Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Translate This Blog

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

SERAT SABDA JATI BY R.NG.RONGGOWARSITO

Written By Sugar Sugiyarto on Thursday, May 24, 2012 | 5/24/2012 04:00:00 PM

Raden Ngabehi Ronggowarsito lahir di Surakarta pada tanggal 15 Maret 1802 dan wafat di Surakarta tanggal 24 Desember 1873 adalah pujangga besar budaya Jawa yang hidup di Kasunanan Surakarta. Ia termasuk pujangga besar di tanah Jawa. R.Ng.Ronggowarsito dimakamkan di Desa Palar, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Klaten.

Karya sastra terakhir R.Ng.Ronggowarsito adalah Serat Sabda Jati.
Serat Sabda Jati

1. Hawya pegat ngudiya RONGing budyayu;
MarGAne suka basuki;
Dimen luWAR kang kinayun;
Kalising panggawe SIsip;
Ingkang TAberi prihatos.

(Jangan berhenti selalulah berusaha berbuat kebajikan,agar mendapat kegembiraan serta keselamatan serta tercapai segala cita-cita,terhindar dari perbuatan yang bukan-bukan, caranya haruslah gemar prihatin).
 
2. Ulatna kang nganti bisane kepangguh;
Galedahen kang sayekti;
Talitinen awya kleru;
Larasen sajroning ati;
Tumanggap dimen tumanggon.

(Dalam hidup keprihatinan itu pandanglah dengan seksama,intropeksi, telitilah jangan sampai salah, endapkan didalam hati,agar mudah menanggapi sesuatu).

3. Pamanggone aneng pangesthi rahayu;
Angayomi ing tyas wening;
Eninging ati kang suwung;
Nanging sejatining isi;
Isine cipta sayektos.

(Dapatnya demikian kalau senantiasa mendambakan kebaikan,mengendapkan pikiran, dalam mawas diri sehingga seolah-olah hati ini kosong namun sebenarnya akan menemukan cipta yang sejati).

4. Lakonana klawan sabaraning;
Lamun obah niniwasi;
Kasusupan setan gundhul;
Ambebidung nggawa kendhi;
Isine rupiah kethon.

(Segalanya itu harus dijalankan dengan penuh kesabaran.Sebab jika bergeser (dari hidup yang penuh kebajikan) akan menderita kehancuran. Kemasukan setan gundul,yang menggoda membawa kendi berisi uang banyak).

5. Lamun nganti korup mring panggawe dudu;
Dadi panggonaning iblis;
Mlebu mring alam pakewuh;
Ewuh mring pananing ati;
Temah wuru kabesturon.

(Bila terpengaruh akan perbuatan yang bukan-bukan,sudah jelas akan menjadi sarang iblis, senantiasa mendapatkan kesulitas-kesulitan, kerepotan-kerepotan, tidak dapat berbuat dengan iktikad hati yang baik,seolah-olah mabuk kepayang).

6. Nora kengguh mring pamardi reh budyayu;
Hayuning tyas sipat kuping;
Kinepung panggawe rusuh;
Lali pasihaning Gusti;
Ginuntingan kaya mrenos.


(Bila sudah terlanjur demikian tidak tertarik terhadap perbuatan yang menuju kepada kebajikan. Segala yang baik-baik lari dari dirinya,sebab sudah diliputi perbuatan dan pikiran yang jelek.Sudah melupakan Tuhannya. Ajaran-Nya sudah musnah berkeping-keping).

7. Parandene kabeh kang samya andulu;
Ulap kalilipen wedhi;
Akeh ingkang padha sujut;
Kinira yen Jabarail;
Kautus dening Hyang Manon.
 
(Namun demikian yang melihat, bagaikan matanya kemasukan pasir, tidak dapat membedakan yang baik dan yang jahat, sehingga yang jahat disukai dianggap utusan Tuhan).

8. Yeng kang uning marang sejatining dawuh;
Kewuhan sajroning ati;
Yen tiniru ora urus;
Uripe kaesi-esi;
Yen niruwa dadi asor.
 
(Namun bagi yang bijaksana, sebenarnya repot didalam pikiran melihat contoh-contoh tersebut. Bila diikuti hidupnya akan tercela akhirnya menjadi sengsara).
 
9. Nora ngandel marang gaibing Hyang Agung;
Anggelar sakalir-kalir;
Kalamun temen tinemu;
Kabegjane anekani;
Kamurahane Hyang Manon.

(Itu artinya tidak percaya kepada Tuhan, yang menitahkan bumi dan langit, siapa yang berusaha dengan setekun-tekunnya akan mendapatkan kebahagiaan. Karena Tuhan itu Maha Pemurah adanya).

10. Hanuhoni kabeh kang duwe panuwun;
Yen temen-temen sayekti;
Dewa aparing pitulung;
Nora kurang sandhang bukti;
Saciptanira kelakon.
 
(Segala permintaan umatNya akan selalu diberi, bila dilakukan dengan setulus hati.Tuhan akan selalu memberi pertolongan, sandang pangan tercukupi segala cita-cita dan kehendaknya tercapai).

19. Cinitra ri budha kaping wolulikur;
Sawal ing tahun Jimakir;
Candraning warsa pinetung;
Sembah mukswa pujangga ji;
Ki Pujangga pamit layon.

(Karya ini ditulis di hari Rabu tanggal 28 Sawal tahun Jimakir 1802.(Sembah=2, Mukswa=0, Pujangga=8, Ji=1) bertepatan dengan tahun masehi 1873).
 
Karya sastra tulisan R.Ng.Ronggowarsito antara lain :
Bambang Dwihastha
Bausastra Kawi atau Kamus Kawi – Jawa,
Sajarah Pandhawa lan Korawa : miturut Mahabharata,
Sapta Dharma
Serat Aji Pamasa
Serat Candrarini
Serat Cemporet
Serat Jaka Lodang
Serat Jayengbaya
Serat Kalatidha
Serat Panitisastra
Serat Pandji Jayeng Tilam
Serat Paramasastra
Serat Paramayoga
Serat Pawarsakan
Serat Pustaka Raja
Suluk Saloka Jiwa
Serat Wedaraga
Serat Witaradya
Sri Kresna Barata
Wirid Hidayat Jati
Wirid Ma'lumat Jati
Serat Sabda Jati

0 komentar:

Post a Comment

Salam hangat....
Komentar anda adalah tanda jabat erat persahabatan di antara kita.