Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Translate This Blog

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Showing posts with label Anis Matta. Show all posts
Showing posts with label Anis Matta. Show all posts

33 TWIT PENJELASAN TIFATUL SEMBIRING TERKAIT MOBIL KADER PKS YANG DISITA KPK

Written By Unknown on Tuesday, May 14, 2013 | 5/14/2013 09:14:00 AM

MOBIL KADER DISITA, INI PENJELASAN TIFATUL SEMBIRING

Islamedia - Insya Allah setelah Isya sy akan kultwit ttg salah paham penyitaan mobil di kantor DPP PKS oleh petugas KPK. Moga berkenan menyimak...:D

1. Assalamu'alaikum wrwb, selamat malam tweeps sekalian. Semoga selalu dlm sehat dan semangat. Amien. Sy akan kultwit..☺ #HormatiProsesHukum

2. Pertama mengenai salah paham proses penyitaan mobil di DPP PKS oleh petugas KPK. Menurut sekuriti gedung petugas KPK tiba pkl 22.00 malam

3. Tapi menurut keterangan Johan Budi KPK tiba pukul 20.00 senin malam 6/5/2013. Jadi ada perbedaan 2 jam...

4. Menurut SG (sekuriti gedung) petugas tidak membawa surat penyitaan dan tdk jelas brp mobil dan mobil yg mana yg akan disita.

5. Ketika ditanyakan, petugas KPK menjawab "surat itu nanti saja, bisa menyusul". Menurut Johan Budi, petugas KPK membawa surat penyitaan.

6. Menurut SG, petugas KPK berucap "Gedung PKS inipun bisa kami sita". Mrk bersitegang SG tdk mau melepaskan mobil2 tsb. Lalu mobil disegel.

7. Pagi selasa 7/5 sy dpt info dr teman2, sy dalami. Berita2 ramai dg judul "PKS halangi penyitaan mobil2 milik LHI. #HormatiProsesHukum

8. Info teman2 di DPP PKS mobil yg mau dibawa 6, pdhl mobil LHI hanya 1 dan 1 lagi kend operasional DPP. 3 lg mlk kader #HormatiProsesHukum

9. Sy kontak Pak Johan Budi. Lalu sy kontak DPP PKS. Pernyataan AlMuzammil Yusuf-DPP, "Silakan sita mobil2 tsb, tapi buat berita acaranya"

10. Kesimpulan: Silakan disita mobil2 di gdg PKS yg diduga ada kaitan dg kasus LHI, tapi harus sesuai prosedur hukum. #HormatiProsesHukum

11. Kedua ttg Ahmad Fathanah (AF) yg memang jadi biang masalah yg mencoreng nama PKS. AF bukan kader, bukan pengurus PKS #HormatiProsesHukum

12. AF berteman dg Pak Luthfi Hasan Ishaq (LHI) sjk dulu. AF pernah masuk penjara th 2005, terbukti wanprestasi voucher dan palsukan ttd LHI

13. Info lain yg perlu diklarifikasi AF pernah di hukum di Thailand dan Australia. Stlh bebas AF kembali merapat kpd LHI #HormatiProsesHukum

14. AF memanfaatkan kedekatan dg LHI, diduga menjual nama LHI u/ dapatkan fee dan proyek2 u/ kepentingan pribadi. #HormatiProsesHukum

15. Kaitan AF dg bbrp wanita, itu adalah tanggung jawab pribadi AF. Diluar pengetahuan pengurus PKS. Dia bukan kader PKS #HormatiProsesHukum

16. Pernyataan isteri AF bu Septi, bhw AF bukan kader PKS. Ayu Azhari: AF menjanjikan kerjaan show. Vitalia: AF kasih mobil dan berlian

★★★★★★★★★★

INFO BISNIS TERBARU

★★★★★★★★★★

17. Dan wanita2 lain, terkait AF yg tidak ada hubungannya dg PKS. Kutipan media yg meng- ulang2 kata AF, LHI, Wanita2, terkesan satu kesatuan

18. Kesimpulan: AF bukan kader PKS, memanfaatkan LHI. Minta uang kpd Laguna, u/kepentingan pribadi. Yg tertangkap tangan adlh AF bukan LHI.

19. Jadi uang rp 1 Milyar itu tidak sampai ke LHI, disita KPK dr AF. Sy pernah komentar:"Kasus LHI bukan penyuapan, tp percobaan penyuapan"

20. Ketiga, kasus LHI dan saksi2: LHI ditahan dr DPP PKS sehari setelah AF ditangkap. KPK menyangka bhw uang dr AF akan diberikan kpd LHI

21. KPK menyangka bhw LHI menggunakan pengaruhnya di Kementan untuk dapatkan tambahan kuota import daging sapi. #HormatiProsesHukum

22. KPK menyangka LHI melalukan pencucian uang. Pengacara LHI, Pak Assegaf
bertanya:"Pencucian uang yg mana? Wong uangnya blm diterima!"

23. Cacian thdp PKS merajalela, gambar2 kartun di socmed menyerang PKS. Sejumlah saksi2 dipanggil, isu seksi bagi media #HormatiProsesHukum

24. Hadir: Mentan Suswono, Dirjen, mantan dirjen, Ridwan ptra KH Hilmi, Sekjen PKS, Bendum PKS, Jazuli, isteri LHI. Besok KH Hilmi Aminuddin

25. Hari senin 13/5 rencananya Presiden PKS Anis Matta. Adiknya Saldi Matta sudah. Tidak tahu siapa lg yg akan menyusul. #HormatiProsesHukum

26. Wajar kader2 dan pengurus PKS bertanya ttg keadilan hukum. Ada kasus sebesar rp 1,3 Trilyun (rp 1.300 milyar) 2thn baru jadi tersangka..

27. Dan ybs tidak ditahan. Tapi LHI kasusnya rp 1 Milyar, uang belum diterima. Langsung ditahan, digelandang malam2 dari kantor DPP PKS?

28. Semua orang sama posisinya dihadapan hukum, hanya kader2 bertanya, mengapa ada perlakuan yang berbeda #HormatiProsesHukum

29. Soal orang2 yg dipanggil KPK, orang awam kadang sulit membedakan mana tersangka mana saksi. Ada yg tanya apakah AF presiden PKS?..☺

30. PKS masih me-nunggu2 apa tuduhan thd LHI. Siapa sebenarnya yg salah. Semoga keadilan tetap tegak di negeri ini ... #HormatiProsesHukum

31. Sebagai partai dakwah, kami tetap meng-islah bangsa ini, PKS akan terus berjuang demi kebaikan dan kejayaan Indonesia. Tak peduli cacian

32. Setiap perjuangan pasti ada rintangan dan cobaannya. Insya Allah kader2 PKS tetap tegar. Hingga mencapai "Kalimatullah hiyal 'ulya"

33. Kita harus tetap #HormatiProsesHukum dinegeri yang kita cintai ini. Terimakasih atas kesabaran tweeps budiman tlh mengikuti kultwit ini.

★★★★★★★★★★

INFO BISNIS TERBARU

★★★★★★★★★★

5/14/2013 09:14:00 AM | 0 komentar | Read More

Dari Ariel-Luna Hingga Syahwat DPR

Written By Unknown on Wednesday, June 9, 2010 | 6/09/2010 01:15:00 PM

Oleh : Rohsna La 'Afiys
SAMA-SAMA HOT NEWS

Apa hot news dengan rating tertinggi sepekan terakhir ?
Tidak lain jawabannya adalah video mesum (mirip?) Ariel Peterpan dengan Luna Maya.
Lantas apa kaitannya dengan syahwat DPR ?
Apa wakil rakyat yang katanya terhormat itu juga ikut beramai-ramai beradegan syur kemudian merekam dan me(di)nyebarkannya ???
Jadi penasaran deh.......
Ingat dong Sob....
Dulu kasus yang sempat mencoreng gedung bundar itu pernah terjadi kan.
Itu tuuh politisi dari sebuah parpol besar berinisial YZ VS ME seorang artis papan luncur. He...hee...heee......
Nah lho....
Emang ada lagi ?
Siapa dong ?
Dari partai apa ???
Sama artis lagi ?????!!!
Jangan-jangan dengan Ariel juga !!

S-T-O-P !!!!!!!!!!!!!!!
Colling down, please...... 
Be positive!

Yang penulis maksud dengan syahwat DPR (selanjutnya tambah kata OKNUM di depan kata DPR atau kata yang searti ya ) dalam tulisan ini tidak ada kaitannya dengan dunia esek-esek itu.
Yaaa...gak hot dong bro.....
Tenang pren dijamin tetep hot kok. Buktinya berita itu menjadi headline news hampir di semua surat kabar nasional dan bersaing ketat dengan kehebohan AP VS LM.
Nah.... mulai nyambung kan. Alhamdulilah.
Syahwat DPR yang penulis maksud adalah syahwat egoisme ala koruptor kelas mbahnya kakap.
Kalo kata Slank yang sempat bikin gerah oknum AWAN (Anggota deWan) : UUD alias Ujung Ujungnya Duit.

MENYELINGKUHI "SANG KETUA"

Sang Ketua ? apaan tuh.....
Coba jawab pertanyaan di bawah ini dengan pelan-pelan saja soalnya kalo sambil teriak apa kata dunia : 
1. Siapa WAKIL rakyat ?
2. Siapa yang meWAKILi rakyat di gedung bundar ?
3. Siapa yang meWAKILi rakyat dan disebut anggota legislatif ?
Sudah tahu jawabannya kan !
Kalo mereka disebut WAKIL RAKYAT berarti ada KETUA nya kan.
Nah pertanyaan selanjutnya adalah siapa KETUA nya ?
KITA lah ketuanya,
RAKYAT .
R-A-K-Y-A-T  !
Kita sebagai Sang Ketua telah dengan berani hendak ditipu, dibodohi, diselingkuhi.
Maka sebenarnya kita juga punya hak menurunkan wakil-wakil nakal itu kapan saja sekehendak kita dengan cara apapun.
(Dengan cara apapun ? ngeri membayangkannya. Daripada jadi masalah tolong kata 'cara apapun' diganti dengan kata 'cara yang elegan' Insya Alloh terdengar lebih manusiawi).

Menurut Idrus Marham politisi dari Partai Golkar dalam obrolan pagi hari ini Rabu 9 Juni 2010 di TV ONE, dana yang sekian M itu bukannya dibagi-bagikan ke anggota DPR, bukan !
Politisi berlidah belut yang jurus-jurus silat lidahnya sukar dihentikan sang moderator ini,
mengatakan DPR tidak akan menyentuh sama sekali dana sekecil itu. DPR hanya berlaku sebagai pengawas atas kinerja pemerintah, karena nantinya dana aspirasi itu akan dikelola dan disalurkan oleh pemerintah.

Sampai di sini idealismenya lumayan berbobot, namun.................
Bukan rahasia lagi bahwa idealisme akan rontok segundul-gundulnya seiring lolosnya lobi-lobi yang beraroma kentut koruptor.
Dan lagi-lagi rakyat sebagai pemilik mandat alias Sang Ketua diselingkuhi dengan rapi.
Sehingga keadilan dicampakkan dan kesejahteraan bagi rakyat yang selama ini dikampanyekan hanya menjadi fatamorgana karena sebagian besarnya telah disunat dan membuncitkan perut anggota dewan bermental koruptor.

RONTOKKAN SYAHWAT POLITIK DENGAN IMAN

Namun demikian ada beberapa politikus yang memberikan komentar yang menyejukkan.
"Akhirnya, menurut kami (pimpinan dewan, Red), pengucuran dana ini berpotensi disalahgunakan anggota dewan," ujar Wakil Ketua DPR Pramono Anung di gedung parlemen, Senayan, Jakarta, kemarin (7/6) dalam wawancaranya dengan harian Jawa Pos.
Menurut dia, penyalahgunaan tersebut bisa dilakukan secara politis maupun dilandasi interes pribadi.

"Saya meyakini usul dana itu tidak mungkin digolkan, suara pimpinan saya yakin akan sama semua," tambah mantan Sekjen DPP PDI Perjuangan tersebut.

Sementara di tempat terpisah melalui situs berita Antara Sekretaris Jenderal PKS yang juga Wakil Ketua DPR, Anis Matta, menyatakan bahwa partainya siap beradu konsep dan argumentasi melalui diskusi terbuka mengenai perlu-tidaknya atau legal-tidaknya dana untuk dapil.

"Kalau Golkar tetap `ngotot` kita akan debat, adu argumentasi di Badan Anggaran atau komisi," katanya.
Menurut Anis, alasan dana aspirasi untuk pemerataan pembangunan justru akan kontradiktif dengan adanya kenyataan bahwa 60 persen anggota dewan berasal dari Pulau Jawa.
Karena itu, dana aspirasi tidak mungkin bisa memeratakan pembangunan, tapi malah akan menimbulkan kesenjengan sosial.

"Dapat dipastikan sekitar 60 persen dana tersebut akan mengalir ke Pulau Jawa. Padahal daerah luar Jawa seperti Maluku lebih memerlukan pembangunan. Kalau kasih dana double untuk luar Jawa juga enggak jelas konsepnya, ini juga akan menyuburkan percaloan anggaran," kata Anis.

Anis berpendapat, kengototan Partai Golkar sebenarnya berdasarkan niat yang baik.
Namun caranya yang salah. PKS menilai pemerataan pembangunan tidak bisa diselesaikan melalui dana aspirasi.

Dia mengatakan, dana pembangunan di Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara hanya sebesar 18 persen dari Rp1000 trilun. "Jadi APBN ini `slot` untuk pembangunan kecil, diotak-atik apa pun enggak akan bisa," kata Anis.

Wakil Ketua DPR ini berpendapat, jalan keluar dari rendahnya anggaran pembangunan adalah memperbaiki iklim investasi.
Caranya, pemerintah perlu membuat regulasi dan hubungan dengan negara-negara sumber invesasi menjadi lebih baik.

Ditanya bagaimana sikap PKS jika Golkar memaksakan kehendaknya melalui Sekretariat Gabungan Partai Koalisi, Anis menyatakan PKS akan tetap menolak.
Namun, PKS tetap membiarkan keinginan Golkar bergulir dan menghadangnya dengan adu konsep.

"Artinya pemikirannya (Golkar) salah kaprah. Jadi kalau mau perbaiki kita perbaiki konsep ini," kata Anis.

Maka tak bisa dipungkiri bahwa pengkawalan terhadap program-program yang selama ini masih belum maksimal hendaknya lebih dikedepankan.
Disamping penghapusan mental korup dari sebagian anggota dewan yang hakekatnya ada namun sukar disentuh. Seakan merekalah pemegang otoritas hukum itu sendiri sehingga hukum menjadi mandul (iya kali ya...)
Akhirnya keimananlah senjata pamungkas pemusnah koruptor yang paling manjur.
Karena ketika para pengambil kebijakan di negeri ini telah purnama keimanannya maka hukum Tuhan secara otomatis akan ditegakkan.
Kalau sudah begitu keadilan macam apa yang tidak bisa tegak?
Kesejahteraan rakyat pun dapat terwujud sempurna.
Menjadi negeri gemah ripah loh jinawi,
Toto titi tentrem kertaraharja,
Baldatun thayibatun wa rabbun ghaffur.
wallahu a'lam bishawab.

==============================================
Mau SWAKONSUMSI PULSA MURAH klik di sini !
Mau BONUS PULSA GRATIS klik di sini !
==============================================
6/09/2010 01:15:00 PM | 0 komentar | Read More