Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Translate This Blog

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Magnet Untuk Melawan Depresi

Written By Sugar Sugiyarto on Saturday, December 25, 2010 | 12/25/2010 11:43:00 AM



Tahukah Anda, depresi berat adalah penyakit serius, yang bila tidak segera ditangani dapat menyebabkan kematian. Dan tahukah Anda, stimulasi magnetik dapat menjadi obat mujarab dalam perawatan depresi ?




Depresi, gangguan kejiwaan yang menyebabkan 18 persen penderitanya akhirnya meninggal, sebagian besar karena bunuh diri. Duapuluh persen warga dunia barat diduga pernah mengalami fase depresi dalam hidupnya.
Seorang yang sedang mengalami depresi, dapat dilihat dari simptom psikis, fisik dan sosial yang khas. Simptom atau gejala adalah kumpulan perilaku dan perasaan yang sering, namun tidak selalu, muncul pada waktu yang bersamaan. Professor Thomas Schl„per, dosen Universitas Bonn yang menyelidiki penyakit depresi menjelaskan beberapa gejala pasien depresi:

Thomas Schleper: "Mereka sukar untuk merasa bahagia, konsentrasi gampang buyar. Gejala psikis tersebut sering disertai gejala fisik, misalnya penurunan berat badan atau sebaliknya, berat badan bertambah drastis. Simptom lainnya adalah gangguan pada pola tidur. Dan secara umum, motivasi dan produktivitas kerja berkurang. Biasanya pasien akan menjauh dari keluarga, mereka menarik diri dari lingkungan sosial dan pada akhirnya tidak dapat melakukan tugas dan pekerjaan mereka.?
Selain gejala di atas juga disebutkan simptom lainnya seperti rasa gelisah berlebihan, perlambatan gerakan motorik, perasaan tidak berguna dan gampang putus asa, gangguan seksual, serta munculnya pikiran tentang kematian dan bunuh diri.

Ada dua penyebab depresi, yang pertama adalah faktor biologis, termasuk faktor genetik, dan yang kedua adalah faktor psiko-sosial. Faktor biologis misalnya karena sakit, pengaruh hormonal atau depresi pasca-melahirkan. Sedangkan faktor psiko-sosial misalnya konflik pribadi atau interpersonal, masalah eksistensi atau masalah keluarga. Depresi, gangguan suasana perasaan atau mood sering dianggap sebagai masalah pribadi dan bukan sebagai penyakit.

Para pakar menilai depresi sebagai gangguan pada otak, yang harus mendapat perawatan serius. Salah satu hipotesa menyebutkan, depresi disebabkan gangguan regulasi neurotransmitter dalam otak. Neurotransmitter atau sel kimia dalam otak antara lain bertanggung jawab mengendalikan gangguan alam perasaan pada manusia. Bila gangguan neurotransmitter norepinephrin dan serotonin ├┐di jaringan otak dikoreksi dengan pemberian zat anti depresan kepada penderita, pasien depresi dapat disembuhkan. Terapi dengan obat anti depresan ini disebut farmakoterapi. Biasanya, terapi ini makan waktu dan hasilnya tidak langsung tampak. Selain itu, obat anti depresan kadang membawa efek sampingan seperti mulut kering, sakit kepala, rasa mual dan rasa mengantuk atau sedasi pada pasien.

Transcranial Magnetic Stimulation
Memberikan obat anti depresan kepada pasien depresi tidak selalu membuahkan hasil. Karena itu, peneliti Universitas Bonn tengah mengembangkan alternatif perawatan yang menggunakan stimulasi langsung pada otak pasien.
Mesin yang digunakan peneliti Universitas Bonn tampak seperti kulkas dan bunyinya sangat keras. Mesin tersebut menggunakan prosedur transcranial magnetic stimulation (TMS). Prosedur ini mempengaruhi aktivitas elektrik di otak dengan memberikan impuls melalui medan magnet. Professor Thomas Schl„per menjelaskan cara kerja mesin tersebut:

Thomas Schl„per: "Saya menempelkan kumparan berbentuk kupu-kupu ini pada kepala pasien dan setiap tiga puluh detik pasien merasakan serangkaian impuls selama dua detik. Prosedur ini makan waktu sekitar setengah jam.?
Hal ini diharapkan dapat membantu pasien yang tidak merespon pada terapi yang biasa dilakukan, yaitu kombinasi farmakoterapi dengan psikoterapi berupa konseling. Terapi stimulasi magnetik bekerja dengan membuat medan magnet yang memberi stimulasi pada bagian otak yang berbeda. Masalahnya, sampai saat in belum diketahui secara jelas, bagian otak mana dipengaruhi oleh gangguan mental seperti penyakit depresi ini. Ketidakseimbangan zat kimia atau neurotransmitter dalam otak menyebabkan bagian otak tertentu sangat aktif, sementara bagian lainnya perlu rangsangan dari luar.

Schleper menjelaskan:
Thomas Schl„per: "Sekarang kami mencari posisi yang akan diberi rangsangan. Sementara alat ini menelusuri kepala, terdengar bunyi seperti tadi, sampai kita dapat melihat reaksi otak yang kita inginkan. Dari sana kita perhitungkan titik mana yang harus mendapat stimulasi berulang. Ini adalah metode stimulasi yang digunakan untuk menemukan titik tersebut.?

Selama prosedur ini, pasien dalam keadaan sadar dan terbaring pada kursi. Mereka hanya merasakan gerakan otot yang sangat minimal, tanpa ada rasa sakit. Beberapa pasien mengatakan, stimulasi pada jaringan syaraf otak langsung terasa efeknya . Walaupun begitu, Professor Thomas Schl„per tidak dapat memastikan, apakah hasil tersebut merupakan sugesti atau tidak.

Thomas Schleper: "Kita tidak tahu terlalu banyak mengenai jaringan otak yang terpengaruh saat depresi. Masih merupakan misteri bagi kami, mengapa jaringan otak tertentu tidak berfungsi secara normal. Yang kami tahu adalah, sistem limbic adalah sistem mediasi perasaan atau mood dalam otak. Sedangkan bagian lain yang penting adalah bagian depan otak kiri. Bila kita dapat mempengaruhi jaringan tersebut, ketika jaringan ini tidak berfungsi secara normal, kita dapat melakukan terapi untuk menghilangkan efek negatif depresi berat.?
Prosedur TMS memberi stimulasi magnetik langsung pada korteks prefrontal otak kiri atau bagian depan kiri otak. Dikatakan, wilayah otak ini terkait dengan emosi postif dan pengendalian diri. Artinya, stimulasi bagian ini akan mengurangi depresi. Selain prosedur TMS, metode yang digunakan untuk menstimulasi otak adalah terapi elektro (ECT). Terapi ini melewatkan arus listrik ke otak dan disebut-sebut aman, tidak sakit dan efektif. Metode terapi ini masih sering digunakan pada kasus depresi berat. Tetapi, terapi elektro (ECT) mempunyai efek sampingan negatif, yang tidak muncul pada terapi TSM.

Psikolog Michael Wagner menjelaskan:
Michael Wagner: "Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa terapi elektro ECT dapat menyebabkan hilangnya ingatan sementara. Dalam prosedur TMS, kami tidak menemukan dampak sampingan seperti itu, bahkan ada peningkatan ingatan.?

Prosedur stimulasi magnetik masih tergolong baru dan belum tersebar luas. Saat ini para peneliti Universitas Bonn serta 20 kelompok riset lainnya di dunia berupaya meningkatkan efektivitas mesin TSM. Jika mereka berhasil, perawatan pasien depresi akan mengalami kemajuan pesat. Lalu, bagaimana dengan pengobatan alternatif untuk mengatasi depresi? Meditasi dan relaksasi dikatakan dapat mengurangi ketegangan dan depresi, karena merangsang otak untuk beristirahat. Selain itu, olah raga dan yoga juga efektif dalam menanggulangi fase depresi. Berbagai alternatif ini terbukti ampuh dan hemat biaya. Apalagi, mencegah suatu penyakit memang lebih baik daripada mengobati. (muj)

Sumber : http://www.kelas-mikrokontrol.com/ 


==============================================
Mau SWAKONSUMSI PULSA MURAH klik di sini !
Mau BONUS PULSA GRATIS klik di sini !
==============================================

2 komentar:

AnDg said...

Selamat siang, terima kasih atas info terbarunya, saya baru tahu bahwa ada magnetik yang bisa melawan penyakit depresi akibat gangguan neurotransmitters.

Rohsna La Afiys said...

Awalnya, saya terinspirasi pada kebiasaan orang sekitar penggunaan magnet yang konon mampu meredakan sakit akibat racun kalajengking. Kemudian saya menguji coba untuk sakit nyeri kepala saya... menjelang tidur saya taruh magnet besar di belakang kepala di atas tengkuk. Begitu bangun, saya terheran-heran, sakit nyeri luar biasa di kepala mulai berkurang.Eh iya .. pas tidur itu, saya mimpi memenangkan pertarungan dengan beberapa orang.wuuiihhh dahsyat kalau difilmkan. he...he... (mengenai mimpi ini, ada ato gak ada hubungannya gak tau sih... yang penting mimpi bagus kan kudu diceritain). Baru kemudian saya mulai browsing artikel mengenai apakah ada hubungan antara magnet dengan kemampuan meredakan atau bahkan menghilangkan nyeri. Daannn...... AKHIRNYA berkat bantuan MBAH GUGEL, ketemulah saya dengan artikel ini. Eh... satu lagi. Bagi yang kena gangguan jin jahat coba deh terapi ini. Kayaknya manjur juga loohh... Oke deh.. semoga bermanfaat dan silakan di sharring ke sobat-sobat yang lain...

Post a Comment

Salam hangat....
Komentar anda adalah tanda jabat erat persahabatan di antara kita.