Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Translate This Blog

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

KEAJAIBAN SABAR

Written By Unknown on Tuesday, October 16, 2012 | 10/16/2012 04:46:00 PM

Keajaiban Sabar▬

Bismillahirr Rahmanirr Rahim ...

1.> Apakah ada keajaiban sabar?
2.> Apakah benar dengan bersabar, hidup kita menjadi lebih tenang?
3.> Lalu, apa bedanya sabar dengan pasrah?
4.> Mengapa kita harus bersabar, sementara kita masih punya kemampuan
untuk berbuat sesuatu?

Bentuk-bentuk Kesabaran

Para ulama membagi kesabaran menjadi tiga:

1. Sabar dalam ketaatan kepada Allah

Lho, apakah untuk taat menjalankan ibadah, taat menjalankan perintah Allah,
orang harus bersabar? Oh, ternyata memang begitu. Misalnya, ketika berpuasa,
jika tidak sabar maka rasa laparpun tidak akan terbendung. Ketika shalat
malam, jika tidak sabar menahan kantuk dan rasa malas, pasti tidak akan
sanggup melakukannya.

Dengan demikian, untuk sekadar bisa melaksanakan ketaatan kepada Allah,
kita membutuhkan kesabaran. Bagaimana bisa? Ya, karena secara tabiat dan
naluri, jiwa manusia enggan untuk beribadah dan berbuat ketaatan. Ya kan
lebih enak bersantai ria, dibandingkan harus sibuk untuk ibadah.

Apa yang menyebabkan orang, seperti saya, sulit bersabar dalam ketaatan?
Setidaknya ada tiga hal yang menyebabkan insan sulit untuk bersabar.

Pertama karena malas, seperti dalam melakukan ibadah sholat. Lha, wong
sedang nikmat-nikmatnya nonton TV, kok ya harus berhenti untuk pergi ke
mesjid. Pasti akan sulit. Di sini kita diminta untuk bisa bersabar, bukan?

Kedua, karena bakhil (kikir, pelit). Yang kedua ini lebih banyak terkait dengan
hal-hal yang dianggap bisa mengurangi harta dan kekayaan, seperti
menunaikan zakat dan infak. Coba, kita lebih rela merogoh kantong untuk
menonton bioskop seharga Rp 25,000 per orang, tapi saat diminta
menyumbang untuk renovasi mesjid, kita hanya mengeluarkan satu lembar
uang ribuan.

Coba, kita lebih rela merogoh kantong untuk menonton bioskop seharga Rp
25,000 per orang, tapi saat diminta menyumbang untuk renovasi mesjid, kita
hanya mengeluarkan satu lembar uang ribuan.

Ketiga, karena keduanya, (malas dan kikir), seperti haji dan jihad. Untuk bisa
pergi haji, seseorang harus rela dengan berbagai ujian. Hidup jauh dari
keluarga selama satu bulan lebih, tentu tidak mudah. Belum lagi, biayanya juga
tidak sedikit. Rp 30 juta bisa untuk uang muka membeli mobil, atau cukup
untuk membeli motor, daripada di buang percuma hanya untuk pergi ke
mekah? Nah, jika tidak sabar dalam ketaatan, perasaan demikian pasti ada.

2. Sabar dalam meninggalkan kemaksiatan

Hidup bergelimang uang, terkadang membuat banyak orang lupa. Dengan
uang, bisa melakukan kemaksiatan apa saja. Secara hakiki, semua
kemaksiatan selalu menyenangkan. Mabuk, membuat orang merasa bisa
melepaskan beban hidup. Berzina, untuk melampiaskan nafsu syahwat.

Korupsi, bisa membuat kaya raya dan dihormati orang. Bukankah semua itu
nikmat, sangat nikmat?

Jika tidak punya kesabaran, tentu sulit meninggalkan segala kenikmatan
duniawi seperti itu. Sama halnya dengan meninggalkan kemaksiatan juga
membutuhkan kesabaran yang besar. Bahkan lebih besar. Tidak usah berpikir
meninggalkan kemaksiatan yang besar, yang kecilpun terasa berat juga.

Maksiat kecil itu relatif mudah dilakukan, dan tidak perlu modal banyak.
Misalnya, ghibah (ngerumpi, bergosip), dusta, atau menjaga mata dari sesuatu
yang haram.

3. Sabar dalam menghadapi ujian dan cobaan dari Allah.

Ini yang sering terjadi. Misalnya, ketika ada saudara kita yang meninggal, jika
tidak sabar maka kita bisa pingsan, bahkan bisa langsung menyalahkan Allah.

Sebaliknya, jika kita sabra, justru akan melihat segala musibah itu sebagai
rahmat. Ya, minimal kita bisa melihat ada hikmah di balik musibah atau
cobaan itu.

Kiat-kiat untuk Meningkatkan Kesabaran :

1. Mengikhlaskan hidup dan niat semua ibadah kepada Allah

2. Memperbanyak tilawah (membaca) Al-Qur’an, baik pada pagi, siang, sore,
dan malam hari. Akan lebih optimal lagi manakala bacaan tersebut disertai
perenungan dan pentadabur-an.

3. Memperbanyak puasa sunah. Puasa merupakan ibadah yang memang
secara khusus dapat melatih kesabarn.

4. Mujahadatun nafs, yaitu sebuah usaha kerasa dan giat yang dilakukan
seseorang untuk mengalahkan nafsu yang cenderung menyukai hal-hal negatif,
seperti malas, marah, dan kikir.

5. Mengingat-ingat kembali tujuan hidup kita di dunia karena hal ini akan
memacu diri kita untuk beramal secara sempurna.

6. Perlu mengadakan latihan-latihan sabar secara pribadi seperti saat sedang
sendiri dalam rumah, hendaklah mengutamakan beribadah daripada menonton
televisi atau kegiatan hiburan lainnya. Kemudian, melatih diri untuk
menyisihkan sebagian rezeki untuk infaq fisabilillah.

7. Membaca kisah-kisah kesabaran para sahabat, tabi’in, maupun tokoh-tokoh
islam lainnya.

Sumber: FP FB Strawberry

0 komentar:

Post a Comment

Salam hangat....
Komentar anda adalah tanda jabat erat persahabatan di antara kita.