Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Translate This Blog

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Hypnoparenting tidak hanya sekedar Pillow Talk

Written By Sugar Sugiyarto on Thursday, September 20, 2012 | 9/20/2012 09:40:00 PM

Hypnoparenting tidak hanya sekedar Pillow Talk
Oleh: Idzma Mahayattika

Sering banget dapet pertanyaan dari ayah dan bunda “udah Pillow Talk setiap
malam kak, tapi kenapa ga berhasil ya?” atau orang tua yang datang ke tempat
hypnoterapi saya dan bertanya “kalau setelah dihypnosis, anak saya bisa berubah
jadi baik kan?”. Kalau mendapat pertanyaan itu, saya sedih banget. Kenapa?

Karena seakan-akan orang tua menganggap anak seperti robot yang hanya
dengan menanamkan satu baris/kalimat program maka ia akan menjadi seperti
yang orang tua mau. Padahal anak bukanlah robot, ia juga manusia yang tumbuh
dengan segala potensi dan kekurangannya.Sedih :(

Supaya tulisan ini tidak hanya jadi curhat colongan kekecewaan saya pada
orang tua yang hanya ingin instan, saya mau menjelaskan mengapa saya bilang
bahwa Hypnoparenting tidak sekedar Pillow Talk. Hypnoparenting adalah aplikasi
hypnosis dalam dunia pengasuhan (parenting). Jika hypnosis adalah seni
berkomunikasi dengan pikiran bawah sadar (subconscious mind), maka
hypnoparenting ialah seni komunikasi yang digunakan dalam pengasuhan agar
nilai-nilai atau ide tertanam di pikiran bawah sadar anak. Mensugesti anak ketika
mau tidur atau lebih dikenal dengan Pillow talk hanyalah bagian kecil dari
hypnoparenting. Walaupun mungkin, teknik ini yang paling terkenal.

Apakah masalah anak bisa selesai dengan sugesti positif sebelum tidur?
jawaban saya, bisa ya dan bisa tidak. Kenapa tidak? Karena bisa jadi akar
masalahnya belum selesai. Untuk menjelaskan akar masalah, saya akan
menggunakan Neurological level yang banyak digunakan oleh praktisi Hypnosis
dan NLP (neuro linguistic programming). Neurological level menjelaskan
bagaimana perubahan dapat mempengatuhi seseorang (termasuk anak). Ada 6
tingkat dalam neurological level, yaitu spiritual, identitas, kepercayanaan/nilai,
kemampuan, perilaku dan lingkungan. Enam Hal tadi yang mempengaruhi kondisi
seseorang. Dari literatur yang saya dapat dan pengalamanku di dunia anak, anak-
anak lebih banyak dipengaruhi oleh faktor lingkungan, perilaku dan kemampuan.

Kepercayaan/nilai, identitas dan spiritualnya belum terbentuk. Maka sugesti
positif seringkali gagal karena tidak sesuai dengan kondisi lingkungan, perilaku
dan kemampuannya. Misal, kita mensugesti anak untuk suka makan sayur, tapi
lingkungannya tidak terbiasa makan sayur.

Untuk lebih jelas tentang neurological level, ayah bunda bisa membaca tulisan saya sebelumnya yang berjudul “memahami masalah pada anak”.

Pada anak dibawah 7 tahun, critical factor (filter) yang menyaring nilai-nilai
yang masuk ke pikiran bawah sadar belum terbentuk. Sehingga anak seperti
sebuah spons, yang menyerap apapun disekitarnya. Ide, kepercayaan dan nilai
mudah masuk ke pikiran bawah sadar anak dan tertanam disana. Sebuah ide,
kepercayaan serta nilai juga akan tertanam dengan kuat jika disampaikan oleh
orang yg punya otoritas (ortu, guru dll), diulang-ulang, mempunyai muatan emosi
yang tinggi dan diterima dari banyak orang.

Dari penjelasan saya diatas, menurut ayah&bunda lebih kuat mana sugesti yang diterima anak sebelum tidur dengan “sugesti” yang diterima anak dari lingkungannya? Pillow talk untuk Sugesti sebelum tidur, diberikan hanya ketika mau tidur. Tapi sugesti dari lingkungan diterima anak sepanjang waktu, diulang-ulang dan diberikan oleh banyak orang yg punya otoritas.

Maka dari itu, untuk menyelesaikan masalah anak dan menanamkan sikap
positif pada anak, Pillow Talk saja tidak cukup. Butuh Intervensi di lingkungan,
perilaku dan kemampuannya juga. Jadi kalo kita mau anak kita suka makan
sayur, ya Ayah&bundanya juga harus suka makan sayur. Kalo mau anak tidak
ngompol ketika tidur, selain disugesti juga biasakan untuk pipis di kamar mandi
sebelum tidur. Kalau mau anak kita suka berbagi, selain disugesti ajarkan juga
cara berbagi. Dan yang perlu ayah&bunda tahu, Anak dibawah usia 4-5 tahun itu
masih egosentris, belum faham tentang hak milik, jadi ya kita ajari dia tentang hak
milik dan biasakan untuk berbagi.

Dari penjelasan diatas jelas sudah bahwa, hypnoparenting jauh lebih luas
daripada hanya mensugesti anak sebelum tidur. Hypnoparenting dilakukan
sepanjang hari, tidak hanya menjelang tidur. kalo kaya minimarket 24 jam, pasti
ada tanda 24/7 di hypnoparenting :)

Untuk Senyum Anak Indonesia

@K_IDZma
HypnoStoryteller-Family hypnotherapist-coach-trainer
www.kidzsmile.info

0 komentar:

Post a Comment

Salam hangat....
Komentar anda adalah tanda jabat erat persahabatan di antara kita.