Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Translate This Blog

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

LSN: Partai-partai Islam Galau Seperti ABG

Written By Sugar Sugiyarto on Friday, June 29, 2012 | 6/29/2012 02:49:00 PM

Selasa, 26 Juni 2012 , 15:34:00 WIB

Laporan: Ujang Sunda

RMOL. Selain mengalami penurunan elektabilitas, partai-partai Islam juga sedang mengalami krisis kepemimpinan. Tokoh-tokoh partai Islam saat ini tidak lagi seperti tokoh partai Islam masa reformasi dulu.

"Sekarang di partai Islam, tidak ada lagi fenomena seperti Amien Rais dan Gus Dur yang jadi magnet dan punya pendukung besar," kata Direktur Eksekutif Lembaga Survei Nasional (LSN), Umar S Bakry di Hotel Atlet Century Park, Senayan (Selasa, 26/6).

Dari hasil survei LSN yang dilakukan 10-20 Juni lalu, elektabilitas tokoh partai Islam sangat kecil. Yang tertinggi Hidayat Nur Wahid (PKS) dengan angka cuma 4,6 persen. Kemudian disusul Hatta Rajasa (PAN) 3,9 persen, Yusril Ihza Mahendra (PBB) 3,2 persen, Muhaimin Iskandar (PKB) 2,0 persen, Suryadharma Ali (PPP) 0,9 persen, dan Luhtfi Hasan Ishaaq (PKS) 0,4 persen.

Mengapa dukungan untuk partai dan politisi Islam turun? Menurut analisis LSN, ada faktor ekternal dan internal yang membuat elektabilitas partai dan politisi Islam melorot.

Di ekternal, kata Umar, saat ini masyarakat Islam cenderung semakin religius. Banyak yang semakin tidak canggung mengenakan simbol islam dalam keseharian seperti gamis, kopeah, dan kerudung. Namun secara politik, mereka semakin tidak ideologis. Mayoritas umat Islam semakin toleran, moderat, inklusif, dan sektarian. Sehingga mereka lebih memilih partai nasionalis.

Untuk masalah internal, lanjut Umar, saat ini partai Islam kehilangan identitas. Mereka masih menggunakan simbol-simbol Islam tapi mengaku sebagai partai yang terbuka.

"Seperti ABG, partai Islam saat ini galau. Mereka bingung apa yang harus diperbuat," ujarnya.

Dari sisi politisinya, saat ini prilaku politisi partai Islam juga cenderung pragmatis. Keberadaan mereka tidak ada bedanya dengan politisi partai nasionalis. Harapan mereka akan membawa aspirasi umat islam sudah tidak ada lagi.

"Dengan kata lain, partai Islam cenderung tidak terasa manfaatnya bagi umat," tandasnya.[dem]

0 komentar:

Post a Comment

Salam hangat....
Komentar anda adalah tanda jabat erat persahabatan di antara kita.