Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Translate This Blog

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Materi 02: Rahasia Terbesar di Dunia Penulisan

Written By Sugar Sugiyarto on Monday, April 2, 2012 | 4/02/2012 10:32:00 AM

Materi 02
Newsletter Pintar Menulis
dalam 9 Minggu


Rahasia Terbesar di Dunia Penulisan
Oleh: Jonru
www.jonru.net

Bila Anda sedang membaca tulisan ini, Selamat! Sebab Anda adalah PENULIS YANG HEBAT!
Tahukah Anda, pertanyaan apa yang paling sering diajukan oleh para penulis?
Ya, betul!
Pertanyaan-pertanyaan seputar ide tulisan, bagaimana caranya agar tidak mentok ketika menulis, bagaimana cara mengembangkan ide tulisan, dan seterusnya.
Banyak penulis yang bingung ketika harus memulai menulis. “Apa yang pertama kali harus saya tulis?”
Banyak pula yang sudah punya ribuan ide di kepala, tapi tetap bingung bagaimana harus menuangkannya ke dalam tulisan.
Apakah Anda juga mengalami hal seperti itu?
Saya yakin, setiap penulis PERNAH mengalaminya.
Karena itulah, tulisan ini saya beri judul “Rahasia Terbesar Dunia Penulisan”.
Sebab kiat yang akan disampaikan di sini, berhubungan erat dengan PERTANYAAN TERBESAR tadi.
Bagaimana caranya agar kita lancar dalam menulis? Bagaimana caranya agar tidak mentok lagi?

* * *

Oke, saya akan beberkan RAHASIA TERBESAR tersebut. Saya menyebutnya sebagai RAHASIA TERBESAR, karena ini adalah salah satu kunci sukses Anda untuk mewujudkan impian menjadi penulis sukses.
RAHASIA SUKSES TERSEBUT adalah:
Otak kanan dulu, baru otak kiri
“Apa maksudnya?”
Begini:
Otak kanan adalah otak yang penuh kreativitas, suka spontanitas, kebebasan sebebas-bebasnya, dan tak peduli pada aturan apapun. Sementara otak kiri adalah otak yang suka menganalisis, berpikir, dan mempertimbangkan banyak hal.

Nah, banyak orang yang sulit dalam menulis, bingung harus mulai dari mana, bahkan mandeg dalam menuangkan ide. Tahukah Anda apa sebabnya? Tak lain dan tak bukan karena mereka memulai menulis dengan otak kiri. Mereka menulis dengan penuh pertimbangan, penuh analisis, banyak berpikir, sehingga tulisan mereka tak jadi-jadi, bahkan kemungkinan besar belum mulai-mulai juga.

Yang lebih tragis, mereka telah mendapatkan (membaca atau mendengar) banyak TEORI DAN KIAT PENULISAN. Teori-teori tersebut memenuhi otak kiri dan menghantui proses kreatif mereka dalam menulis. Akibatnya, setiap kali mulai menulis, teori-teori tersebut terus-menerus menghantui mereka. Mereka pun semakin banyak berpikir, semakin banyak pertimbangan, semakin banyak analisis.
“Apakah tulisan yang saya buat ini sesuai dengan teori A? Apakah tulisan in tidak bertentangan dengan teori B? Apakah tulisan saya ini ada landasan teorinya?”

Hm... ketahuilah sahabatku:
Bila Anda mulai menulis dengan cara seperti itu, percayalah bahwa Anda tak akan pernah berhasil membuat satu tulisan pun!
Karena itulah, Anda perlu menerapkan rahasia terbesar yang saya tulis di atas:
“Otak kanan dulu, baru otak kiri”
Maksudnya:
Mulailah menulis dengan penuh kebebasan. Jangan hiraukan teori apapun. Tuangkan semua ide Anda secara bebas, semau-mau Anda, sesuka-suka Anda. Jangan pikirkan apapun kecuali satu hal: “Pokoknya tulisan ini harus selesai!”

Nah, bila Anda mulai menulis dengan cara seperti itu, maka itu adalah langkah yang benar, karena yang pertama kali Anda gunakan adalah otak kanan Anda. Insya Allah, proses menulis Anda akan sangat lancar, tulisan Anda pun bisa selesai dalam waktu singkat.
Setelah tulisan selesai, silahkan istirahatkan otak kanan Anda. Sekarang saatnya beralih ke otak kiri. Biarkan dia bekerja. Ingatlah seabreg teori dan kiat penulisan yang telah Anda dapatkan.
Lalu mulailah berpikir:
-O, paragraf dua ini sepertinya agah aneh, deh.
-Kalimat yang ini kok tidak sesuai EYD?
-Penggambaran karakter tokoh yang saya buat kok tidak sesuai dengan teori “kiat membangun karakter tokoh” yang baru kemarin saya baca?
-Opini yang saya tulis kok terlalu lemah dan landasan teorinya kurang, ya? Apa perlu saya lengkapi lagi datanya?
-Dan seterusnya dan seterusnya.

Nah, ketika sedang menggunakan otak kiri inilah Anda bebas mengedit dan merevisi tulisan Anda. Permaklah ia sehingga lebih bagus, lebih berkualitas.

PANTANGAN TERBESAR:
Jangan biarkan otak kiri Anda ikut nimbrung ketika otak kanan Anda masih sibuk bekerja.
Dengan kata lain: Jangan mengedit atau merevisi tulisan Anda sebelum ia benar-benar selesai. Teruslah menulis sesuka Anda, dengan cara apapun yang Anda inginkan. Proses editing atau revisi baru boleh dikerjakan bila tulisan Anda sudah selesai. Bila Anda membiarkan otak kiri masuk ketika otak kanan sedang bekerja, percayalah bahwa itu akan menyebabkan proses penulisan Anda menjadi lambat, bahkan mungkin mandeg. Anda pun jadi bingung luar biasa.

Kesimpulannya:
Walau Anda memiliki banyak koleksi teori dan kiat penulisan, mohon agar menggunakannya secara tepat. Gunakan dia untuk otak kiri, bukan untuk otak kanan.
Percayalah! Otak kanan tidak membutuhkan teori apapun! Setiap kali mulai menulis, biasakanlah untuk menggunakan otak kanan Anda terlebih dahulu.
Inilah rahasia terbesar di bidang penulisan yang perlu kita ketahui bersama.
Semoga bermanfaat. Salam sukses!

Jonru

Artikel terkait :
- Materi 01: Motivasi Menulis (Penyakit Internal Penulis Pemula)

-Materi 03: Inilah CARA Menjadi Penulis

- Materi 04: Kapan Saat yang Tepat untuk Mulai Menulis?
- Materi 05: Status Penulis Pemula BUKAN Kutukan  
- Materi 06: Kiat Mengatasi Penyakit Malas Menulis  
- Materi 07: Cara Membuat Tulisan yang Berkualitas 
- Materi 08: Kiat agar Punya Banyak Ide dan Produktif Menulis 

0 komentar:

Post a Comment

Salam hangat....
Komentar anda adalah tanda jabat erat persahabatan di antara kita.