Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Translate This Blog

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Shalat Istisqo (Definisi, Hukum, Dalil, Adab, Tata Cara, dan Doanya)

Written By Sugar Sugiyarto on Sunday, September 30, 2012 | 9/30/2012 03:59:00 PM

Definisi Istisqo

dakwatuna.com - Istisqo secara bahasa adalah meminta turun hujan.
Secara istilah yaitu meminta kepada Allah SWT agar menurunkan hujan
dengan cara tertentu ketika dibutuhkan hamba-Nya.

Hukum shalat Istisqo adalah sunnah muakkadah bagi yang terkena musibah
kelangkaan air untuk minum dan kebutuhan lainnya. Dan dianjurkan bagi
kaum muslimin lainnya yang masih mendapatkan air, sebagai bentuk
ukhuwah dan tolong menolong dalam kebaikan dan ketakwaan.

Dalil Shalat Istisqo

Allah SWT berfirman:

ﻓَﻘُﻠْﺖُ ﺍﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻭﺍ ﺭَﺑَّﻜُﻢْ ﺇِﻧَّﻪُ ﻛَﺎﻥَ ﻏَﻔَّﺎﺭًﺍ (10)ﻳُﺮْﺳِﻞِ ﺍﻟﺴَّﻤَﺎﺀَ ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢْ ﻣِﺪْﺭَﺍﺭًﺍ (11) ﻭَﻳُﻤْﺪِﺩْﻛُﻢْ
ﺑِﺄَﻣْﻮَﺍﻝٍ ﻭَﺑَﻨِﻴﻦَ ﻭَﻳَﺠْﻌَﻞْ ﻟَﻜُﻢْ ﺟَﻨَّﺎﺕٍ ﻭَﻳَﺠْﻌَﻞْ ﻟَﻜُﻢْ ﺃَﻧْﻬَﺎﺭًﺍ 12) )

Maka aku katakan kepada mereka: “Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, –
sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun–,niscaya Dia akan
mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan
anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan
(pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai” (QS. Nuh: 10-12)
Hadits Rasulullah SAW:

َﻋَﻦِ ﺍﺑْﻦِ ﻋَﺒَّﺎﺱٍ ﺭَﺿِﻲَ ﺍَﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻨْﻬُﻤَﺎ ﻗَﺎﻝَ : ) ﺧَﺮَﺝَ ﺍَﻟﻨَّﺒِﻲُّ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻣُﺘَﻮَﺍﺿِﻌًﺎ,
ﻣُﺘَﺒَﺬِّﻟًﺎ, ﻣُﺘَﺨَﺸِّﻌًﺎ, ﻣُﺘَﺮَﺳِّﻠًﺎ, ﻣُﺘَﻀَﺮِّﻋًﺎ, ﻓَﺼَﻠَّﻰ ﺭَﻛْﻌَﺘَﻴْﻦِ, ﻛَﻤَﺎ ﻳُﺼَﻠِّﻲ ﻓِﻲ ﺍَﻟْﻌِﻴﺪِ, ﻟَﻢْ ﻳَﺨْﻄُﺐْ
ﺧُﻄْﺒَﺘَﻜُﻢْ ﻫَﺬِﻩِ ( ﺭَﻭَﺍﻩُ ﺍَﻟْﺨَﻤْﺴَﺔُ, ﻭَﺻَﺤَّﺤَﻪُ ﺍَﻟﺘِّﺮْﻣِﺬِﻱُّ, ﻭَﺃَﺑُﻮ ﻋَﻮَﺍﻧَﺔَ, ﻭَﺍﺑْﻦُ ﺣِﺒَّﺎﻥَ

Ibnu Abbas Radhiyallaahu ‘anhu berkata: Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam
keluar dengan rendah diri, berpakaian sederhana, khusyu’, tenang, berdoa
kepada Allah, lalu beliau shalat dua rakaat seperti pada shalat hari raya,
beliau tidak berkhutbah seperti pada shalat hari raya, beliau tidak
berkhutbah seperti khutbahmu ini. Riwayat Imam Lima dan dinilai shahih
oleh Tirmidzi, Abu Awanah, dan Ibnu Hibban.

ﻋﻦ ﺃَﻧَﺲِ ﺑْﻦَ ﻣَﺎﻟِﻚٍ ﻳَﺬْﻛُﺮُ ﺃَﻥَّ ﺭَﺟُﻠًﺎ ﺩَﺧَﻞَ ﻳَﻮْﻡَ ﺍﻟْﺠُﻤُﻌَﺔِ ﻣِﻦْ ﺑَﺎﺏٍ ﻛَﺎﻥَ ﻭِﺟَﺎﻩَ ﺍﻟْﻤِﻨْﺒَﺮِ ﻭَﺭَﺳُﻮﻝُ
ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻗَﺎﺋِﻢٌ ﻳَﺨْﻄُﺐُ ﻓَﺎﺳْﺘَﻘْﺒَﻞَ ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ
ﻗَﺎﺋِﻤًﺎ ﻓَﻘَﺎﻝَ ﻳَﺎ ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻫَﻠَﻜَﺖْ ﺍﻟْﻤَﻮَﺍﺷِﻲ ﻭَﺍﻧْﻘَﻄَﻌَﺖْ ﺍﻟﺴُّﺒُﻞُ ﻓَﺎﺩْﻉُ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻳُﻐِﻴﺜُﻨَﺎ ﻗَﺎﻝَ ﻓَﺮَﻓَﻊَ
ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻳَﺪَﻳْﻪِ ﻓَﻘَﺎﻝَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺍﺳْﻘِﻨَﺎ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺍﺳْﻘِﻨَﺎ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺍﺳْﻘِﻨَﺎ ﻗَﺎﻝَ
ﺃَﻧَﺲُ ﻭَﻻَ ﻭَﺍﻟﻠَّﻪِ ﻣَﺎ ﻧَﺮَﻯ ﻓِﻲ ﺍﻟﺴَّﻤَﺎﺀِ ﻣِﻦْ ﺳَﺤَﺎﺏٍ ﻭَﻻَ ﻗَﺰَﻋَﺔً ﻭَﻻَ ﺷَﻴْﺌًﺎ ﻭَﻣَﺎ ﺑَﻴْﻨَﻨَﺎ ﻭَﺑَﻴْﻦَ ﺳَﻠْﻊٍ
ﻣِﻦْ ﺑَﻴْﺖٍ ﻭَﻻَ ﺩَﺍﺭٍ ﻗَﺎﻝَ ﻓَﻄَﻠَﻌَﺖْ ﻣِﻦْ ﻭَﺭَﺍﺋِﻪِ ﺳَﺤَﺎﺑَﺔٌ ﻣِﺜْﻞُ ﺍﻟﺘُّﺮْﺱِ ﻓَﻠَﻤَّﺎ ﺗَﻮَﺳَّﻄَﺖْ ﺍﻟﺴَّﻤَﺎﺀَ
ﺍﻧْﺘَﺸَﺮَﺕْ ﺛُﻢَّ ﺃَﻣْﻄَﺮَﺕْ ﻗَﺎﻝَ ﻭَﺍﻟﻠَّﻪِ ﻣَﺎ ﺭَﺃَﻳْﻨَﺎ ﺍﻟﺸَّﻤْﺲَ ﺳِﺘًّﺎ ﺛُﻢَّ ﺩَﺧَﻞَ ﺭَﺟُﻞٌ ﻣِﻦْ ﺫَﻟِﻚَ ﺍﻟْﺒَﺎﺏِ ﻓِﻲ
ﺍﻟْﺠُﻤُﻌَﺔِ ﺍﻟْﻤُﻘْﺒِﻠَﺔِ ﻭَﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻗَﺎﺋِﻢٌ ﻳَﺨْﻄُﺐُ ﻓَﺎﺳْﺘَﻘْﺒَﻠَﻪُ ﻗَﺎﺋِﻤًﺎ ﻓَﻘَﺎﻝَ
ﻳَﺎ ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻫَﻠَﻜَﺖْ ﺍﻟْﺄَﻣْﻮَﺍﻝُ ﻭَﺍﻧْﻘَﻄَﻌَﺖْ ﺍﻟﺴُّﺒُﻞُ ﻓَﺎﺩْﻉُ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻳُﻤْﺴِﻜْﻬَﺎ ﻗَﺎﻝَ ﻓَﺮَﻓَﻊَ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠَّﻪِ
ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻳَﺪَﻳْﻪِ ﺛُﻢَّ ﻗَﺎﻝَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺣَﻮَﺍﻟَﻴْﻨَﺎ ﻭَﻟَﺎ ﻋَﻠَﻴْﻨَﺎ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟْﺂﻛَﺎﻡِ ﻭَﺍﻟْﺠِﺒَﺎﻝِ
ﻭَﺍﻟْﺂﺟَﺎﻡِ ﻭَﺍﻟﻈِّﺮَﺍﺏِ ﻭَﺍﻟْﺄَﻭْﺩِﻳَﺔِ ﻭَﻣَﻨَﺎﺑِﺖِ ﺍﻟﺸَّﺠَﺮِ ) ﺍﻟﺒﺨﺎﺭﻱ )

Dari Anas bin Malik RA menyebutkan bahwa ada seorang lelaki pada hari
Jum’at masuk dari pintu menuju mimbar. Sedang Rasulullah SAW
berkhutbah. Dia menemui rasul SAW sambil berdiri dan berkata: wahai
Rasulullah SAW telah musnah binatang ternak dan sumber mata air sudah
tidak mengalir. Mohonlah pada Allah agar menurunkan air untuk kami.

Berkata Anas: Maka Rasulullah SAW mengangkat kedua tangan ke langit
dan berdoa: Ya Allah turunkan bagi kami hujan 3x. Berkata Anas RA Demi
Allah pada saat kami tidak melihat di langit mendung, gumpalan awan atau
apapun. Dan sebelumnya di antara rumah kami dan gunung tidak ada
penghalang untuk melihatnya”. Berkata Anas RA, “Maka muncullah di
belakangnya mendung seperti lingkaran. Dan ketika sampai di tengah,
menyebar dan turunlah hujan.” Anas RA berkata: “Maka kami tidak melihat
matahari selama enam hari”. Kemudian muncul lagi lelaki tersebut dari arah
pintu yang sama pada Jum’at sesudahnya dan Rasul SAW sedang khutbah.

Dia menghadap Rasul saw sambil berdiri dan berkata: “Wahai Rasulullah
SAW harta-harta hancur dan sungai-sungai penuh, berdoalah kepada Allah
agar menghentikannya. Maka Rasulullah SAW mengangkat tangan dan
berdoa Ya Allah berilah hujan sekeliling kami bukan adzab bagi kami, jatuh
pada tanah, gunung-gunung, pegunungan, bukit-bukit, danau- danau dan
tempat tumbuh pepohonan” (HR. Bukhari)

Macam-Macam Istisqo

Istisqo memiliki tiga macam, yaitu:

1. Istisqo yang paling ringan, yaitu doa tanpa shalat dan tidak
juga setelah shalat di masjid atau selain masjid, sendiri atau
jamaah. Dan sebaiknya dilakukan oleh orang-orang yang
shalih.

2. Istisqo pertengahan, yaitu doa setelah shalat Jum’at atau
shalat lainnya, ketika khutbah Jum’at atau khutbah yang lain.

3. Istisqo yang paling utama adalah Istisqo dengan di dahului
shalat dua rakaat dan dua khutbah. Dilakukan oleh muslim,
baik musafir atau muqim, penduduk kampung atau kota.

Waktu Istisqo

Jika hanya doa, maka dapat dilakukan kapan saja, dan lebih baik jika
dilakukan saat khutbah Jum’at. Jika doa dan shalat maka dapat dilakukan
kapan saja, tetapi jangan dilakukan pada waktu yang dimakruhkan shalat.
Waktu yang utama adalah pada waktu Dhuha sampai Zhuhur sebagaimana
shalat Id.

Tempat Shalat Istisqo

Shalat Istisqo dapat dilakukan di masjid atau di luar masjid

Adab sebelum shalat Istisqo

1. Memperbanyak istighfar dan taubat di hari-hari sebelumnya
2. Menghindari perbuatan zhalim dan mengembalikan hak-hak
orang yang terzhalimi
3. Didahului dengan berpuasa tiga hari
4. Hari pelaksanaan dianjurkan puasa.
5. Memperbanyak sedekah.
6. Sebelum pelaksanaan, disunnahkan melakukan thaharah
seperti, mandi, bersiwak, menjauhkan perhiasan dan wangi-
wangian, memakai baju yang sederhana.
7. Berangkat ke tempat dalam keadaan tawadhu, khusyu’,
berharap pada Allah.

Tata Cara Pelaksanaan Shalat Istisqo

1. Shalat dua rakaat, sebagaimana shalat ‘Ied, rakaat pertama
takbir tujuh kali dan kedua lima kali. Ibnu Abbas berkata:”
lakukan pada Istisqo seperti pada waktu ‘Ied”.
2. Rakaat pertama disunnahkan membaca surat Al-A’la dan
rakaat kedua surat Al-Ghasiyah
3. Setelah shalat, diteruskan dengan khutbah dua kali.
4. Berdoa menghadap kiblat dan mengangkat dua tangan.
5. Dianjurkan doa Istisqo dibacakan oleh Ahli Bait dan orang
shalih
6. Bertawasul dengan amal shalih
7. Khusus untuk kaum lelaki disunnahkan memindahkan dan
membalikkan selendang atau sorbannya.
8. Dianjurkan imam keluar bersama masyarakat.
9. Dianjurkan membawa binatang ternak.

Doa Istisqo :

ﺍَﻟْﺤَﻤْﺪُ ﻟِﻠَّﻪِ ﺭَﺏِّ ﺍَﻟْﻌَﺎﻟَﻤِﻴﻦَ, ﺍَﻟﺮَّﺣْﻤَﻦِ ﺍَﻟﺮَّﺣِﻴﻢِ, ﻣَﺎﻟِﻚِ ﻳَﻮْﻡِ ﺍَﻟﺪِّﻳﻦِ, ﻟَﺎ ﺇِﻟَﻪَ ﺇِﻟَّﺎ ﺍَﻟﻠَّﻪُ ﻳَﻔْﻌَﻞُ ﻣَﺎ ﻳُﺮِﻳﺪُ,
ﺍَﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺃَﻧْﺖَ ﺍَﻟﻠَّﻪُ, ﻟَﺎ ﺇِﻟَﻪَ ﺇِﻟَّﺎ ﺃَﻧْﺖَ, ﺃَﻧْﺖَ ﺍَﻟْﻐَﻨِﻲُّ ﻭَﻧَﺤْﻦُ ﺍَﻟْﻔُﻘَﺮَﺍﺀُ, ﺃَﻧْﺰِﻝْ ﻋَﻠَﻴْﻨَﺎ ﺍﻟْﻐَﻴْﺚَ, ﻭَﺍﺟْﻌَﻞْ ﻣَﺎ
ﺃَﻧْﺰَﻟْﺖَ ﻗُﻮَّﺓً ﻭَﺑَﻠَﺎﻏًﺎ ﺇِﻟَﻰ ﺣِﻴﻦٍ
ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺍﺳْﻘِﻨَﺎ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺍﺳْﻘِﻨَﺎ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺍﺳْﻘِﻨَﺎ, ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺍﺳْﻘِﻨﺎ ﻏَﻴْﺜﺎً ﻣُﻐِﻴﺜﺎً ﻫَﻨِﻴﺌﺎً ﻣَﺮِﻳﺌﺎً ﻏَﺪَﻗﺎً ﻣُﺠَﻠِّﻼً
ﺳَﺤّﺎً ﻋﺎﻣّﺎً ﻃَﺒَﻘﺎً ﺩَﺍﺋِﻤﺎً؛ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻈِّﺮَﺍﺏِ ﻭَﻣَﻨﺎﺑِﺖِ ﺍﻟﺸَّﺠَﺮِ، ﻭَﺑُﻄُﻮﻥِ ﺍﻷﻭْﺩِﻳَﺔِ؛ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺇﻧَّﺎ
ﻧَﺴْﺘَﻐْﻔِﺮُﻙَ ﺇِﻧَّﻚَ ﻛُﻨْﺖَ ﻏَﻔّﺎﺭﺍً، ﻓﺄﺭْﺳﻞِ ﺍﻟﺴَّﻤﺎﺀَ ﻋَﻠَﻴْﻨﺎ ﻣِﺪْﺭَﺍﺭﺍً؛ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺍﺳْﻘِﻨﺎ ﺍﻟﻐَﻴْﺚَ ﻭَﻻ ﺗَﺠْﻌَﻠْﻨﺎ
ﻣِﻦَ ﺍﻟﻘَﺎﻧِﻄِﻴﻦَ . ﺍﻟﻠﻬﻢ ﺇﻥَّ ﺑِﺎﻟﻌِﺒﺎﺩِ ﻭﺍﻟﺒِﻼﺩِ ﻭﺍﻟﺒﻬﺎﺋﻢ ﻭﺍﻟﺨﻠﻖ ﻣﻦ ﺍﻟﻸﻭﺍﺀ ﻭﺍﻟﺠﻬﺪ ﻭﺍﻟﻀﻨﻚ ﻣﺎ
ﻻ ﻧﺸﻜﻮﻩ ﺇﻻ ﺇﻟﻴﻚ. ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺃﻧْﺒِﺖْ ﻟَﻨﺎ ﺍﻟﺰَّﺭْﻉَ، ﻭَﺃﺩِﺭَّ ﻟَﻨﺎ ﺍﻟﻀَّﺮْﻉَ، ﻭَﺍﺳْﻘِﻨﺎ ﻣِﻦْ ﺑَﺮَﻛﺎﺕِ ﺍﻟﺴَّﻤﺎﺀِ،
ﻭﺃﻧْﺒِﺖْ ﻟَﻨﺎ ﻣِﻦْ ﺑَﺮَﻛﺎﺕِ ﺍﻷﺭْﺽِ؛ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺍﺭْﻓَﻊْ ﻋَﻨَّﺎ ﺍﻟﺠَﻬْﺪَ ﻭَﺍﻟﺠُﻮﻉَ ﻭﺍﻟﻌُﺮْﻱَ، ﻭﺍﻛْﺸِﻒْ ﻋَﻨَّﺎ ﻣِﻦَ
ﺍﻟﺒَﻼﺀِ ﻣﺎ ﻻ ﻳَﻜْﺸِﻔُﻪُ ﻏَﻴْﺮُﻙَ
ﺍﻟﻠﻬﻢ ﺍﺳﻘﻨﺎ ﺍﻟﻐﻴﺚَ ﻭﺍﻧﺼﺮﻧﺎ ﻋﻠﻰ ﺍﻷﻋﺪﺍﺀ . ﺍﻟﻠﻬﻢ ﺃﻧﺖ ﺃﻣﺮﺗﻨﺎ ﺑﺪﻋﺎﺋﻚ ﻭﻭﻋﺪﺗﻨﺎ ﺇﺟﺎﺑﺘﻚ،
ﻭﻗﺪ ﺩﻋﻮﻧﺎﻙ ﻛﻤﺎ ﺃﻣﺮﺗﻨﺎ ﻓﺄﺟﺒﻨﺎ ﻛﻤﺎ ﻭﻋﺪﺗﻨﺎ، ﺍﻟﻠﻬﻢ ﺍﻣﻨﻦ ﻋﻠﻴﻨﺎ ﺑﻤﻐﻔﺮﺓ ﻣﺎ ﻗﺎﺭﻓﻨﺎ،
ﻭﺇﺟﺎﺑﺘﻚ ﻓﻲ ﺳﻘﻴﺎﻧﺎ، ﻭﺳﻌﺔ ﺭﺯﻗﻨﺎ .

Segala puji bagi Allah Rabbul ‘alamin yang Maha Pengasih lagi Maha
Penyayang, yang merajai hari pembalasan, tidak ada Tuhan selain Allah
yang melakukan apa yang Ia kehendaki, ya Allah Engkaulah Allah tidak ada
Tuhan selain Engkau, Engkau Mahakaya dan kami orang-orang fakir,
turunkanlah pada kami hujan, dan jadikan apa yang Engkau turunkan
sebagai kekuatan dan bekal hingga suatu batas yang lama.

Ya Allah, turunkan bagi kami hujan 3x, Ya Allah, turunkan bagi kami hujan
yang menyuburkan, menyejahterakan, bermanfaat, mengalir dari atas ke
bawah merata, dan terus-menerus kebaikannya bagi negeri dan
penghuninya. Ya Allah pada pegunungan, sawah ladang dan danau-danau.

Ya Allah kami beristighfar kepada-Mu, sesungguhnya Engkau penerima
ampun, turunkan kepada hujan dari langit yang terus menerus memberikan
kebaikan. Ya Allah turunkanlah hujan dan jangan jadikan kami termasuk
orang-orang yang putus asa. Ya Allah negeri dan penduduknya mengalami
kesulitan, kesengsaraan, kesempitan dan kami tidak mengadu kecuali
kepada-Mu. Ya Allah tumbuhkanlah bagi kami tanaman, suburkanlah susu-
sus ternak kami, turunkanlah hujan dari keberkahan langit dan tumbuhkanlah
tanaman dari keberkahan bumi. Ya Allah angkatlah dari kami kesusahan,
kelaparan, dan terbukanya aurat, singkapkan dari kami musibah dan tidak
ada yang dapat menyingkapkannya kecuali Engkau.

Ya Allah turunkanlah hujan dan tolonglah kami atas musuh. Ya Allah
Engkau telah memerintahkan kami untuk berdoa, dan berjanji untuk
mengabulkan. Dan kami telah berdoa sebagaimana engkau perintahkan,
maka kabulkanlah sebagaimana Engkau telah janjikan. Ya Allah berikanlah
anugerah ampunan-Mu atas kesalahan kami, dan kabulkan hujan untuk
kami dan kelapangan rezeki.

Doa Ketika Hujan Telah Turun

ﺍﻟﻠّﻬُﻢَّ ﺍﺟْﻌَﻠﻪُ ﺻَﻴِّﺒَﺎً ﻫَﻨِﻴﺌﺎً ﻧﺎﻓﻌﺎً . ﺍﻟﻠﻬﻢ ﺣﻮﺍﻟﻴﻨﺎ ﻭﻻ ﻋﻠﻴﻨﺎ . ﻭﻳﻘﻮﻟﻮﻥ: ﻣُﻄِﺮْﻧَﺎ ﺑِﻔَﻀْﻞِ ﺍﻟﻠﻪِ
ﻭَﺭَﺣْﻤَﺘِﻪِ

Ya Allah jadikan hujan yang menyejahterakan dan bermanfaat. Ya Allah
turunkan di sekeliling kami bukan adzab bagi kami. Dan jamaah
mengucapkan:” Hujan turun dengan karunia dan rahmat Allah.

ﻭﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻰ ﺳﻴﺪﻧﺎ ﻣﺤﻤﺪ ﻭﻋﻠﻰ ﺁﻟﻪ ﻭﺃﺻﺤﺎﺑﻪ ﺃﺟﻤﻌﻴﻦ

Penulis : DR. Surahman Hidayat

0 komentar:

Post a Comment

Salam hangat....
Komentar anda adalah tanda jabat erat persahabatan di antara kita.