Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Translate This Blog

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Jadikan Dosa sebagai bahan bakar meraih Cinta Allah

Written By Sugar Sugiyarto on Wednesday, June 8, 2011 | 6/08/2011 10:55:00 AM

Terkadang sebagian orang berfikir ketika dosa yang dilakukannya sangat banyak, maka mereka menjadikan dirinya "hopeless" (tidak ada harapan/putus asa akan ampunan Allah), padahal Allah akan mengampuni siapapun yang mau bertobat kepadaNya.

Setiap orang pasti memiliki kesalahan dan dosa yang pernah diperbuat, baik itu sengaja maupun tidak sengaja. Akan tetapi jangan biarkan syetan mengambil kesempatan itu untuk menjadikan dosa kita bertambah besar. Sebaliknya, kita harus menjadikan dosa yang pernah kita perbuat menjadi bahan bakar agar dapat meraih cinta Allah sebanyak-banyaknya.

Sebelum kita membahas lebih dalam, kita harus mengetahui strategi dari musuh abadi kita yaitu syetan. Layaknya manusia syetan juga memiliki visi dan misi dalam kehidupan, visi syetan adalah memperbudak manusia sedangkan misinya adalah mengkondisikan agar manusia lupa akan aturan Allah. Lalu apa strategi syetan dalam menjalankan visi dan misinya?

Pertama, Waswasah yaitu membisikan keraguan ketika melakukan kebaikan atau amal shaleh. Pernah ngga teman-teman ikhwan wal akhwat sekalian ketika mau melakukan ibadah seperti ada yang membisikan sesuatu yang membuat kita menjadi ragu?misalnya ketika kita selesai berwudhu serasa ada yang terlewat dalam wudhu?nah hati-hati bisa jadi itu merupakan waswasah.

Kedua, Tazyin yaitu membungkus kemaksiatan dengan kenikmatan
"Iblis berkata: "Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan ma'siat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlis di antara mereka" (Q.S Al Hijr [15]: 39-40). Ketika kita telah melakukan dosa, syetan membungkus kemaksiatan dengan kenikmatan sehingga kita ketagihan untuk melakukannya lagi.

Ketiga, memperdayakan manusia dengan khayalan dan angan-angan
"dan aku benar-benar akan menyesatkan mereka, dan akan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka dan menyuruh mereka (memotong telinga-telinga binatang ternak), lalu mereka benar-benar memotongnya, dan akan aku suruh mereka (mengubah ciptaan Allah), lalu benar-benar mereka meubahnya." Barangsiapa yang menjadikan syaitan menjadi pelindung selain Allah, maka sesungguhnya ia menderita kerugian yang nyata. Syaitan itu memberikan janji-janji kepada mereka dan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka, padahal syaitan itu tidak menjanjikan kepada mereka selain dari tipuan belaka"(Q.S An Nisaa [4]: 119-120)

Keempat, A'dawah yaitu permusuhan, syetan berusaha menumbuhkan permusuhan di antara manusia
"Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum) khamar dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan sembahyang; maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu). "(Q.S Al Maaidah [5]: 91)

Kelima, Takhwif yaitu menakut nakuti
"Syaitan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir); sedang Allah menjadikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia[170]. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengatahui." (Q.S Al Baqarah[2]: 268)

Keenam, Shaddun yaitu menghalang-halangi manusia untuk menyalahkan perintah Allah dengan berbagai taktik
"Barangsiapa yang berpaling dari pengajaran Tuhan Yang Maha Pemurah (Al Quran), kami adakan baginya syaitan (yang menyesatkan) maka syaitan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya. Dan sesungguhnya syaitan-syaitan itu benar-benar menghalangi mereka dari jalan yang benar dan mereka menyangka bahwa mereka mendapat petunjuk. " (Q.S Az Zukhruf[43]: 36-37)

Ketujuh, Nisyan yaitu "lupa" maksudnya syetan mengkondisikan lupa dalam mengamalkan ajaran-ajaranNya
"Dan apabila kamu melihat orang-orang memperolok-olokkan ayat-ayat Kami, maka tinggalkanlah mereka sehingga mereka membicarakan pembicaraan yang lain. Dan jika syaitan menjadikan kamu lupa (akan larangan ini), maka janganlah kamu duduk bersama orang-orang yang zalim itu sesudah teringat (akan larangan itu)."(Q.S Al An'am[6]: 68)

Kedelapan, Wa'dun yaitu janji palsu.
Syetan berusaha membujuk manusia supaya mengikutinya ke jalan yang sesat dan memberikan janji-janji yang menggiurkan.

Demikianlah delapan strategi syetan dalam menjalankan visi dan misinya, gimana?apa kita sudah siap menghadapi strategi syetan tersebut?harus siap!! Ya, mungkin kita pernah masuk dalam perangkap syetan sehingga kita memiliki dosa yang kita sadari maupun tidak, akan tetapi jangan jadikan dosa itu menjadi sebuah jalan dalam melakukan dosa lainnya. Misalnya sepasang kekasih yang dimabuk cinta kemudian melakukan zinah, lalu hamil dan karena malu lalu membunuh bayinya, lalu menjadi kebohongan kepada dirinya, keluarga dan lainnya. Bukankah itu suatu rangkaian dosa yang semakin lama semakin besar?itulah yang diinginkan oleh syetan.

Ketika kita menyadari kita telah melakukan suatu dosa, kita harus segera menyesalinya dan bertobat kepada Allah swt. Yakinlah bahwa Allah maha pengampun atas dosa-dosa yang telah kita perbuat. Dosa bisa menjadi bahan bakar untuk meraih cinta Allah, jadikan dosa yang telah kita perbuat sebagai motivasi agar kita lebih dekat kepadaNya, sebagai pengingat akan maha pemurah dan pengasihNya Allah.

Terkadang sebagian orang berfikir ketika dosa yang dilakukannya sangat banyak, maka mereka menjadikan dirinya "hopeless" (tidak ada harapan/putus asa akan ampunan Allah), padahal Allah akan mengampuni siapapun yang mau bertobat kepadaNya. Itu merupakan kekuatan untuk dapat menajadikan diri kita lebih baik dari sebelumnya. Ketika shalat, bercucuran air mata karena mengingat dosa-dosa yang telah dilakukan, ketika berdo'a keluar kata-kata indah nan ikhlas keluar dari hati kita yang memohon ampunanNya, ketika bertutur dan bersikap akan lebih hati-hati karena teringat akan dosa yang telah dilakukan. Menjadikan hati rindu kepada Allah, menjadikan hati lebih bersyukur, lebih bertaqarub kepada Allah, lebih cinta akan kasih sayangNya.

Meskipun kita telah melakukan laranganNya Allah tetap saja menyayangi kita, betapa mudah bagiNya ketika kita berbuat dosa lalu kita dibuat buta atau lumpuh, namun Allah tetap memberikan kenikmatan kepada kita, memberikan kita kesempatan untuk bertobat, memberikan kesempatan kita untuk ke syurgaNya. Maka sungguh jadikan dosa yang telah kita lakukan di masa lalu, menjadi bahan bakar kita untuk menjadi lebih baik, lebih beriman dan lebih bertaqwa kepadaNya. Jangan biarkan syetan dengan segala macam strateginya membuat kita lebih larut dalam lembah dosa yang dilaknat oleh Allah swt.

Sumber : http://www.percikaniman.org/

0 komentar:

Post a Comment

Salam hangat....
Komentar anda adalah tanda jabat erat persahabatan di antara kita.