Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Translate This Blog

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

SAYA SEDANG FUTUR

Written By Sugar Sugiyarto on Thursday, April 12, 2007 | 4/12/2007 10:21:00 AM

SEMOGA BERMANFAAT (Di jiplak dari email seorang sahabat)

"Ukhuwah adalah perpaduan hati dan ruh dengan aqidah. Aqidah merupakan tali pengikat yang paling kuat dan tinggi. Ukhuwah adalah pasangan iman, sedangkan berpecah-belah adalah pasangan kekufuran. Kekuatan utama berpangkal pada kekuatan persatuan. Persatuan tak kan terwujud tanpa cinta. Tingkat cinta yang paling rendah adalah kedamaian hati, dan yangpaling tinggi adalah mendudukan orang lain lebih tinggi dari diri sendiri (itsar). (Hasan Al Banna, Risalah dakwah)

Assalamu'alaikum...

Saya ini sedang futur,
Terbukti dengan ogah-ogahan datang ke pengajian tiap pekan dengan alasan klasik kuliahlah, lelahlah, kerjalah, sibuklah, inilah, itulah.....

Saya ini sedang futur,
Jarang baca buku tentang Islam, lagi demen baca koran. Dulu tilawah tidak pernah ketinggalan, sekarang satu lembar udeh lumayan. Tilawah sudah tidak berkesan, nonton layar emas ketagihan.

saya ini sedang futur,
Mulai malas sholat malam, jarang bertafakkur ba'da shubuh, kanan kiri salam, lantas kembali mendengkur. Apalagi waktu libur, sampai menjelang dzuhur.

Saya ini sedang futur,
Lihat perut semakin buncit, karena junkfood dan pangsit. Kalo infaq mulai sedikit dan mulai pelit apalagi shaum sunnah, perut rasanya ogah.

Saya ini sedang futur,
Tak lagi pandai bersyukur, seneng disanjung, dikritik murung.

Saya ini sedang futur,
Malas ngurusin da'wah, rajin bikin ortu marah. Sedikit sekali muhasabah, sering kali mengghibah.

Ya..saya memang sedang futur mengapa saya futur......???
Mengapa tidak ada satu ikhwah pun yang menegur dan menghibur??
Kenapa batas-batas mulai mengendur??
Kepura-puraan, basa basi dan kekakuan subur??
Kenapa di antara kita sudah tidak jujur??
Kenapa ukhuwah di antara kita sudah mulai luntur??
Kenapa di antara kita hanya pandai bertutur??

Ya Allah........
Berikan hambaMu ini pelipur agar saya tidak semakin futur. Apalagi sampai tersungkur...

Kamu tau saya lagi futur?
Sedikit dzikir, banyakan tidur, belajar ngawur, IP pun hancur.
Shohib- shohib kagak ada yang negur.

Kamu tau saya lagi futur?
Hati beku, otak ngelantur mikirin orang se-dulur, diri sendiri kagak pernah ngukur.

Kamu tau saya sekarang seneng duduk di kursi goyang.
Perut kenyang, hati melayang.
Mulut sibuk ngomongin orang, aib sendiri nggak kebayang.

Kamu tau saya bengal.
Bangun malem sering ditinggal, otak bebal banyak mengkhayal, udeh lupa yang namanya ajal.

Kamu tau saya begini udah sok tau,
Seneng dipuji, ngomong sok suci kayak murrabi, kagak ngaca diri sendiri.

Kamu tau saya gegabah,
Petantang petenteng merasa gagah, diri ngaku 2x ikhwah.
Kalo mo muhasabah, diri ini nggak beda sama sampah.

Kamu tau saya sekarang udah kalah di medan perang,
Ane pengen pulang kandang, ke tempat ane dulu dateng.

Hikmah :
Buat semua saudaraku....
Kunjungilah saudaramu, tengoklah dia barang sebentar....
Mungkin keimanannya sedang berada diujung tanduk.
Mungkin keimanannaya sedang dipertaruhkan..
Raihlah dia, rengkuhlah dia, ajaklah dia bersama melihat terbitnya fajar kebangkitan Islam.
Ajaklah dia bersama menuju cinta NYA, menuju surgaNYa, menuju ampunan NYA.
Janganlah sibuk dengan diri sendiri, pedulilah dengan sekelilingmu, pedulilah dengan mereka yang mengharap datangnya secercah cahaya.
Jadilah orang yang bermanfaat untuk orang-orang disekitarmu.


==============================================
Mau SWAKONSUMSI PULSA MURAH klik di sini !
Mau BONUS PULSA GRATIS klik di sini !
==============================================

4 komentar:

Anonymous said...

segala harus berproses, layaknya sebuah masakan. semua berasal dari berbagai bahan dan bumbu-bumbuan, tapi setelah diracik dan diolah menjadilah sepiring makanan yang menggoyangkan lidah. begitu pula iman harus ada haru biru di dalamnya.

Rohsna La Afiys said...

"Ah...andai derita datang sebagai guru akankah diri sanggup menahan pedihnya ?" tanya seorang sahabat saat badai menghantam jiwanya. Dan inilah jawabnya, batinku memekik girang saat kubaca comment di atas. Terima kasih sahabat.

augo said...

iya neh.. futur gara2 lama ngnggur... pdhl hrs nya gak gini. gak ada kerjaan justru makin banyak beribadah... ini malah korelasi sempurna. futur saat nganggur. pas lagi sibuk malah lupa ama ibadah... haaaaaaaaaaaaaaaahhhhhh........

Rohsna La Afiys said...

Iya Kang Augo hidup selalu penuh dengan problema ya. Barangkali nasyid ini cocok untuk sedikit membangkitkan kembali semangat kita. Kita senandungkan bareng ya :
"HADAPILAH HIDUP DENGAN INDAH
WALAU KADANG KAU MERASA RESAH
JALANILAH DAN TABAH..."
Oh ya, alamat email or blog ada ga? ditunggu ya...

Post a Comment

Salam hangat....
Komentar anda adalah tanda jabat erat persahabatan di antara kita.