Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Translate This Blog

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

CFR The Conspirator

Written By Sugar Sugiyarto on Tuesday, October 25, 2011 | 10/25/2011 09:37:00 PM

Dewan Hubungan Luar Negeri

(CFR - Council on Foreign Relations)
oleh: Michael Bradley

Serangkaian pertemuan terselubung diorganisir Kololonel Edward Mandell House. Dia penasihat rahasia Presiden Woodrow Wilson selama pecah Perang Dunia I. Sekarang koloni itu diakui dunia sebagai komplotan rahasia kaum globalis terbesar, dikenal dengan nama the Council on Foreign Relations (CFR).
Tahun 1917 di New York, Wilson mengumpulkan sekitar 100 orang penting untuk membahas perdamaian pasca perang. Dalam pertemuan itu Woodrow Wilson mengayak pendapat dan merancang-gagas 14 poin resolusi subjektif "penyelidikan". Kemudian membacakannya di hadapan Kongres AS pada Januari 1918. Kongres merespon dengan program solusi perekonomian antar bangsa, perdagangan bebas dan pembentukan organisasi bangsa-bangsa (yang kemudian mendorong terbentuknya Liga Bangsa-bangsa).
Poin subjektif perdamaian Wilson kemudian menjadi landasan konvensi Perjanjian Versailles. Isi perjanjian adalah sanksi bagi Jerman hingga wajib membayar semua kerugian akibat perang. lnilah penyebab resesi dalam negeri Jerman hingga Adolf Hitler "kebakaran jenggot" dan merasa perlu berkuasa untuk melawan hegemoni setelah Perjanjian Versailles.
Rencana perdamaian Wilson ditolak Senat Amerika Serikat yang sigap terhadap hal-hal yang membahayakan organisasi supernasional (antar bangsa). Tak kehabisan akal dan stamina, Kolonel House berikut duta-duta konferensi perdamaian Inggris dan Amerika Serikat berkoloni ulang di Paris pada Mei 1919. Di sanalah terbentuk pakta Institute of Internatinal Affairs. Koloni itu berambisi mengendalikan dunia dalam satu pemerintahan internasional. Di lnggris "pemerintah maya" ini dikenal dengan nama Royal Institute of International Affairs. Di Amerika Serikat ia didirikan pada 21 Juni 1921 dengan nama the Council on Foreign Relations (CFR: Dewan Hubungan Luar Negeri). Semua keputusan CFR wajib ditaati setiap anggota; jika ada yang membocorkan risalah CFR, maka pasti dikeluarkan dari organisasi.
Kantor pusat CFR di Harold Pratt House, New York City. Tempat ini disediakan bagi kaum elit kekuasaan untuk menginap selama acara persekongkolan berlangsung. Donaturnya adalah perusahaan Standard Oil, milik keluarga Pratt Rockefeller. Semula, CFR memiliki 1600 anggota. Kemudian bertambah rrienjadi 3300 orang melalui seleksi penerimaan anggota. Mereka terdiri dari orang¬orang penting pengendali keuangan, politik, informasi¬komunikasi dan kurikulum akademik.
Tim inti CFR, di antaranya adaIah Elihu Root, John Foster Dulles dan Christian Herter. Ketiga orang ini pernah menjabat sebagai Menteri Luar Negeri AS. Saudara John Foster Dulles, yaitu Allen Dulles, juga anggota komplotan tersebut yang kelak menjadi Direktur CIA. Selanjutnya, setiap pejabat setelah Allen Dulles rata-rata menjadi anggota CFR, termasuk George Bush dan William Casey. John W. Davis dan Russel Leffingwell adaIah anggota sekaligus pendiri CFR. Dua orang ini adaIah "tangan kanan" Sang jutawan sekaligus donatur CFR, yaitu J.P Morgan. Masih banyak anggota-anggota CFR yang terikat erat oleh J.P Morgan sebagai pengendali CFR. Karenanya setiap anggota harus mengabdi kepada kepentingan Morgan. Pengendalian ini berlanjut hingga sekarang.
CFR tidak sekedar mengendalikan CIA, tapi juga berkuasa mengontrol Departemen Luar Negeri AS. Kendali kuasa ini terjadi sejak Presiden Truman mendirikan Psychological Strategy Board (PSB; Dewan Strategi Psikologis), tujuannya memuluskan jalan operasi psiko¬politik. PSB harus dipimpin para anggota CFR, yaitu Gordon Gray dan Henry Kissinger. Kemudian PSB menjerat Departemen Luar Negeri di berbagai Negara melalui CIA.
Eisenhower mengubah nama PSB menjadi Operation Coordination Board (OCB; Dewan Pengendali Operasi). Tapi kemudian, Presiden Kennedy membubarkan OCE. Kemudian para kolonial itu meIakukan komite ad hoc yang disebut Special Group (Kelompok Khusus) dan terus berlanjut hingga saat ini. Special Group juga menyediakan dirinya untuk dikuasai para anggota CFR.
BuIan Februari 1941, CFR berhasil memegang kendali Departemen Luar Negeri AS dengan membentuk Division of Spesial Riset (Divisi Riset Khusus). Anggotanya terdiri dari para ilmuwan. Tujuannya adalah menguasai dan mengendalikan riset-riset keamanan, senjata perang, ekonomi dan politik. Seperti halnya PSB dan OCB, Division of Spesial Riset adalah "ladang subur" yang digarap serius oleh orang-orang CFR.
SemuIa pendana CFR adalah para bankir nakal dan para jutawan, termasuk Morgan, Rockefeller dan Otto Khan. Saat ini CFR mendapatkan dana dari Departemen Luar Negeri di beberapa Negara dan perusahaan-perusahaan raksasa; termasuk Xerox, General Motors, Texaco dan The Rockefeller Brothers Fund. CFR seperti saudara kembar Bilderbergs. Bedanya sangat tipis; CFR tidak terlalu rahasia. CFR menyampaikan gagasan-gagasannya melalui berbagai konferensi, pertemuan makan siang atau makan malam para elit kekuasaan.
CFR bertindak sebagai tanki pemikiran yang membanjiri dunia dengan arus deras agenda penelitian global secara detil. Publikasi CFR di luar Amerika Serikat melalui kabar dari mulut ke mulut. Sudah menjadi rahasia umum bahwa opini yang disemburkan oleh New York Times sebelumnya dijajakan ke publik agar diketahui apakah berita itu layak dimuat atau tidak. Demikian juga kebijakan luar negeri AS, gagasannya harus terlebih dahulu digodok di tungku CFR sebelum ditetapkan. Jarang kebijakan Deplu AS diputuskan sebagai kebijakan luar negeri Amerika Serikat jika sebelumnya tidak dimuat majalah klub CFR.
Purnawirawan senior Angkatan laut Amerika Serikat sekaligus anggota CFR, Laksamana Chester Ward menulis buku bersama Phyllis Schafly pada tahun 1975. Judulnya Kissinger On The Couch. Dalam buku ini tertulis kalimat: Jika para penguasa yang menjadi anggota CFR memutuskan bahwa Pemerintah Amerika Serikat harus menentukan kebijakan khusus, maka seluruh fasilitas riset CFR segera difungsikan mencipta argumen-argumen intelektual maupun emosional. Tujuannya menyokong dan memuluskan kebijakan itu, sekaligus mengacaukan dan menyingkirkan lawan-lawan intelektual maupun politisnya.
Henry Kissinger adalah sosok terkenal setelah berhasil membudidaya relasi-relasi CFR, termasuk David Rockefeller. Melalui CFR, Kissinger memperoleh skill politik dan informasi dari Komisi Energi Atom, militer, CIA dan Departemen Luar Negeri AS. Bekal yang didapat dari lembaga-lembaga serius itu cukup membuatnya layak menulis best-selling book; Nuclear Weapons and Foreign Policy. Buku ini membahas tentang perang nuklir dan kemungkinan besar AS memenangkannya.
Sejak Woodrow Wilson menjadi presiden Amerika Serikat, CFR mendapat "jatah kursi" 100 pejabat adiministrasi kepresidenan. Misalkan, 100 administrator kepresidenan Bill Clinton yang merupakan 100 anggota CFR menjadi duta besar AS di berbagai Negara. Mereka bertugas menyebarluaskan propaganda federalisme dan globalisme. George W. Bush dari Partai Republik dan lawannya, Al Gore dari Partai Demokrat yang bertanding dalam pemilihan presiden tahun 2000, keduanya adalah anggora CFR.
CFR juga menjadi bidan lahirnya Marshall Plan dan NATO (North Atlantic Treaty Organization) setelah terbit "surat sakti" yang dialamatkan ke Departemen l;uar Negeri AS. Kemudian peristiwa ini mendorong Presiden Truman bertindak cepat menghadapi ancaman ekspansi Uni Soviet yang berhaluan komunis. Setelah komunis Uni Soviet hancur, perhatian CFR semakin serius mengembangkan persenjataan perang.
Thomas Jeffersori berpesan, "Aku tempatkan masalah perekonomian di antara kebajikan utama dan terpenting di republik ini. Memperdebatkannya adalah bahaya terbesar yang harus ditakuti." Tampaknya pesan ini sudah terlupakan.
Dari: Secret Societies - 21 Organisasi Perusak Dunia - Michael Bradley hal. 58-64

Sumber : akhirzaman.info

0 komentar:

Post a Comment

Salam hangat....
Komentar anda adalah tanda jabat erat persahabatan di antara kita.