Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Translate This Blog

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Antara Jokowi, Umar dan Mursi

Written By Sugar Sugiyarto on Wednesday, October 10, 2012 | 10/10/2012 06:11:00 AM

Antara Jokowi, Umar, dan Mursi

Oleh: Anugrah Roby Syahputra | 05 October 2012 | 15:38 WIB

Kemenangan Jokowi-Ahok disebut-sebut sebagai kemenangan rakyat kecil
atas rezim kekuasaan yang menindas. Jika menilik kiprah Fauzi Bowo
rasanya memang tak terlalu salah untuk mengklaim demikian. Gaya hidup
yang dicitrakan berbagai media massa mainstreampun memperlihatkan
kesederhanaan dan kebersahajaan. Sampai-sampai Wakil Ketua Umum Partai
Gerindra, Fadli Zon mengatakan Jokowi berusaha meneladani kepemimpinan
khalifah Umar bin Khattab. Demikian isi blackberry messenger, Jumat
(21/09).

Berikut keteladanan Umar bin Khatthab, seperti dilansir merdeka.com, yang
berusaha dikuti Jokowi:

1. Umar bin Khattab mengunjungi rakyat di pasar dan rumah-rumah mereka
secara langsung, bukan diwakili, begitu juga Jokowi.

2. Saat mengunjungi rakyat, Umar bin Khattab tidak membawa orang untuk
mengawalnya karena alasan keamanan disebabkan rasa takut. Begitu juga
dengan Jokowi, karena dengan keadilannya memimpin, rakyat mencintai bukan
membenci.

3. Umar bin Khattab pernah melakukan perjalanan dengan pembantunya,
dengan 1 unta yang ditunggangi bergantian. Saat giliran pembantunya naik
unta, mereka tiba di kota tujuan, dan orang menyangka pembantunya adalah
Khalifah. Sama dengan Jokowi yang punya ajudan yang orang sangka dia
yang jadi Wali kota, bukan Jokowi.

4. Umar bin Khattab biasa memakan makanan/menu yang dimakan oleh
rakyat miskin, Jokowi biasa makan di warteg apa adanya.

5. Umar bin Khattab biasa dikelilingi orang miskin hingga berdempetan
mereka dalam duduk, Jokowi biasa berdesakan dengan rakyat dalam
transportasi yang penuh sesak. Kalau pejabat yang lain mana berani, di
lingkar pertama selalu pengawal dan orang-orangnya, bukan rakyat.

6. Umar bin Khattab sebagai khalifah disediakan gaji dari Baitul Maal, tapi
tidak mengambilnya. Jokowi juga begitu.

7. Umar bin Khatab memegang jabatan Khalifah bukan karena keinginan
pribadi, tapi karena diajukan oleh orang lain, Jokowi maju jadi cagub juga
bukan karena ambisi pribadi mencalonkan diri, tapi karena diajukan oleh orang
lain.

Tentu sosok pemimpin seperti Umar bin Khattab sudah ratusan tahun menjadi
kerinduan yang sangat mendalam bagi umat Islam dan bangsa Indonesia.
Ketakwaannya, ketegasannya, keberaniannya sekaligus kepahlawanannya tak
bisa diragukan. Dialah sahabat Nabi yang mulia, yang dijanjikan masuk surga
tanpa hisab.

Maka, agak lucu rasanya jika penyamaan Jokowi dengan Umar ini
dipaksakan. Sangatlah tidak sebanding Jokowi dengan Umar. “Tapi kan
setidaknya sebagian sifatnya ada pada Jokowi?” Iya, secara kasat mata benar
begitu. Namun secara kasat mata pula banyak perbedaan di antara mereka.

Di antaranya bahwa ketauhidan Umar sangat dijaganya, sementara Jokowi
malah berbuat kemusyrikan dengan ngalap berkah melalui acara mandi
kembang yang dibuatnya, ngalap berkah untuk Mobil Esemka. Maka ini
perkara besar yang tidak bisa main-main bagi umat Islam.

Selain itu, Umar bin Khattab radhiyallahuanhu adalah seorang ahli ibadah. Dia
selalu shalat berjamaah lima waktu di masjid. Menegakkan pula amalan-
amalan sunnah. Qiyamullailnya panjang. Menghafal Al-Qur’an. Bahkan ia
selalu menangis ketika mendengarkan lantunan ayat suci Al-Qur’an
dibacakan. Sedangkan Jokowi? Malahan sebuah berita di media mengabarkan
dia tidak lancar dalam membasuh anggota wudhu’.

Tulisan ini tidak bermaksud untuk memadamkan harapan warga Jakarta untuk
perubahan. Tapi ini hanya sebagai pengingat saja. Supaya ia memimpin
dengan amanah. Supaya ia menjamin keharmonisan tanpa ada penistaan.

Supaya ia melaksanakan janji-janjinya. Supaya ia benar-benar bisa
meneladani Umar mulai dari meluruskan tauhidnya, memantapkan ibadahnya
dan menjadi negarawan sejati yang menjadi khalifah di muka bumi.

Pasca diumumkan menang Quick-Count lalu, setidaknya ia berjanji untuk lebih
banyak di lapangan, di kantor hanya 1 jam,serta blusukan ke daerah kumuh,
tidak main proyek, tidak pakai voorijder, dalam 100 hari kerja, kartu pintar
dan kartu sehat terbit, birokrasi dengan mental melayani dalam waktu 3 bulan
dan komitmen 5 tahun memimpin Jakarta. Ini janji keren dan lebih keren lagi
kalau ditepati. Sebab jika ia khianat maka ia siap untuk menjadi Foke
berikutnya yang dimusuhi koalisi rakyat.

Namun, belakangan ini ada figur yang menarik dalam sejarah kepemimpinan
di dunia. Ya, Dialah Mursi. Seorang doktor yang bukan honoris causa.

Presiden pilihan rakyat Mesir hasil revolusi yang menumbangkan diktator
Mubarak. Gaya hidupnya juga merakyat. Dahsyat. Seperti pernah diberitakan
oleh Kompas bagaimana kesahajaan beliau dan keluarga meski sudah jadi
orang nomor satu di negerinya.

Di awal era kepemimpinannya ia meluncurkan program-program
perubahan. Yang unik, salah satu program mursi di tahun pertama ini adalah
menubah image Mesir dari negara kotor penuh sampah menjadi negeri yang
bersih. “WATHAN NAZHIF” ( ﻭﻃﻦ ﻧﻈﻴﻒ ) atau “Negeriku Bersih”, itulah
program 100 hari pertama yang dipropagandakan oleh Mursi kepada seluruh
rakyat Mesir guna mewujudkan visinya tersebut.

Di samping itu, sejumlah prestasi sudah dikerjakan Mursi pada 100 hari
kepemimpinannya. Di antaranya adalah sebagai berikut:

1. Minggu pertama, Moursi membebaskan wartawati Mesir yang ditahan di
Sudan dan menjemputnya dengan pesawat kepresidenan.

2. Pemecatan 70 Jenderal dan Kudeta dengan Cinta pada Marsekal Thantawi
dan Anan, Panglima dan wakil Panglima militer.

3. Penghapusan hutang 40.000 petani yang memiliki hutang di bawah 10.000
pounds (30 Juta) yang di masa Mubarak ditangkapi dan dijebloskan ke
Penjara.

4. Investasi 270 Milyar dollar yang ditanam di Mesir, hanya dalam 1 bulan
Moursi berkuasa.

5. Selama 100 hari ini, Moursi tidak menerima gaji selama menjadi Presiden.

6. Moursi mengembalikan izzah Mesir dengan menguasai gurun Sinai yang di
masa Mobarak, 70 % lalulintas udara dan darat dikuasai Israel.

7. Moursi melakukan politik smart and cool dalam bersikap kepada Amerika
dan Israel. Hingga PM Israel mengatakan, “Sikap Moursi jauh lebih berbahaya
daripada Nuklirnya Iran”. Bahkan Obama menilai, “Hubungan AS dengan Mesir
bukan hubungan sahabat bukan pula musuh.”

8. Penjualan khmar dilarang, dan itu tidak mengganggu pariwisata Mesir.

9. Penampilan di pantai dibatasi, hari Jumat diliburkan, dan turis wanita dan
pria dipisahkan.

10. Militer Mesir memang the real power, tapi semua di bawah komando
Panglima Tertinggi. Pada 2 bulan Moursi berkuasa, 2 kapal selam tercanggih
Jermah berhasil didatangkan walau diprotes keras Israel.

11. Kanal Suez diperlebar dan diperdalam, dan sekarang dikontrol sepenuhnya
oleh Mesir setelah direktur Kanal Suez diganti yang sebelumnya didikte Barat.

12. PM Hiysam Qandil setiap Shubuh memeriksa pabrik roti dan turun ke
bawah, atas intruksi Presiden Moursi hal yang hanya terjadi di masa Kenabian
dan Khulafaur-Rasyidin.

13. Moursi mempelopori pemisahan kepentingan antara kepentingan pribadi
+keluarga+partai dengan kepentingan negara. Saat diundang Raja Saudi,
keluarga Moursi dengan uang pribadinya menggunakan pesawat Egypt Air
tidak menggunakan pesawat kepresidenan.

14. Moursi adalah Presiden pertama dunia yang dengan tegas dan berani
menekankan cinta Nabi dan cinta para sahabat di hadapan Khomanei dan
pemimpin Syiah di Iran.

15. Jika patokannya adalah mengutip ayat Al-Qur’an dan Hadits, maka
Moursi adalah Presiden pertama yang mengutip ayat-ayat AL-Quran dan
Hadits di depan Sidang Umum PBB bulan lalu.

16. Jika patokannya adalah masalah protokoler, maka Moursi adalah Presiden
yang membiarkan jalanan tetap lalu lalang saat ia melintas dan membiarkan
masjid terbuka saat ia shalat.

17. Di Mesir, masjid saat ini dibuka 24 jam untuk kepentingan jamaah setelah
di Era Mobarak, masjid-masjid di Mesir ditutup 1 jam setelah shalat wajib.

18. Di tataran regional, Moursi menggalang aliansi dengan Turki. Dalam
benak kedua pemimpin ini, kehancuran Israel hanya tinggal waktu dan itu
didahului dengan perubahan rezim-rezim antek2 AS baik di Teluk maupun di
negara-negara TIMTENG lainnya.

19. Untuk masalah Palestina, tidak ada pemimpin yang nyata-nyata
mendukung perjuangan perlawanan selain Moursi. Perbatasan dibuka, hanya
dalam 1 minggu Moursi berkuasa dan kemarin dengan Qatar sukses
membantuk Zona Ekonomi untuk membangun kembali Gaza.

Masih banyak keberhasilan Mursi lainnya. Tak salah jika rakyat Mesir puas
pada kepemimpinannya. Rakyat Mesir makin cinta kepada presidennya yang
kata Ismail Haniyya punya kisah mirip Nabi Musa as. ini -sama-sama pernah
di penjara baru jadi penguasa istana-. Pusat Riset Opini Publik (Bashira)
mengadakan jajak pendapat kedua terhadap kinerja presiden Mursi setelah 80
hari masa jabtannya. Hasilnya, publik yang puas terhadap kinerja Mursi
sebanyak 79%. Sisanya yang tidak puas 13%, dan 8% menyatakan ragu-ragu.
Dukungan ini sudah melebihi raihan suaranya di Pemilu kemarin.

Dari fakta-fakta ini, sejauh ini Mursi adalah salah satu model pemimpin
paling ideal untuk diteladani.(bagaimana kesahajaannya bisa dibaca di http://
internasional.kompas.com/read/2012/06/28/08083211/
Harihari.Presiden.Terpilih.Muhammad.Mursi

Harapan saya, Jokowi bisa melihat contoh Mursi juga Umar bin Khattab dan
meneladani mereka di semua bidang. Kalau ini dilakukan Jokowi, subhanallah,
rasanya saya ikhlas kalau beliau tidak harus lima tahun memimpin Jakarta
untuk memimpin Negara Kesatuan Republik Indonesia. Bahkan mungkin
aktivis “radikal” Hizbut Tahrir-pun akan mendukungnya untuk jadi pemimpin
di institusi Khilafah-nya.

Sumber :
kompasiana.com

0 komentar:

Post a Comment

Salam hangat....
Komentar anda adalah tanda jabat erat persahabatan di antara kita.