Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Translate This Blog

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Saling PERCAYA, Pilar KEUTUHAN Rumah Tangga

Written By SugarRolays Sugiyarto on Monday, July 16, 2012 | 7/16/2012 10:06:00 PM

Saling PERCAYA, Pilar KEUTUHAN Rumah Tangga
Percaya atau tidak, kalimat "Aku percaya kepadamu" sampai kini belum luntur keampuhannya. Jika kita lihat kasus perceraian yang demikian marak, salah satu alibi yang terlontar adalah "Sudah tidak lagi ada kecocokan". Nah, ketidakcocokan ini merupakan indikasi bahwa rasa saling percaya sudah lagi tidak melekat dalam diri pasangan.

Ustadzah Salmiah Rambe atau yang biasa disapa Teh Mia, pengasuh rubrik Rumahku Surgaku MQ FM mengatakan bahwa salah satu faktor maraknya perceraian adalah karena tiap pasangan dipenuhi oleh negatif thinking (berpikir negatif). "Banyak pasangan mengalami perceraian karena di antaranya tidak ada rasa saling percaya pada pasangan. Menjadi seorang istri atau menjadi seorang suami adalah amanah yang diberikan oleh Allah Swt. Mestinya, kita selalu menjaga dan menghiasi diri dengan ibadah dan perilaku yang sesuai dengan perintah Allah," ujar Teh Mia kepada MaPI, Rabu (22/2).

Teh Mia melanjutkan bahwa ketika seseorang sudah berpikiran negatif maka yang lahir dari lisannya adalah kata-kata yang negatif pula. Lebih jauh dari itu, perasaan juga akan ikut negatif. Jika sudah begitu, berpikir negatif berikut turuannya akan menjerumuskan pasangan ke jurang perceraian. Namun, jika pasangan lebih banyak husnuzhon kepada Allah, kepada suami, dan kepada diri sendiri (positif thinking), maka itu merupakan langkah awal bagi seseorang untuk berkata positif (positif speaking), berperasaan positif (positif feeling), dan bersikap positif (positif attitude). Hal inilah yang akan melanggengkan dan memuluskan langkah pasangan menuju keluarga yang harmonis.

"Sangat penting untuk bersangka baik kepada Allah, kepada suami, dan kepada diri sendiri. Ingatlah selalu hadits qudsi ana indazonni abdibih, aku sesuai dengan prasangka hamba-Ku," tutur Teh Mia.

Setelah mampu saling percaya dengan didasari pada positif thinking, ada baiknya kita juga waspada pada variable-variabel yang dapat merusak keutuhan rumah tangga. Dan, berikut beberapa bibit permasalahan rumah tangga yang pada terkikisnya rasa saling percaya antar pasangan suami istri. Bukan tidak mungkin, bibit-bibit persoalan rumah tangga berikut ini berujung pada perselingkuhan yang secara prinsip dapat mengoyak kepercayaan yang seharusnya terbina secara kokoh. Karenanya, kita harus mewaspadai bibit-bibit persoalan berikut ini.

1. Curhat kepada lawan jenis.
Curhat kecil-kecilan kepada lawan jenis adalah sama halnya dengan membuka sedikit demi sedikit pintu perselingkuhan. Terlebih ketika hal yang dicurhatkan adalah mengenai permasalahan rumah tangga. Bahan curhat tidak harus permasalahan besar seperti hubungan pasutri ataupun ekonomi keluarga. Bahan curhat bisa jadi seputar kegemaran istri pada salah satu acara televisi tertentu yang kadang sedikit menggangu, prestasi akademik anak-anak yang menuruh akhir-akhir ini, atau berbagi tips memelihara hewan kesayangan.

Ketika curhat kecil-kecilan ini dilakukan kepada sesama jenis, kenyamanan obrolan yang tercipta kemudian tidak akan keluar dari kontes. Akan tetapi, ketika kita curhat kepada lawan jenis dan menemukan kenyamanan di sana, maka bukan tidak mungkin kenyamanan membicarakan hal-hal kecil tersebut akan menjurus pada obrolan lain yang lebih personal.

2. Membandingkan suami/istri dengan orang lain.
Pada awalnya mungkin kita hanya mengeluh mengenai metode serta cara istri mendidik anak. Ketika hal tersebut dibahas dan diperluas, bukan tidak mungkin perbincangan mengarah pada menjelek-jelekan sang istri. Di sinilah kemudian teman curhat (yang walaupun hanya mengiyakan dan menambahkan ucapan kita) terlihat seperti lebih pintar daripada istri di rumah. Bermula dari kekaguman bisa berlanjut pada ketertarikan yang kalau dipupuk terus menerus akan tumbuh menjadi benih-benih cinta.

Sebelum hal ini terjadi, segera alihkan perhatian kita pada hal lain agar kita tidak terus menerus menelisik kekurangan istri dan membesar-besarkan kelebihan teman curha wanita kita. Alangkah lebih baiknya kalau pada saat seperti ini kita mengingat-ingat kelebihan istri yang telah kita kenal lama dan mulai meragukan kelebihan teman curhat wanita kita yang baru kita kenal dekat akhir-akir ini.

3. Kontak fisik dengan lawan jenis.
Hal yang satu ini harus senantiasa dihindari, tidak peduli sedekat apa pun pertemanan kita dengan lawan jenis. Kita tidak akan pernah tahu chemistry yang akan terbentuk dari kedekatan dan sentuhan fisik kita dengan lawan jenis. Bagi sebagian orang, mungkin sentuhan fisik seperti jabatan tangan, sentuhan di pundak, atau elusan di kepala bukan merupakan satu hal yang perlu diributkan, terlebih dikategorikan sebagai bibit perselingkuhan. Namun demikian, dapatkan kita menjamin bahwa konta fisik tersebut tidak akan bermuatan rasa suka atau semacamnya? Ketika kedua belah pihak sedang merasakan kekosongan dan dari kontak fisik yang terjadi masing-masing merasakan getaran yang dapat mengisi ruang kosong tersebut, dapatkah kita juga menjamin bahwa hal tersebut tidak akan berujung pada perselingkuhan?



Menanggulagi ketiga hal tersebut, kita dapat harus, pertama, selalu ingat keluarga. Inilah gunanya menaruh foto keluarga di meja kerja kita. Lebih dari sekadar pemanis ruang kerja, foto keluarga yang diambil saat terakhir liburan di pantai atau pegunungan akan membuat kita senantiasa teringat bahwa kita adalah seorang suami/istri sekaligus ayah/ibu dari anak-anak yang kita cintai dan mencintai kita. Dan setiap kali kita memandangi foto tersebut, kita akan selalu diingatkan mengenai kebahagiaan yang menanti kita di rumah. 

Mengingat keluarga, secara psikologis juga akan meningkatkan rasa dibutuhkan oleh anggota keluarga. Betapa kita sebagai seorang suami sangat dibutuhkan oleh istri untuk membimbingnya kepada kebaikan. Betapa sebagai seorang ayah kita dibutuhkan oleh anak-anak kita untuk menjadi teladan mereka. Betapa sebagai seorang istri kita dibutuhkan oleh suami untuk mengurus semua keperluan rumah tangga. Dan betapa sebagai seorang ibu kita dibutuhkan oleh anak-anak kita untuk memberikan berbagai pelajaran tentang kehidupan.

Kedua, Self-Upgrade. Di luar sana, di dunia kerja ataupun pergaulannya, suami atau istri kita mendapatkan peningkatan intelektual serta penambahan wawasan setiap hari. Kalau kita tidak meng-up-grade intelektualitas serta wawasan, bukan tidak mungkin pola pikir kita tertinggal jauh sehingga suatu saat ketika berdiskusi dengan suami/istri yang pola pikirnya telah jauh berkembang akan terjadi mis-komunikasi.


Kalau hal ini dibiarkan berlanjut, jangan salahkan suami/istri kita ketika dia tidak lagi mau berdiskusi (tentang berbagai hal) dengan kita dan mencari partner diskusi yang lain. Nah, di sinilah kemudian peluang perselingkuhan muncul ketika partner diskusinya adalah lawan jenis dan dirasa memiliki wawasan serta pengetahuan yang dapat mengimbangi pola pikirnya.

Ketiga, ketahui kelebihan diri. Memang, tidak ada satu pun manusia di dunia ini yang terlahir sempurna, baik secara fisik, mental, ataupun intelektual. Sekuat apapun usaha kita untuk meningkatkan kualitas diri, tentu masih akan didapati kekurangan. Agar kekurangan kita tidak dijadikan peluang pasangan untuk berselingkuh, kita harus meng-cover kekurangan tersebut dengan menunjukkan kelebihan yang kita miliki.

Dan keempat, tingkatkan intensitas serta kualitas komunikasi. Komunikasi adalah salah satu elemen terpenting dalam hubungan antar-personal, terlebih lagi antara dua orang yang terikat dalam pernikahan. Ketidaksepahaman dan kesalahpahaman kecil yang disimpan terus menerus tanpa dikomunikasikan dengan baik, suatu saat akan mengganjal keharmonisan hubungan suami istri.

Di sinilah dibutuhkan kedewasaan serta kelapangan dada masing-masing pihak untuk siap berkomunikasi, bahkan mengenai hal-hal yang tidak disukai yang akan menjadi peluang menganggu hubungan suami istri apabila tidak segera dibereskan.



Sumber : http://www.percikaniman.org/category/artikel-islam/saling-percaya-pilar-keutuhan-rumah-tangga

0 komentar:

Post a Comment

Salam hangat....
Komentar anda adalah tanda jabat erat persahabatan di antara kita.