Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Translate This Blog

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Showing posts with label MOTIVASI MENULIS. Show all posts
Showing posts with label MOTIVASI MENULIS. Show all posts

Materi 09: Kiat Mengelola Ide Tulisan

Written By Unknown on Wednesday, May 23, 2012 | 5/23/2012 07:28:00 PM

Materi 09
Newsletter Pintar Menulis dalam 9 Minggu

Kiat Mengelola Ide Tulisan
Oleh: Jonru
www.jonru.net

Ide tulisan itu seperti belut. Sulit dipegang. Kadang-kadang dia muncul di saat tak terduga. Tapi ketika dicari, justru tidak muncul. Serba misterius. Itulah ide!
Ya, mungkin Anda sependapat. Tapi sebenarnya, Anda akan segera tahu ITU KELIRU setelah memahami DUA RAHASIA BESAR mengenai ide tulisan.
RAHASIA I:
Terapkanlah kiat menulis bebas. Maka bahkan ketika tidak ada ide pun, Anda bisa langsung menulis secara spontan. Dan ide demi ide akan datang sendiri setelah itu.
Tidak percaya? Tentu! Karena Anda belum mempraktekkannya. Satu-satunya cara untuk mempercayai hal ini adalah dengan LANGSUNG MENCOBA. Dipersilahkan :)
Baca lagi modul “Kiat Menulis Bebas” untuk penjelasan detilnya.
RAHASIA II:
Jangan menunggu ide, karena sebenarnya dialah yang menunggu kita. Jadi kalau Anda menunggu ide, yang terjadi sesungguhnya adalah saling menunggu :-D
Tidak percaya juga? Tentu! Karena Anda belum mempraktekkannya. Satu-satunya cara untuk mempercayai hal ini adalah dengan LANGSUNG MENCOBA. Dipersilahkan :)
Baca lagi modul “Kiat Agar Punya Banyak Ide dan Produktif Menulis” untuk penjelasan detilnya.
* * *
Nah, begitulah cara untuk mencari, menemukan dan menuliskan ide tulisan.
“Lantas setelah ketemu, bagaimana cara menuliskannya?”
Tentu saja dengan cara kiat menulis bebas!
“Ya, saya tahu. Tapi bagaimana jika saya sudah menerapkan kiat menulis bebas, tapi idenya tidak berkembang? Dengan kata lain, bagaimana cara mengembangkan ide?”
Oke, baiklah. Berikut saya jelaskan, ya.

I. Asal Usul Ide
Ide bisa datang dengan cara-cara seperti berikut:
·Datang sendiri secara tak terduga.
·Datang setelah kita melakukan sesuatu (baca buku, nonton film, jalan-jalan, mengalami kejadian yang luar biasa, dan seterusnya).
·Sengaja dicari.
·Setelah kita mendengar ucapan ucapan atau pendapat orang lain.
·Dan masih banyak lagi.
II. Mencari dan Mengembangkan Ide Tulisan
Berikut saya paparkan LIMA contoh cara mencari dan mengembangkan ide tulisan.
Contoh I: Pikirkan sebuah objek (sebuah foto di kamar)
Susun pertanyaan:
·Kapan foto itu dibuat?
·Siapa yang memotret?
·Di mana lokasinya?
·Kejadian apa yang berlangsung ketika itu?
·Kenapa sampai ada foto itu? Adakah maksud tertentu? Dalam rangka apa?
·Bagaimana proses pembuatan foto itu? Bagaimana suasananya?
Nah, dari pertanyaan-pertanyaan di atas, Anda sudah mendapat sebuah ide yang lengkap! Tinggal dikembangkan saja menjadi tulisan!
Contoh II: Simak pendapat seorang tokoh.
Misalnya: “Kenaikan BBM itu Penting!”
Coba menganalisis pendapat ini. Bandingkan dengan pendapat kita.
Jika misalnya kita tak setuju, coba inventarisir alasan-alasan kita, disertai referensi yang kuat.
Maka jadilah sebuah tulisan OPINI!

Contoh III: Pikirkan sebuah kondisi masyarakat.
Misalnya: Masih banyak orang yang belum tahu apa itu forex.
Maka, buatlah sebuah penjelasan lengkap tentang pengertian dan seluk beluk forex, serta cara dan kiat bermain forex.
Maka jadilah sebuah tulisan “how to essay” atau technical writing.
Contoh IV: Ingatlah sebuah pengalaman hidup kita yang berkesan.
Misalnya: saya pernah kecopetan.
Ceritakan ulang pengalaman ini dengan gaya bahasa dan teknik bercerita yang baik. Ungkapkan bagaimana perasaan kita ketika mengalami kejadian tersebut.
Maka jadilah sebuah tulisan personal essay dengan judul “ketika aku kehilangan sesuatu”.
Contoh V: Anda punya pendapat.
Misalnya, “Jalan kaki ke kantor itu lebih menguntungkan dari pada naik mobil.”
Kemukakan ide ini dengan bahasa yang baik, disertai alasan-alasan yang kuat dan logis. Sampaikan dengan gaya bahasa yang membujuk dan provokatif, tapi tetap dalam batas kewajaran.
Maka Jadilah sebuah artikel PERSUASIF dengan judul, “Ayo jalan kaki ke kantor!”
* * *
Ide Anda Sudah Ditulis oleh Orang Lain?
·Percayalah! Setiap manusia itu unik. Jadi walau idenya sama, belum tentu hasil tulisannya juga sama (jika ditulis oleh orang yang berbeda).
·Kembangkan ide yang sama dengan teknik baru, sudut pandang yang berbeda, gaya bahasa yang unik, dan seterusnya.
·Tak ada ide yang benar-benar orisinal! Apapun ide yang muncul di kepala kita, pasti ada unsur pengaruh dari ide-ide yang sudah ada.

Ide Anda Sudah Klise?
·Kita sering membaca tulisan yang sebenarnya hanya pengulangan dari tema/ide yang sudah sering dibahas. Tapi kita tetap tertarik membacanya.
·IIde klise tetap bisa menjadi tulisan yang menarik jika dikemas dengan teknik baru, sudut pandang yang berbeda, gaya bahasa yang unik, dan sebagainya.
·Jadi, jangan takut menulis ide yang sudah klise!
III. Teknik Mengembangkan Ide Tulisan
Ada dua teknik jitu dalam mengembangkan ide tulisan, yaitu:
1.Rumus 5 W + 1 H
2.Mind Mapping
Kita bahas satu-persatu, ya.
1. Rumus 5W 1 H
Ini adalah sebuah rumus, namun bukan seperti rumus matematika yang sangat pelik dan rumit. Rumus ini sebenarnya berasal dari ilmu jurnalistik. Ia merupakan penjabaran dari enam pertanyaan mendasar dalam bahasa Inggris, yakni:
What
Who
When
Where
When
How
Gunakanlah 5W + 1H ini untuk mengembangkan ide tulisan. Ajukanlah pertanyaan sebanyak mungkin.
Katakanlah Anda hendak membuat tulisan dengan ide mengenai BISNIS ONLINE.
Maka, mari kita kembangkan ide ini dengan cara bertanya, pakai rumus 5W 1H:
1.What
a.Apa sih bisnis online itu?
b.Apa sajakah jenis bisnis online yang tersedia?
c.Apa perbedaan bisnis online dengan bisnis offline?
d.Apa saja yang berpotensi untuk kita dapatkan dari bisnis online?
e.Apakah syarat dan kemampuan yang harus saya penuhi untuk bisa terjun ke bisnis online?
f.Apa sajakah yang harus saya waspadai dalam bisnis online?
2.Who
a.Siapa saja pelaku bisnis online yang telah sukses?
b.Siapa sajakah yang boleh dan mampu berbisnis secara online? Apakah saya mampu dan diperbolehkan?
3.When
a.Kapan saat yang tepat untuk memulai bisnis online?
b.Kapankah saya akan mendapatkan laba bila saya memulai bisnis online sejak hari ini?
4.Where?
a.Di mana sajakah saya bisa mendapatkan referensi ilmu dan pengetahuan mengenai bisnis online?
b.Di situs mana sajakah peluang bisnis online tersebut tersedia?
5.Why
a.Mengapa saya harus berbisnis online? Apa urgensinya?
b.Mengapa bisnis online lebih menguntungkan ketimbang bisnis konvensional? Apa alasannya?
6.How
a.Bagaimana kiat jitu berbisnis online?
b.Bagaimana langkah-langkah awal dalam merintis bisnis online?
c.Bagaimana rasanya menjadi pebisnis online? Pengalaman menyengkan apa sajakah yang akan saya dapatkan?
Dengan bertanya seperti di atas, saya yakin Anda sudah memiliki demikian banyak bahan untuk ditulis. Bertanya dengan konsep 5W + 1H akan mempermudah kita dalam mengembangkan ide apapun!
Tapi ingat:
Yang saya tulis lewat pertanyaan-pertanyaan di atas bukanlah kerangka karangan. Itu baru sebatas potongan-potongan ide yang belum tersusun secara sistematis.
2. Mind Mapping
Penemu metode mind mapping adalah Tony Buzan. Menurut tulisan yang saya baca di pkab.wordpress.com:
“...Konsep ini didasarkan pada cara kerja otak kita menyimpan informasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa otak kita tidak menyimpan informasi dalam kotak-kotak sel saraf yang terjejer rapi melainkan dikumpulkan pada sel-sel saraf yang bercabang-cabang, yang apabila dilihat sekilas akan tampak seperti cabang-cabang pohon....”
Intinya, kita meletakkan sebuah ide di tengah “ruang kosong”. Lalu dari ide ini kita buatkan cabang-cabang idenya. Lalu dari tiap cabang kita buatkan lagi subcabang ide. Demikian seterusnya.
Hm, justru bingung setelah membaca penjelasan di atas? Baiklah, saya berikut dalam bentuk gambar saja. Ini dia:

Artikel terkait :
- Materi 01: Motivasi Menulis (Penyakit Internal Penulis Pemula)
- Materi 02: Rahasia Terbesar di Dunia Penulisan 
- Materi 03: Inilah CARA Menjadi Penulis
- Materi 04: Kapan Saat yang Tepat untuk Mulai Menulis?
- Materi 05: Status Penulis Pemula BUKAN Kutukan
- Materi 06: Kiat Mengatasi Penyakit Malas Menulis
- Materi 07: Cara Membuat Tulisan yang Berkualitas
- Materi 08: Kiat agar Punya Banyak Ide dan Produktif Menulis
5/23/2012 07:28:00 PM | 0 komentar | Read More

Materi 08: Kiat agar Punya Banyak Ide dan Produktif Menulis

Written By Unknown on Monday, May 14, 2012 | 5/14/2012 08:51:00 AM

Materi 08
Newsletter Pintar Menulis dalam 9 Minggu

Kiat agar Punya Banyak Ide dan
Produktif Menulis
Oleh: Jonru
www.jonru.net

Apa resepnya agar kita bisa produktif menulis? Bagaimana caranya agar kita selalu banyak ide untuk menulis?
Sastrawan Maman S. Mahayana – dalam sebuah diskusi sastra di Universitas Indonesia beberapa tahun lalu – pernah menjawab pertanyaan ini dengan sangat baik.

Katanya, “Rajin-rajinlah menulis. Lama-kelamaan di otak kamu akan terbentuk sebuah ’sistem menulis’.”
Hm, sistem menulis. Apa maksudnya?

Kalau kita amati, setiap manusia memang punya kecenderungan yang berbeda-beda. Cobalah amati perilaku seorang pebisnis MLM. Setiap kali ketemu orang, bawaannya selalu ngajak ikutan, merayu setiap orang agar mau jadi downline-nya, atau minimal membeli produk-produknya. Sepertinya, ia selalu melihat semua orang sebagai mesin uang yang siap untuk dikeruk.

Kenapa bisa seperti itu? Sebab, pada otak si pebisnis telah terbentuk sebuah “sistem MLM”. Sistem ini menyebabkan dia selalu melakukan hal-hal yang berhubungan dengan MLM: mencari downline, merayu orang, memuji-muji produk yang ia jual, dan sebagainya.

* * *

Nah, hal seperti ini pun berlaku pada dunia penulisan.
Kenapa kita tidak bisa produktif menulis? Kenapa kita sulit menemukan ide tulisan? Bisa jadi, ini karena di dalam otak kita belum terbentuk “sistem menulis”. Otak kita belum menjadi “writing oriented”.
Karena itulah, kita harus melatih otak kita agar menjadi “writing oriented”, agar di dalamnya terbentuk sebuah “sistem menulis”.

Caranya:

1.Jadikan kegiatan menulis sebagai pilihan hidup, bukan hobi semata yang dikerjakan hanya ketika ada mood, atau hanya ketika ada sisa waktu. Dengan kata lain, jadikanlah kegiatan menulis menjadi bagian dari gaya hidup anda (Inilah sebabnya, saya sekarang pakai motto “Writing is not my hobby. It’s a part of my life“).

2.Rajin-rajinlah menulis.
Tulislah apa saja yang bisa ditulis. Hari ini kamu telat bangun? Tulis! Kemarin kamu menyenggol kucing tetannga? Tulis! Kamu ingat pada seorang teman di masa lalu yang sangat lucu? Tulis! Kamu ingin mendebat ucapan seseorang? Tulis! Kamu bosan melihat perilaku para politisi? Tulis! Pokoknya tulislah apa saja. Cara menulisnya bisa dibaca pada tulisan pertama di atas.
Intinya, kita harus membiasakan diri untuk menulis. Semakin sering menulis, insya Allah keahlian kita makin baik, dan otak kita akan semakin sering mengeluarkan ide-ide cemerlang.

Apakah ini hanya teori semata? Tidak! Sebab saya sudah pernah membuktikannya.
Antara tahun 1996 hingga 2004, saya vakum menulis, bahkan melupakan dunia penulisan. Saat itu, sulit sekali rasanya bagi saya untuk menemukan ide tulisan.
Sejak 2004, saya kembali rajin menulis. Saya juga mulai rajin ngeblog. Dan subhanallah…. Di luar dugaan, hampir setiap saat selalu muncul ide-ide baru di pikiran saya. Saking banyaknya, saya kewalahan sehingga banyak ide tersebut yang belum sempat ditulis.

Penulis terkenal Stephen King dalam bukunya On Writing pun menceritakan hal yang mirip. Ia pernah kecelakaan sehingga harus istirahat selama tiga bulan. Selama itu, dia tidak menulis sama sekali. Ketika ia sudah baikan dan mulai menulis lagi, Stephen King merasa amat sulit menulis. “Saya seperti seorang penulis pemula yang belum tahu bagaimana cara menulis,” ujarnya.
Lalu ketika memaksakan diri dan terus berlatih menulis, Stephen King pun merasakan hal yang luar biasa: kemampuan menulisnya kembali seperti sediakala.


* * *

Saat ini, para penulis era teknologi informasi diuntungkan oleh kehadiran blog. Media yang satu ini memungkinkan kita menulis tentang apa saja dan dengan cara apa saja yang kita inginkan, tanpa harus melalui prosedur “seleksi naskah” dan sebagainya. Kita adalah raja pada blog buatan kita, karena itu kita bebas mengisinya dengan apa saja yang kita mau.

Nah, jika kamu ingin menjadi penulis yang produktif dan banyak ide, cobalah terapkan kiat di atas, dan segeralah membuat blog (jika belum punya). Ketahuilah, blog sangat bermanfaat bagi para penulis.
Semoga bermanfaat. Salam sukses!

Jonru

Artikel terkait :
- Materi 01: Motivasi Menulis (Penyakit Internal Penulis Pemula)
- Materi 02: Rahasia Terbesar di Dunia Penulisan 
- Materi 03: Inilah CARA Menjadi Penulis
- Materi 04: Kapan Saat yang Tepat untuk Mulai Menulis?
- Materi 05: Status Penulis Pemula BUKAN Kutukan
- Materi 06: Kiat Mengatasi Penyakit Malas Menulis
- Materi 07: Cara Membuat Tulisan yang Berkualitas
5/14/2012 08:51:00 AM | 1 komentar | Read More

Materi 07: Cara Membuat Tulisan yang Berkualitas

Written By Unknown on Sunday, May 13, 2012 | 5/13/2012 10:00:00 AM

Materi 07
Newsletter Pintar Menulis dalam 9 Minggu

Cara Membuat Tulisan
yang Berkualitas
Oleh: Jonru
www.jonru.net

Dalam berbagai kegiatan pelatihan penulisan, atau obrolan pribadi, saya seringkali disambut oleh pertanyaan seperti ini. Tentu saja, susunan redaksionalnya berbeda-beda. Ada teman penulis yang bertanya, “Saya ingin membuat tulisan yang sangat luar biasa seperti novel Laskar Pelangi. Bagaimana caranya?”
Atau, “Bagaimana caranya agar saya bisa membuat tulisan yang benar-benar berkualitas tinggi, disukai oleh jutaan pembaca, menggugah, menimbulkan kesan yang mendalam, menyentuh perasaan, pokoknya yang benar-benar spesial dan luar biasa banget, deh.”
Atau, “Kenapa sebuah karya bisa “abadi” di hati pembaca? Misalnya Ronggeng Dukuh Paruk-nya Pak Ahmad Tohari. Ada resep khusus untuk membuat karya seperti itu?”
Saya yakin, banyak di antara Anda yang memiliki pertanyaan yang sama. Anda pasti ingin tahu apa jawabannya, ya?

Oke, begini teman:
Sebenarnya pertanyaan-pertanyaan seperti di atas tak perlu diajukan sama sekali. Anda bahkan tak perlu memikirkannya.

Yang harus Anda lakukan adalah:

1.Teruslah berlatih menulis.
Jangan pernah berhenti menulis. Sebab menulis itu seperti menyetir mobil. Semakin tinggi jam terbang Anda, maka keahlian Anda pun insya Allah semakin baik.

2.Rajin-rajinlah membaca buku-buku yang berkualitas.
Jika tubuh kita diibaratkan “pabrik penulis”, maka inputnya – antara lain adalah bacaan, dan outputnya (atau produk yang dihasilkan) adalah tulisan. Dengan demikian, kegiatan membaca bagi seorang penulis sangat penting. Tulisan kita akan banyak diwarnai oleh jenis bacaan yang kita lahap. Bila Anda rajin membaca teenlit, maka Anda akan menjadi seorang penulis teenlit.

Bila Anda rajin membaca opini di surat kabar, maka Anda akan menjadi seorang penulis opini. Demikian seterusnya.Raditya Dika – salah seorang penulis papan atas Indonesia – pernah berkata:”Semua Penulis Hebat Pasti Berawal dari Pembaca Hebat.”Jadi kalau mau jadi penulis sukses, rajinlah membaca. Ini harga mati. Tak bisa ditawar-tawar!
 
3.Pelajari ilmunya.
Memang ilmu, kiat atau panduan menulis bisa dipelajari sambil jalan. Anda bisa menulis dengan bekal ilmu seadanya, lalu ilmu-ilmu lain bisa dipelajari sambil terus menulis.Tapi tentu saja, mempelajarinya pun sangat penting. Sebab dalam melakukan apapun, bekal ilmu itu sangat penting, bukan?
TIGA POIN di ataslah yang menjadi rahasia utama untuk membuat tulisan yang berkualitas!
Jadi bila Anda ingin membuat novel sebagus “Ronggeng Dukuh Paruk” misalnya, maka rajin-rajinlah membaca novel yang kualitasnya seperti itu. Maka insya Allah, Anda akan ketularan

Kiat yang saya beberkan di atas mungkin terkesan sangat sederhana. Anda mungkin tidak percaya, bahwa untuk membuat tulisan yang sangat bagus, menarik, menggugah dan abadi di hati pembaca, kiatnya hanya sesederhana itu.

Tapi percayalah! Kiat di atas memang terkesan sangat sederhana. Tapi bila dipraktekkan secara sungguh-sungguh, insya Allah suatu saat nanti Anda akan menemukan sebuah – bahkan mungkin banyak – fakta yang mengejutkan

Yang jelas, seperti yang saya sebutkan di atas, Anda tak perlu repot-repot memikirkan “Bagaimana caranya agar saya bisa membuat tulisan yang sebagus novel karya Ahmad Tohari atau Andrea Hirata”. Praktekkan saja kedua kiat di atas. Saya doakan, suatu saat nanti Anda akan jauh lebih hebat dari Andrea Hirata bahkan Stephen King!

Semoga bermanfaat. Salam sukses!

Jonru

Artikel terkait :
- Materi 01: Motivasi Menulis (Penyakit Internal Penulis Pemula)
- Materi 02: Rahasia Terbesar di Dunia Penulisan 
- Materi 03: Inilah CARA Menjadi Penulis
- Materi 04: Kapan Saat yang Tepat untuk Mulai Menulis?
- Materi 05: Status Penulis Pemula BUKAN Kutukan
- Materi 06: Kiat Mengatasi Penyakit Malas Menulis
- Materi 08: Kiat agar Punya Banyak Ide dan Produktif Menulis
5/13/2012 10:00:00 AM | 4 komentar | Read More

Materi 06: Kiat Mengatasi Penyakit Malas Menulis

Written By Unknown on Tuesday, May 1, 2012 | 5/01/2012 03:50:00 PM

Materi 06
Newsletter Pintar Menulis dalam 9 Minggu

Kiat Mengatasi Penyakit
Malas Menulis
Oleh: Jonru
www.jonru.net

Banyak orang yang suka menulis, tapi mereka dihinggapi penyakit MALAS. Pada waktu tertentu, mereka sangat bersemangat dan menggebu-gebu (terlebih ketika mengikuti pelatihan penulisan). Tapi setelah itu, kembali loyo.
Maka salah satu pertanyaan yang paling sering saya terima dari teman-teman penulis adalah, “Bagaimana cara menghilangkan penyakit malas menulis tersebut?”

Terima kasih kepada sahabat saya Ikhwan Sopa, karena dari beliaulah untuk pertama kalinya saya mendapat KIAT JITU dalam mengatasi penyakit yang satu ini.
Berikut kiatnya:
Dalam melakukan apapun, Anda pasti pujuan tujuan, bukan? Termasuk dalam menulis, Anda pasti punya tujuan tertentu. Apa yang membuat Anda ingin menjadi penulis? Jawaban atas pertanyaan ini adalah tujuan Anda.
Sayangnya (bahkan anehnya), banyak teman penulis yang justru bingung ketika ditanyai seperti ini. Mereka menjawab dengan ragu-ragu plus malu plus bingung, “Hm… apa ya? Apa tujuan saya?”
Hehehehe… lucu sekali, bukan?
Jawaban seperti ini sama seperti situasi ketika seseorang mencegat taksi di tepi jalan. Lalu ketika si supir taksi bertanya “Mau ke mana?”, dia menjawab, “Hm.. ke mana ya?”

* * *

Bila Anda bingung soal tujuan, maka SANGAT TIDAK ANEH ketika Anda malas-malasan dalam menulis. Sebab Anda tidak punya SESUATU untuk memompa semangat Anda.
Coba lihat perilaku seorang karyawan yang disuruh mengerjakan tugas tertentu oleh bosnya, sedangkan si karyawan ini tidak mengerti apa tujuan dari tugas tersebut. Dapat dipastikan, si karyawan akan ogah-ogahan atau merasa terpaksa ketika  mengerjakan tugas tersebut. Dia bekerja hanya untuk melunasi kewajibannya. Itu saja. Titik.
Berbeda halnya bila sebelum memberikan tugas, si bos menjelaskan dengan detil apa maksud dari tugas tersebut, apa tujuannya, dan hasil seperti apa yang diharapkan. Si karyawan pasti lebih bersemangat. Apalagi bila di dalam tujuan tersebut sudah tercakup hal-hal yang menyangkut kepentingan si karyawan, seperti, “Bila sukses mengerjakan tugas ini, itu akan berdampak besar terhadap peningkatan karir kamu.” * * *
Maka, bila Anda ingin menghalau penyakit MALAS MENULIS dari dalam diri Anda, HAL PERTAMA yang harus Anda lakukan adalah mendefinisikan dan mempertegas tujuan utama Anda dalam menulis.
Saya tentu tidak mendikte Anda dalam hal ini, sebab setiap orang tentu punya tujuan yang berbeda-beda dalam hidupnya. Walau kita sama-sama suka menulis, saya yakin bahwa tujuan kita tidak mungkin sama seratus persen.
Namun karena banyak orang yang masih bingung soal tujuan ini, saya akan membantu memperjelasnya di bawah ini.

Ada beberapa CONTOH tujuan yang dapat Anda jadikan inspirasi (saya tidak menggunakan istilah “yang dapat Anda pilih”, sebab ini bukan multiple choises).
1.Untuk berbagi ilmu/wawasan/pengetahuan dengan orang lain.
2.Untuk berdakwah dan beribadah lewat tulisan.
3.Untuk menghibur diri sendiri (sebab menulis ternyata bisa juga digunakan untuk self therapy seperti mengatasi stress dan sebagainya).
4.Untuk aktualisasi diri.
Tujuan manakah yang sesuai dengan hati nurani Anda? Anda bisa memilih satu di antara empat poin di atas, atau Anda bisa menentukan berdasarkan kemauan Anda. Semua terserah Anda.

Perlu diingat:
1.Yang tertulis di atas hanya contoh sebagai BAHAN INSPIRASI belaka, BUKAN BAHAN UNTUK DIPILIH. Kalau tidak ada di antara ke-4 poin di atas yang sesuai dengan tujuan Anda, silahkan tentukan sendiri.
2.Seiring perjalanan hidup, tujuan seseorang bisa berubah-ubah. Karena itu, tentukan saja pilihan yang sesuai dengan hati nurani Anda SAAT INI. Bila misalnya dua tahun lagi tujuan Anda ternyata berubah, it’s okay. No problem.

* * *

Setelah menetapkan tujuan yang jelas, saatnya Anda memegangnya dengan sungguh-sungguh, menjadikannya panduan dalam langkah-langkah Anda selanjutnya.
Katakanlah Anda memilih nomor 4, yakni aktualisasi diri. Maka bila suatu saat nanti Anda malas-malasan dalam menulis, cobalah ingat lagi tujuan ini. Pikirkan hal-hal buruk yang dapat menimpa Anda bila tidak menulis:
·Saya tak bisa mengaktualisasikan diri.
·Orang-orang tidak akan mengetahui potensi diri saya, karena saya belum juga menulis untuk mengaktualisasikan diri saya.
·Saya masih bernasib seperti ini, masih diejek orang, masih diremehkan, masih tidak dianggap.
·Ketika memikirkan hal-hal buruk seperti itu, yakin deh bahwa ada sesuatu yang “panas” di dalam hati Anda (percaya atau tidak, hati saya juga ikut panas ketika menulis ketiga poin di atas). Dan rasa panas seperti itulah yang nantinya bisa kembali membangkitkan motivasi Anda. Rasa malas Anda pun sirna seketika, berubah
menjadi semangat yang menggebu-gebu!

* * *

Selain kiat di atas, ada beberapa KIAT TAMBAHAN yang dapat Anda terapkan:
·Rajin-rajinlah bertandang ke toko buku atau pameran buku. Perhatikan buku-buku yang dipajang di rak yang berjejer. Katakan pada diri sendiri, “Seharusnya buku saya yang dipajang di sini. Kenapa belum dipajang juga?”

·Bergabunglah dengan komunitas penulis. Salah satunya adalah www.BelajarMenulisGratis.com. Di komunitas seperti ini, Anda akan bergaul dengan para penulis lain. Pergaulan inilah yang bisa membantu Anda untuk terus termotivasi.
·Hadirilah acara launching buku, bedah buku, atau pelatihan penulisan Acara-acara seperti ini pun bisa menjadi kompor tersendiri bagi motivasi Anda.

* * *

Masukan Penting:
Ada orang yang berkata bahwa tujuan dia menulis adalah uang, popularitas, atau hal-hal yang sejenis seperti “Agar mendapat penghargaan” dan seterusnya.
Oke, ini tidak salah-salah amat. Tapi tahukah Anda, bahwa itu semua adalah tujuan yang menyesatkan? Sebab bila tujuan seperti itu tidak tercapai, Anda bisa jadi kehilangan semangat, kecewa, bahkan frustasi dan stress.

Padahal sebenarnya, hal-hal seperti uang, polularitas, mendapat penghargaan dan seterusnya, merupakan EFEK SAMPING belaka (Demikian menurut Helvy Tiana Rosa).
Bila Anda tekun menulis, bekerja keras, tak pernah menyerah, dan selalu meningkatkan kualitas diri, maka hal-hal seperti uang, popularitas, penghargaan dan sebagainya akan datang dengan sendirinya tanpa perlu Anda minta atau cari. Sebab semua itu memang HANYA efek samping belaka.
Untuk apa kita mati-matian bekerja hanya untuk sebuah efek samping? Tanpa dikejar pun, bukankah efek
samping akan datang sendiri menghampiri kita?

Saran saya, lebih baik ubah tujuan kita ke arah hal-hal yang lebih mulia, seperti:
-Ingin berbagi dengan sesama.
-Ingin berdakwah lewat tulisan.
-Dan seterusnya.

Atau tetapkan tujuan yang lebih kepada pengembangan diri sendiri, seperti:
-Ingin menambah teman dan pergaulan.
-Ingin melakukan self therapy lewat tulisan.
-Dan seterusnya.
Insya Allah, tujuan-tujuan seperti ini akan lebih abadi.

Semoga bermanfaat. Salam sukses!

Jonru


Artikel terkait :
- Materi 01: Motivasi Menulis (Penyakit Internal Penulis Pemula)
- Materi 02: Rahasia Terbesar di Dunia Penulisan 
- Materi 03: Inilah CARA Menjadi Penulis
- Materi 04: Kapan Saat yang Tepat untuk Mulai Menulis? 
- Materi 05: Status Penulis Pemula BUKAN Kutukan  
- Materi 07: Cara Membuat Tulisan yang Berkualitas 
- Materi 08: Kiat agar Punya Banyak Ide dan Produktif Menulis 
5/01/2012 03:50:00 PM | 0 komentar | Read More

Materi 05: Status Penulis Pemula BUKAN Kutukan

Written By Unknown on Saturday, April 28, 2012 | 4/28/2012 11:12:00 AM

Materi 05
Newsletter Pintar Menulis dalam 9 Minggu

Status Penulis Pemula
BUKAN Kutukan
Oleh: Jonru
www.jonru.net

"Media mana yang mau menerima naskah dari penulis pemula seperti saya?"
"Penulis pemula seperti saya sangat sulit untuk menerbitkan buku. Semua penerbit lebih mementingkan tulisan dari penulis terkenal."

Anda mungkin sering mendengar pernyataan seperti di atas, bukan?
Bila Anda merasa masih pemula, mungkin Anda pun mengiyakan pernyataan -pernyataan itu. Anda setuju bahwa peluang seorang penulis pemula untuk sukses sangatlah sedikit, bahkan nyaris tidak ada.
BENARKAH DEMIKIAN?
Sahabatku, saya tak akan banyak berteori. Untuk hal yang satu ini, saya ingin mengajak Anda mencermati FAKTA OBJEKTIF yang selama ini mungkin Anda lewatkan.

Inilah FAKTA tersebut:
Sebelum nama Habiburrahman El Shirazy (Kang Abik) sangat terkenal seperti sekarang ini, sebelum novelnya "Ayat-Ayat Cinta" menjadi best seller nasional dan dibaca oleh jutaan orang, SIAPAKAH DIA SEBENARNYA? Apakah ada orang yang mengenal namanya?
Pada saat itu, Kang Abik tak ubahnya seperti Anda. Dia juga "dikutuk" sebagai penulis pemula yang belum dikenal oleh siapapun, kecuali oleh orang -orang yang dekat dengannya.

Serupa dengan Kang Abik, kondisi yang sama juga dialami oleh sejumlah penulis best seller lainnya:
-Sebelum menerbitkan novel "Laskar Pelangi", Andrea Hirata masih sangat pemula. Bahkan dia belum pernah kepikiran untuk menjadi penulis.
-Sebelum menerbitkan novel "Jomblo", Aditya Mulya juga masih sangat pemula.
-Sebelum menerbitkan novel "Cintapuccino", Icha Rahmanti juga masih sangat pemula.
- Sebelum menerbitkan buku "Kupinang Kau dengan Hamdallah," Fauzil Adhim juga masih sangat pemula.
Tapi, mereka berhasil "membebaskan diri" dari "kutukan penulis pemula".

Hei... sebaiknya kita menghindari kata "kutukan", sebab status penulis pemula sebenarnya bukan kutukan.
KENAPA?
SECARA LOGIKA, tak ada penulis yang tiba-tiba jadi terkenal dan sukses. Mereka semua pasti pernah melewati status yang bernama penulis pemula.
Semua penulis - baik yang sudah sangat sukses maupun yang biasa -biasa saja - pasti pernah menjadi penulis pemula.
"Apakah media massa dan penerbit benar-benar tertutup terhadap penulis pemula?"
Tentu saja TIDAK! Hampir semua penerbit dan media sebenarnya SANGAT TERBUKA terhadap naskah-naskah dari penulis pemula.
Bagi sebuah media, yang paling mereka utamakan untuk dimuat adalah tulisan-tulisan yang BERKUALITAS, dan SESUAI dengan karakter serta misi dan visi mereka.
Bagi sebuah penerbit, yang paling mereka utamakan adalah naskah -naskah yang LAKU DIJUAL.

JADI:
Bila Anda berhasil membuat tulisan yang berkualitas dan sesuai dengan
karakter/misi/visi Harian Kompas misalnya, maka tulisan Anda akan mudah dimuat di Kompas, walau Anda masih sangat pemula.
Bila Anda berhasil menulis naskah yang memiliki nilai jual yang tinggi, maka naskah
Anda akan disukai oleh para penerbit, mereka akan dengan senang hati menerbitkannya, walau Anda masih sangat pemula.

Sahabatku...
Daripada Anda sibuk mengutuki diri sendiri yang masih berstatus penulis pemula, tentu lebih baik bila Anda BERJUANG KERAS agar meraih impian sebagai penulis sukses.
Bila Anda masih menganggap status penulis pemula sebagai kutukan, setidaknya Anda bisa BERJUANG KERAS untuk membebaskan diri dari kutukan tersebut.

Semoga bermanfaat. Salam sukses!

Jonru


Artikel terkait :
- Materi 01: Motivasi Menulis (Penyakit Internal Penulis Pemula)
- Materi 02: Rahasia Terbesar di Dunia Penulisan 
- Materi 03: Inilah CARA Menjadi Penulis
- Materi 04: Kapan Saat yang Tepat untuk Mulai Menulis?
- Materi 06: Kiat Mengatasi Penyakit Malas Menulis 
- Materi 07: Cara Membuat Tulisan yang Berkualitas 
- Materi 08: Kiat agar Punya Banyak Ide dan Produktif Menulis 
4/28/2012 11:12:00 AM | 0 komentar | Read More

Materi 04: Kapan Saat yang Tepat untuk Mulai Menulis?

Written By Unknown on Monday, April 23, 2012 | 4/23/2012 01:15:00 AM

Materi 04
Newsletter Pintar Menulis dalam 9 Minggu

Kapan Saat yang Tepat untuk
Mulai Menulis?
Oleh: Jonru
www.jonru.net

Alkisah, ada seorang sahabat bernama A yang berkata kepada seorang penulis terkenal bernama B, "Saya ingin sekali jadi penulis hebat seperti Anda. Karena itu, saya akan menulis. Saya akan membuat tulisan yang menggemparkan dunia penulisan di jagat raya ini. Saya akan menjadi penulis yang jauh lebih ngetop dibanding Anda!"
Sepuluh tahun kemudian, Si A dan si B bertemu lagi. Si B bertanya, "Halo A, apakah cita-cita kamu untuk menjadi penulis hebat sudah tercapai? Sudah berapa ratus tulisan yang kamu hasilkan?"
"Saya belum membuat satu tulisan pun. Tapi saya masih bercita-cita menjadi penulis hebat, lebih hebat dari Anda. Tunggu saja, ya!"
Dua puluh tahun kemudian, si A dan si B bertemu lagi. Si A masih menjadi "penulis wanna be" karena dia belum membuat satu tulisan pun!

* * *

Saya yakin, ada begitu banyak penulis seperti si A. Mereka hanya berhenti pada cita-cita, tapi belum pernah berusaha untuk mewujudkannya. Dengan kata lain, mereka selalu menunda-nunda untuk MULAI MENULIS.

Jika ditanya kenapa mereka masih menunda, biasanya mereka akan memberikan jawaban-jawaban yang standar seperti berikut.
1.Saya masih sangat sibuk. Aktivitas saya sangat banyak.
2.Nanti saja deh, kalau saya sudah lulus SMA.
3.Ilmu saya masih sedikit. Nanti kalau sudah ahli, saya akan mulai menulis.
4.Saya tidak tahu bagaimana cara untuk mulai menulis.

Mereka merasa "berada di pihak yang benar" dengan alasan-alasan itu. Bagi mereka, itu adalah alasan-alasan yang sangat kuat untuk tidak mulai menulis.
Pertanyaannya sekarang, apakah mereka benar-benar berada dalam "kebenaran?" Apakah alasan-alasan mereka itu cukup kuat?

Berikut saya akan coba bahas satu-persatu:


1. Saya masih sangat sibuk. Aktivitas saya sangat banyak

Bicara soal kesibukan, sebenarnya Anda tidak sendirian. Hampir semua orang pasti sibuk. Tantowi Yahya sangat sibuk. Agnes Monica juga sibuk. Stephen King sama saja. Bill Gates apalagi.
Tapi kenapa mereka bisa menjadi orang sukses? Kenapa mereka bisa menangani demikian banyak pekerjaan dan masalah? Padahal waktu yang tersedia untuk Bill Gates dan Anda sama-sama 24 jam sehari. Tak ada bedanya!

Kuncinya sebenarnya pada dua hal berikut:1. Manajemen Waktu2. Motivasi
Salah satu rahasia orang sukses adalah kemampuan mereka dalam mengelola waktu. Bagaimana caranya agar dengan waktu yang tersedia, mereka bisa melaksanakan semua tugas secara efektif dan efisien.
Orang sukses bukanlah orang yang punya banyak waktu luang. Orang sukses adalah orang yang pintar dan disiplin dalam mengelola waktu.

* * *

2. Nanti saja deh, kalau saya sudah lulus SMA

Ada begitu banyak orang yang menggunakan alasan seperti ini untuk menunda pekerjaan tertentu. Kalau ditanya apa sebabnya, mereka menjawab, "Karena saya belum siap. Sekolah di SMA itu kan penuh dengan kesibukan. Mana ujian sudah dekat, banyak kegiatan ekskul, belum lagi les ini les itu. Tak ada waktu deh, buat menulis. Jadi tunggu aja setamat SMA nanti, ketika hidup saya jauh lebih stabil dibanding sekarang."

Temans...
Berdasarkan pengalaman saya, alasan nomor dua ini sebenarnya termasuk alasan yang "tak ada matinya". Si pencetus alasan tetap akan mengeluarkan alasan-alasan baru, dan mengingkari alasan-alasan terdahulu.
Bila sudah tamat SMA, dia akan berkata, "Nanti saja deh, kalau sudah lulus kuliah."
Bila sudah lulus kuliah, dia akan berkata, "Nanti saja deh, kalau sudah bekerja."
Bila sudah bekerja, dia akan berkata, "Nanti saja deh, kalau sudah menikah."
Bila sudah menikah, dia akan berkata, "Nanti saja deh, kalau sudah punya anak."
Bila sudah punya anak, dia akan berkata, "Nanti saja deh, kalau anak-anak saya sudah besar."
Bila anak-anaknya sudah besar, dia akan berkata, "Nanti saja deh, kalau semua anak saya sudah menikah."
Bila semua anaknya sudah menikah, dia akan berkata, "Nanti saja deh, kalau saya sudah punya cucu."
Bila sudah punya cucu, dia akan berkata, "Nanti saja deh, di akhirat."

* * *

3. Ilmu saya masih sedikit. Nanti kalau sudah ahli, saya akan mulai menulis

Untuk alasan yang satu ini, saya merasa perlu mengutip slogan yang selalu didengung-dengungkan oleh sahabat saya Eko June:
Anda Tidak Perlu Hebat Untuk Memulai, Tetapi Anda Harus Memulai Untuk Menjadi Hebat.
Berikut adalah kutipan lengkapnya.

Orang2 sukses dan hebat sekarang adalah orang2 yang memulai. Tanpa menunggu agak2 hebat, sedikit hebat, cenderung hebat atau nyerempet hebat :). Tanpa menunggu kondisi ideal digenggaman, baru action. No.
Kenapa saya bilang dalem artinya ?
Karena jika kita memahami dan agak diubah sedikit redaksinya maka akan sesuai dengan kondisi yang kita inginkan dan akan kita lakukan.
Anda Tidak Perlu Seberani Helmy Yahya Untuk Mulai Bicara, Tetapi Anda Harus Mulai Bicara Di Depan Umum Agar Bisa Seberani Helmy Yahya.
....
Anda Tidak Perlu Sepintar Helvy Tiana Rosa Untuk Mulai Menulis, Tetapi Anda Harus Mulai Menulis Agar Bisa Sepintar Helvy Tiana Rosa.
....
Dan masih banyak lagi.
Justru, bila Anda menunggu hingga punya keahlian dan pengetahuan yang banyak untuk mulai menulis, Anda tak akan pernah menjadi ahli. Keahlian dan pengetahuan justru akan Anda dapatkan dari PRAKTEK MENULIS. Semakin sering menulis, maka keahlian dan pengetahuan Anda akan semakin baik.

* * *

 4. Saya tidak tahu bagaimana cara untuk mulai menulis

Ya, banyak sekali orang yang bertanya sambing kebingungan, "Saya ingin menjadi penulis hebat. Bagaimana cara memulainya?"

Sebenarnya, cara untuk mulai menulis sangat gampang: LANGSUNG SAJA MENULIS.
Penulis bukanlah seperti dokter yang harus kuliah selama bertahun-tahun dulu, dan mendapat surat izin praktek dari departemen kesehatan. Untuk menjadi penulis, Anda tak perlu kuliah dulu, tak perlu ujian dulu, tak perlu izin dari siapapun, tak perlu mengumpulkan modal apapun. Pokoknya tak ada yang Anda butuhkan selain nyawa yang belum dicabut.
Bahkan bila Anda tak punya tangan untuk mengetik, Anda bisa menyewa orang lain untuk menuliskan apa saja yang Anda ucapkan.

Bagaimana cara mulai menulis? Ya langsung saja menulis! Mulailah dengan menulis di buku harian. Tulislah apa saja yang Anda rasakan, pikirkan, angankan, dan alami hari ini. Atau mulailah dari blog. Buatlah sebuah blog di Blogspot.com atau Wordpress.com atau Multiply.com. Isilah blog ini dengan apapun yang Anda inginkan. Sebab konsep utama blog adalah kebebasan. Anda bebas mengisi blog Anda dengan apapun yang Anda inginkan, tak ada yang melarang.

Anda mungkin kenal dengan sejumlah blogger ternama seperti Priyadi, Enda Nasution, Ikhlasul Amal, Cosa Aranda, dan masih banyak lagi. Mereka ngetop karena tanpa ba bi bu mereka langsung praktek menulis di blog masing-masing.

Tulisan-tulisan mereka dibaca oleh banyak orang, lalu orang-orang tersebut menyukai tulisan mereka, lalu mereka dipuji, lalu kepercayaan diri mereka tumbuh, lalu mereka semakin giat untuk menulis, lalu mereka makin ngetop, lalu mereka makin dihormati, lalu mereka sering diundang jadi pembicara di mana-mana.
Masyarakat kini menganggap mereka adalah orang penting, padahal mereka awalnya bukan siapa-siapa. Semua pencapaian dan kesuksesan yang mereka dapatkan sekarang berawal dari sesuatu yang bernama MULAI MENULIS.

Bila Anda masih bertanya "Bagaimana cara untuk mulai menulis?", sebenarnya Anda sudah tahu jawabannya. Tak perlu bingung tak perlu heran. Langsung saja menulis. Ini adalah hal yang sangat amat gampang banget sekali!

* * *

Jadi kita kembali ke pertanyaan awal, "Kapan saat yang tepat untuk MULAI MENULIS?"
Jawabannya adalah SAAT INI JUGA!!!

Semoga bermanfaat. Salam sukses!

Jonru

Artikel terkait :
- Materi 01: Motivasi Menulis (Penyakit Internal Penulis Pemula)
- Materi 02: Rahasia Terbesar di Dunia Penulisan 
- Materi 03: Inilah CARA Menjadi Penulis
- Materi 05: Status Penulis Pemula BUKAN Kutukan  
- Materi 06: Kiat Mengatasi Penyakit Malas Menulis  
- Materi 07: Cara Membuat Tulisan yang Berkualitas 
- Materi 08: Kiat agar Punya Banyak Ide dan Produktif Menulis 
4/23/2012 01:15:00 AM | 0 komentar | Read More

Materi 03: Inilah CARA Menjadi Penulis

Written By Unknown on Monday, April 9, 2012 | 4/09/2012 02:39:00 PM

Materi 03
Newsletter Pintar Menulis dalam 9 Minggu

Inilah CARA Menjadi Penulis
Oleh: Jonru
www.jonru.net

Boleh dibilang, ini termasuk salah satu “pertanyaan sejuta umat” di dunia penulisan.
Sejak beberapa tahun lalu, banyak sekali teman yang bertanya pada saya, “Bagaimana caranya agar saya menjadi penulis?” Banyak pula yang meminta tips atau kiatnya.
Karena banyaknya pertanyaan itulah, dan karena saya orangnya malas mengulang-ulang jawaban yang sama, maka saya akan coba tulis di sini jawabannya.

* * *

Langkah-Langkah Menjadi Penulis
Untuk menjadi penulis, yang harus Anda lakukan hanyalah satu hal: MENULIS!
Ya, sangat gampang, bukan? Menulislah!“
“Apa yang harus saya tulis?”
Mulailah menulis dengan tema/topik yang paling Anda sukai, minati dan kuasai. Tulislah hal-hal yang paling dekat dengan keseharian Anda. Ini akan membuat Anda lebih lancar dalam menulis, sebab Anda SANGAT menguasai hal-hal yang sedang Anda bahas.
“Lalu saya harus menulis di mana?”
Ya, di mana saja. Di buku harian, di atas kertas, di handphone, di blog, di mana saja yang Anda inginkan.
“Bagaimana caranya?”
Mulailah menulis secara spontan. Secara bebas. Lupakan dulu semua aturan, kaidah dan sebagainya yang membelenggu pikiran. Intinya, Kiat Menulis Bebas! Silahkan baca lagi materi atau modul newsleter ini yang membahas Kiat Menulis Bebas.
”Lho, bukankan untuk menulis itu ada teorinya? Ada kiatnya? Ada pedomannya? Ada panduannya? Ada rumusnya?”

Ya, benar. Tapi semua itu bisa dipelajari sambil jalan. Yang penting, mulailah menulis secara spontan, secara bebas. Lupakan semua teori! Baca yang ini dulu deh (Dan jangan cuma dibaca. Harus dipraktekkan juga. Agar Anda makin paham maksudnya).
“Oke. Lantas bagaimana cara membuat tulisan yang bagus, yang berkualitas, yang menggugah, yang hebat, yang luar biasa?”
Jawabannya bisa dibaca pada materi berikutnya di newsletter ini, ya. Mohon bersabar :)
”Oke. Lantas, bagaimana caranya agar saya menjadi penulis yang produktif? Saya sering kehabisan ide, lho….”
Idem. Jawabannya bisa dibaca pada materi berikutnya di newsletter ini, ya. Mohon bersabar :)
”Baiklah. Setelah menulis, saya tentu ingin agar karya saya dipublikasikan. Dimuat di media, atau diterbitkan menjadi buku. BAGAIMANA CARANYA?”
Coba baca buku ”Cara Dahsyat Menjadi Penulis Hebat”. Semua penjelasannya ada di situ. Info lengka buku ini bisa dibaca di www.penulishebat.com.
Atau, Anda bisa menerbitkan buku, 100% bebas penolakan di www.DapurBuku.com.

* * *

Jadi, gampang sekali, bukan?

Akhir kata, saya ingin mengutip beberapa kata bijak, yang semoga bermanfaat bagi Anda:

·Take Action Miracle Happens. No Action No Happens. Jadi SEGERALAH BERAKSI. MENULISLAH SEKARANG JUGA!

·Teori, kiat, dst bisa membuat Anda pintar, BUKAN AHLI. Keahlian datang dari PRAKTEK. Jadi SEGERALAH PRAKTEK. MENULISLAH SEKARANG JUGA!

·Anda tidak harus menjadi hebat untuk memulai, tapi Anda harus memulai untuk menjadi hebat. Kalau Anda tidak mulai juga, lalu kapan akan jadi AHLI? Jadi SEGERALAH PRAKTEK. MENULISLAH SEKARANG JUGA!

·Semua penulis sukses pasti berawal dari BELAJAR MENULIS. Awalnya mereka bukan siapa-siapa. Mereka sukses karena mereka ACTION, berjuang tak kenal lelah, tidak mudah menyerah, fokus pada tujuan, dan penuh percaya diri.

·Untuk menjadi dokter, Anda harus menjadi sarjana kedokteran dulu. Tapi untuk menjadi penulis, Anda tidak harus melakukan atau menunggu atau mendapatkan apapun. Yang perlu Anda lakukan hanyalah MULAI MENULIS!

Semoga bermanfaat. Salam sukses!

Jonru

Artikel terkait :
- Materi 01: Motivasi Menulis (Penyakit Internal Penulis Pemula)
- Materi 02: Rahasia Terbesar di Dunia Penulisan

- Materi 04: Kapan Saat yang Tepat untuk Mulai Menulis?
- Materi 05: Status Penulis Pemula BUKAN Kutukan
- Materi 06: Kiat Mengatasi Penyakit Malas Menulis  
- Materi 07: Cara Membuat Tulisan yang Berkualitas 
- Materi 08: Kiat agar Punya Banyak Ide dan Produktif Menulis
4/09/2012 02:39:00 PM | 0 komentar | Read More

Materi 02: Rahasia Terbesar di Dunia Penulisan

Written By Unknown on Monday, April 2, 2012 | 4/02/2012 10:32:00 AM

Materi 02
Newsletter Pintar Menulis
dalam 9 Minggu


Rahasia Terbesar di Dunia Penulisan
Oleh: Jonru
www.jonru.net

Bila Anda sedang membaca tulisan ini, Selamat! Sebab Anda adalah PENULIS YANG HEBAT!
Tahukah Anda, pertanyaan apa yang paling sering diajukan oleh para penulis?
Ya, betul!
Pertanyaan-pertanyaan seputar ide tulisan, bagaimana caranya agar tidak mentok ketika menulis, bagaimana cara mengembangkan ide tulisan, dan seterusnya.
Banyak penulis yang bingung ketika harus memulai menulis. “Apa yang pertama kali harus saya tulis?”
Banyak pula yang sudah punya ribuan ide di kepala, tapi tetap bingung bagaimana harus menuangkannya ke dalam tulisan.
Apakah Anda juga mengalami hal seperti itu?
Saya yakin, setiap penulis PERNAH mengalaminya.
Karena itulah, tulisan ini saya beri judul “Rahasia Terbesar Dunia Penulisan”.
Sebab kiat yang akan disampaikan di sini, berhubungan erat dengan PERTANYAAN TERBESAR tadi.
Bagaimana caranya agar kita lancar dalam menulis? Bagaimana caranya agar tidak mentok lagi?

* * *

Oke, saya akan beberkan RAHASIA TERBESAR tersebut. Saya menyebutnya sebagai RAHASIA TERBESAR, karena ini adalah salah satu kunci sukses Anda untuk mewujudkan impian menjadi penulis sukses.
RAHASIA SUKSES TERSEBUT adalah:
Otak kanan dulu, baru otak kiri
“Apa maksudnya?”
Begini:
Otak kanan adalah otak yang penuh kreativitas, suka spontanitas, kebebasan sebebas-bebasnya, dan tak peduli pada aturan apapun. Sementara otak kiri adalah otak yang suka menganalisis, berpikir, dan mempertimbangkan banyak hal.

Nah, banyak orang yang sulit dalam menulis, bingung harus mulai dari mana, bahkan mandeg dalam menuangkan ide. Tahukah Anda apa sebabnya? Tak lain dan tak bukan karena mereka memulai menulis dengan otak kiri. Mereka menulis dengan penuh pertimbangan, penuh analisis, banyak berpikir, sehingga tulisan mereka tak jadi-jadi, bahkan kemungkinan besar belum mulai-mulai juga.

Yang lebih tragis, mereka telah mendapatkan (membaca atau mendengar) banyak TEORI DAN KIAT PENULISAN. Teori-teori tersebut memenuhi otak kiri dan menghantui proses kreatif mereka dalam menulis. Akibatnya, setiap kali mulai menulis, teori-teori tersebut terus-menerus menghantui mereka. Mereka pun semakin banyak berpikir, semakin banyak pertimbangan, semakin banyak analisis.
“Apakah tulisan yang saya buat ini sesuai dengan teori A? Apakah tulisan in tidak bertentangan dengan teori B? Apakah tulisan saya ini ada landasan teorinya?”

Hm... ketahuilah sahabatku:
Bila Anda mulai menulis dengan cara seperti itu, percayalah bahwa Anda tak akan pernah berhasil membuat satu tulisan pun!
Karena itulah, Anda perlu menerapkan rahasia terbesar yang saya tulis di atas:
“Otak kanan dulu, baru otak kiri”
Maksudnya:
Mulailah menulis dengan penuh kebebasan. Jangan hiraukan teori apapun. Tuangkan semua ide Anda secara bebas, semau-mau Anda, sesuka-suka Anda. Jangan pikirkan apapun kecuali satu hal: “Pokoknya tulisan ini harus selesai!”

Nah, bila Anda mulai menulis dengan cara seperti itu, maka itu adalah langkah yang benar, karena yang pertama kali Anda gunakan adalah otak kanan Anda. Insya Allah, proses menulis Anda akan sangat lancar, tulisan Anda pun bisa selesai dalam waktu singkat.
Setelah tulisan selesai, silahkan istirahatkan otak kanan Anda. Sekarang saatnya beralih ke otak kiri. Biarkan dia bekerja. Ingatlah seabreg teori dan kiat penulisan yang telah Anda dapatkan.
Lalu mulailah berpikir:
-O, paragraf dua ini sepertinya agah aneh, deh.
-Kalimat yang ini kok tidak sesuai EYD?
-Penggambaran karakter tokoh yang saya buat kok tidak sesuai dengan teori “kiat membangun karakter tokoh” yang baru kemarin saya baca?
-Opini yang saya tulis kok terlalu lemah dan landasan teorinya kurang, ya? Apa perlu saya lengkapi lagi datanya?
-Dan seterusnya dan seterusnya.

Nah, ketika sedang menggunakan otak kiri inilah Anda bebas mengedit dan merevisi tulisan Anda. Permaklah ia sehingga lebih bagus, lebih berkualitas.

PANTANGAN TERBESAR:
Jangan biarkan otak kiri Anda ikut nimbrung ketika otak kanan Anda masih sibuk bekerja.
Dengan kata lain: Jangan mengedit atau merevisi tulisan Anda sebelum ia benar-benar selesai. Teruslah menulis sesuka Anda, dengan cara apapun yang Anda inginkan. Proses editing atau revisi baru boleh dikerjakan bila tulisan Anda sudah selesai. Bila Anda membiarkan otak kiri masuk ketika otak kanan sedang bekerja, percayalah bahwa itu akan menyebabkan proses penulisan Anda menjadi lambat, bahkan mungkin mandeg. Anda pun jadi bingung luar biasa.

Kesimpulannya:
Walau Anda memiliki banyak koleksi teori dan kiat penulisan, mohon agar menggunakannya secara tepat. Gunakan dia untuk otak kiri, bukan untuk otak kanan.
Percayalah! Otak kanan tidak membutuhkan teori apapun! Setiap kali mulai menulis, biasakanlah untuk menggunakan otak kanan Anda terlebih dahulu.
Inilah rahasia terbesar di bidang penulisan yang perlu kita ketahui bersama.
Semoga bermanfaat. Salam sukses!

Jonru

Artikel terkait :
- Materi 01: Motivasi Menulis (Penyakit Internal Penulis Pemula)

-Materi 03: Inilah CARA Menjadi Penulis

- Materi 04: Kapan Saat yang Tepat untuk Mulai Menulis?
- Materi 05: Status Penulis Pemula BUKAN Kutukan  
- Materi 06: Kiat Mengatasi Penyakit Malas Menulis  
- Materi 07: Cara Membuat Tulisan yang Berkualitas 
- Materi 08: Kiat agar Punya Banyak Ide dan Produktif Menulis 

4/02/2012 10:32:00 AM | 0 komentar | Read More

Menulis Buku? Wow Serruu

Written By Unknown on Wednesday, March 14, 2012 | 3/14/2012 02:53:00 PM

Oleh : Solikhin Abu Izzuddin
Inspirator dan Penulis Buku Best Seller Happy Ending full Barokah

Saya sejak SD sudah senang mengarang. Waktu SMP mulai bisa menuliskan ide-ide. SMA saya suka bikin proposal dan mengolah kata. Saat itu juga sebagai penjaga perpustakaan mushola mulai belajar dan membaca. Tapi rasa ingin tahu saya sangat besar misal tahu dan kalau mungkin baca apa yang dibaca pak Guru. Kebiasaan membaca dan menulis itu saya rawat sampai sekarang dan ada kebahagiaan tersendiri bila tulisan saya bisa menginspirasi diri dan orang lain untuk berprestasi lebih baik. Menulis sebagai dakwah yang mencerahkan dan menggerakkan itulah yang saya geluti ketika orang lain belum atau tidak terjun di dunia tersebut. Kalau pun sama-sama menulis dan trainer saya berupaya menemukan defferensiasi dan Blue Ocean Strategy, insya Allah.

Berangkat dari masalah saya mencoba merenungkan dan menemukan jalan atau solusi. Inilah yang menggugah saya untuk terus menulis. Semoga jadi warisan dan amal jariyah di sisi Allah. Menulis itulah bagian dari cara mewujudkan harapan, yakni dengan TEKAD:
  • Tuliskan ”cita-cita” dan apa yang mau engkau kerjakan
  • Kerjakan apa yang sudah ditulis
  • Dokumentasikan apa yang sudah kau kerjakan. (misal bikin laporan atau press release)
Motivasi saya menulis bidang motivasi adalah orang yang membaca tulisan saya termotivasi untuk memotivasi dirinya dan memotivasi orang lain. Motivasi inilah yang sangat mahal. Motivasi inilah inspirasi dahsyat untuk berbuat. Untuk menemukan motivasi ”carilah manfaat sebanyak-banyaknya” atas apa yang akan, sedang, hendak, akan terus dilakukan. Semakin menemukan dan merasakan banyak manfaat, maka semakit motivasi yang didapat. Bagi yang mau menulis misalnya, temukan manfaat nulis. Menuangkan ide, memberi ilmu, berbagi, menjadi amal jariyah, memotivasi, memberi contoh kebaikan, mengarahkan, sebagai dakwah, sebagai lahan perjuangan, sebagai publikasi sikap, dan masih banyak lagi.

Silakan diskusikan, berkumpul, masing-masing tulis manfaat menulis minimal 10 point. Kalau ada 10 orang kumpul akan dapatkan 100 manfaat dari menulis. Yakinlah, engkau bisa. Ok. Jangan Cuma dibaca, segera lakukan habis syuro atau yang lain, kalau nggak melakukan berarti nggak termotivasi. Motivator utama adalah Rasulullah yang telah memberi teladan. Ibuku yang telah melahirkan dan mendidikku. Keluargaku tempatku memberi dan mendapatkan kebahagiaan, insya Allah.

Menulis adalah pengalaman menantang dan mendebarkan. Proses quantum, akselerasi dan percepatan diri.Dari mana? Dari pembaca menjadi penulis. Dari tuku buku jadi kutu buku to penulis buku. Dakwah bil qolam.Dari dakwah terbatas ke dunia kertas mencuatkan gagasan secara lebih luas dan lugas. Ini bertitik tolak dari konsultasi pada seorang ustadz, ”Bagaimana cara memulai menulis resensi?” Beliau menasihatkan, ”Baca seluruh isi buku, temukan inti gagasan, kekhasannya dan tuliskan menjadi resensi.” Take action! Saya tulis dan kirim ke media. Resensi pertama berjudul Kebangkitan Islam karya Abdullah Azzam dimuat di majalah Ishlah. Saya yakin ada potensi.

Saya belajar menulis kepada siapa saja. Seorang teman menasihati, ”Belajarlah ketrampilan sekecil apapun kerena itu penting dalam hidup.” Saya terus mengasah ketrampilan dengan mengirim tulisan ke majalah Ishlah baik artikel I’dad, makalah tsaqofiyah, kolom hikmah, reportase kegiatan Islam maupun resensi buku. Juga ikut mengisi kolom hikmah Republika. Silaturrahim ke Wa Islama di Jogja, ikut pelatihan jurnalistik di Klaten dipandu Ustadz Cahyadi Takariawan, dan pelatihan di Islamic Center DDII Jogja tahun 1997.
Sambil menunggu, saya asyik menikmati inspirasi yang mengalirkan energi. Saya nangis saat menyimak cerpen ”Ketika Mas Gagah Pergi”. Padahal pas bazzar ramai di UNS.
Buku sebagai jalan hidayah, dan investasi amal jariyah yang luar biasa. Yang penting menulis dan terus menulis.
Saya beranikan diri menulis buku dan nggak tanggung-tanggung judulnya ”Menuju Muslimah Kaffah” diterbitkan Pustaka Amanah Solo dengan sistem royalti.

Saya menulis buku lebih karena didesak oleh kebutuhan. Eit tunggu. Maksudnya ”buku apa yang dibutuhkan zamannya”. Menulis Materi Ceramah Shubuh seharga Rp.500,- untuk memenuhi kebutuhan para penceramah Ramadhan agar kultumnya nggak monoton ”kutiba ’alaikumush shiyaam…” terus. Ada variasilah. Saya menulis Materi Ceramah Ramadhan Tarawih dan Shubuh yang saya jual putus Rp.500 ribu. Uang tersebut habis untuk bayar utang pengetikan buku tersebut di rental komputer. Namun, saya nggak kapok menulis meski royalti ada yang nggak lancar. Semoga rezeki yang saya terima itulah justru yang barokah.

Kendala yang saya hadapi?
Waktu sekolah saya suka mengarang. Panjang. Secara redaksional saya terasah karena waktu di Sekbid Ketaqwaan-Rohis SMA N 1 Purworejo saya terbiasa bikin proposal. Barangkali ini yang melancarkan aliran kata lewat tulisan. Menurut Malcolm Gladwell latihan sukses minimal 10.000 jam atau setara 10 tahun fokus dalam pilihan.

Sehingga kendala jelas ada. Ma’nawiyah, suasana hati yang tidak kondusif dan kekosongan yang hampa. Anehnya saat jarang kegiatan, terasa hambar untuk menulis. Nah saat super sibuk justeru tertantang untuk menulis. Karena orang yang sibuk itulah —kata Ustadz Anwar Jupri—yang produktif. Pernah blank antara 1999-2002 tanpa karya tulis riil. Padahal pekerjaan minim. Maka saat sibuk kerja di Solo tahun 2003-2006 justru banyak ide muncul, gagasan meluncur, karya pun pating jedul, he.. he…

Jadi kendala paling utama adalah ketiadaan kesibukan dan keuangan yang macet. Pas blong nggak ada pemasukan biasanya kurang konsentrasi. Alhamdulillah kini bisa teratasi dengan aneka kreasi mencari rezeki. Kendala lain bagaimana cara menuntaskan tulisan. Sebab inginnya tulisan itu bener-bener perfect sehingga nggak selesai-selesai. Saya merasa tidak plong apabila tulisan itu hampa sekedar mengejar setoran atau ikutan trend. Mati sebelum waktunya. Sayang ’kan? Dari kendala tersebut saya belajar sabar dan qona’ah dengan secara dinamis berbenah agar lahir karya menggugah.

Perubahan PENTING itu…?
Doktor Drajat Tri Kartono, pakar sosiologi UNS, pernah mengajak diskusi ”Bagaimana kalau yang kita tulis belum sesuai dengan diri kita?” Saya jawab, ”Begini Pak Drajat, justru dengan menulis kita berhati-hati untuk menyesuaikan dengan apa yang kita tuliskan. Tulisan itu jadi cermin.” Saya merasakan ada kekuatan energi perubahan yang luar biasa. Memilah dan memilih kata dalam meredaksikan keadaan secara lebih tepat dan bijak. Mendewasakan diri. Selalu instrospeksi dan berbenah. Membuka diri untuk dikoreksi.

Menurut Syaikh Ibnul Jauzi, ”Sebaik-baik kitab adalah yang di dalamnya terdapat sesuatu yang mampu menunjukkan manusia ke jalan yang benar.” Saya menemukan jalan perubahan itu untuk menjadi aktifis kreatif, dewasa positif, dan profesional solutif. Semangat memberi manfaat lewat tulisan itulah yang menjadi ruh untuk terus berkarya. Menggugah. Menginspirasi. Menggerakkan. Menyadarkan. Menginstall gagasan perubahan. Menulis nggak perlu rumit-rumit apalagi bikin ruwet. Cukup yang sederhana, mudah dipahami, dan aplikatif. Menggugah dengan kisah dan sejarah, menemukan diri dengan menggali potensi, menyentuh hati dengan diksi terseleksi.

http://blog.proumedia.co.id/
3/14/2012 02:53:00 PM | 0 komentar | Read More