Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Translate This Blog

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Tentang Cinta | CH7

Written By Sugar Sugiyarto on Tuesday, December 4, 2012 | 12/04/2012 09:34:00 AM

Tentang Cinta | CH7
Oleh : Nuruddin Al Indunissy/NAI
http://www.nai-foundation.com/

Serial catatan tentang cinta chapter 7 ini adalah serial relaksasi hati yang akan
menimbulkan effect ketenangan namun "hati-hati" jangan dibaca ditempat
umum atau tempat kerja, karena menimbulkan effect ngantuk yang luar biasa.
[jika sedang ditempat umum, maka jangan dibaca sekarang dan baca saat
sendiri dikamar]

ini adalah tentang hatimu
iyah, jika kita lihat dengan mata telanjang.
disetiap permukaan hati itu lembut, namun jika kita dekati maka kita akan
melihatnya kasar dihuni bebukitan dan gunung-gunung, sungai-sungai dan
rerumputan hijau sebagian putih tak tersinari.

jika engkau dekati
maka disana terlihat ada palung, teramat dalam....
dalam sekali, didalam palung itu ada goa gelap, goa yang luas sekali entah
dimana ujungnya, namun disalah satu sudutnya ada cahaya, dekatilah perlahan
cahaya itu....

dekati, dekati, semakin dekat...
semakin dekat. dan lihatlah! lihatlah disana ada telaga....
dari telaga itu mengalir sungai kecil, jangan injak airnya biarka ikan-ikannya
tenang...dan airnya beriak, jangan menyentuhnya.. biarkan airnya utuh
dengarkan saja gemericiknya. dengarkan...dengarkan saja, dengarkan dan
catat dihatimu setiap gemericik itu. lalu turuti, patuhi dan ikuti lalu lakukan.

tatap dalam-dalam rangkaian kata yang kualirkan dari telaga hatiku ini, tatap
dalam dalam dan dengarkan. dengarkan. .
semakin kmu menatapnya, semakin kamu bahagia.

semakin kamu bahagia, semakin kamu betah. semakin betah, semakin
nyaman.. semakin tenang, semakin rindu, semakin penasaran apakah akhir
dari serangkaian yang begitu indah ini.

lalu kamu berharap itu adalah sebuah ketenangan, dimana kamar tempat kamu
berdiam sendiri itu sekarang mulai bercahaya. kamarmu, ya kamarmu. bukan
tempat dimana saat ini kamu terduduk atau berjalan..

sekarang rasakan dua dinding-sepi hatimu mulai bergetar, di dinding itu ada
bunga warna warni kebiruan. namun sebenarnya itu bukan bunga, tapi putaran
kincir angin berwarna hijau kebiruan berputar-putar, berputar-putar... ah
sejuknya.

kesejukan itu...
kesejukan itu mulai merebak ketepian hatimu, semakin merebak dan merasuki
tubuhmu... hingga setiap pembuluh darahnya melonggar, meregang menenang,
dan subhanallah....

sekarang otot-ototmu semakin longgar, semakin longgar semakin longgar dan
ah.. benarkah ini terjadi? coba, coba rasakan lagi. jika tidak terasa sama sejali
mungkin cara bernafasmu yang salah. coba, coba ikuti 5 detik saja.

tarik nafas dari hidung... tahan 2 detik, dalam 3 ketukan..
ya, lepaskan. tunggu dulu, lepaskan dari mulut selama 10 ketukan. ingat
sepuluh ketukan, lepaskan...

lepaskan saja,
hempaskan.. hempaskan semuanya.
hempaskan semua belenggu dihatimu,
biarkan cahaya yang berputar itu semilir membersihkan flek-flek hitam yang
menutupi hatimu. tarik nafas lagi dan yakinkan semua flek hitam itu hilang. itu
adalah sifatmu yang dulu, sifatmu yang dulu bebal tak mau memaafkan.

sekarang cahaya hidayah tengah meliputimu, dan engkau mampu memaafkan
siapapun dengan gagah perkasa dan kekokohan niat untuk menjadi hamba
yang mulia dengan memaafkan.

tarik nafas seperti tadi,
tarik, tahan dan lepas. hempaskan...

sekarang rasakan ruangan hatimu lebih luas.
lebih luas, lebih luas lebih nyaman lebih tenang lebih indah lebih bahagia.
ada sesuatu memancar dari hatimu
pancaran hangat namun segar, itu adalah cahaya putih hangat yang menyebar
keseluruh tubuhmu

ya..
benar sekali, itu adalah cahaya ilahiyyah dalam gemericik fitrah.
baik sekarang hatimu telah menenang. namun, demi Allah, REHAB HATI ini
belum selesai. karena masih ada titik-titik yang perlu direhab akar engkau
benar-benar bahagia dan mengakses cahaya langit untuk engkau tebarkan di
muka bumi ini. cahaya cinta tanpa batas, agar semesta ramai bertasbih
memuji rabb nya.

catat....
titik itu adalah tersebar diseluruh tubuhmu, semisal sepanjang syaraf dan
sumsum tulang belakang yang penuh syahwat, syaraf dan otot tenggorokan
yang senang mencaci manusia, otot wajah yang susah tersenyum, otot-otot di
lambungmu, dadamu, perutmu, pahamu, betis, pergelangan kaki, tangan dan
jari-jarinya... dan matanya, iah matamu. syaraf-syaraf dimatamu.

Sebentar jangan ngantuk dulu.
Matamu itu bebas, tak ada sesuatu yang menggantung disetiap alisnya. disana
tidak ada batu yang semakin memberatkan matamu, menarik matamu
kebawah, tak ada... tidak ada.

sebentar jangan ngantuk, catat dulu..
catat dulu informasi ini; insya Allah kita akan bertemu lagi di buku Rehab Hati
Session 2, dengan tema "Therapi Qurani Rehab Hati", tahun 2013 nanti.

iyah sudah tercatat rapi..
Baiklah sekarang biarkan matamu untuk rileks..
tariklah nafas agak dalam, penuhi dadamu dengan udara segar.. lalu
hembuskan..

rasakan udara sejuk menebar bening dimatamu, sejuk sekali. semakin sejuk,
semilir menenang hingga syaraf-syaraf mana tenang, dan pembuluh darah
disekitar mata dimanjakan. sebentar, tahan jangan sampai lelap meski kamu
merasakan mata itu begitu berat, semakin berat--- semakin berat. ah, jangan
tidur.

cari tempat terbaik untuk istirahat, dan istirahatkanlah.
insya Allah ketika bangun nanti, engkau akan lebih tenang dan bahagia. lebih
butuh lagi kepada rabbmu, lebih butuh lebih patuh.

baik, sekarang istirahatlah
istirahat satu jam saja.
tidurlah..

bayangkan seseorang yang paling menyayangimu ada disana, didekatmu
memeluk hatimu dan. tidurlah. jangan lihat lagi siapa penulis catatan aneh ini.
tidurlah.

NAI

0 komentar:

Post a Comment

Salam hangat....
Komentar anda adalah tanda jabat erat persahabatan di antara kita.