Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Translate This Blog

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Stress dan Depresi, Seberapa Berbahayakah?

Written By Sugar Sugiyarto on Friday, August 20, 2010 | 8/20/2010 01:50:00 PM

Sebelum meneruskan topic ini lebih lanjut ada baiknya kita luruskan beberapa pengertian yang salah di masyarakat mengenai definisi stress dan depresi.  Stress artinya tekanan, dalam hidup sehari-hari tak mungkin kita lepas dari yang namanya tekanan ini. Saat menghadapi deadline, saat mendekati ujian, kita kan mengalami yang namanya stress ini. Masalah akan timbul bila individu mempunyai daya tahan yang rendah terhadap stress, dalam kasus ini stress dapat berkembang menjadi depresi.

Depresi adalah dampak lebih lanjut dari tekanan yang tidak berhasil diatasi dan sudah mulai mengganggu kehidupan sehari-hari, mempengaruhi fungsi-fungsi tubuh, dan mempengaruhi kehidupan sosial seseorang.

Ciri Utama Depresi (sering disebut Trias Depresi)

a. Anhedonia
Sulit atau bahkan tidak dapat merasakan kesenangan, bahkan dari hal-hal yang dulu menjadi hobi berat individu tersebut.  

b. Anergia
Tubuh menjadi lemas, lesu, tidak bertenaga, kehilangan semangat dalam kegiatan sehari-hari

c. Afek depresif
Perasaan sedih, "hampa", lemah, tidak percaya diri, dsb

Selain itu terdapat pula gejala penyerta meliputi :
a. Konsentrasi dan perhatian berkurang
b. Harga diri dan kepercayaan diri berkurang
c. Gagasan tentang rasa bersalah dan tidak berguna
d. Pandangan tentang masa depan yang suram
e. Tidur terganggu
f. Nafsu makan berkurang
g. Gagasan atau ide untuk bunuh diri (pada bentuk yang lebih ringan bisa didapatkan tidak adanya rasa takut untuk mati)

Beberapa Kiat menghindari Depresi :

1. Dekatkan diri pada Tuhan  = Saya rasa tidak perlu dijelaskan lebih lanjut, semua pasti paham.

2. Ambil waktu untuk rekreasi, sesibuk apapun anda  = Manusia bukan mesin yang bisa dipacu tanpa henti, ada saat dimana anda harus beristirahat dan rekreasi untuk me "refresh" pikiran anda yang penat.

3. Berolahragalah  = Olahraga akan melepaskan Endorphine tubuh. Endorphine adalah morphine alami yang dihasilkan tubuh, mungkin dari sinilah asal peribahasa "men sana in corpora sano" berasal.

4. Bersosialisasi  = Salah satu yang memperberat dan dapat memicu depresi adalah perasaan sendirian, ditinggalkan, dan kesepian. Bersosialisasilah, anda akan tahu bahwa bukan hanya anda sendiri yang mempunyai masalah, dengan begitu anda akan bisa lebih bersyukur.

5. Berhentilah mendengarkan lagu-lagu sentimental  = Sepele dan jarang dibahas di textbook manapun, namun sering sekali di kamar maupun rumah korban bunuh diri ditemukan cd maupun kaset berisi lagu-lagu putus asa semacam Kurt Cobain.

Apakah anda memiliki salah satu atau beberapa gejala di atas? Waspadalah, segera cari bantuan. Depresi cenderung bertambah buruk tanpa adanya penanganan yang sesuai

Maslim, Rusdi. Diagnosis gangguan Jiwa. PPDGJ III.2003. Jakarta : Unika Atmajaya.

http://www.medicalera.com/

==============================================
Mau SWAKONSUMSI PULSA MURAH klik di sini !
Mau BONUS PULSA GRATIS klik di sini !
==============================================

0 komentar:

Post a Comment

Salam hangat....
Komentar anda adalah tanda jabat erat persahabatan di antara kita.