Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Translate This Blog

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Pendapat Teolog Soal Al Quran dan Bible

Written By Sugar Sugiyarto on Monday, September 24, 2012 | 9/24/2012 12:43:00 PM

KEBOHONGAN KRISTEN (a Million Bullshits of Christianity)

Pendapat Teolog Soal Al-Quran Dan Bible

Kategori: Islamologi, Kristologi

Kitab Suci adalah landasan iman seseorang. Kalau seseorang berbicara tentang
Kitab Sucinya, niscaya ia akan membenarkannya. Lain halnya dengan para
ilmuwan dan teolog netral non-muslim sebagian besar yang perkataannya akan
dipaparkan disini. Secara objektif dan ilmiah mereka mengetengahkan
pendapatnya tentang Al-Qur'an dan Bible.

PENDAPAT TEOLOG SOAL AL-QUR'AN

1. Harry Gaylord Dorman
"Kitab Qur'an ini adalah benar-benar sabda Tuhan yang didiktekan oleh Jibril,
sempurna setiap hurufnya, dan merupakan suatu mukjizat yang tetap aktual
hingga kini, untuk membuktikan kebenarannya dan kebenaran
Muhammad." ("Towards Understanding lslam", New York, 1948, Hal. 3)

2. Prof. H. A. R. Gibb
"Nah, jika memang Qur'an itu hasil karyanya sendiri, maka orang lain dapat
menandinginya. Cobalah mereka mengarang sebuah ungkapan seperti itu. Kalau
sampai mereka tidak sanggup dan boleh dikatakan mereka pasti tidak mampu,
maka sewajarnyalah mereka menerima Qur'an sebagai bukti yang kuat tentang
mukjizat." ("Mohammadanism", London, 1953, Hal. 33)

3. Sir William Muir
"Qur'an adalah karya dasar Agama Islam. Kekuasaannya mutlak dalam segala
hal, etika dan ilmu pengetahuan" ("The Life of Mohamet", London, 1907; Hal. VII)

4. DR. John William Draper
"Qur'an mengandung sugesti-sugesti dan proses moral yang cemerlang yang
sangat berlimpah-limpah; susunannya demikian fragmenter, sehingga kita tidak
dapat membuka satu lembaran tanpa menemukan ungkapan-ungkapan yang
harus diterima oleh sekalian orang. Susunan fragmenter ini, mengemukakan teks-
teks, moto dan peraturan- peraturan yang sempurna sendirinya, sesuai bagi
setiap orang untuk setiap peristiwa dalam hidup." ("A History of the intelectual
Development in Europe", London, 1875, Jilid 1, Hal. 343-344)

5. DR. J. Shiddily
"Qur'an adalah Bible kaum Muslimin dan lebih dimuliakan dari kitab suci yang
manapun, lebih dari kitab Perjanjian Lama dan kitab perjanjian Baru." ("The Jesus
in the Qur'an", Hal. 111)

6. Laura Vaccia Vaglieri
"Dalam keseluruhannya kita dapati dalam kitab ini, suatu koleksi tentang
kebijaksanaan yang dapat diperoleh oleh orang-orang yang paling cerdas, filosof-
filosof yang terbesar dan ahli-ahli politik yang paling cakap... Tetapi ada bukti lain
tentang sifat Ilahi dalam Qur'an, adalah suatu kenyataan bahwa Qur'an itu tetap
utuh melintasi masa-masa sejak turunnya wahyu itu hingga pada masa
kini...Kitab ini dibaca berulang-ulang oleh orang yang beriman dengan tiada jemu-
jemunya. Keistimewaannya pula, Qur'an senantiasa dipelajari/dibaca oleh anak-
anak sejak sekolah tingkat dasar hingga tingkat Profesor."

"Sebaliknya malah karena diulang- ulang ia makin dicintai sehari demi sehari.
Qur'an membangkitkan timbulnya perasaan penghormatan dan respek yang
mendalam, pada diri orang yang membaca dan mendengarkannya.... Oleh karena
itu bukan dengan jalan paksaan atau dengan senjata, tidak pula dengan tekanan
mubaligh-mubaligh yang menyebabkan penyiaran Islam besar dan cepat, tetapi
oleh kenyataan bahwa kitab ini, yang diperkenalkan kaum Muslimin kepada
orang-orang yang ditaklukkan dengan kebebasan untuk menerima atau
menolaknya adalah kitab Tuhan. Kata yang benar, mukjizat terbesar yang dapat
diperlihatkan Muhammad kepada orang yang ragu dan kepada orang yang tetap
berkeras kepala." ("Apologie de I'Islamism", Hal. 57)

7. Prof. A. J. Amberry
"Qur'an ditulis dengan gaya tak menentu dan tidak teratur, yang menunjukkan
bahwa penulisnya di atas segala hukum-hukum pengarang manusia." (De Kracht
van den Islam", hal. 38)

8. G. Margoliouth
"Diakui bahwa Qur'an itu mempunyai kedudukan yang penting diantara kitab-kitab
Agama di dunia. Walau kitab ini merupakan yang terakhir dari kitab-kitab yang
termasuk dalam kesusasteraan ini, ia tidak kalah dari yang mana pun dalam
effeknya yang mengagumkan, yang telah ditimbulkannya terhadap sejumlah besar
manusia yang telah menciptakan suatu phase kemajuan manusia dan satu tipe
karakter yang segar." ("Introduction to the Kor'an" [kata pendahuluan untuk buku
J. M. H. Rodwell], London, 1918)

9. George Sale
"Di seluruh dunia diakui bahwa Qur'an tertulis dalam bahasa Arab dengan gaya
yang paling tinggi, paling murni....diakui sebagai standard bahasa Arab... dan tak
dapat ditiru oleh pena manusia... Oleh karena itu diakui sebagai mukjizat yang
besar, lebih besar daripada membangkitkan orang mati, dan itu saja sudah cukup
untuk meyakinkan dunia bahwa kitab itu berasal dari Tuhan." ("Joseph Charles
Mardrus-Premilinary Discourse")

10. E. Denisen Ross
"Qur'an memegang peranan yang lebih besar terhadap kaum Muslimin daripada
peranan Bible dalam agama Kristen. Ia bukan saja merupakan sebuah kitab suci
dari kepercayaan mereka, tetapi juga merupakan text book dari upacara
agamanya dan prinsip-prinsip hukum kemasyarakatan.....Sungguh sebuah kitab
seperti ini patut dibaca secara meluas di Barat, terutama di masa-masa ini, di
mana ruang dan waktu hampir telah dipunahkan oleh penemuan-penemuan
modern." ("Introduction to the Koran-George Sale", Hal. 5)

11. James A. Michener
"Berita Qur'an inilah yang mengusir patung-patung dewa, dan memberikan ilham
kepada manusia untuk merevolusikan hidup dan bangsa mereka.... Kombinasi
antara persembahan kepada Satu Tuhan ditambah dengan perintah prakteknya
yang membuat Qur'an menjadi khas. Bangsa yang beragama di Timur yakin
bahwa negara mereka hanya akan diperintah dengan baik apabila hukum-
hukumnya sejalan dengan Qur'an." ("Islam the Misunderstood Religion Readers
Digest", Mei 1955)

12. W.E. Hocking
"Saya merasa benar dalam penegasan saya, bahwa Qur'an berisi amat banyak
prinsip-prinsip yang diperlukan untuk pertumbuhannya sendiri. Sesungguhnya
dapat dikatakan bahwa hingga pertengahan abad ke-13, Islamlah pembawa
segala apa yang tumbuh yang dapat dibanggakan oleh dunia Barat." ("Spirit of
World Politics New York 32", Hal. 461)

13. Dr. Maurice Bucaille
"Qur'an yang diwahyukan sesudah kedua kitab suci sebelumnya, bukan saja
bebas dari kontradiksi dalam riwayat-riwayatnya, kontradiksi yang menjadi ciri
Injil-Injil karena disusun oleh manusia tetapi juga menyajikan kepada orang yang
mempelajarinya secara obyektif dengan mengambil petunjuk dari Sains modern,
suatu sifat yang khusus, yakni persesuaian yang sempurna dengan hasil Sains
modern. Lebih dari itu semua, sebagai yang sudah kita buktikan Qur'an
mengandung pernyataan ilmiah yang sangat modern yang tidak masuk akal jika
dikatakan bahwa orang yang hidup pada waktu Qur'an diwahyukan itu adalah
pencetus-pencetusnya. Dengan begitu maka pengetahuan ilmiah modern
memungkinkan kita memahami ayat-ayat tertentu dalam Qur'an yang sampai
sekarang tidak dapat ditafsirkan." ("Bible, Qur'an, Dan Sains Modern")

14. Napoleon Bonaparte
"Selama abad-abad pertengahan, sejarah Islam peradaban sepenuhnya. Berkat
keuletan kaum Musliminlah maka ilmu pengetahuan dan falsafah Yunani tertolong
dari kebinasaan, dan kemudian datang membangunkan dunia Barat serta
membangkitkan gerakan intelektual sampai pada pembaruan Bacon. Dalam abad
ke-7 dunia lama itu sedang dalam sakaratulmauit. Muhammad memberi kepada
mereka sebuah Qur'an yang merupakan titik tolak ke arah dunia baru." ("Stanislas
Cuyard-Ency des Sciences Religioses", Paris, 1880, Jilid IX, Hal. 501)

"Saya meramalkan bahwa tidak lama lagi akan dapat dipersatukan semua
manusia yang berakal dan berpendidikan tinggi untuk memajukan satu kesatuan
kekuasaan yang berdasarkan prinsip-prinsip ajaran Islam, karena hanyalah Qur'an
itu satu-satunya kebenaran yang mampu memimpin manusia kepada
kebahagiaan." ("Bonaparte et I'Islarn oleh Cherlifs", Paris, Hal. 105)

Demikian beberapa pandangan teolog yang dapat dipertanggung jawabkan
kebenarannya dalam memberikan penilaian terhadap Al-Qur'an. Ternyata bukan
hanya umat Islam saja yang mengakui bahwa Al-Qur'an adalah firman Allah yang
relevan sepanjang zaman, penuh hikmat kebesaran Allah serta memberikan
pencerahan arah duniawi maupun surgawi, tapi oleh pemikir non-muslim yang
kritis dan mengandalkan kejernihan hati dan pikiran juga berpendapat hal yang
sama.

PENDAPAT TEOLOG SOAL BIBLE

Belum lengkap rasanya bila kita belum mendengar pendapat dari tokoh-tokoh
non-muslim terhadap kitab Bibelnya sendiri dengan sikap netral dan terbuka,
hanya sebagai bahan pembanding saja.

1. Dr. Mr. D. N. Mulder
"Buku ini dikarang pada waktu- waktu tertentu, dan pengarang-pengarangnya
memang manusia juga, yang terpengaruh oleh keadaan waktunya dan oleh
suasana di sekitarnya dan oleh pembawaan pengarang itu sendiri. Naskah-
naskah asli dari Kitab Suci itu sudah tidak ada lagi. Yang ada pada kita hanya
turunan atau salinan. Dan salinan itu bukannya salinan langsung dari naskah asli,
melainkan dari salinan dan seterusnya. Sering di dalam menyalin Kitab Suci itu
terseliplah salah salin." ("Pembimbing ke dalam Perjanjian Lama", 1963, Hal.
12-13)

2. Drs. M. E. Duyverman
"Ada kalanya penyalin tersentuh pada kesalahan dalam naskah asli yang
dipergunakannya, lalu kesalahan itu diperbaikinya, padahal perbaikan itu sering
mengakibatkan perbedaan yang lebih besar dengan yang sungguh asli. Dan kira-
kira pada abad keempat, di Antiochia diadakan penyelidikan dan penyesuaian
salinan- salinan; agaknya terdorong oleh perbedaan yang sudah terlalu besar
diantara salinan-salinan yang dipergunakan dengan resmi dalam
Gereja." ("Pembimbing ke dalam Perjanjian Baru", 1966, Hal. 24-25)

3. Dr. B. J. Boland
"Apakah kebenaran-kebenaran dari Injil Jesus Kristus diserahkan kepada kita
dalam bentuk murninya, asli dan tidak dipalsukan, ataukah telah dirubah melalui
alam fikiran kebudayaan Gerika? Umumnya yang terakhirlah yang diterima oleh
orang jaman kini bahwa tulisan-tulisan Kitab Perjanjian Baru pada dua abad
pertama perhitungan tahun kita, pasti telah mengalami perubahan besar." ("Het
Johannes Evangelie", Hal. 9)

4. Dr. A. Powel Davies
"Tiga Injil pertama, yaitu Injil Synoptik, membawa- kan cerita yang sama.
Terdapat pertentangan - pertentangan di dalamnya, sehingga tidaklah mungkin
sedemikian jauh untuk mendamaikan ayat-ayat ini. Namun Injil Johannes,
menceritakan cerita-cerita yang amat berbeda dari ketiga Injil pertama itu. Bila
Injil Johannes yang betul, maka ketiga Injil yang lain itu salah; bila ketiga Injil itu
betul, maka Injil Johannes pasti salah." ("The meaning of the Dead Sea Scrolls
The New American Library", 1961, Hal. 106)

5. Dr. G. C. Vari Niftrik & Dr. B. J. Boland
"Kita tidak usah merasa malu bahwa terdapat pelbagai kekhilafan di dalam Al-
Kitab; kekhilafan tentang angka-angka, perhitungan-perhitungan tahun dan fakta-
fakta. Dan tak perlu kita pertanggung jawabkan kekhilafan-kekhilafan itu
berdasarkan caranya isi Al-Kitab telah disampaikan kepada kita, sehingga dapat
kita berkata: dalam naskah asli tentulah tidak terdapat kesalahan-kesalahan,
tetapi kekhilafan-kekhilafan itu barulah kemudiannya terjadi di dalam turunan-
turunan (salinan-salinan-pen) naskah itu." ("Dogmatika Masakini", Cetakan III,
1978, Hal. 322)

6. Herman Bakels (1871-1954)
"Adapun enam buah kitab (Weda, Awesta, Kitab-kitab tentang Budha, Tao-teking,
Kitab-kitab Confusius, Al-Qur'an) tidak begitu saya kenal. Akan tetapi Bibel kita
ini, pasti saya ketahui. Sudah 30 tahun lamanya saya mengincah Bibel kita ini dari
awal sampai akhir. Oleh karena itu terus terang saya katakan, bahwa di Eropa,
saya belum kenal sebuah kitab yang lebih padat dengan hal-hal yang tidak benar
dari pada Bibel. Hampir semua kitab-kitab dalam bibel itu menyesatkan, yakni
memakai nama palsu, yaitu tidak ditulis oleh pengarang-pengarang yang
tercantum nama mereka di atasnya, melainkan ditulis jauh di belakang
mereka." ("Nij Ketters? Ya.. Om deere Gods", Hal. 119-120)

7. Dr. Maurice Bucaille
"Perjanjian Lama merupakan kumpulan karya sastra yang dihasilkan selama ±9
abad. Perjanjian Lama merupakan campuran mosaik yang unsur-unsurnya
sepanjang masa telah dirubah-rubah oleh manusia; beberapa paragraf baru
ditambahkan kepada yang sudah ada sehingga pada waktu sekarang sangat sulit
untuk menemukan asalnya. Kesulitan yang terdapat dalam Injil ialah bahwa
penulis-penulisnya bukan saksi mata yang menyaksikan fakta-fakta yang mereka
laporkan. Banyaknya sumber-sumber asal, mengakibatkan kontradiksi dan
pertentangan yang tak dapat dielakkan yang telah kita berikan contoh-contoh
yang banyak." ("Bible, Qur'an, Dan Sains Modern")

8. George Bernard Shaw
"Bible ini adalah Kitab yang paling berbahaya di muka bumi. Jaga kitab tersebut
dalam keadaan terkunci dalam laci: larang anak-anak anda membacanya."

9. Prof. Herbert J. Muller
"Para sarjana menganggap bahwa naskah ini ( I Johannes 5:7) adalah suatu
sisipan/tambahan kemudian, karena ayat seperti ini tidak diketemukan pada
manuskrip- manuskrip terbaik." ("The Uses of the Past", Hal. 168)
10. Herman Bakel & Dr. A. Powel Davies
"Injil Matius 28:19 dan Injil Markus 16:9-19 adalah sisipan." ("Jawaban Lengkap
Kepada Pendeta Dr. J. Verkuyl," Terbitan JAPI, Surabaya, 1969, Hal. 94)

11. Mr. RT. Payet
Di dalam parlemen inggris tahun 1964 mengusulkan kepada Pemerintah Inggris
dalam hal ini The British Home Secretary agar Injil dilarang beredar. Salah satu di
antara sebabnya seperti yang ia katakan sebagai berikut:

"Tidak ada di dalam sejarah satu buku yang merupakan sumber dari perbuatan-
perbuatan yang brutal dan sadis selain Injil ini." (I. Sudibya Markus dalam buku
"Dialog Islam-Nasrani dan Usul Pelanggaran Injil di Inggris", terbitan Potrosari Ler.
28 Mgl; "Surat Kabar Harian Times Ghana", 24-6-1964; "Harian Mercusuar YK",
31-8-1968)

12. Majalah The Plain Truth
Terbitan "World Church of Tomorrow" dalam salah satu artikelnya mengatakan:
"Membacakan cerita-cerita dari Bible kepada anak-anak bisa membuka
kesempatan untuk mendiskusikan moral seks. Suatu kitab Bible yang belum
dibersihkan pasti mendapat rating X dari badan sensor." (The Plain Truth, Oktober
1977)

14. 72 Sarjana Bible
Sarjana Bible dari universitas terkenal dari seluruh dunia setelah melakukan
seminar dan kajian terhadap Bible mereka sendiri dengan maksud seminar "To
Search for The Autentic Words of Jesus" and "What did Jesus Really Say?" yang
bersidang selama 6 tahun keluarlah hasil kajian mereka dengan kesimpulan:
"Delapan puluh dua persen kata-kata yang dianggap berasal dari Yesus di dalam
Injil, tidaklah benar-benar diucapkan oleh Yesus" ("The Five Gospel, 'To Search for
The Autentic Words of Jesus' & 'What did Jesus Really Say?'", 1993)
Berarti hanya 18% saja ucapan Yesus yang masih asli dalam Bible, sementara
sisanya?

Kesimpulannya diberikan kepada anda untuk menyimpulkan sendiri dengan sikap
bijaksana, kritis, dan terbuka untuk kebenaran terhadap pandangan para teolog
ilmuwan tersebut diatas terhadap dua kitab yang berbeda, Al-Qur'an dan Bible.

Ada yang mengatakan bahwa argumen yang keluar dari pemikiran seseorang tidak
dapat merubah keyakinan orang lain begitu saja, memang benar, sehingga jalan
lainnya adalah mempelajari dan membandingkan sendiri kebenaran kitab masing-
masing yang dipersoalkan tersebut, pandangan para teolog diatas dapat menjadi
tolak ukur untuk melakukan kajian dan penelitian sendiri. Kebenaran akan tampak
seiring kejernihan hati dan pikiran.

Salam Bagi Kaum Yang Mengikuti Petunjuk.

SUMBER:
► KRISTOLOGI & ISLAMOLOGI ◄

0 komentar:

Post a Comment

Salam hangat....
Komentar anda adalah tanda jabat erat persahabatan di antara kita.