Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Translate This Blog

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Perlukah Pemeriksaan Rutin Menjelang Persalinan?

Written By Sugar Rolays on Saturday, February 11, 2012 | 2/11/2012 03:14:00 PM

Pemeriksaan Antenatal, nama lain dari pemeriksaan rutin menjelang persalinan, adalah suatu program yang terencana berupa observasi, edukasi, dan penanganan medik pada ibu hamil. Pemeriksaan ini bertujuan untuk memperoleh suatu proses kehamilan dan persalinan yang aman dan memuaskan.  Pemeriksaan ini  diharapkandapat menurunkan angka kematian ibu melahirkan, menurunkan angka kematian bayi, dan mendeteksi dini seandainya terdapat gangguan, agar segera dapat diatasi.

Mengapa penting dilakukan pemeriksaan rutin menjelang persalinan?
Mengklasifikasikan ibu hamil dalam status risiko ringan, sedang, dan berat, tidak dapat dijadikan patokan lagi. Karena ternyata semua ibu hamil memiliki risiko untuk terjadinya komplikasi, walaupun dalam kehamilan yang berjalan normal. Oleh karena itu, setiap ibu hamil harus memeriksakan diri secara teratur dan mendapatkan pelayanan kebidanan yang optimal. Idealnya, ibu hamil memerlukan sedikitnya empat kali kunjungan selama periode antenatal.
  • Satu kali kunjungan selama trimester satu (< 14 minggu)
  • Satu kali kunjungan selama trimester ke-dua (antara 14 – 28 minggu)
  • Dua kali kunjungan selama trimester ke-tiga (antara 28 – 36 minggu)
  • Perlu segera memeriksakan kehamilan bila dirasakan ada gangguan atau bila janin tidak bergerak lebih dari 12 jam.

Kegiatan apa saja yang diberikan pada pemeriksaan kehamilan?
  1. Pada trimester pertama kehamilan, pemeriksaan kehamilan ditujukan terutama untuk mendata faktor risiko utama ibu hamil. Contoh beberapa faktor resiko yakni :  usia ibu yang terlalu muda (di bawah 20 tahun) atau usia ibu yang terlalu tua (di atas 35 tahun), penyakit yang diderita ibu (jantung, asma, hipertensi, dll), paritas (jumlah anak yang telah dilahirkan ibu hamil tersebut), dll.
  2. Pada trimester ke-dua kehamilan, dilakukan pemberian imunisasi tetanus (TT) beserta suplemen vitamin dan zat besi kepada ibu hamil. Dilakukan juga pemantauan secara lebih ketat terhadap tekanan darah ibu hamil, dan gejala lainnya.
  3. Pada trimester ke-tiga kehamilan, dilakukan sedikitnya 2x pemeriksaan untuk mendeteksi ada tidaknya kelainan letak pada janin (Misal. janin letak sungsang), ataukah kondisi lainnya yang memerlukan penanganan khusus.

Tanda bahaya pada kehamilan
Kapanpun ibu hamil mengalami gejala – gejala seperti perdarahan yang keluar dari jalan lahir, bengkak pada muka atau kaki, nyeri kepala berat atau lama, penglihatan kabur, muntah terus – menerus, demam, maka ibu hamil harus segera menghubungi fasilitas kesehatan yang ada.
Di samping tujuan yang telah dijelaskan di atas, pemeriksaan rutin menjelang persalinan juga bertujuan untuk mempersiapkan psikis ibu hamil dalam menghadapi proses persalinan, masa nifas dan pemberian ASI eksklusif. Dengan demikian,  ibu hamil dapat berperan secara optimal dalam  memberikan kesehatan dan tumbuh kembang yang baik pada bayinya.

Sumber:
  • Sylvia Verrals. Anatomi dan Fisiologi Terapan dalam Kebidanan. 2005: Jakarta.
  • Helen Farer. Perawatan Maternitas. 1999: Yogyakarta.
  • Prof.Dr.Ida Bagus Gede Manuaba. Ilmu kebidanan, Penyakit Kandungan & Keluarga Berencana untuk pendidikan Kebidanan. 2000: Jakarta.


0 komentar:

Post a Comment

Salam hangat....
Komentar anda adalah tanda jabat erat persahabatan di antara kita.