan dengan bapak-bapak mereka dalam surga. Itulah sebaik-baiknya reuni di surga.

Marilah arahkan pasangan kita atau kita antarkan pernikahan kita untuk mengayuh kapal rumah tangga dengan bekal taqwa. Semoga dengan tiket dari Allah Subhanahu Wata’ala ini akan menyelamatkan keduanya dari gelombang yang akan menerpa dinding-dinding kapal (QS. Al Baqoroh : 197).

Selamat berlabuh untuk menempuh batera kehidupan baru, semoga selamat dan bahagia sampai pulau idaman.*




Sumber : http://www.hidayatullah.com/read/22785/23/05/2012/keluarga-sakinah%2C-modal-untuk-reuni-di-surga-%5B2%5D.html

Customer Relation PKPU Bandung
Jl. Gatot Subroto No. 46 B Bandung
Telp. 022-7316764 Hotline 022-76300200
SMS Centre 0812 204 8454
Twitter : @PKPU_Bandung
8/03/2012 01:25:00 PM | 0 komentar | Read More

Keluarga Sakinah, Modal Untuk Reuni Di Surga [Bagian-1]

Written By Unknown on Thursday, July 26, 2012 | 7/26/2012 02:45:00 PM

Keluarga Sakinah, Modal Untuk Reuni Di Surga [Bagian-1]

Oleh: Shalih Hasyim


MAHA SUCI Allah Subhanahu Wata’ala yang telah menciptakan makhluk-Nya berpasang-pasangan. Berjenis laki-laki dan perempuan. Ada kutub positif dan kutub negatif. Ada siang dan malam. Suka dan duka. Sedih dan gembira. Jika bisa dikelola dengan baik, perputaran dan pergiliran dua keadaan yang saling kontradiktif, kehidupan manusia menjadi dinamis dan romantis.

Allah Subhanahu Wata’ala juga telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui. (QS. Yasin (36) : 36)

Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan kamu dari tanah, kemudian tiba-tiba kamu (menjadi) manusia yang berkembang biak. Di antara tanda-tanda keagungan Allah ialah, Dia menciptakan bagimu, dari jenismu sendiri, pasangan-pasangannya, supaya kamu hidup tenteram bersamanya, dan dijadikan Allah bagimu cinta dan kasih sayang. Sesungguhnya dalam hal itu ada tanda-tanda bagi orang-orang yang mau berfikir.” (QS. Ar Rum (30) : 20-21).

Mitsaqan Ghalizha


Ayat ini ditempatkan Allah Subhanahu Wata’ala pada rangkaian ayat tentang tanda-tanda kebesaranNYA di alam semesta -  tegaknya langit, terhamparnya bumi, turunnya air hujan, gemuruhnya suara halilintar, dan keajaiban penciptaan manusia. Dengan ayat di atas Allah Subhanahu Wata’ala ingin menegaskan dan mengajarkan kepada kita betapa Ia dengan sengaja menciptakan kekasih yang menjadi pasangan/pendamping setia hidup manusia.



Diciptakan Allah Subhanahu Wata’ala bumi dengan segala yang ada di atasnya – samudera luas, bukit tinggi, rimba belantara – untuk kebahagiaan manusia. Diedarkan Allah Subhanahu Wata’ala mentari, rembulan, gugusan bintang-gemintang, dijatuhkan-Nya hujan, ditumbuhkan-Nya pepohonan, dan disirami-Nya tetanaman, semua karunia itu untuk kebahagiaan manusia.


Tetapi, Allah Subhanahu Wata’ala Yang Maha Mengetahui memberikan lebih daripada itu. Diketahui-Nya getar dada kerinduan hati. Yaitu bersanding sehidup semati dengan si jantung hati. Betapa sering kita memerlukan seseorang yang mau mendengar bukan saja kata yang diucapkan, melainkan juga jeritan hati yang tidak terungkapkan, yang bersedia menerima segala perasaan – tanpa pura-pura, prasangka, dan pamrih. Karena itu diciptakan-Nya seorang kekasih. Allah Subhanahu Wata’ala tahu, pada saat kita diharu biru, diempas ombak, diguncang badai, dan dilanda duka, kita memerlukan seseorang yang mampu meniupkan kedamaian, mengobati luka, menopang tubuh yang lemah, dan memperkuat hati – tanpa pura-pura, prasamgka, dan pamrih. Karena itu diciptakan-Nya seorang kekasih. Allah Subhanahu Wata’ala tahu, kadang-kadang kita berdiri sendirian lantaran keyakinan atau mengejar impian. Kita memerlukan seseorang yang bersedia berdiri di samping kita tanpa pura-pura, prasangka dan pamrih. Karena itu diciptakan-Nya seorang kekasih.


Supaya hubungan antara pencinta dan kekasihnya itu menyuburkan ketentraman, cinta, dan kasih sayang, Allah Subhanahu Wata’ala menetapkan suatu ikatan suci, yaitu aqad nikah. Dengan ijab (penyerahan) dan qobul (penerimaan) terjadilah perubahan besar: yang haram menjadi halal, yang masiat menjadi ibadat, kekejian menjadi kesucian, dan kebebasan menjadi tanggung jawab. Nafsu pun berubah menjadi cinta (mawaddah) dan kasih (rahmah) dan ulfah (hubungan yang jinak).


Begitu besarnya perubahan itu sehingga Al Quran menyebut aqad nikah sebagai mitsaqan ghalizha (perjanjian yang berat). Hanya tiga kali kata ini disebut di dalam Al Quran.


Pertama, ketika Allah Subhanahu Wata’ala membuat perjanjian dengan para Nabi – Nabi Nuh, Ibrahim, Musa, Isa dan Muhammad saw.

“Dan (ingatlah) ketika Kami mengambil perjanjian dari nabi-nabi dan dari kamu (sendiri), dari Nuh, Ibrahim, musa, dan Isa putera Maryam, dan Kami telah mengambil dari mereka perjanjian yang berat.” (QS: Al Ahzab (33): 7).

Kedua, ketika Allah Subhanahu Wata’ala mengangkat Bukit Thur di atas kepala bani Israil dan menyuruh mereka bersumpah setia di hadapan Allah Subhanahu Wata’ala



“Dan telah Kami angkat ke atas (kepala) mereka bukit Thursina karena (mengingkari) perjanjian (yang telah Kami ambil dari) mereka. Dan Kami perintahkan kepada mereka : Masukilah pintu gerbang itu sambil bersujud, dan Kami perintahkan (pula) kepada mereka : Janganlah kamu melanggar peraturan mengenai hari Sabtu, dan Kami telah mengambil dari mereka perjanjian yang berat.” (QS: An Nisa (4) : 154).

Ketiga, ketika Allah Subhanahu Wata’ala menyatakan hubungan pernikahan (QS. An Nisa (4) : 21).

“Bagaimana kamu akan mengambilnya kembali, padahal sebagian kamu telah bergaul (bercampur) dengan yang lain sebagai suami-isteri. dan mereka (isteri-isterimu) telah mengambil dari kamu perjanjian yang kuat.”

Mitsaqan ghalizha
berarti kita sepakat untuk menegakkan dinul islam dalam rumah, sepakat untuk membina rumah tangga sakinah, mawaddah dan rahmah serta ulfah. Sepakat meninggalkan maksiat. Sepakat saling mencintai karena Allah Subhanahu Wata’ala. Menghormati dan menghargai. Saling menerima kelebihan dan kekurangan masing-masing. Saling menguatkan keimanan. Saling menasihati dalam menetapi kebenaran dan saling memberi nasihat dengan kasih sayang. Saling setia dalam suka dan duka, kefakiran dan kekayaan, sakit dan sehat.



Pernikahan juga bermakna sepakat meniti hari demi hari dengan kebersamaan. Sepakat untuk saling melindungi dan menjaga. Saling memberikan rasa aman. Saling mempercayai dan menutup aib. Saling mencurahkan dan menerima keluhan dan perasaan. Saling berlomba dalam beramal. Saling memaafkan kesalahan. Saling menyimpan dendam dan amarah.

Pernikahan berarti pula sepakat untuk tidak melakukan penyimpangan. Tidak saling menyakiti perasaan dan fisik. Juga sepakat untuk mengedepankan sikap lemah lembut dalam ucapan, santun dalam pergaulan, indah dalam penampilan, mesra dalam mengungkapkan keinginan. 

Ijab Qabul, Bukan Peristiwa Kecil

Karena itu peristiwa aqad nikah bukanlah kejadian kecil di hadapan Allah Subhanahu Wata’ala. Akad nikah sama tingginya dengan perjanjian para rasul, sama dahsyatnya dengan perjanjian bani Israil di bawah bukit Thursina yang bergantung diatas kepala mereka.

Peristiwa aqad nikah tidak saja disaksikan oleh kedua orangtua, sudara-saudara, dan sahabat-sahabat, sanak famili, handai taulan, tetangga, tetapi juga disaksikan oleh para malaikat di langit yang tinggi, dan terutama sekali disaksikan oleh Allah Subhanahu Wata’ala Penguasa alam semesta.

Bila perjanjian ini disia-siakan, diceraikan ikatan tali hubungan yang sudah terbuhul, diputuskan janji setia yang telah terpatri, kita tidak saja harus bertanggung jawab kepada semua yang hadir menyaksikan peristiwa yang berkesan itu, tetapi juga bertanggung jawab di hadapan Allah Subhanahu Wata’ala.

“Laki-laki adalah pemimpin di tengah keluarganya, dan ia harus mempertanggungjawabkan kepemimpinannya. Wanita adalah pemimpin di rumah suaminya, dan ia harus mempertanggungjawabkan kepemimpinannya.” (HR. Bukhari Muslim).

Kata Rasulullah, “Yang paling baik di antara kamu adalah yang paling baik dan paling lembut terhadap keluarganya.” (Al Hadits).

Mengapa Kita Memelihara Ikatan Itu ?

Mengapa Allah Subhanahu Wata’ala dan Rasul-Nya mewasiatkan agar kita memelihara aqad nikah yang sakral ini? Mengapa kebaikan manusia diukur dari cara dia memperlakukan keluarganya? Mengapa suami dan isteri harus mempertanggungjawabkan peran yang dilaksanakan di hadapan Allah Subhanahu Wata’ala?



Jawabannya sederhana: Karena Allah Subhanahu Wata’ala Maha Mengetahui bahwa kebahagiaan dan penderitaan manusia sangat tergantung pada hubungan mereka dengan orang-orang yang dicintai mereka, yakni dengan keluarganya. Bila di dunia ini ada surga, kata Marie von Ebner Eschenbach, surga itu adalah pernikahan yang bahagia. Tetapi, bila di dunia ini ada neraka, neraka itu adalah pernikahan yang gagal. Para psikolog menyebutkan persoalan rumah tangga sebagai penyebab stress yang paling besar dalam kehidupan manusia.


Karena itulah, Islam dengan penuh perhatian mengatur urusan rumah tangga. Sebuah ayat pernah diturunkan dari langit hanya untuk mengatur urusan pernikahan antara Zainab dan Zaid bin Haritsah. Sebuah surat turun untuk mengatur urusan rumah tangga seluruh kaum muslimin. Ribuan tahun yang silam, di Padang Arafah, di hadapan ratusan ribu ummat islam yang pertama, Rasulullah saw. menyampaikan khotbah perpisahan.

“Wahai manusia, takutlah kepada Allah Subhanahu Wata’ala akan urusan wanita. Sesungguhnya kamu telah mengambil mereka sebagai istri dengan amanat Allah Subhanahu Wata’ala. Kami halalkan kehormatan mereka dengan kalimah Allah Subhanahu Wata’ala. Sesungguhnya kamu mempunyai hak atas istrimu, dan istrimu pun mempunyai hak atasmu. Ketahuilah, aku wasiatkan kepada kalian untuk berbuat baik terhadap istri kalian. Mereka adalah penolong kalian. Mereka tidak memilih apa-apa untuk dirinya, dan kamu pun tidak memilih apa-apa dari diri mereka selain itu. Jika mereka patuh kepadamu, janganlah kamu berbuat aniaya terhadap mereka.” (HR. Muslim dan Turmudzi).*



Sumber : http://www.hidayatullah.com/read/22765/22/05/2012/keluarga-sakinah,-modal-untuk-reuni-di-surga-%5B1%5D.html


Customer Relation PKPU Bandung
Jl. Gatot Subroto No. 46 B Bandung
Telp. 022-7316764 Hotline 022-76300200
SMS Centre 0812 204 8454
Twitter : @PKPU_Bandung
7/26/2012 02:45:00 PM | 0 komentar | Read More

Saling PERCAYA, Pilar KEUTUHAN Rumah Tangga

Written By Unknown on Monday, July 16, 2012 | 7/16/2012 10:06:00 PM

Saling PERCAYA, Pilar KEUTUHAN Rumah Tangga
Percaya atau tidak, kalimat "Aku percaya kepadamu" sampai kini belum luntur keampuhannya. Jika kita lihat kasus perceraian yang demikian marak, salah satu alibi yang terlontar adalah "Sudah tidak lagi ada kecocokan". Nah, ketidakcocokan ini merupakan indikasi bahwa rasa saling percaya sudah lagi tidak melekat dalam diri pasangan.

Ustadzah Salmiah Rambe atau yang biasa disapa Teh Mia, pengasuh rubrik Rumahku Surgaku MQ FM mengatakan bahwa salah satu faktor maraknya perceraian adalah karena tiap pasangan dipenuhi oleh negatif thinking (berpikir negatif). "Banyak pasangan mengalami perceraian karena di antaranya tidak ada rasa saling percaya pada pasangan. Menjadi seorang istri atau menjadi seorang suami adalah amanah yang diberikan oleh Allah Swt. Mestinya, kita selalu menjaga dan menghiasi diri dengan ibadah dan perilaku yang sesuai dengan perintah Allah," ujar Teh Mia kepada MaPI, Rabu (22/2).

Teh Mia melanjutkan bahwa ketika seseorang sudah berpikiran negatif maka yang lahir dari lisannya adalah kata-kata yang negatif pula. Lebih jauh dari itu, perasaan juga akan ikut negatif. Jika sudah begitu, berpikir negatif berikut turuannya akan menjerumuskan pasangan ke jurang perceraian. Namun, jika pasangan lebih banyak husnuzhon kepada Allah, kepada suami, dan kepada diri sendiri (positif thinking), maka itu merupakan langkah awal bagi seseorang untuk berkata positif (positif speaking), berperasaan positif (positif feeling), dan bersikap positif (positif attitude). Hal inilah yang akan melanggengkan dan memuluskan langkah pasangan menuju keluarga yang harmonis.

"Sangat penting untuk bersangka baik kepada Allah, kepada suami, dan kepada diri sendiri. Ingatlah selalu hadits qudsi ana indazonni abdibih, aku sesuai dengan prasangka hamba-Ku," tutur Teh Mia.

Setelah mampu saling percaya dengan didasari pada positif thinking, ada baiknya kita juga waspada pada variable-variabel yang dapat merusak keutuhan rumah tangga. Dan, berikut beberapa bibit permasalahan rumah tangga yang pada terkikisnya rasa saling percaya antar pasangan suami istri. Bukan tidak mungkin, bibit-bibit persoalan rumah tangga berikut ini berujung pada perselingkuhan yang secara prinsip dapat mengoyak kepercayaan yang seharusnya terbina secara kokoh. Karenanya, kita harus mewaspadai bibit-bibit persoalan berikut ini.

1. Curhat kepada lawan jenis.
Curhat kecil-kecilan kepada lawan jenis adalah sama halnya dengan membuka sedikit demi sedikit pintu perselingkuhan. Terlebih ketika hal yang dicurhatkan adalah mengenai permasalahan rumah tangga. Bahan curhat tidak harus permasalahan besar seperti hubungan pasutri ataupun ekonomi keluarga. Bahan curhat bisa jadi seputar kegemaran istri pada salah satu acara televisi tertentu yang kadang sedikit menggangu, prestasi akademik anak-anak yang menuruh akhir-akhir ini, atau berbagi tips memelihara hewan kesayangan.

Ketika curhat kecil-kecilan ini dilakukan kepada sesama jenis, kenyamanan obrolan yang tercipta kemudian tidak akan keluar dari kontes. Akan tetapi, ketika kita curhat kepada lawan jenis dan menemukan kenyamanan di sana, maka bukan tidak mungkin kenyamanan membicarakan hal-hal kecil tersebut akan menjurus pada obrolan lain yang lebih personal.

2. Membandingkan suami/istri dengan orang lain.
Pada awalnya mungkin kita hanya mengeluh mengenai metode serta cara istri mendidik anak. Ketika hal tersebut dibahas dan diperluas, bukan tidak mungkin perbincangan mengarah pada menjelek-jelekan sang istri. Di sinilah kemudian teman curhat (yang walaupun hanya mengiyakan dan menambahkan ucapan kita) terlihat seperti lebih pintar daripada istri di rumah. Bermula dari kekaguman bisa berlanjut pada ketertarikan yang kalau dipupuk terus menerus akan tumbuh menjadi benih-benih cinta.

Sebelum hal ini terjadi, segera alihkan perhatian kita pada hal lain agar kita tidak terus menerus menelisik kekurangan istri dan membesar-besarkan kelebihan teman curha wanita kita. Alangkah lebih baiknya kalau pada saat seperti ini kita mengingat-ingat kelebihan istri yang telah kita kenal lama dan mulai meragukan kelebihan teman curhat wanita kita yang baru kita kenal dekat akhir-akir ini.

3. Kontak fisik dengan lawan jenis.
Hal yang satu ini harus senantiasa dihindari, tidak peduli sedekat apa pun pertemanan kita dengan lawan jenis. Kita tidak akan pernah tahu chemistry yang akan terbentuk dari kedekatan dan sentuhan fisik kita dengan lawan jenis. Bagi sebagian orang, mungkin sentuhan fisik seperti jabatan tangan, sentuhan di pundak, atau elusan di kepala bukan merupakan satu hal yang perlu diributkan, terlebih dikategorikan sebagai bibit perselingkuhan. Namun demikian, dapatkan kita menjamin bahwa konta fisik tersebut tidak akan bermuatan rasa suka atau semacamnya? Ketika kedua belah pihak sedang merasakan kekosongan dan dari kontak fisik yang terjadi masing-masing merasakan getaran yang dapat mengisi ruang kosong tersebut, dapatkah kita juga menjamin bahwa hal tersebut tidak akan berujung pada perselingkuhan?



Menanggulagi ketiga hal tersebut, kita dapat harus, pertama, selalu ingat keluarga. Inilah gunanya menaruh foto keluarga di meja kerja kita. Lebih dari sekadar pemanis ruang kerja, foto keluarga yang diambil saat terakhir liburan di pantai atau pegunungan akan membuat kita senantiasa teringat bahwa kita adalah seorang suami/istri sekaligus ayah/ibu dari anak-anak yang kita cintai dan mencintai kita. Dan setiap kali kita memandangi foto tersebut, kita akan selalu diingatkan mengenai kebahagiaan yang menanti kita di rumah. 

Mengingat keluarga, secara psikologis juga akan meningkatkan rasa dibutuhkan oleh anggota keluarga. Betapa kita sebagai seorang suami sangat dibutuhkan oleh istri untuk membimbingnya kepada kebaikan. Betapa sebagai seorang ayah kita dibutuhkan oleh anak-anak kita untuk menjadi teladan mereka. Betapa sebagai seorang istri kita dibutuhkan oleh suami untuk mengurus semua keperluan rumah tangga. Dan betapa sebagai seorang ibu kita dibutuhkan oleh anak-anak kita untuk memberikan berbagai pelajaran tentang kehidupan.

Kedua, Self-Upgrade. Di luar sana, di dunia kerja ataupun pergaulannya, suami atau istri kita mendapatkan peningkatan intelektual serta penambahan wawasan setiap hari. Kalau kita tidak meng-up-grade intelektualitas serta wawasan, bukan tidak mungkin pola pikir kita tertinggal jauh sehingga suatu saat ketika berdiskusi dengan suami/istri yang pola pikirnya telah jauh berkembang akan terjadi mis-komunikasi.


Kalau hal ini dibiarkan berlanjut, jangan salahkan suami/istri kita ketika dia tidak lagi mau berdiskusi (tentang berbagai hal) dengan kita dan mencari partner diskusi yang lain. Nah, di sinilah kemudian peluang perselingkuhan muncul ketika partner diskusinya adalah lawan jenis dan dirasa memiliki wawasan serta pengetahuan yang dapat mengimbangi pola pikirnya.

Ketiga, ketahui kelebihan diri. Memang, tidak ada satu pun manusia di dunia ini yang terlahir sempurna, baik secara fisik, mental, ataupun intelektual. Sekuat apapun usaha kita untuk meningkatkan kualitas diri, tentu masih akan didapati kekurangan. Agar kekurangan kita tidak dijadikan peluang pasangan untuk berselingkuh, kita harus meng-cover kekurangan tersebut dengan menunjukkan kelebihan yang kita miliki.

Dan keempat, tingkatkan intensitas serta kualitas komunikasi. Komunikasi adalah salah satu elemen terpenting dalam hubungan antar-personal, terlebih lagi antara dua orang yang terikat dalam pernikahan. Ketidaksepahaman dan kesalahpahaman kecil yang disimpan terus menerus tanpa dikomunikasikan dengan baik, suatu saat akan mengganjal keharmonisan hubungan suami istri.

Di sinilah dibutuhkan kedewasaan serta kelapangan dada masing-masing pihak untuk siap berkomunikasi, bahkan mengenai hal-hal yang tidak disukai yang akan menjadi peluang menganggu hubungan suami istri apabila tidak segera dibereskan.



Sumber : http://www.percikaniman.org/category/artikel-islam/saling-percaya-pilar-keutuhan-rumah-tangga
7/16/2012 10:06:00 PM | 0 komentar | Read More