Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Translate This Blog

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Showing posts with label Umar. Show all posts
Showing posts with label Umar. Show all posts

Gempa Bumi, Dua Umar dan Teguran Allah

Written By Unknown on Monday, January 27, 2014 | 1/27/2014 07:33:00 PM


Suatu kali di Madinah terjadi gempa bumi. Rasulullah SAW lalu meletakkan kedua tangannya di atas tanah dan berkata, "Tenanglah … belum datang saatnya bagimu.'' Lalu, Nabi SAW menoleh ke arah para sahabat dan berkata, "Sesungguhnya Rabb kalian menegur kalian … maka jawablah (buatlah Allah ridha kepada kalian)!"

Sepertinya, Umar bin Khattab RA mengingat kejadian itu. Ketika terjadi gempa pada masa kekhalifahannya, ia berkata kepada penduduk Madinah, "Wahai Manusia, apa ini? Alangkah cepatnya apa yang kalian kerjakan (dari maksiat kepada Allah)? Andai kata gempa ini kembali terjadi, aku tak akan bersama kalian lagi!"

Seorang dengan ketajaman mata bashirah seperti Umar bin Khattab bisa, merasakan bahwa kemaksiatan yang dilakukan oleh para penduduk Madinah, sepeninggal Rasulullah dan Abu Bakar As-Shiddiq telah mengundang bencana.

Umar pun mengingatkan kaum Muslimin agar menjauhi maksiat dan segera kembali kepada Allah. Ia bahkan mengancam akan meninggalkan mereka jika terjadi gempa kembali. Sesungguhnya bencana merupakan ayat-ayat Allah untuk menunjukkan kuasa-Nya, jika manusia tak lagi mau peduli terhadap ayat-ayat Allah.

Imam Ibnul Qoyyim dalam kitab Al-Jawab Al-Kafy mengungkapkan, "Dan terkadang Allah menggetarkan bumi dengan guncangan yang dahsyat, menimbulkan rasa takut, khusyuk, rasa ingin kembali dan tunduk kepada Allah, serta meninggalkan kemaksiatan dan penyesalan atas kekeliruan manusia. Di kalangan Salaf, jika terjadi gempa bumi mereka berkata, 'Sesungguhnya Tuhan sedang menegur kalian'.''

Khalifah Umar bin Abdul Aziz juga tak tinggal diam saat terjadi gempa bumi pada masa kepemimpinannya. Ia segera mengirim surat kepada seluruh wali negeri, Amma ba'du, sesungguhnya gempa ini adalah teguran Allah kepada hamba-hamba-Nya, dan saya telah memerintahkan kepada seluruh negeri untuk keluar pada hari tertentu, maka barangsiapa yang memiliki harta hendaklah bersedekah dengannya."

"Allah berfirman, 'Sungguh beruntunglah orang yang membersihkan diri (dengan tobat ataupun zakat). Lalu, dia mengingat nama Tuhannya, lalu ia sembahyang." (QS Al-A'laa [87]:14-15).  Lalu katakanlah apa yang diucapkan Adam AS (saat terusir dari surga), 'Ya Rabb kami, sesungguhnya kami menzalimi diri kami dan jika Engkau tak jua ampuni dan menyayangi kami, niscaya kami menjadi orang-orang yang merugi."

"Dan katakan (pula) apa yang dikatakan Nuh AS, 'Jika Engkau tak mengampuniku dan merahmatiku, aku sungguh orang yang merugi'. Dan katakanlah doa Yunus AS, 'La ilaha illa anta, Subhanaka, Tiada Tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zalim'."

Jika saja kedua Umar  ada bersama kita, mereka tentu akan marah dan menegur dengan keras, karena rentetan "teguran" Allah itu tidak kita hiraukan bahkan cenderung diabaikan. Maka, sebelum Allah menegur kita lebih keras,  inilah saatnya kita menjawab teguran-Nya. Labbaika Ya Allah, kami kembali kepada-Mu

Wallahu a'lam

Sumber/republika.com
1/27/2014 07:33:00 PM | 0 komentar | Read More

Antara Jokowi, Umar dan Mursi

Written By Unknown on Wednesday, October 10, 2012 | 10/10/2012 06:11:00 AM

Antara Jokowi, Umar, dan Mursi

Oleh: Anugrah Roby Syahputra | 05 October 2012 | 15:38 WIB

Kemenangan Jokowi-Ahok disebut-sebut sebagai kemenangan rakyat kecil
atas rezim kekuasaan yang menindas. Jika menilik kiprah Fauzi Bowo
rasanya memang tak terlalu salah untuk mengklaim demikian. Gaya hidup
yang dicitrakan berbagai media massa mainstreampun memperlihatkan
kesederhanaan dan kebersahajaan. Sampai-sampai Wakil Ketua Umum Partai
Gerindra, Fadli Zon mengatakan Jokowi berusaha meneladani kepemimpinan
khalifah Umar bin Khattab. Demikian isi blackberry messenger, Jumat
(21/09).

Berikut keteladanan Umar bin Khatthab, seperti dilansir merdeka.com, yang
berusaha dikuti Jokowi:

1. Umar bin Khattab mengunjungi rakyat di pasar dan rumah-rumah mereka
secara langsung, bukan diwakili, begitu juga Jokowi.

2. Saat mengunjungi rakyat, Umar bin Khattab tidak membawa orang untuk
mengawalnya karena alasan keamanan disebabkan rasa takut. Begitu juga
dengan Jokowi, karena dengan keadilannya memimpin, rakyat mencintai bukan
membenci.

3. Umar bin Khattab pernah melakukan perjalanan dengan pembantunya,
dengan 1 unta yang ditunggangi bergantian. Saat giliran pembantunya naik
unta, mereka tiba di kota tujuan, dan orang menyangka pembantunya adalah
Khalifah. Sama dengan Jokowi yang punya ajudan yang orang sangka dia
yang jadi Wali kota, bukan Jokowi.

4. Umar bin Khattab biasa memakan makanan/menu yang dimakan oleh
rakyat miskin, Jokowi biasa makan di warteg apa adanya.

5. Umar bin Khattab biasa dikelilingi orang miskin hingga berdempetan
mereka dalam duduk, Jokowi biasa berdesakan dengan rakyat dalam
transportasi yang penuh sesak. Kalau pejabat yang lain mana berani, di
lingkar pertama selalu pengawal dan orang-orangnya, bukan rakyat.

6. Umar bin Khattab sebagai khalifah disediakan gaji dari Baitul Maal, tapi
tidak mengambilnya. Jokowi juga begitu.

7. Umar bin Khatab memegang jabatan Khalifah bukan karena keinginan
pribadi, tapi karena diajukan oleh orang lain, Jokowi maju jadi cagub juga
bukan karena ambisi pribadi mencalonkan diri, tapi karena diajukan oleh orang
lain.

Tentu sosok pemimpin seperti Umar bin Khattab sudah ratusan tahun menjadi
kerinduan yang sangat mendalam bagi umat Islam dan bangsa Indonesia.
Ketakwaannya, ketegasannya, keberaniannya sekaligus kepahlawanannya tak
bisa diragukan. Dialah sahabat Nabi yang mulia, yang dijanjikan masuk surga
tanpa hisab.

Maka, agak lucu rasanya jika penyamaan Jokowi dengan Umar ini
dipaksakan. Sangatlah tidak sebanding Jokowi dengan Umar. “Tapi kan
setidaknya sebagian sifatnya ada pada Jokowi?” Iya, secara kasat mata benar
begitu. Namun secara kasat mata pula banyak perbedaan di antara mereka.

Di antaranya bahwa ketauhidan Umar sangat dijaganya, sementara Jokowi
malah berbuat kemusyrikan dengan ngalap berkah melalui acara mandi
kembang yang dibuatnya, ngalap berkah untuk Mobil Esemka. Maka ini
perkara besar yang tidak bisa main-main bagi umat Islam.

Selain itu, Umar bin Khattab radhiyallahuanhu adalah seorang ahli ibadah. Dia
selalu shalat berjamaah lima waktu di masjid. Menegakkan pula amalan-
amalan sunnah. Qiyamullailnya panjang. Menghafal Al-Qur’an. Bahkan ia
selalu menangis ketika mendengarkan lantunan ayat suci Al-Qur’an
dibacakan. Sedangkan Jokowi? Malahan sebuah berita di media mengabarkan
dia tidak lancar dalam membasuh anggota wudhu’.

Tulisan ini tidak bermaksud untuk memadamkan harapan warga Jakarta untuk
perubahan. Tapi ini hanya sebagai pengingat saja. Supaya ia memimpin
dengan amanah. Supaya ia menjamin keharmonisan tanpa ada penistaan.

Supaya ia melaksanakan janji-janjinya. Supaya ia benar-benar bisa
meneladani Umar mulai dari meluruskan tauhidnya, memantapkan ibadahnya
dan menjadi negarawan sejati yang menjadi khalifah di muka bumi.

Pasca diumumkan menang Quick-Count lalu, setidaknya ia berjanji untuk lebih
banyak di lapangan, di kantor hanya 1 jam,serta blusukan ke daerah kumuh,
tidak main proyek, tidak pakai voorijder, dalam 100 hari kerja, kartu pintar
dan kartu sehat terbit, birokrasi dengan mental melayani dalam waktu 3 bulan
dan komitmen 5 tahun memimpin Jakarta. Ini janji keren dan lebih keren lagi
kalau ditepati. Sebab jika ia khianat maka ia siap untuk menjadi Foke
berikutnya yang dimusuhi koalisi rakyat.

Namun, belakangan ini ada figur yang menarik dalam sejarah kepemimpinan
di dunia. Ya, Dialah Mursi. Seorang doktor yang bukan honoris causa.

Presiden pilihan rakyat Mesir hasil revolusi yang menumbangkan diktator
Mubarak. Gaya hidupnya juga merakyat. Dahsyat. Seperti pernah diberitakan
oleh Kompas bagaimana kesahajaan beliau dan keluarga meski sudah jadi
orang nomor satu di negerinya.

Di awal era kepemimpinannya ia meluncurkan program-program
perubahan. Yang unik, salah satu program mursi di tahun pertama ini adalah
menubah image Mesir dari negara kotor penuh sampah menjadi negeri yang
bersih. “WATHAN NAZHIF” ( ﻭﻃﻦ ﻧﻈﻴﻒ ) atau “Negeriku Bersih”, itulah
program 100 hari pertama yang dipropagandakan oleh Mursi kepada seluruh
rakyat Mesir guna mewujudkan visinya tersebut.

Di samping itu, sejumlah prestasi sudah dikerjakan Mursi pada 100 hari
kepemimpinannya. Di antaranya adalah sebagai berikut:

1. Minggu pertama, Moursi membebaskan wartawati Mesir yang ditahan di
Sudan dan menjemputnya dengan pesawat kepresidenan.

2. Pemecatan 70 Jenderal dan Kudeta dengan Cinta pada Marsekal Thantawi
dan Anan, Panglima dan wakil Panglima militer.

3. Penghapusan hutang 40.000 petani yang memiliki hutang di bawah 10.000
pounds (30 Juta) yang di masa Mubarak ditangkapi dan dijebloskan ke
Penjara.

4. Investasi 270 Milyar dollar yang ditanam di Mesir, hanya dalam 1 bulan
Moursi berkuasa.

5. Selama 100 hari ini, Moursi tidak menerima gaji selama menjadi Presiden.

6. Moursi mengembalikan izzah Mesir dengan menguasai gurun Sinai yang di
masa Mobarak, 70 % lalulintas udara dan darat dikuasai Israel.

7. Moursi melakukan politik smart and cool dalam bersikap kepada Amerika
dan Israel. Hingga PM Israel mengatakan, “Sikap Moursi jauh lebih berbahaya
daripada Nuklirnya Iran”. Bahkan Obama menilai, “Hubungan AS dengan Mesir
bukan hubungan sahabat bukan pula musuh.”

8. Penjualan khmar dilarang, dan itu tidak mengganggu pariwisata Mesir.

9. Penampilan di pantai dibatasi, hari Jumat diliburkan, dan turis wanita dan
pria dipisahkan.

10. Militer Mesir memang the real power, tapi semua di bawah komando
Panglima Tertinggi. Pada 2 bulan Moursi berkuasa, 2 kapal selam tercanggih
Jermah berhasil didatangkan walau diprotes keras Israel.

11. Kanal Suez diperlebar dan diperdalam, dan sekarang dikontrol sepenuhnya
oleh Mesir setelah direktur Kanal Suez diganti yang sebelumnya didikte Barat.

12. PM Hiysam Qandil setiap Shubuh memeriksa pabrik roti dan turun ke
bawah, atas intruksi Presiden Moursi hal yang hanya terjadi di masa Kenabian
dan Khulafaur-Rasyidin.

13. Moursi mempelopori pemisahan kepentingan antara kepentingan pribadi
+keluarga+partai dengan kepentingan negara. Saat diundang Raja Saudi,
keluarga Moursi dengan uang pribadinya menggunakan pesawat Egypt Air
tidak menggunakan pesawat kepresidenan.

14. Moursi adalah Presiden pertama dunia yang dengan tegas dan berani
menekankan cinta Nabi dan cinta para sahabat di hadapan Khomanei dan
pemimpin Syiah di Iran.

15. Jika patokannya adalah mengutip ayat Al-Qur’an dan Hadits, maka
Moursi adalah Presiden pertama yang mengutip ayat-ayat AL-Quran dan
Hadits di depan Sidang Umum PBB bulan lalu.

16. Jika patokannya adalah masalah protokoler, maka Moursi adalah Presiden
yang membiarkan jalanan tetap lalu lalang saat ia melintas dan membiarkan
masjid terbuka saat ia shalat.

17. Di Mesir, masjid saat ini dibuka 24 jam untuk kepentingan jamaah setelah
di Era Mobarak, masjid-masjid di Mesir ditutup 1 jam setelah shalat wajib.

18. Di tataran regional, Moursi menggalang aliansi dengan Turki. Dalam
benak kedua pemimpin ini, kehancuran Israel hanya tinggal waktu dan itu
didahului dengan perubahan rezim-rezim antek2 AS baik di Teluk maupun di
negara-negara TIMTENG lainnya.

19. Untuk masalah Palestina, tidak ada pemimpin yang nyata-nyata
mendukung perjuangan perlawanan selain Moursi. Perbatasan dibuka, hanya
dalam 1 minggu Moursi berkuasa dan kemarin dengan Qatar sukses
membantuk Zona Ekonomi untuk membangun kembali Gaza.

Masih banyak keberhasilan Mursi lainnya. Tak salah jika rakyat Mesir puas
pada kepemimpinannya. Rakyat Mesir makin cinta kepada presidennya yang
kata Ismail Haniyya punya kisah mirip Nabi Musa as. ini -sama-sama pernah
di penjara baru jadi penguasa istana-. Pusat Riset Opini Publik (Bashira)
mengadakan jajak pendapat kedua terhadap kinerja presiden Mursi setelah 80
hari masa jabtannya. Hasilnya, publik yang puas terhadap kinerja Mursi
sebanyak 79%. Sisanya yang tidak puas 13%, dan 8% menyatakan ragu-ragu.
Dukungan ini sudah melebihi raihan suaranya di Pemilu kemarin.

Dari fakta-fakta ini, sejauh ini Mursi adalah salah satu model pemimpin
paling ideal untuk diteladani.(bagaimana kesahajaannya bisa dibaca di http://
internasional.kompas.com/read/2012/06/28/08083211/
Harihari.Presiden.Terpilih.Muhammad.Mursi

Harapan saya, Jokowi bisa melihat contoh Mursi juga Umar bin Khattab dan
meneladani mereka di semua bidang. Kalau ini dilakukan Jokowi, subhanallah,
rasanya saya ikhlas kalau beliau tidak harus lima tahun memimpin Jakarta
untuk memimpin Negara Kesatuan Republik Indonesia. Bahkan mungkin
aktivis “radikal” Hizbut Tahrir-pun akan mendukungnya untuk jadi pemimpin
di institusi Khilafah-nya.

Sumber :
kompasiana.com

10/10/2012 06:11:00 AM | 0 komentar | Read More

Mursi, Presiden Ala Umar

Judul asli : Hari-hari Presiden Terpilih Muhammad Mursi

KOMPAS.com - Presiden Mesir terpilih Muhammad Mursi, seorang
akademisi dan hidup sehari-hari secara sederhana, kini mengalami
kerepotan. Ia harus mengubah cara hidupnya lantaran tuntutan protokol
kepresidenan, terutama menyangkut keamanannya.

Mursi tinggal di rumah kontrakan di distrik Tajamu’ al Khamis, Kairo baru.
Mursi dan keluarganya hanya memiliki rumah di Zagazig, 100 kilometer
arah timur Kairo. Mereka terpaksa mengontrak rumah di Kairo setelah
Mursi menjadi ketua Partai Kebebasan dan Keadilan (FJP), sayap politik
Ikhwanul Muslimin, April tahun lalu.

Mursi dan keluarganya yang memiliki dasar agama sangat kuat dan amat
disiplin dalam beribadah bersikeras selalu shalat di masjid meskipun telah
menjadi presiden.

Mursi terkejut setiap akan shalat subuh di masjid dekat rumahnya, melihat
pengamanan sangat ketat dari pasukan pengawal presiden. Jalan-jalan di
sekitar rumahnya diawasi petugas yang siaga. Bahkan, jalan-jalan sekitar
rumah Mursi ditutup ketika presiden terpilih itu lewat. Mursi pun
mengeluhkan sistem pengamanan yang sangat ketat itu.

Sumber pasukan pengawal presiden (paswalpres) mengungkapkan, Mursi
meminta sistem pengamanannya diperlonggar dan konvoi kendaraan yang
mengiringi saat bepergian dikurangi supaya tidak mengganggu lalu lintas.

Kendaraan yang mengiringi presiden ini terdiri dari 10 mobil pengawal,
sebuah ambulans, serta beberapa sepeda motor polisi. Namun, pihak
pengawal mengatakan sistem pengamanan seperti itu sudah standar
terhadap seorang presiden.

Pihak paswalpres telah meminta secara resmi agar Mursi pindah dari
rumah kontrakannya sekarang yang agak jauh dari kantor presiden di
Istana Al Ittihadiyah, ke Istana Al Salam yang berdampingan. Namun,
Mursi masih menolak pindah.

Menurut harian Misri al Youm, paswalpres mencari jalan tengah dengan
mengusulkan agar Mursi menjalankan shalat di masjid yang lebih dekat
dengan rumahnya, atau masjid dekat istana Al Ittihadiyah jika nanti pindah
ke istana Al Salam.

Ketika mengunjungi kantor kepresidenan, Senin dan Selasa lalu, Mursi
selalu menjadi imam dalam shalat bersama para pegawai istana.
Mursi diberitakan mendadak marah ketika melihat anggota paswalpres
berdiri di bawah terik matahari. Setelah bertanya kepada komandan
pengawal, Mursi meminta anggota pengawal yang berdiri di bawah terik
matahari segera bubar dan mencari tempat teduh.

Menurut harian al Ahram , secara protokol, presiden tidak harus tinggal di
istana, tetapi bisa tinggal di vila atau rumah sewaan. Istri presiden juga
tidak harus mendampingi presiden dalam acara resmi dan tidak perlu
menemani bila presiden bepergian ke luar negeri.

Paswalpres kini juga direpotkan oleh istri Mursi, Sayyidah Nagla Mahmud,
yang belum mau pindah dari Zagazig ke kota Kairo karena harus
menunggui putra bungsunya, Abdullah, menyelesaikan ujian akhir sekolah
menengah. Paswalpres pun menempatkan 10 petugas dan tiga kendaraan
untuk mengamankan rumah Mursi di Zagazig, tak jauh dari Universitas
Zagazig itu.

Mursi juga memerintahkan tidak memasang fotonya di kantor pemerintah
atau di mana saja. Hal itu berbeda dengan kebiasaan pemimpin Arab yang
suka jika fotonya dipasang di mana-mana, bahkan membuat patung
dirinya. (Musthafa Abd Rahman dari Kairo, Mesir)

10/10/2012 06:02:00 AM | 0 komentar | Read More