Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Translate This Blog

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

MENSYUKURI KEGAGALAN MENUJU KETAWAKALAN

Written By Sugar Sugiyarto on Tuesday, June 7, 2011 | 6/07/2011 12:37:00 AM

OLEH : ROHSNA LA 'AFIYS

"Kegagalan demi kegagalan yang bertubi menghujaniku,
tak seperti kegagalanku kali ini.
Kawan..... 
Percayakah kalau kukatakan aku mensyukuri kegagalanku kali ini ?
Benar kawan, 
Kegagalan kali ini berasa madu, 1000 X MADU !
Mata pun berkaca-kaca. Namun ini adalah wujud ekspresi BAHAGIA.
Betapa aku semakin dewasa,
Betapa aku semakin memahamiNYA."
Begitulah........
Sahabat remajaku menutup kisah panjangnya tentang masalah klise anak ABG yang beranjak dewasa dengan begitu memesona,
...............Pemahaman tentangNYA................
Ah, anak sekecil itu,
................LUAR BIASA !

 ********

Kecewa saat harapan tak terwujud ?
               MANUSIAWI  
Kecewa kala ikhtiar tak berbuah ?
               LUMRAH
Atau putus asa ketika doa belum terjawab ?
               ITU BIASA TERJADI
Apakah kekecewaan dan putus asa bisa merubah kegagalan menjadi kesuksesan? Tentu tidak!
Lantas apa yang sebaiknya harus dilakukan? Hemmm....pertanyaan bagus kawan.
Memang bukan hal yang mudah. Karena setelah detik berganti dan kegagalan menjadi masa lalu yang terprasastikan, telah menunggu tugas berat untuk segera dihadapi dan diselesaikan dengan baik. Ialah menata hati agar pasrah dan ikhlas atas ujian kegagalan itu. Yang tak kalah penting adalah menurunkan ego yang mungkin telah membubung menuju langit dan memaksanya untuk berintrospeksi. Mengajak nurani berdiskusi tentang (lautan) hikmah yang terkandung dalam ujian kegagalan tersebut.
Adakah langkah yang kurang terarah ?
Adakah ucapan yang membuat sakit hati orang ?
Adakah prasangka buruk yang justru membuat diri sendiri terpuruk ?
Adakah riya dan ujub yang mengundang Alloh menurunkan teguran sebagai wujud cintaNYA ?
Adakah akhlak berinteraksi sosial kita yang tidak nyunah ?
Adakah ketidakikhlasan atas takdir NYA ?
Adakah ...........................

Kawan,
Bukankah pada hakekatnya kegagalan itu tiada? Karena yang ada hanyalah sukses yang tertunda ! Dan dalam penundaan itu terkandung pelajaran berharga melebihi harta sepenuh dunia.

Sementara Sang Maha Perkasa, mempunyai hak prerogratif untuk menyempitkan maupun melapangkan rejeki hambaNYA.
Dan di sinilah kita, hamba yang hina ini, dituntut untuk memahami sekaligus mengamalkan makna ayat FAIDZA AZZAMTA FATAWWAKKAL 'ALALLOH - Jika tekad telah bulat maka bertawakkal kepada Alloh saja kesudahannya. (Tentang ayat ini ada kisah menarik yang akan kuceritakan dalam artikel berikutnya).

Kawan,
Derajat tinggi seseorang bukan dilihat dari seberapa banyak hasil yang di dapat atas ikhtiarnya,
Namun derajat tinggi apalagi di sisi Alloh ta'ala lebih dinilai dari rentetan proses AWAL-TENGAH-AKHIR sebuah ikhtiar yang terkait satu sama lain dan membentuk sebuah hasil akhir.
Sudahkah cara dan penyikapan dalam berproses tersebut sesuai dengan petunjuk Nabi SAW ?
Yang tak kalah penting sebagaimana telah disinggung di muka adalah adanya pelajaran mahal yang tak ternilai oleh apapun dibalik setiap kegagalan.
Agar kita lebih berhati-hati dalam melangkah,
Agar kita lebih bijak dalam berkata-kata,
Agar kita lebih mengedepankan baik sangka (kepada diri sendiri,orang lain,keadaan,bahkan kepada Tuhan),
Agar kita lebih berendah hati kepada sesama,
Agar akhlak kita benar-benar merupakan cerminan akhlak Rasullulah tercinta, (Bukankah Rasul diutus untuk menyempurnakan akhlak?)
Agar apapun takdir Alloh atas kita mampu kita sikapi dengan ikhlas dan tawakal,
Agar.................

" Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang,
Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam,
Maha Pemurah lagi Maha Penyayang,
Yang menguasai di Hari Pembalasan,
Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan,
Tunjukilah kami jalan yang lurus,
(yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri ni'mat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.
Amiin"

AL FATIHAH : 1-7


07 JUNI 2011
00.35 WIB

0 komentar:

Post a Comment

Salam hangat....
Komentar anda adalah tanda jabat erat persahabatan di antara kita.