Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Translate This Blog

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Showing posts with label motivasi islami. Show all posts
Showing posts with label motivasi islami. Show all posts

MANUSIA BERTANYA, AL-QUR'AN MENJAWAB

Written By Unknown on Sunday, April 7, 2013 | 4/07/2013 01:30:00 PM

MANUSIA BERTANYA, AL-QUR'AN MENJAWAB

-Manusia bertanya : bolehkah aku frustrasi ?
-AL-QUR'AN menjawab : janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula)
kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi
(derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman . ( Ali Imran : 139 )

-Manusia bertanya : kenapa aku diberi ujian seberat ini ?
-AL-QUR'AN menjawab : ALLAH tidak membebani seseorang melainkan sesuai
dengan kesanggupannya. ( Al-Baqarah : 286 )

-Manusia bertanya : kenapa aku tidak diuji saja dengan hal-hal yang baik ?
-AL-QUR'AN menjawab : boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat
baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat
buruk bagimu, ALLAH mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui . ( Al-
Baqarah : 216 )

-Manusia bertanya : kenapa aku diuji ?
-AL-QUR'AN menjawab : apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan
(saja) mengatakan : " kami telah beriman ", sedang mereka tidak diuji lagi ?
( Al-Ankabuut : 2 )
-Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka
sesungguhnya ALLAH mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya
Dia mengetahui orang-orang yang dusta .( Al-Ankabuut : 3 )

-Manusia bertanya : bolehkah aku berputus asa ?
-AL-QUR'AN menjawab : Dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah.
sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang
kafir . ( Yusuf : 87 )

-Manusia bertanya : bagaimana cara menghadapi ujian hidup ini ?
-AL-QUR'AN menjawab : hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu
dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan
negerimu) dan bertaqwalah kepada ALLAH supaya kamu beruntung . ( Ali
Imraan : 200 )

-Manusia bertanya : bagaimana menguatkan hatiku ?
-AL-QUR'AN menjawab : cukuplah ALLAH bagiku; tidak ada Tuhan selain Dia.
hanya kepada-Nya aku bertawakal . ( At-Taubah : 129 )

-Manusia bertanya : apa yang kudapat dari semua ujian ini ? ~
-AL-QUR'AN menjawab : sesungguhnya ALLAH telah membeli dari orang-
orang mu'min, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka .
( At-Taubah : 111 )

~♥~ Maha Benar ALLAH Dengan Segala Firman-NYA ~♥~

(Fp Fb : Kata-Kata Hikmah)

4/07/2013 01:30:00 PM | 0 komentar | Read More

Harapan Kita VS Pemberian Allah

Written By Unknown on Sunday, October 7, 2012 | 10/07/2012 07:04:00 AM

Kita tidak pernah menerima apa yang kita minta.
Namun Allah selalu memberi apa yang kita Butuhkan.

Saat Kita memohon kepada Allah Bantuan.
Dia Memberi Kita Kesempatan.

Saat Kita memohon Kepada Allah Sebuah Cinta.
Dia Menghadirkan, Seseorang bermasalah untuk kita tolong.

Saat kita memohon kepada Allah Keberanian.
Dia Hadiahkan Kita suatu kondisi yang berbahaya untuk Kita atasi.

Saat Kita Memohon kepada Allah Kekuatan.
Dia Anugerahkan Ujian dan Cobaan agar Kita menjadi Kuat.

Saat Kita memohon kepada Allah kesejahteraan.
Dia Menyediakan Akal untuk Kita Berfikir.

Saat Kita MeMohon Kebijaksanaan.
Dia karuniakan Masalah untuk Kita pecahkan.

"Maka Nikmat Allah yang Mana Yang Kamu Dustakan ?" {QS.Ar-Rahman}

Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih". (QS.Ibrahim ayat 7)

Sumber Page FP : Strawberry

10/07/2012 07:04:00 AM | 0 komentar | Read More

Obat Hidup Paling Mustajab

Written By Unknown on Thursday, September 27, 2012 | 9/27/2012 08:12:00 PM

Obat Hidup Paling Mustajab
Oleh : Darwis Tere Liye

Pernahkah kita menghela nafas panjang, dada berdebar tanpa penjelasan,
kecemasan datang tanpa diundang, dan pundak seolah menanggung beban
berat tidak terlihat?

Pernahkah kita membenci siang.. hingga berharap dia tidak usah datang saja
esok pagi.. berharap semoga malam ini tidak akan pernah berakhir.. terusss
saja malam, terusss saja.. sehingga urusan besok tidak perlu dihadapi...

Pernahkah kita tidur gelisah, kebas memeluk bantal, kosong menatap langit-langit
kamar, bahkan kadang mata berair tanpa terasa akibat sesak di hati.. bahkan
kadang menangis dalam tidur (entah itu mimpi atau bukan, tapi kita tahu sedang
menangis terisak), atau bahkan kadang menangis tanpa air-mata?

Pernahkan kita sesak disakiti orang lain.. kecewa dikhianati orang lain..
dihinakan.. dianggap tidak-ada.. sudah menunggu ber-tukatul-tukatul tapi yang
ditunggu sama sekali merasa tidak ditunggu.. pernahkan kita tergugu
kehilangan sesuatu yang berharga.. terjebak dalam masalah-masalah (hutang, janji,
bangkrut, jerawatan, gemuk nan buncit, dsbgnya).. khawatir akan masa depan..
ambisi-ambisi yg menjauh.. hingga masalah-masalah kecil yg dataaaaang saja tanpa bosan-bosan, membuat terkeluh, "kenapa sih?"...

Pernahkah kita sebal oleh pertanyaan-pertanyaan serupa yg datang bertubi-tubi.. Pertanyaan
dari keluarga, teman, tetangga, bahkan yg paling menyebalkan dari diri sendiri..
"kenapa, kenapa?".. "mengapa, mengapa?" seolah kesendirian tidak
mendatangkan berjuta pertanyaan yg sama, seolah hidup tidak mendatangkan
ratusan masalah tanpa perlu dicampuri oleh orang lain..

Pernahkah kita sekali saja dalam hidup ini membenci HUJAN? ber-duuhhh,
ber-arggh, ber-sialan mengumpat kenapa hujan harus turun?

Karena jika pernah, maka sungguh kita membutuhkan obat paling mustajab
dalam kehidupan.. kita berpenyakit... penyakit hati... dan jika kita sudah tega
mengumpat HUJAN yg sejatinya adalah berkah, maka sudah kronis sekali
sakitnya..

Dan tahukah kalian apa obat mustajabnya? sederhana sekali, yaitu: b e r s y u
k u r..

benar my dear... dari berpuluh-puluh akhlak mulia yg disebutkan kitab suci, dari
ratusan sifat-sifat hebat Nabi, Rasul, dan orang-orang hebat nan terpilih, inilah salah
satu akhlak pertama dan utama yang harus dikuasai :

       ...bersyukur...

Itulah obat hati
paling mustajab dalam kehidupan hari ini.. bersyukur..

Dengan menguasai ilmu syukur.. maka akhlak-akhlak mulia yang lain akan mudah
dikuasai.. ikhlas.. sabar... qanaah, merasa cukup.. tidak serakah, rakus, itu
semua turunan dari akhlak syukur.. dan saya kasih tahu rahasia kecil tentang
syukur.. yaitu: kita tidak cukup hanya pandai, my dear.. banyak sekali orang_orang
yang pandai bersyukur tapi hidupnya tidak kunjung bahagia.. yaps, pandai
bersyukur itu necessary (penting); tapi pelengkapnya (sufficient) adalah
'senantiasa'.. jadi senantiasalah pandai-pandai bersyukur, selalulah pandai-pandai
bersyukur.. maka seperti apapun dunia ini menyakiti kita, seketika, di depan
mata kita seolah akan dibentangkan 8 pelangi indah.. yakinlah!

9/27/2012 08:12:00 PM | 0 komentar | Read More

22 Tanda Iman Sedang Lemah (bagian dua)

Written By Unknown on Wednesday, September 26, 2012 | 9/26/2012 09:27:00 AM

Sambungan dari : 22 Tanda Iman Sedang Lemah ....

12. Ketika Anda merasa gembira dan senang jika ada saudara sesama muslim
mengalami kesusahan. Anda merasa sedih jika ada orang yang lebih unggul
dari Anda dalam beberapa hal. Ingatlah! Kata Rasulullah saw, "Tidak ada iri
yang dibenarkan kecuali terhadap dua orang, yaitu terhadap orang yang Allah
berikan harga, iamenghabiskannya dalam kebaikan; dan terhadap orang yang
Allah berikan ilmu, ia memutuskan dengan ilmu itu dan mengajarkannya
kepada orang lain." (Bukhari, hadits nomor 71 dan Muslim, hadits nomor
1352) Seseorang bertanya kepada Rasulullah saw., "Orang Islam yang
manakah yang paling baik?" Rasulullah saw. menjawab, "Orang yang muslimin
lain selamat dari lisan dan tangannya." (Bukhari, hadits nomor 9 dan
Muslim,hadits nomor 57)

13. Ketika Anda menilai sesuatu dari dosa apa tidak, dan tidak mau melihat
dari sisi makruh apa tidak. Akibatnya, Anda akan enteng melakukan hal-hal
yang syubhat dan dimakruhkan agama.

Hati-hatilah!
Sebab, Rasulullah saw pernah bersabda, "Barangsiapa yang berada dalam syubhat,
berarti dia berada dalam yang haram, seperti penggembala yang menggembalakan
ternaknya disekitar tanaman yang dilindungi yang dapat begitu mudah untuk merumput di
dalamnya." (Muslim, hadits nomor 1599) Iman Anda pasti dalam keadaan
lemah, jika Anda mengatakan, "Gak apa. Inikan cuma dosa kecil. Gak seperti
dia yang melakukan dosa besar. Istighfar tiga kali juga hapus tuh dosa!" Jika
sudah seperti ini, suatu ketika Anda pasti tidak akan ragu untuk benar-benar
melakukan kemungkaran yang besar. Sebab, rem imannya sudah tidak pakem
lagi.

14. Ketika Anda mencela hal yang makruf dan punya perhatian dengan kebaikan-kebaikan kecil.
Ini pesan Rasulullah saw., "Jangan sekali-kali kamu mencela yang makruf sedikitpun, meski engkau menuangkan air diembermu ke dalam bejana seseorang yang hendak menimba air, dan meski engkau berbicara dengan saudarmu sedangkan wajahmu tampak berseri-seri kepadanya." (Silsilah Shahihah, nomor 1352)

Ingatlah, surga bisa Anda dapat dengan amal yang kelihatan sepele! Rasulullah
saw. bersabda, "Barangsiapa yang menyingkirkan gangguan darij alan orang-
orang muslim, maka ditetapkan satu kebaikan baginya, danbarangsiapa yang
diterima satu kebaikan baginya, maka ia akan masuk surga." (Bukhari, hadits
nomor 593)

15. Ketika Anda tidak mau memperhatikan urusan kaum muslimin dan tidak
mau melibatkan diri dalam urusan-urusan mereka. Bahkan, untuk berdoa bagi
keselamatan mereka pun tidak mau.

Padahal seharusnya seorang mukmin seperti hadits Rasulullah ini, "Sesungguhnya orang mukmin dari sebagian orang-orang yang memiliki iman adalah laksana kedudukan kepala dari bagian
badan. Orang mukmin itu akan menderita karena keadaan orang-orang yang mempunyai iman sebagaimana jasad yang ikut menderita karena keadaan di kepala."
(Silsilah Shahihah, nomor 1137)

16. Ketika Anda memutuskan tali persaudaraan dengan saudara Anda. "Tidak
selayaknya dua orang yang saling kasih mengasihi karean Allah Azza waJalla
atau karena Islam, lalu keduanya dipisahkan oleh permulaan dosa yang
dilakukan salah seorang di antara keduanya," begitu sabdaRasulullah saw.
(Bukhari, hadits nomor 401)

17. Ketika Anda tidak tergugah rasa tanggung jawabnya untuk beramal demi
kepentingan Islam. Tidak mau menyebarkan dan menolong agama Allah ini.
Merasa cukup bahwa urusan dakwah itu adalah kewajiban para
ulama.Padahal, Allah swt. berfirman, "Hai orang-orang yang beriman, jadilah
kalian penolong-penolong (agama) Allah." (Ash-Shaff:14)

18. Ketika Anda merasa resah dan takut tertimpa musibah; atau mendapat
problem yang berat. Lalu Anda tidak bisa bersikap sabar dan berhati tegar.
Anda kalut. Tubuh Anda gemetar. Wajah pucat. Ada rasa ingin lari dari
kenyataan. Ketahuilah, iman Anda sedang diuji Allah. "Apakah manusia itu
mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: Kami telah beriman,
sedang mereka belum diuji." (Al-Ankabut:2)

Seharusnya seorang mukmin itu pribadi yang ajaib. Jiwanya stabil."Alangkah
menakjubkannya kondisi orang yang beriman. Karena seluruh perkaranya
adalah baik. Dan hal itu hanya terjadi bagi orang yang beriman, yaitu jika ia
mendapatkan kesenangan maka ia bersyukur dan itumenjadi kebaikan baginya;
dan jika ia tertimpa kesulitan dia pun bersabar, maka hal itu menjadi kebaikan
baginya." (Muslim)

19. Ketika Anda senang berbantah-bantahan dan berdebat. Padahal,
perbuatan itu bisa membuat hati Anda keras dan kaku. "Tidaklah segolongan
orang menjadi tersesat sesudah ada petunjuk yang mereka berada pada
petunjuk itu, kecuali jika mereka suka berbantah-bantahan."(Shahihul Jami',
nomor 5633)

20. Ketika Anda bergantung pada keduniaan, menyibukkan diri dengan urusan
dunia, dan merasa tenang dengan dunia. Orientasi Anda tidak lagi kepada
kampung akhirat, tapi pada tahta, harta, dan wanita. Ingatlah, "Dunia itu
penjara bagi orang yang beriman, dan dunia adalah surga bagi orang
kafir." (Muslim)

21. Ketika Anda senang mengucapkan dan menggunakan bahasa yang
digunakan orang-orang yang tidak mencirikan keimanan ada dalam hatinya.
Sehingga, tidak ada kutipan nash atau ucapan bermakna semisal itu dalam
ucapan Anda.

Bukankah Allah swt. telah berfirman, "Dan katakanlah kepada
hamba-hamba-Ku: 'Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih
baik(benar). Sesungguhnya setan itu menimbulkan perselisihan di antara
mereka. Sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia'."(Al-I
sraa':53).

Seperti inilah seharusnya sikap seorang yang beriman."Dan apabila
mereka mendengar perkataan yang tidak bermanfaat, mereka berpaling dari
padanya dan mereka berkata: 'Bagi kami amal-amal kami dan bagimu amal-
amalmu, kesejahteraan atas dirimu, kami tidak ingin bergaul dengan orang-
orang jahil.'" (Al-Qashash:55) Nabi saw. bersabda, "Barangsiapa beriman
kepada Allah dan hari akhir, hendaklah berkata yang baik atau diam." (Bukhari
dan Muslim)

22. Ketika Anda berlebih-lebihan dalam masalah makan-minum, berpakaian,
bertempat tinggal, dan berkendaraan. Gandrung pada kemewahan yang tidak
perlu. Sementara, begitu banyak orang di sekeliling Anda sangat membutuhkan
sedikit harta untuk menyambung hidup.

Ingat, Allah swt. telah mengingatkan hal ini, "Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya
Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan." (Al-A'raf:31).
Bahkan, Allah swt.menyebut orang-orang yang berlebihan sebagai saudaranya setan.

Karena itu Allah memerintahkan kita untuk, "Dan berikanlah kepada keluarga-
keluarga yang terdekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang
dalam perjalanan, dan janganlah kamu menghambur-hamburkan(hartamu)
secara boros." (Al-Isra':26)

Rasulullah saw. bersabda, "Jauhilah hidup mewah, karena hamba-hamba Allah
itu bukanlah orang-orang yang hidup mewah." (Al-SilsilahAl-Shahihah, nomor
353).

Referensi : Muhamad Bugi Dakwatuna

9/26/2012 09:27:00 AM | 0 komentar | Read More

22 Tanda Iman Sedang Lemah

22 Tanda Iman Anda Sedang Lemah

Setidaknya ada 22 tanda yang dijabarkan dalam artikel ini.

Tanda-tanda tersebut adalah:

1. Ketika Anda sedang melakukan kedurhakaan atau dosa. Hati-hatilah! Sebab,
perbuatan dosa jika dilakukan berkali-kali akan menjadi kebiasaan. Jika sudah
menjadi kebiasaan, maka segala keburukan dosa akan hilang dari penglihatan
Anda. Akibatnya, Anda akan berani melakukan perbuatan durhaka dan dosa
secara terang-terangan. Ketahuilah, Rasululllah saw. pernah berkata, "Setiap
umatku mendapatkan perindungan afiat kecuali orang-orang yang terang-
terangan.

Dan,sesungguhnya termasuk perbuatan terang-terangan jika seseorang
melakukan suatu perbuatan pada malam hari, kemudian dia berada pada pagi
hari padahal Allah telah menutupinya, namun dia berkata, 'Hai fulan,
tadimalam aku telah berbuat begini dan begini,' padahal sebelum itu Rabb-
nyatelah menutupi, namun kemudian dia menyibak sendiri apa yang telah
ditutupi Allah dari dirinya." (Bukhari, 10/486)

Rasulullah saw. bersabda, "Tidak ada pezina yang di saat berzina dalam
keadaan beriman. Tidak ada pencuri yang di saat mencuri dalam keadaan
beriman. Begitu pula tidak ada peminum arak di saat meminum dalam
keadaan beriman." (Bukhari, hadits nomor 2295 dan Muslim, hadits nomor86)

2. Ketika hati Anda terasa begitu keras dan kaku. Sampai-sampaimenyaksikan
orang mati terkujur kaku pun tidak bisa menasihati dan memperlunak hati
Anda. Bahkan, ketika ikut mengangkat si mayit dan
menguruknya dengan tanah. Hati-hatilah! Jangan sampai Anda masuk ke
dalam ayat ini, "Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras seperti batu,
bahkan lebih keras lagi." (Al-Baqarah:74)

3. Ketika Anda tidak tekun dalam beribadah. Tidak khusyuk dalam shalat.
Tidak menyimak dalam membaca Al-Qur'an. Melamun dalam doa. Semua
dilakukan sebagai rutinitas dan refleksi hafal karena kebiasaan saja.Tidak
berkonsentrasi sama sekali. Beribadah tanpa ruh.

Ketahuilah! Rasulullah saw. berkata, "Tidak akan diterima doa dari hati yang
lalai dan main-main." (Tirmidzi, hadits nomor 3479)4. Ketika Anda terasas
malas untuk melakukan ketaatan dan ibadah. Bahkan, meremehkannya. Tidak
memperhatikan shalat di awal waktu. Mengerjakan shalat ketika injury time,
waktu shalat sudah mau habis. Menunda-nunda pergi haji padahal kesehatan,
waktu, dan biaya ada. Menunda-nunda pergi shalat Jum'at dan lebih suka
barisan shalat yangpaling belakang. Waspadalah jika Anda berprinsip, datang
paling belakangan, pulang paling duluan. Ketahuilah, Rasulullah saw.

bersabda,"Masih ada saja segolongan orang yang menunda-nunda mengikuti
shaff pertama, sehingga Allah pun menunda keberadaan mereka di dalam
neraka."(Abu Daud, hadits nomor 679)

Allah swt menyebut sifat malas seperti itu sebagai sifat orang-orangmunafik.

"Dan, apabila mereka berdiri untuk shalat, mereka berdiri dengan malas."Jadi,
hati-hatilah jika Anda merasa malas melakukan ibadah-ibadah rawatib, tidak
antusias melakukan shalat malam, tidak bersegera ke masjid ketika mendengar
panggilan azan, enggan mengerjakan shalat dhuha dan shalat nafilah lainnya,
atau mengentar-entarkan utang puasa Ramadhan.

5. Ketika hati Anda tidak merasa lapang. Dada terasa sesak, perangai berubah,
merasa sumpek dengan tingkah laku orang di sekitar Anda. Sukamemperkarak
an hal-hal kecil lagi remeh-temeh. Ketahuilah, Rasulullah saw. berkata, "Iman itu adalah kesabaran dan kelapangan hati."(As-Silsilah Ash-Shahihah, nomor 554)

6. Ketika Anda tidak tersentuh oleh kandungan ayat-ayat Al-Qur'an. Tidak
bergembira ayat-ayat yang berisi janji-janji Allah. Tidak takut dengan ayat-
ayat ancaman. Tidak sigap kala mendengar ayat-ayat perintah. Biasa saja
saat membaca ayat-ayat pensifatan kiamat dan neraka. Hati-hatilah, jika Anda
merasa bosan dan malas untuk mendengarkan atau membacaAl-Qur'an.

Jangan sampai Anda membuka mushhaf, tapi di saat yang samamelalaikan
isinya. Ketahuilah, Allah swt. berfirman, "Sesungguhnya orang-orang yang
beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka,
dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka
(karenanya),dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal." (Al-Anfal:2)

7. Ketika Anda melalaikan Allah dalam hal berdzikir dan berdoa kepada-Nya.
Sehingga Anda merasa berdzikir adalah pekerjaan yang paling berat. Jika
mengangkat tangan untuk berdoa, secepat itu pula Andamenangkupkan tangan
dan menyudahinya. Hati-hatilah! Jika hal ini telah menjadi karakter Anda.

Sebab, Allah telah mensifati orang-orang munafik dengan firman-Nya, "Dan,
mereka tidak menyebut Allah kecuali hanya sedikit sekali." (An-Nisa:142)

8. Ketika Anda tidak merasa marah ketika menyaksikan dengan mata kepala
sendiri pelanggaran terhadap hal-hal yang diharamkan Allah. Ghirah Anda
padam. Anggota tubuh Anda tidak tergerak untuk melakukan nahyi munkar.
Bahkan, raut muka Anda pun tidak berubah sama sekali.

Ketahuilah, Rasulullah saw. bersabda, "Apabila dosa dikerjakan di bumi, maka
orang yang menyaksikannya dan dia membencinya –dan kadang
beliaumengucapkan: mengingkarinya–, maka dia seperti orang yang tidak
menyaksikannya. Dan, siapa yang tidak menyaksikannya dan dia ridha
terhadap dosa itu dan dia pun ridha kepadanya, maka dia seperti orang
yang menyaksikannya." (Abu Daud, hadits nomor 4345).

Ingatlah, pesan Rasulullah saw. ini, "Barangsiapa di antara kalian yang melihat kemungkaran, maka hendaklah ia mengubah kemungkaran itu dengan tangannya. Jika tidak mampu, maka dengan lisannya. Kalau tidak sanggup,maka dengan hatinya, dan ini adalah selemah-lemahnya iman." (Bukhari,hadits nomor 903 dan
Muslim, hadits nomor 70)

9. Ketika Anda gila hormat dan suka publikasi. Gila kedudukan, ngebet tampil
sebagai pemimpin tanpa dibarengi kemampuan dan tanggung jawab. Suka
menyuruh orang lain berdiri ketika dia datang, hanya untuk mengenyangkan
jiwa yang sakit karena begitu gandrung diagung-agungkan orang.

Narsis banget! Allah berfirman, "Dan janganlah kamu memalingkan mukamu
dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi
dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang
sombong lagi membanggakan diri." (Luqman:18)

Nabi saw pernah mendengar ada seseorang yang berlebihan dalam memuji
orang lain. Beliau pun lalu bersabda kepada si pemuji, "Sungguh engkau telah
membinasakan dia atau memenggal punggungnya." (Bukhari, haditsnomor
2469, dan Muslim hadits nomor 5321)

Hati-hatilah. Ingat pesan Rasulullah ini, "Sesungguhnya kamu sekalian akan
berhasrat mendapatkan kepemimpinan, dan hal itu akan menjadikan
penyesalan pada hari kiamat. Maka alangkah baiknya yang pertama dan
alangkah buruknya yang terakhir." (Bukhari, nomor 6729)

"Jika kamu sekalian menghendaki, akan kukabarkan kepadamu tentang
kepemimpinan dan apa kepemimpinan itu. Pada awalnya ia adalah cela,
keduanya ia adalah penyesalan, dan ketiganya ia adalah azab hari kiamat,
kecuali orang yang adil." (Shahihul Jami, 1420).

Untuk orang yang tidak tahu malu seperti ini, perlu diingatkan sabdaRasulullah saw. yang berbunyi, "Iman mempunyai tujuh puluh lebih, atau enam puluh lebih cabang.
Yang paling utama adalah ucapan 'Laa ilaahaillallah', dan yang paling rendah adalah menghilangkan sesuatu yangmengganggu dari jalanan. Dan malu adalah salah satu cabang dari keimanan." (Bukhari, hadits nomor 8, dan Muslim, hadits
nomor 50)

"Maukah kalian kuberitahu siapa penghuni neraka?" tanya Rasulullah saw. Para sahabat menjawab, "Ya." Rasulullah saw. bersabda,
"Yaitu setiap orang yang kasar, angkuh, dan sombong." (Bukhari, hadits 4537,
dan Muslim, hadits nomor 5092)

10. Ketika Anda bakhil dan kikir. Ingatlah perkataan Rasulullah saw.ini, "Sifat
kikir dan iman tidak akan bersatu dalam hati seorang hamba selama-lamanya.
" (Shahihul Jami', 2678)

11. Ketika Anda mengatakan sesuatu yang tidak Anda perbuat. Ingat, Allahswt.
benci dengan perbuatan seperti itu. "Hai orang-orang yang beriman, mengapa
kamu mengatakan apa yang tidak kamu perbuat? Amat besar kebencian di sisi
Allah bahwa kamu mengatakan apa yang tiada kamu perbuat." (Ash-Shaff:2-3)
Apakah Anda lupa dengan definisi iman? Iman itu adalah membenarkan dengan
hati, diikrarkan dengan lisan, dan diamalkan dengan perbuatan. Jadi, harus
konsisten.

Bersambung ke bagian dua....

9/26/2012 09:16:00 AM | 0 komentar | Read More

Cukup Bagiku Allah

Written By Unknown on Monday, September 24, 2012 | 9/24/2012 12:43:00 PM

"KATA-KATA HIKMAH"

Saat kau merasa masalahmu semakin rumit dan sulit,
Allah selalu ada di sisimu ...

Saat kau merasa menyesal atas keputusan yang telah kau ambil,
Allah akan ada di sampingmu ...

Saat kau merasa tak ingin melanjutkan hidupmu ...
saat kau mulai tidak percaya terhadap kemampuanmu ...
saat kau mulai frustasi ...
saat kau tak ingin melakukan apa pun ...
saat kau mengalami kegagalan demi kegagalan ...
saat kau pulang dengan tangan kosong dari suatu urusan ...
saat kau tak mendapatkan apa yang diharapkan ...

Allah akan berada di pihakmu ...
Allah selalu ada bersamamu ...
Dia tak pernah meninggalkanmu ...

Kaulah yang mungkin pernah meninggalkan-Nya ...

Ingatlah, jangan pernah menyerah sedetik pun ...
Jangan pernah berputus asa dari rahmat-Nya ...
Berbaik sangkalah kepada-Nya ...
Berharaplah hanya kepada-Nya ...

Yakinlah, Dia akan memberi jalan keluar atas semua masalahmu ...
Percayalah, Dia akan memberi ketetapan terbaik atas hidupmu ...
Kau hanya perlu berikhtiar ...
Diiringi doa tanpa lelah ...
Lalu disempurnakan dengan bertawakal dan bersabar ...

Sungguh, Dia tak pernah mengabaikanmu ...

Mulai sekarang, berjanjilah kau akan mendekati-Nya ...
Mulai sekarang, berjanjilah kau akan membuang semua prasangka
burukmu ...
Mulai sekarang, berjanjilah kau tidak akan pernah berputus asa lagi ...

Keep spirit ...

Keep istiqomah.

9/24/2012 12:43:00 PM | 0 komentar | Read More

Misteri Keislaman Patih Gajah Mada dan Kerajaan Majapahit

Sebelum kelahiran negara-bangsa bernama Indonesia, sudah ada sebuah
kerajaan di nusantara yang hebat bernama Majapahit. Maka ingatan kita
langsung tertuju pada seorang Patih Gajah Mada yang terkenal dengan
“Sumpah Palapa”-nya. Ia berjanji tidak akan berhenti ber- lara-lapa atau
berpuasa, sebelum bisa mempersatukan seluruh kerajaan-kerajan di
Nusantara.

Sejarah yang dihubung-kaitkan dengan sastra merupakan suatu sudut
pandang seseorang yang pembuatnya, bahkan sangat sangat tergantung
dengan motivasisi pembuat itu sendiri. Hal ini berkaitan pula dengan
kepentingan masing-masing dalam membuat sejarah dan karya sastra
tersebut.

Mungkin ini pula yang terjadi dengan Majapahit, sebuah kerajaan
maha besar disuatu mandala masa lampau. Kekuasaannya
membentang luas hingga mencakup sebagian besar wilayah Asia
Tenggara sekarang.

Selama ini, upaya pemahaman karya sastra dan sejarah seakan
melupakan beragam bukti arkeologis, sosiologis dan antropologis yang
berkaitan dengan Majapahit yang jika dicerna dan dipahami secara arif
akan mengungkapkan fakta yang mengejutkan. Viddy AD Daery
sekarang sedang berencana menerbitkan novel PSD Misteri Gajah
Mada Islam , dan kalau saya baca draftnya itu, dalam novelnya, sang
penulis mencoba mematahkan pemahaman yang sudah berkembang
selama ini dalam khazanah sejarah masyarakat Nusantara.

Gajah Mada pada waktu pengangkatannya mengucapkan Sumpah
Palapa, yakni ia baru berhenti berpuasa “berlara-lapa” atau justru akan
menikmati palapa atau rempah-rempah yang merupakan kenikmatan
duniawi jika telah berhasil menaklukkan Nusantara. Kitab Pararaton
menyatakan, bahwa: “ Selama aku belum menyatukan Nusantara, aku
takkan menikmati palapa. Sebelum aku menaklukkan Pulau Gurun,
Pulau Seram, Tanjungpura, Pulau Haru, Pulau Pahang, Dompo, Pulau
Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, aku takkan mencicipi palapa. ”

Meskipun sejumlah orang yang meragukan sumpahnya, Patih Gajah Mada
memang hampir berhasil menaklukkan Nusantara. Bedahulu (Bali) dan
Lombok (1343), Palembang, Swarnabhumi (Sriwijaya), Temiang, Samudra
Pasai, dan negeri-negeri lain di Swarnadwipa (Sumatra) telah ditaklukkan.
Lalu Pulau Bintan, Tumasik (Singapura), Semenanjung Malaya, dan sejumlah
negeri di Kalimantan seperti Kapuas, Katingan, dan Sampit.
Penelitian LHKP Muhammadiyah Yogyakarta

Banyak pula yang bertanya, apakah memang Gajah Mada beragama Islam?

Viddy AD Daery tidak mengulas hal itu dalam Novelnya secara langsung,
melainkan menyisipkan dalam beberapa dialog para pelaku utama dalam
novel, namun menarik juga untuk merujuk kepada penelitian dan kajian
Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) Pengurus Daerah
Muhammadiyah Yogyakarta telah melakukan kajian ulang terhadap sejarah
Majapahit.

Hasil kajian tersebut diterbitkan dengan judul Kesultanan Majapahit, Fakta
Sejarah Yang Tersembunyi . Hasil penelitian tersebut menyimpulkan, bahwa;

1. Telah ditemukan koin emas Majapahit yang bertuliskan kata-kata ‘La Ilaha
Illallah,  Muhammad Rasulullah’.

2. Batu nisan Syaikh Maulana Malik Ibrabim (Sunan Gresik) terdapat tulisan yang
menyatakan bahwa beliau adalah seorang Qadhi (hakim agama Islam)
kerajaan Majapahit.

3. Lambang kerajaan Majapahit berupa delapan sinar matahari dengan beberapa
tulisan arab yakni Sifat, Asma, Ma’rifat, Adam, Muhammad, Allah, Tauhid dan
Dzat.

4. Raden Wijaya pendiri kerajaan Majapahit besar kemungkinan seorang muslim.
Beliau adalah cucu dari Prabu Guru Dharmasiksa, seorang Raja Sunda
sekaligus ulama Islam Pasundan. Sedangkan neneknya merupakan seorang
muslimah keturunan penguasa Kerajaan Sriwijaya.

5. Patih Gajah Mada sebagai Patih kerajaan Majapahit yang terkenal dengan
Sumpah Palapa juga seorang muslim. Nama aslinya adalah Gaj Ahmada.
Setelah mengundurkan diri dari kerajaan, Patih Gaj Ahmada lebih dikenal
dengan sebutan Syaikh Mada oleh masyarakat sekitar. Pernyataan ini
diperkuat dengan bukti fisik yaitu pada nisan makam Gajah Mada di Mojokerto
terdapat tulisan ‘La Ilaha Illallah Muhammad Rasulullah’.

6. Bahwa pada 1253 M, tentara Mongol pimpinan Hulagu Khan menyerbu
Baghdad. Timur Tengah pun berada dalam situasi konflik yang tidak menentu.
Terjadilah eksodus besar-besaran (pengungsian) kaum muslim dari Timur
Tengah. Mereka menuju kawasan Nuswantara (atau Nusantara) yang kaya
akan sumber daya alamnya. Mereka menetap dan melanjutkan keturunan yang
sebagian besar nantinya menjadi penguasa kerajaan-kerajaan di nusantara,
termasuk kerajaan Majapahit.

Fakta tersebut menjelaskan, bahwa Gajah Mada dan Kerajaan Majaphit besar
kemungkinan sudah menganut agama Islam. Bukti koin emas yang
merupakan sebuah alat pembayaran resmi yang berlaku di sebuah wilayah
kerajaan, maka sungguhlah mustahil jika dikatakan bahwa sebuah kerajaan
Hindu memiliki koin yang bertuliskan kalimah Tauhid, sebagaimana juga batu
nisan yang menandakan bahwa Agama Islam merupakan agama resmi
kerajaan tersebut. Tidak pula mungkin, sebuah kerajaan non Muslim
menggunakan lambang resmi bertuliskan kata-kata arab dan Al Quran.

Selain itu, meskipun Raden Wijaya bergelar Kertarajasa Jayawardhana
(bahasa sansekerta), hal ini tidak lantas menjadikan seseorang itu otomatis
pemeluk Hindu. Gelar seperti ini masih digunakan oleh raja-raja Muslim Jawa
zaman sekarang seperti Hamengkubuwono dan Paku Alam. Kerajaan
Majapahit mencapai puncak keemasan pada masa Patih Gaj Ahmada,
bahkan kekuasaannya sampai ke semenanjung Melayu (Malaka/Malaysia).

Membaca (draft) novel Misteri Gajah Mada Islam karya Viddy, kita seolah-
olah terlibat dengan masa lalu pada sebuah kerajaan yang dibingkai dalam
warna kemegahan dan kekuatan penyebaran Islam. Viddy AD Daery berhasil
membawa pembacanya hanyut dalam dialog, gerakan dan tingkah-laku
tokoh dalam novelnya. Sebagai pembaca kita dibawa ke masa lalu yang
megah dengan kekuatan agama Islam sungguh-sungguh ditonjolkan. Paling
tidak, pembaca akan mempunyai kekuatan diri tentang penyebaran dan
ketaatan penganut agama Islam.

Oleh: Ahada Wahyusari, Tanjung Pinang – Kepri
Dosen Universitas Maritim Raja Ali Haji

Rujukan:
Agus Aris Munandar. 2010. Gajah Mada Biografi Politik. Komunitas Bambu:
Jakarta.
Bambang Sumadio. 1984. Sejarah Nasional Indonesia II: Jaman Kuna. Balai
Pustaka: Jakarta.
Hall, D.G. 1988. Sejarah Asia Tenggara. (Terjemahan I.P.Soewarsha). Usaha
Nasional: Surabaya.
Muhammad Yamin. 1977. Gajah Mada; Pahlawan persatuan Nusantara. Balai
Pustaka: Jakarta.
Slamet Mulyana. 1979. Nagarakrtagama dan Tafsir Sejarahnya. Bhratara
Karya Aksara: Jakarta.

Rep/Red: Farid Zakaria

Sumber : fimadani dot com

9/24/2012 07:23:00 AM | 0 komentar | Read More

Memetik Hikmah dari Setiap Kejadian

Written By Unknown on Friday, September 21, 2012 | 9/21/2012 09:28:00 PM

Memetik Hikmah dari Setiap Kejadian

REPUBLIKA.CO.ID
Oleh: Hannan Putra Lc

Orang yang cerdas lagi kreatif dapat mengubah kerugian
menjadi keuntungan. Sedang orang yang bodoh lagi nervous
akan membuat suatu musibah yang menimpa diri menjadi dua
musibah, ibarat pepatah “sudah jatuh tertimpa tangga pula.”

Rasulullah SAW diusir dari Makkah. Ternyata di Madinah, beliau dapat
mendirikan sebuah negeri yang memenuhi lembaran sejarah keberhasilan dan
kecemerlangannya.

Ahmad bin Hambal dipenjara dan dihukum cambuk, setelah itu jadilah ia
pemimpin ulama sunnah.

Ibnu Taimiyah dipenjara, namun setelah keluar dari tahanannya ia menjadi
seorang ulama.

Al-Sarkhasi disekap di dasar sumur yang tidak dipakai lagi. Di sanalah ia dapat
menulis dua puluh jilid buku dalam ilmu fiqih.

Ibnu Atsir menghabiskan masa pensiunnya menulis Kitab Jam’ul Ushul dan An-
Nihayah yang keduanya merupakan kitab Hadits yang paling terkenal dan
paling bermanfaat.

Ibnul Jauzi diasingkan dari Baghdad, ia pun memanfaatkan waktu itu dengan
menulis tajwid tentang Qiroat Sab’ah.

Malik bin Raib terserang demam yang membawa kepada kematiannya, maka
dalam masa sakitnya itu ia menggubah qasidahnya yang indah lagi terkenal di
kalangan semua orang, sehingga ketenaran dan keindahannya memadai
diwan-diwan para penyair kondang pada masa pemerintahan Khalifah
‘Abbasiyyah.

Demikian juga Abu Dzuaib Al-Hudzali (penyair jahiliyyah) ketika kelima
anaknya meninggal dunia di Madinah. Ia terus meratapinya dengan
menuangkan eposnya tersebut dalam suatu qasidah yang membuat dunia
mendengarkannya penuh perhatian, banyak orang terperangah kagum akan
keindahannya, dan sejarah mengacungkan jempol kepadanya.

Masih banyak lagi contoh inspiratif yang terjadi diberbagai belahan dunia ini
jika kita mau mengambil ibrah. Kadangkala, Jika kita terbentur suatu musibah,
kita larut dalam musibah tersebut tanpa melihat sisi cerahnya.

Ibaratnya, jika kita dapati segelas minuman lemon, bubuhkanlah padanya
sesendok gula. Jika kita diserang seekor ular, ambil saja kulitnya yang
berharga dan buanglah yang lainnya. Atau jika disengat oleh kalajengking,
ketahuilah bahwa racunnya mengandung serum yang ampuh untuk melawan
racun ular berbisa.

Demikianlah orang cerdas yang mampu mengadaptasikan dirinya dengan
lingkungan yang keras agar ia dapat mengeluarkan darinya buat kita bunga
mawar dan bunga melati yang indah lagi harum.

Sebagaimana Firman Allah SWT, “Boleh jadi kalian membenci sesuatu, padahal
itu lebih baik bagi kalian. ”(QS Al-Baqarah: 161).

Kerajaan Prancis sebelum masa revolusinya yang dahsyat pernah menahan
dua orang penyair ulung mereka, salah seorangnya bersifat optimistis, sedang
yang lain bersifat pesimistis. Keduanya mengeluarkan kepalanya masing-
masing dari jendela penjara.

Adapun yang bersifat optimistis, maka ia menatapkan pandangannya ke arah
bintang-bintang, lalu tertawa, sedang yang pesimistis memandang ke bawah
melihat tanah yang ada di jalan sebelah penjaranya, lalu menangis.

Pandanglah sisi lain dari tragedi yang menimpa diri, karena sesungguhnya
keburukan yang murni itu tidak ada ujudnya. Bahkan yang ada di sana adalah
kebaikan, penghasilan, kemudahan, dan pahala.

9/21/2012 09:28:00 PM | 0 komentar | Read More

Antara Kasihan dan Empati

Written By Unknown on Sunday, September 2, 2012 | 9/02/2012 08:19:00 PM

Antara Kasihan dan Empati

Oleh : Sugar Rolays    

Teman Atau Sahabat

Seorang sahabat begitu depresi berat setelah badai masalah menerjangnya dari berbagai penjuru. Tiba-tiba mendung menenggelamkan wajah cerianya. Hati yang dulu seluas samudera, kini bagai telaga kering tak bermata air. Sorot mata elangnya berganti pandangan kosong tanpa harapan. Ia memenjarakan (dipenjarakan?) diri dalam labirin sempit tiada cahaya.

Dan....  Satu persatu sahabat pergi makin menambah perihnya hati. Ya, derita telah sampai pada titik puncak didihnya!  Itulah bagian dari gurat takdir yang harus dia perankan. Entah apa yang sedang direncanakan pencipta langit kevpadanya. Yang jelas tak ada yang salah dengan rencana-NYA, mutlak benar!

Ah... bukankah dalam kondisi seperti ini kematian adalah jalan keluar paling menggiurkan? Begitulah setan membisiki hatinya. Selalu begitu, lihai memainkan peran sebagai musuh abadi. Teramat sabar menguntit jiwa-jiwa rapuh dan menelikungnya tanpa ampun. Berbagai jurus mematikan dan siasat licik seolah menjadi nafas mereka. Kawan... belajarlah kesabaran sekalipun itu dari setan. 

Untung.... di sela gulita hatinya, masih terselip setitik iman yang menegur saudaraku ini bahwa ada hidup sesudah mati, abadi. Dan ada pertanggungjawaban di sana nanti.  Di sudut jiwa lainnya ada harap begitu kuat, para sahabat datang membawa obat. Keluh kesah biar tertumpah. Gelap hati biar tersinari. Namun waktu yang berlalu mencipta jurang dan menghapus namanya dari ingatan para sahabat. "Wahai... aku terjepit di antara hidup dan mati" jeritnya kepada sunyi. Oh... pantas saja Adam tak ingin sendiri. Apa artinya bertahta dalam sepi ? Hingga akhirnya Adam dihadiahi Hawa. "Dan aku ?" dalam gundah dia bertanya sepenuh iri. Seolah lupa bahwa Hawa tercipta setelah kesabaran Adam telah purnama. 

Sebenarnya sangat sederhana harapannya kepada para sahabat. Cukup hanya kunjungan mereka saja itu telah menjadi obat, bukan yang lain. Bukan yang lain ? Tidak juga. Doa. Ya, ia juga membutuhkan doa-doa para sahabatnya. Tentu saja ia masih ingat tentang betapa dahsyatnya kekuatan doa. 

Datanglah... berjabat tangan, basa-basi satu dua kata lalu pulang. Itupun sudah cukup menenangkan. Atau kalau memang terlalu sibuk 24 jam nonstop mengurus negara, setidaknya sms pun bolehlah. Masak iya masih juga enteng mengelak : "Aku gak punya pulsa-aa...." 

Ini adalah kerumitan yang sederhana. Keinginannya untuk ditemani sama kuatnya dengan keinginannya untuk menyendiri. Begitulah hasil karya dari hati yang gulana: membuat otak korslet! 

Seandainya saat itu dia sudah tahu bahwa berharap pada makhluk itu adalah kebodohan...
Seandainya dia pun telah tercerahkan tentang pentingnya berharap HANYA pada Allah...
Seandainya... hem.. bahkan berandai-andaipun itu sebuah ketololan !! 

Walau demikian, setitik keadilan Tuhan mewujud dalam bentuk percikan hikmah. Memang hanya setitik, sepercik. Namun cukup membasahi urat kedewasaan dan membuatnya bertumbuh. (begitulah... terkadang datangnya hikmah itu sepercik demi sepercik dari lautan hikmah yang Dia miliki).

Ya, saat itulah nama-nama sahabatnya terpilah menjadi dua bagian di hatinya :
- Satu bagian tetap istimewa, terukir indah sebagai: SAHABAT, dan...
- Satu bagian lagi terpaksa turun derajat menjadi: HANYA TEMAN BIASA. 

 Insya Allah bersambung...... 

Teman dan Seonggok Rasa Kasihan 

Sahabat Empatinya Dahsyat


_______________________________________________________________________________

PENTING !!! 

Pahala sedekah HANYA dengan KLIK dan SHARE !

Syawal adalah bulan peningkatan.. Jika Anda ingin bersama-sama mendapatkan pahala sedekah maka tak ada alasan untuk menolak meng-KLIK link ini dan tentu saja juga men-SHARE ke sahabat-sahabat Anda. Apa alasannya ??? Karena link artikel ini
sedang diikutkan lomba SEO BLOG CONTEST dengan hadiah total 16 juta. Kabar baiknya jika menang juara berapapun maka 50% akan DI-SEDEKAH-KAN !! Ini beneran dan tidak main-main. Karena memang kita sedang belajar berjual beli dengan Allah.... yang pahalanya? Anda pasti lebih paham :-)
Mari bersama meraih pahala semudah meng-klik dan men-share link ini....
http://rolays.blogspot.com/2012/08/lakucom-belanja-online-grosir-eceran.html

_______________________________________________________________________________


9/02/2012 08:19:00 PM | 0 komentar | Read More