Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Translate This Blog

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Showing posts with label PSIKOSOMATIS. Show all posts
Showing posts with label PSIKOSOMATIS. Show all posts

MENGENALI GEJALA "PENYAKIT KELELAHAN" PSIKOSOMATIS

Written By Unknown on Sunday, May 13, 2012 | 5/13/2012 04:28:00 PM

"Kelelahan terjadi ketika kemampuan secara mental dan emosional benar-benar lumpuh sehingga korban tidak dapat mengatasi lebih lama hidup dan tanggung jawabnya."
Penyebab stres atau stres yang berhubungan dengan keadaan yang tidak menentu, adalah meningkat secara jelas dengan bertumbuhnya kerumitan lingkungan dunia modern kita ini. "Kelelahan" merupakan salah satu penyebab stres yang paling umum yang berhubungan dengan keadaan yang tidak menentu ini.
SUATU ANALOGI SEDERHANA

Dalam usaha menggambarkan fenomena dari "Kelelahan", saya seringkali menggunakan analogi dari kendaraan bermotor. Tangki bensinnya kosong, bannya kempis. Tidak hanya tenaga penggeraknya berkurang, tetapi jumlah bahan kimia yang secara normal mengangkat beban juga berkurang. Tidak memungkinkan lebih lama untuk mengisi ulang tenaga penggerak secara sederhana. Sehingga sekarang perlu benar-benar mengganti ulang bahan kimia yang dapat mengangkat bebannya.

"Kelelahan" secara luas menggunakan istilah untuk kehabisan tenaga yang berat secara emosional, syaraf dan fisik. Istilah ini merupakan bentuk non teknis yang cenderung mencakup sejumlah perbedaan tetapi dalam kondisi yang mirip. Gejala yang paling cocok adalah adanya kehabisan tenaga yang hampir menyeluruh pada tubuh, pikiran dan roh. Kehabisan tenaga kronis yang mempengaruhi seluruh badan. Bentuk kejenuhan/ kebosanan yang tidak dapat diperbaiki dengan tidur lebih awal, atau tidur malam yang menyenangkan. Kejenuhan/kebosanan ini dapat mencapai tahap dimana bukanlah jumlah dari tidur yang lebih awal yang akan cukup menghilangkan keletihan. Orang menderita satu kelesuan yang kronis. Mereka kekurangan kekuatan untuk menjalankan bahkan tugas yang paling sederhana. Kreatifitas mereka secara total habis, mereka berfikir hampir tidak lurus. Gerakan dan penerapan mereka tidak eksisten. Bahkan gerakan berfikir menyebabkan mereka kehabisan tenaga dan putus asa.

Penyebab umum dari "Kelelahan" adalah banyak dan gejalanya mungkin agak berbeda. Diagnosa yang jelas membutuhkan gejala yang lebih khusus jika bentuk perawatan secara medis diperlukan. Untuk tujuan penelitian yang lebih jelas, kita tidak akan mencoba menguraikan beragam keadaan yang tidak menentu tetapi kita akan mempertimbangkan gejala-gejala ini secara bersama dibawah tanda umum dari "Kelelahan."

Apa saja gejala kelelahan?
Bagaimana Anda tahu kapan Anda berada dalam bahaya kematian karena penyakit ini? Saya akan menunjukkan secara jelas jangkauan dari kemungkinan gejala yang bukan berarti kehabisan tenaga. Anda mungkin mengenali beberapa atau semuanya. Jika benar, Anda perlu meneliti situasi Anda dan mengambil beberapa tindakan pencegahan. Jika Anda berada dalam tahap awal keadaan ini, mungkin istirahat atau liburan pendek dapat menyelesaikan masalah Anda. Anda mungkin perlu mengatur ulang hidup dan jadwal Anda, mungkin Anda perlu mendelegasikan beberapa beban kerja Anda yang berlebih pada rekan sekerja Anda.

Akankah gejalanya lebih meningkat dan lebih mengakar ke dalam, Anda mungkin akan perlu melakukan beberapa tahap yang lebih serius. Jika Anda mengambil liburan dan menemukan sulitnya relaksasi, ini dapat menjadi tanda yang kuat bahwa Anda menghadapi masalah serius dan perlu mengambil beberapa tahap serius yang dapat dipertanggungjawabkan. Biasanya ada sejumlah tanda peringatan yang bila diperhatikan lebih awal cukup dapat menyebabkan Anda mengambil tahap sederhana untuk mengatasi masalah ini. Bagaimanapun juga bila diabaikan dan diijinkan mencengkeram lebih kuat, maka penyelesaiannya menjadi kurang sederhana dan kondisinya menjadi jauh lebih sulit untuk diobati.

Satu analogi yang biasa saya gunakan adalah sebagai berikut :
Bayangkan bahwa Anda berjalan menyeberangi daerah yang bertanah tandus yang belum dikenal pada malam hari yang sangat gelap. Anda tidak dapat melihat satu tangan di depan Anda tapi Anda dapat menentukan untuk tetap terus melewati daerah itu. Anda berjalan lambat-lambat dan berhati-hati, berusaha keras merasakan banyaknya rintangan yang mungkin dan mencoba menghindarinya. Meskipun Anda berhati-hati, Anda masih tersandung semak dan batu yang terletak disepanjang jalan Anda, yang menyebabkan luka kecil. Malahan ini sebagai tanda peringatan, memutuskan menunda perjalanan sampai hari terang, atau Anda dengan bodoh menentukan untuk meneruskan perjalanan Anda.

Kadang-kadang Anda jatuh ke dalam lubang yang dalam dan gelap dimana tidak ada cara mudah untuk naik ke atas. Saat itu Anda akan memerlukan bantuan untuk mendaki dan keluar dari lubang dan ini membutuhkan beberapa waktu lamanya. Waktu yang dibutuhkan mungkin beragam untuk beberapa tahap dan bentuk rasa sakit dan putus asa yang Anda alami mungkin berbeda dengan pengalaman orang yang satu dengan yang lain. Tetapi kenyataannya adalah bahwa Anda tidak akan dapat keluar dengan mudah. Anda mungkin akan mengalami pengalaman beberapa hari tergelap yang belum pernah Anda alami, sehingga akan membuat Anda menyukai salah satunya.

Jika Anda belum pernah menyaksikan atau mengalami fenomena yang menakutkan ini Anda mungkin merasa bahwa saya melebih-lebihkan reaksinya. Sebagai akibatnya, Anda mungkin memilih untuk mengabaikan peringatan saya, biarkan saya menjelaskan bahwa sakit ini sungguh nyata dan agak menakutkan. Ini benar-benar bukanlah suatu imajinasi isapan jempol. Ini serius, menghancurkan, dan merusak. Ribuan orang telah mengalami siksaannya dan saya percaya salah satu dari mereka telah menyesal bahwa mereka tidak menanggapi gejalanya lebih awal dan melakukan sesuatu yang efektif untuk menolong diri mereka sendiri sebelum hal ini menjadi masalah yang serius.

Untuk itu penting bagi kita untuk mengetahui kurang lebih gejalanya sehingga kita dapat mengetahui gejalanya lebih awal dan mengambil tindakan untuk menghindarinya sebelum permasalahan menjadi mencengkeram dengan sangat kuat. Saya hanya akan memberikan komentar secara jelas pada masing-masing gejalanya.

GEJALA YANG MUNGKIN TERJADI DALAM LIMA KATEGORI
  1. Fisik (berhubungan dengan sakit pada tubuh)
  2. Mental (Pikiran)
  3. Emosional (Perasaan)
  4. Sosial (berhubungan dengan sesama)
  5. Spiritual (berhubungan dengan Allah)


  1. GEJALA SECARA FISIK

    Keletihan yang terus-menerus --kehabisan tenaga yang hampir menyeluruh.
    Kebosanan yang sangat merupakan gejala umum dari "kelelahan" yang akan terjadi. Ini berjalan jauh diantara pengalaman normal akan keletihan. Ini merupakan suatu kehabisan tenaga yang menyeluruh dalam seluruh sistem. Pikiran jenuh, emosi menurun, dan tubuh terasa berat dengan kebosanan. Bahkan tugas kecil seperti menggosok gigi tampaknya terlalu sulit untuk dilaksanakan.

    Apatis dan tidak acuh dengan perasaan kurang bertanggung jawab.
    Apatis pada dasarnya adalah keadaan mental yang tidak acuh dan kurang tertarik. Akar kata apatis ini adalah "pathos", yang secara umum berhubungan dengan kesedihan secara emosi. Sehingga apathis bukan hanya keadaan secara mental, tapi juga keadaan emosional dari kesedihan. Orang tidak termasuk daftar dan tidak diperhatikan. Mereka juga cenderung tidak sensitif dan kurang memperhatikan secara detail. Secara keseluruhan ada pengurangan yang nyata akan rasa tangung jawab. Orang kurang dapat berhati-hati mengenai sesuatu. Tak satu pun tampak lebih penting.

    Kehilangan Kreatifitas dan Konsentrasi = miskin produktifitas.
    Diantara gejala awal dari kelelahan adalah hilangnya konsentrasi. Ketidakmampuan untuk memfokuskan pikiran dan membawa semua pikiran Anda bersamaan. Biasanya ada kehilangan berat imajinasi pada kreatifitas, daya cipta dan kecerdasan. Faktor-faktor ini secara nyata mengurangi kemampuan produktif seseorang. Hal ini secara jelas dapat menyebabkan kesedihan hati dan keputus-asaan.

    Mengganggu pola tidur.
    Meskipun tidur seringkali merupakan jalan keluar bagi depresi seseorang yang panjang, ini bukanlah jalan keluar yang mudah untuk dicapai. Pikiran yang tertekan sering berlomba dengan cepat dan terisi banyak perhatian sehingga membuat sulit untuk jatuh tertidur. Ini sering kali tampak bahwa kesunyian malam mempercepat aktifitas pikir dan orang mungkin terbaring berjam-jam dengan pikiran dan ide yang selalu berlomba. Mereka membutuhkan waktu lama untuk tidur, tetapi semakin lama mereka berusaha untuk tidur maka mereka semakin jauh dari tidur. Mereka kadang-kadang jatuh tertidur di siang hari dan kemudian dengan gelisah tidak bisa istirahat dan berubah seperti jam yang tidak pernah berakhir pada malam hari.
    Dalam beberapa kasus orang dapat tidur tetapi terbangun setelah tiga sampai empat jam dan tidak bisa tertidur lagi. Berbaring tapi tetap terjaga beberapa saat menjelang pagi, pikiran liar dan aktif tetapi dalam bentuk yang jelas negatif. Ini sering menjadi saat dimana pikiran negatif mengalir ke dalam ingatan dan keadaan suram dari pikiran yang tertekan. Mereka terbaring dalam kondisi jemu, tidak mempertahankan diri, tidak dapat menjaga mereka sendiri dari pikiran dan emosi negatif yang gencar.

    Catatan tambahan : pada kasus yang lain, ada penderita yang bahkan mengalami 'kecanduan tidur'. Depresi yang terasa menekan mental membuat otak bawah sadar penderita melakukan tindakan pelarian dengan tidur. Ada rasa mengantuk luar biasa akibat dari "kelelahan" yang dialaminya. Sehingga tidur yang ini pun sudah tidak normal lagi alias kebanyakan tidur.

    Berubah apatis dan secara cepat kehilangan atau kelebihan berat badan.
    Gangguan kondisi secara emosional menyebabkan semua bentuk perubahan kimia dalam tubuh yang menyebabkan perubahan cepat dalam kebiasaan makan dan berat badan. Ini merupakan hal yang sangat umum pada orang yang sedang depresi untuk mulai makan dalam usaha mengalihkan depresinya. Ini dapat menyebabkan tubuh mereka bertambah berat.
    Kebalikannya juga benar dan secara emosi mengganggu orang yang mungkin dapat menyebabkan dia kehilangan berat badan yang banyak dengan cepat. Meskipun hal ini dapat menjadi pertanda tetapi orang harus mencoba untuk tidak mengijinkan dirinya tertekan oleh hal ini. Sekali hidup Anda secara mental dan emosional stabil, Anda dapat bertangung jawab mengontrol lagi dan mencapai berat tubuh normal Anda yang sehat.

    Gejala Psikosomatis, misalnya "serangan jantung."
    Salah satu bidang penelitian medis yang telah menghasilkan pandangan besar pada waktu ini telah menjadi bagian dari penyakit Psikosomatis. Menurut akar katanya ini merupakan penelitian dari "psycho" yang artinya pikiran dan "soma" yang berarti tubuh, dan dalam bidang di mana keduanya berkaitan. Secara khusus ini merupakan penelitian mengenai berapa penyakit yang dimulai dari pikiran dan akhirnya mempengaruhi tubuh. Ini berhubungan dengan kekacauan yang menyeluruh secara mental dan bukan secara fisik. Ini juga berhubungan dengan interaksi pikiran pada tubuh. Meskipun banyak mencapai titik terang melalui penelitian baru-baru ini, tetapi masih ada daerah besar yang masih menjadi misteri dan banyak hal yang belum dimengerti. Kenyataan yang telah jelas dan telah dibangun adalah bahwa pikiran memiliki pengaruh yang sangat kuat pada tubuh dan kekacauan secara psykologis sering memanifestasikan dirinya dalam gejala fisik.

    Hal ini seringkali benar bagi penderita "kelelahan" ini. Gangguan pikiran dan emosi mungkin melempar ke atas semua akibat dari gejala yang menakutkan. Suatu ujian medis biasanya akan mengungkapkan tidak adanya penyebab secara organis, namun gejalanya terus berlangsung. Mereka tidak mengada-ada, atau pasien dari hypochondriac yang membayangkan dirinya menjadi sakit padahal mereka tidak sakit. Mereka adalah korban dari fenomena psikosomatis yang aneh yang merupakan akibat langsung dari gangguan pikiran dan emosi. 

    Keinginan untuk tinggal di tempat tidur, dalam posisi seperti janin.
    Satu gejala yang agak baik dari "kelelahan" adalah keinginan kuat dan kebulatan tekat untuk tetap tinggal di tempat tidur. Saya tahu seorang pendeta yang tinggal di tempat tidur hampir tiga bulan. Ini merupakan isyarat pertama bahwa ada hal yang tidak beres di dalam dirinya, bahkan dirinya, istrinya atau koleganya memahami apa yang terjadi atau mengapa dia bersikeras melakukan hal ini.
    Keinginan ini berhubungan dengan ketakutan yang kuat yang mendominasi pikiran. Takut kehilangan rasa nyaman dan aman di tempat tidur. Takut berspekulasi seterusnya dalam dunia kerja yang normal sebab pasien merasa benar-benar tidak mampu mengatasi tekanan dan tanggung jawab yang mungkin muncul di dunia tersebut. Dia tenggelam dalam kehidupan pribadi dan membayangkan rasa aman dari tempat tidurnya. Ini menjadi pelindung atau benteng ketika dia mengunci pintu bagi dunia luar. Pasien seringkali meringkuk di tempat tidur seperti posisi janin, seolah-olah mencoba kembali ke dalam kerahasiaan dan rasa aman dalam rahim ibunya.



  2. PIKIRAN (POLA PIKIR)

    Tingginya tingkat kecemasan, berlebihan dalam kekhawatiran dan keprihatinan.
    Cemas merupakan kondisi mental dimana setiap orang secara tidak alami dan penuh ketakutan prihatin terhadap segala sesuatu, khususnya terhadap masa depannya. Mereka seringkali terganggu walau tidak perlu hampir dengan segala sesuatu. Ada suatu kekurangan yang nyata dari ketentraman dan kedamaian dalam pikiran. Banyak orang mengalami hal ini pada beberapa tingkat tetapi orang yang memasuki kondisi "Kelelahan" sering terpengaruh secara kronis oleh kegelisahan pikiran dan emosi. Mereka hampir sering berada pada keprihatinan terus menerus yang penuh menakutkan. Segala sesuatu tampaknya menjadi penyebab bagi mereka untuk khawatir dan berhati-hati.

    Takut - ketakutan yang tak dapat dijelaskan terhadap sesuatu.
    Beberapa bentuk rasa takut adalah normal dan khusus. Mereka merupakan bagian dari mekanisme pertahanan seseorang. Mereka menyuntik catatan tanda peringatan yang sering merupakan faktor pengaman. Tetapi bentuk takut yang saya bicarakan adalah tidak alami dan merendahkan diri. Ini bukanlah takut yang lahir dari alasan yang baik. Ini biasanya takut yang tidak beralasan dan tidak terjamin. Suatu ketakutan yang menyerang pikiran dan emosi yang membuat orang menjadi penuh ketakutan dalam setiap tindakannya yang sebelumnya tidak pernah mengganggu dia.

    Kehilangan Persepektif, sehingga bukit kecil terlihat seperti gunung.
    Seseorang yang berada dalam "Kelelahan" ini biasanya merasa kehilangan perspektif yang sebagaimana mestinya dalam hidup. Segala sesuatu menjadi keluar dari proporsinya. Pepatah terkenal mengatakan "Bukit sebesar tahi lalat nampak lebih besar dibanding gunung." Ini merupakan bentuk paranoia yang menyebabkan 10 orang mata-mata Israel yang melihat musuh mereka seperti raksasa dan mereka sendiri sebagai belalang.
    Dalam "Kelelahan", setiap kekecewaan tampak seperti tragedi yang besar. Setiap bayangan tampak seperti bentuk yang menakutkan dan setiap situasi sepertinya mampu menghancurkan sama sekali penderita "Kelelahan". Bahkan kehilangan gigi tampak seperti hampir kiamat.

    Kebimbangan, tidak dapat membuat keputusan bahkan yang paling sederhana.
    Ketidak mampuan memutuskan bahkan hal yang sederhana seringkali merupakan tanda dari stres dan seringkali merupakan satu tanda dari awal "kelelahan".

    Penghargaan diri yang rendah dan hilangnya kepercayaan diri.
    Perasaan ini biasa terjadi pada orang yang mengalami "Kelelahan." Mereka kehilangan semua rasa akan penghargaan diri, mereka merasa bahwa mereka sama sekali tidak berguna. Penderita merasakan hal ini begitu kuat mencengkeramnya sehingga dia meminta pada Tuhan untuk "mengambil nyawanya." Dia tidak dapat lebih lama lagi merasa percaya diri terhadap sesuatu. Dia melihat dirinya sendiri sebagai kesalahan suram dan merasa bahwa hidup tidak berharga lebih lama lagi.

    Tekanan darah tinggi. Penuh dengan tekanan dan stress.
    Calon penderita "Kelelahan" biasanya mengalami tekanan hebat dan penuh stres. Syarafnya di ambang batas dan dia tegang seperti senar biola.



  3. EMOSI (PERASAAN)

    Rasa sia-sia, mengalami putus asa dan patah hati.
    Sia-sia adalah perasaan yang memandang segala sesuatu tidak berarti dan tidak berguna. Ini seringkali menaikkan kesinisan mendalam dan perasaan bahwa seluruh hidup benar-benar salah dan palsu.

    Depresi, kecil hati dan sedih.
    Dalam rasa mental atau emosional, depresi merupakan kondisi dari putus asa dan kemurungan yang berat. Seseorang biasanya sangat sedih, tertolak dan merasa tidak enak. Sikap mereka merupakan salah satu bentuk negatif dari kemurungan berkepanjangan. Ini biasanya merupakan perasaan terdalam yang keluar dari dalam pikiran dan emosi seseorang. Tetapi depresi ini juga dapat muncul dari luar, tampak seperti awan gelap besar diatas kepala seseorang.

    Orang yang tidak pernah atau sungguh-sungguh mengalami depresi semacam ini menemukan sulitnya membayangkan bagaimana hal ini persis terjadi. Mereka membayangkan bahwa korban memberikan dengan mudah dirinya kepada pandangan negatif yang secara mental mengontrol jika mereka akan membuat usaha. Orang-orang tertentu cenderung untuk mendorong pasien untuk "merubah sikap dengan cepat," "tarik dirimu bersamaan," "kendalikan dirimu sendiri," -- semua hal yang mudah diomomgkan tetapi sulit untuk dilakukan. Tidak seorang pun berada dalam keadaan depresi yang tidak wajar ini. Apabila mungkin mereka akan dengan senang hati merubah sikap dengan cepat, tetapi sayangnya mereka tidak selalu dapat melakukan hal ini. Proses mental yang secara normal mengendalikan perasaan semacam ini untuk sementara waktu diantara kekuatan mengontrol seseorang dan semua nasehat yang hanya menambah iritasi yang dapat menyebabkan kegusaran dan patah semangat.

    Kecenderungan untuk menangis seperti bayi
    Patah semangat dan putus asa seringkali diungkapkan dalam air mata. Ini bukanlah selalu hal yang buruk untuk menangis, membagi air mata yang tidak boleh dilanjutkan untuk jangka waktu yang tidak terbatas. Airmata seringkali berarti pelepasan. Mereka menyediakan pembersih bagi emosi yang membuat patah hati. Seringkali ini baik bagi seseorang untuk menangis. Misalnya, seseorang yang menderita kehilangan dan hilang rasa kasih seseorang, atau bentuk lain dari kehilangan yang merugikan. Ini membantu bagi mereka untuk melepaskan emosi negatif yang tertahan. Ini jauh lebih baik untuk melepaskan mereka melalui air mata daripada membiarkan mereka tertahan di dalam hati.

    Perasaan gagal. Takut gagal dalam pekerjaanmu.
    Diantara banyaknya dan beragamnya rasa takut yang mungkin menimpa penderita "kelelahan" ini, salah satu yang paling menghancurkan adalah takut akan gagal. Takut bahwa hidup Anda akan berubah mendadak dan berakhir tercela. Takut yang sangat kuat yang bagaimana pun juga Anda mungkin telah menyelesaikan hidup Anda, tetapi hidup Anda akan berakhir dengan kegagalan yang puncak.

    Keinginan yang tidak wajar untuk mati. Kecenderungan Bunuh Diri.
    Gejala terakhir adalah satu lagi yang akan sangat sulit bagi orang lain untuk menerimanya. Tetapi pertentangan, intensitas dan ketekunan semacam ini pada siksaan pikir bahwa kadang mati, bahkan lewat tangan mereka sendiri, dapat terlihat sebagai satu-satunya solusi.
    Seseorang yang belum pernah mengalami kesengsaraan yang sangat dari tekanan mental tidak mungkin dapat dipahami bahwa hal ini dapat sangat menyakitkan dan menekan sehingga kematian tampaknya muncul sebagai penyelesaian yang terbaik. Biarkan pikiran dan kemungkinan ini meningkatkan rasa kasihan pada hamba Tuhan yang mengalami kesakitan semacam ini.

    Banyak orang kuat yang tidak pernah mengalami kecemasan dan depresi menemukan sulitnya memahami hebatnya tekanan yang dialami orang lain. Hal kuat mungkin cenderung untuk memandang rendah mereka yang merasa menjadi lemah dan menyedihkan yang mengijinkan sikap negatif semacam ini mendominasi hidup mereka.



  4. SOSIAL (HUBUNGAN)

    Sifat lekas marah dengan dirinya dan orang lain.
    Sifat mudah marah ini terjadi ketika seseorang dalam kondisi sangat sensitif, pemarah dan mudah terganggu. Mereka sangat gelisah, tegang, mudah kehilangan ketenangan dan menjadi menjengkelkan. Mereka terus menerus gelisah dan mudah sedih.

    Persahabatan yang menegang terkhusus dengan pasangan atau keluarganya.
    Orang yang mudah marah seperti yang baru saja saya gambarkan sangat sulit untuk dapat hidup bersama seseorang. Tak satu pun tampak menghargai mereka dan sangat sulit untuk menjangkau perasaan mereka yang terbuai. Hal ini khususnya sulit untuk mengasihi seseorang yang dekat dengan penderita "Kelelahan." Sementara orang yang mudah marah mungkin membuat beberapa usaha untuk terlihat bermasyarakat dan normal pada orang asing, mereka jarang memiliki kemampuan untuk mengendalikan dirinya sendiri dengan orang-orang terdekatnya. Lagu lama mengatakan, "Kamu selalu menyakiti orang yang kamu kasihi. Seseorang yang seharusnya tidak kamu sakiti selamanya." yang sungguh disayangkan selalu benar. Dan dalam kasus ini seringkali benar. Satu hal yang harus dikandung dalam pikiran orang yang dikasihi adalah, "segala sesuatu tidak normal dan salah satu kasihnya adalah benar-benar tidak bertanggung jawab terhadap apa yang mereka katakan dan bagaimana mereka bertindak." Mereka benar-benar tidak bermaksud seperti apa yang mereka katakan. Maka pasangan, atau anggota keluarga tidak seharusnya membolehkan diri mereka sendiri tersakiti atau terganggu oleh ucapan yang secara nyata dapat menyakitkan. Sayang sekali tinggal bersama orang yang berada dibawah tekanan semacam ini dapat tampak menjadi tidak mungkin dan kesedihan sesungguhnya adalah bahwa banyak pernikahan berantakan sebagai akibatnya.

    Anti sosial - keinginan kuat untuk sendirian.
    Seseorang di bawah stres sering menjadi sangat sensitif pada perasaan terdalamnya dan takut bahwa seseorang dapat melihat bahwa sesuatu tidak beres dalam dirinya. Dalam keadaan pikirannya ini mereka sering mengembangkan keengganan untuk berada dalam kelompok atau kehadiran orang, lebih suka kebebasan pribadi pada kelompok mereka sendiri. Orang yang sakit akan sering mengunci dirinya di kamar, jauh dari orang lain. Ketakutan bersama dengan orang sering membuat mereka tidak mungkin untuk memasuki tempat umum, seperti toko atau restauran. Kadang-kadang mereka merasa mereka harus jauh dari semua kontak dengan manusia untuk mencari isolasi.

    Perasaan tertolak.
    Sebagaimana pikiran tertekan mencoba mencakup semua pikiran negatif yang telah masuk dan mempengaruhinya, ada seringkali perasaan tertolak yang mematikan. Bayangan mereka sendiri dan kepercayaan dirinya selama beberapa waktu lalu menjadi hilang seluruhnya. Korban telah kehilangan semua kepercayaan diri dalam dirinya dan kemampuannya. Dia memandang rendah dirinya sendiri dan tidak menyukai dirinya dan merasa bahwa semua orang memiliki perasaan yang sama pada dirinya. Dia merasa bahwa dia adalah orang yang paling gagal yang pernah hidup dan bahwa dia direndahkan dan ditolak oleh semua rekan sebayanya.

    Ketidakmampuan untuk santai.
    Seorang penderita "kelelahan" sering lupa bagaimana untuk bersantai/ rileks. Hal ini terjadi begitu lama sejak dia mengijinkan dirinya untuk melakukan bahwa dia sejak lama telah lupa bagaimana bersantai dan menikmati dirinya, bebas dari ketegangan dan tekanan dari kerjanya. Hal ini secara besar mengurangi kemampuan seseorang untuk berhubungan secara bebas dengan orang lain.
    Ketika dia mencoba untuk bersantai dan menemukan bahwa dia tidak dapat, kepanikan biasanya mengikuti hal ini. Semakin dia mencoba untuk bersantai, dia menjadi semakin lelah. Ketegangan dan ketakutannya semakin mencengkeram erat.



  5. SPIRITUAL (Berhubungan dengan Tuhan)

    Kehilangan kemampuan untuk merasakan kehadiran Allah.
    Komentar ini kemungkinan akan menerima bentuk yang sama dari penerimaan seperti orang dan mereka yang sebelumnya menerima mereka sebagai ultra-spiritual yang ingin bersikeras tapi tak satu pun dapat membawa keluar dari orang percaya sungguh-sungguh kehadiran Allah yang nyata. Jika Anda mengalami saat di mana Anda tidak dapat merasakan kehadiran Allah, janganlah mencaci maki, putus asa, atau merendahkan dirimu sendiri, menganggap bahwa Anda rohaniawan yang terbuang. Untuk itu Anda harus menghitung kehadiran Dia meskipun Anda tidak dapat melihatnya.
5/13/2012 04:28:00 PM | 4 komentar | Read More

MOTIVASI : TUHAN..... MENGAPA HARUS SAYA ??

Written By Unknown on Wednesday, May 2, 2012 | 5/02/2012 04:35:00 PM

Sebuah tulisan yang dikirimkan seorang teman (ferdis H)...
 Arthur Ashe adalah petenis kulit hitam dari Amerika yang memenangkan tiga gelar juara Grand Slam : US Open (1968), Australia Open (1970), dan Wimbledon (1975).
Pada tahun 1979 ia terkena serangan jantung yang mengharuskannya menjalani operasi bypass. Setelah dua kali operasi, bukannya sembuh ia malah harus menghadapi kenyataan pahit, terinfeksi HIV melalui transfusi darah yang ia terima.
Seorang pengemarnya menulis surat kepadanya, "Mengapa Tuhan memilihmu untuk menderita penyakit itu?"
Ashe menjawab,
"Di dunia ini ada 50 juta orang yang ingin bermain tenis,
Diantaranya 5 juta orang yang bisa belajar bermain tenis,
500 ribu orang belajar menjadi pemain tenis profesional,
50 ribu datang ke arena untuk bertanding,
5000 mencapai turnamen Grandslam,
50 orang berhasil sampai ke Wimbledon,
4 orang berlaga di semifinal,
Dan hanya dua orang yg berlaga di final.
Ketika saya menjadi juara dan mengangkat trofi Wimbledon, saya tidak pernah bertanya kepada Tuhan :"Mengapa saya?",
Jadi ketika sekarang saya dalam kesakitan, tidak seharusnya juga saya bertanya kepada Tuhan : "Mengapa saya?" 
Sadar atau tidak, kerap kali kita merasa hanya pantas menerima hal-hal baik dalam hidup ini : kesuksesan, karier yang mulus, kebahagiaan dan kesehatan.
Ketika yang kita terima justru sebaliknya : penyakit, kesulitan, penderitaan dan kegagalan, seringkali kita menganggap Tuhan tidak adil. Sehingga kita merasa berhak untuk menggugat Tuhan.
Tetapi tidak demikian. Ashe berbeda dengan kebanyakan orang. Itulah cerminan hidup beriman : tetap teguh dalam pengharapan, walau ada beban hidup yang menekan.
Ketika menerima sesuatu yang buruk, ingatlah saat-saat ketika kita menerima yang baik.
"A winning horse doesn't know why it runs the race. It runs because of beats & pain. "
"Life is a race, God is your rider".
So if u are in a pain,
then think this : "GOD WANTS YOU TO WIN".
Keep fighting..
hadi
Sumber : http://balenajwa.blogspot.com/

==============================================
Mau SWAKONSUMSI PULSA MURAH klik di sini !
Mau BONUS PULSA GRATIS klik di sini !
==============================================
5/02/2012 04:35:00 PM | 0 komentar | Read More

SOMATISASI HARUS DISEMBUHKAN SENDIRI

Written By Unknown on Tuesday, May 1, 2012 | 5/01/2012 01:48:00 PM

Tempo Interaktif, 8 Agustus 2001
SOMATISASI HARUS
DISEMBUHKAN SENDIRI
Gejalanya ada dan cukup mengganggu, seperti sakit kepala, sesak napas, nyeri dada, nyeri punggung, insomnia, tapi biasanya dokter tak menemukan penyakitnya. Kalau demikian Anda menderita apa yang disebut somatisasi, dan hanya diri sendiri yang bisa menyembuhkannya.


Dalam beberapa bulan ini hampir setiap bulan Sally (29) menemui dokter. Ia khawatir hal terburuk terjadi pada dirinya, kanker. Betapa tidak? Konsultan komputer yang tinggal di Atlanta, AS, ini sudah lebih dari tiga tahun menderita sakit perut kronis dan sakit kepala. Anehnya, dokter belum juga menemukan penyakit yang dideritanya. Karena itu ia setuju dilakukan serangkaian pemeriksaan sekali lagi.

Dengan gugup Sally meremas-remas tisu di tangannya sambil menantikan vonis dokter. Tapi ternyata pemeriksaan menunjukkan hasil negatif. Hal yang semestinya menggembirakan itu justru mengesalkan karena berarti penderitaannya masih akan berlanjut. "Kami tak menemukan penyakit Anda. Berdasarkan hasil pemeriksaan, Anda benar-benar sehat," kata dokter itu sambil menaruh berkas laporan itu di meja kerjanya.
Setengah putus asa seminggu kemudian, Sally menemui dokter lain. Kali ini masih tentang penyakit "aneh"nya yang tak kunjung sembuh itu. Oleh dokter yang terakhir ini ia dinyatakan menderita somatisasi, yaitu manifestasi penderitaan emosional dalam bentuk gejala fisik yang tidak jelas. Kondisi aneh yang membikin frustrasi dokter dan pasien. Tak terhitung berapa juta biaya dihabiskan untuk ke dokter, pelbagai pemeriksaan dan pengobatan yang akhirnya tidak manjur itu. Syukur, telah ditemukan cara efektif untuk menanggulangi dan meringankan derita akibat somatisasi.

Tak berbahaya tapi mencemaskan
"Somatisasi sebenarnya merupakan proses normal lantaran derita emosional terwujud menjadi gejala-gejala fisik," jelas Steven Locke, MD, kepala bagian medis Harvard Pilgrim Health Care, lembaga perawatan kesehatan terbesar di New England, AS. Gejalanya berkisar dari yang wajar-wajar saja, seperti muka memerah, sampai yang menakutkan, seperti nyeri dada yang hebat.
Tingkatan manifestasi somatisasi ini pun ada bermacam-macam. Beberapa orang hanya mengalami sedikit gejala, sementara yang lainnya banyak.

"Bila gejalanya ringan-ringan saja, somatisasi sebenarnya tidak berbahaya," lanjut Locke. "Bukankah kita semua pernah mengalami derita emosional dengan gejala fisik, seperti sakit kepala? Bedanya, pada penderita somatisasi ekstrim, gejala fisik itu dapat sampai berpengaruh terhadap seluruh aspek kehidupannya."
Untuk memahami somatisasi secara benar, harus dimengerti hubungan antara perasaan (emosi), tingkah laku, dan gejala fisik awal. Pikiran dan tubuh, merupakan kesatuan yang tak terpisahkan. Tidak ada emosi yang dialami tanpa ditemani manifestasi fisik dari emosi itu. Demikian juga tidak akan ada sensasi fisik tanpa adanya manifestasi emosional dari pengalaman fisik itu. Jadi, mereka saling berhubungan dan tidak mungkin dipisahkan. Akibatnya, pada saat seseorang mengalami penderitaan secara emosional, semisal pertengkaran atau permusuhan, tidak puas terhadap diri sendiri, kekecewaan atau kehilangan seseorang tanpa dukungan dari lingkaran terdekatnya, maka semua itu akan termanifestasi di badan dengan berbagai macam gejala.

Menurut Kurt Kroenke, MD, guru besar ilmu kedokteran di Indiana University School of Medicine, sekaligus peneliti somatisasi, gejala tak jelas yang dialami oleh penderita penyakit ini meliputi banyak hal. Misal, nyeri dada, pening, sakit kepala, sakit punggung, sesak napas, insomnia, sakit pada bagian perut, mati rasa dan perih, sembelit, serta letih.

Ada banyak faktor yang berkaitan dengan gangguan somatisasi. Yang menarik, sekitar separuh dari pasien mengalami kecemasan atau depresi, meskipun umumnya dapat ditanggulangi sehingga gejala-gejalanya dapat dikurangi. Uniknya, gejala somatisasi cenderung dialami para wanita daripada kaum pria. Bahkan hasil penelitian menunjukkan, pasien wanita pada umumnya pernah mengalami pelecehan fisik atau seksual. Faktor umum lain, kondisi keluarga yang berantakan.

Somatisasi juga cenderung dialami sejak usia muda. Gejalanya mulai muncul ketika pasien berusia kurang dari 30 tahun. "Kalau gejala fisik yang tidak jelas itu baru muncul di usia 50 atau 60 tahun, kecil sekali kemungkinan itu kasus somatisasi. Dalam kasus seperti itu, dokter mesti mencari kemungkinan adanya gangguan depresi atau kecemasan," jelas Kroenke.

Metode pertolongan diri
Ada beberapa metode untuk membantu penderita somatisasi. Salah satunya yang berhasil adalah yang diselenggarakan Personal Health Improvement Program, yang diadakan Harvard Pilgrim Health Care selama enam minggu.Kursus itu mengajarkan beberapa kecakapan, terutama bagaimana mengamati sensasi dalam tubuh dan pikiran, serta perasaan yang muncul, tanpa terburu-buru menduga penyebabnya.

"Dengan sikap netral, mereka bisa lebih menghayati pengalaman itu. Selesai berlatih selama periode itu, orang jadi meningkat kesadarannya terhadap somatisasi dan dapat menanggulanginya sebelum gejala itu menyebabkan penyakit betulan," kata Locke.

Dalam program itu pasien juga belajar menangani permintaan dan janji, termasuk tega menolak permintaan bila memang tak dapat memenuhinya. Ini untuk menghindari beban janji itu kelak yang bisa menimbulkan juga rasa kesal. "Hidup itu penuh dengan permintaan, janji, dan penolakan. Kita perlu belajar bagaimana mengkomunikasikan permintaan, apakah kita sebagai pihak penerima atau pemberi, supaya relasi kita dengan orang lain terpelihara baik. Yang penting, jangan sampai kita 'tertimbun' oleh beban janji yang tidak dapat dipenuhi atau kekesalan yang menumpuk," jelas Locke.
Personal Health Improvement Program memiliki tingkat keberhasilan yang sangat baik. Hasil pengamatan terhadap penderita selama setahun, menunjukkan penurunan angka kunjungan dokter 50% bagi penderita yang melaksanakan program itu. Malah pada kasus-kasus yang berat, kunjungan ke dokter berkurang sampai dua pertiganya saja. Selain menurunkan kadar somatisasi, depresi, dan kecemasan, fungsi kemasyarakatan para penderita juga meningkat.

Kalau program pertolongan diri sendiri, semacam Personal Health Improvement Program tidak tersedia di sekitar kita, berikut ini tip yang barangkali bisa membantu.
  • Cari dokter yang serius menangani Anda dan gejala-gejala yang Anda alami. Artinya dokter yang mau mendengarkan keluhan pasien, tanpa cepat-cepat merekomendasikan pelbagai pemeriksaan. "Saya anjurkan dokter umum atau dokter keluarga saja, bukan spesialis," kata Kroenke.
  • Jangan mengharapkan kesembuhan secara cepat. Mungkin dokter perlu waktu 6 - 12 bulan untuk sungguh-sungguh memahami riwayat dan gejalanya. Periksakan diri terhadap gangguan depresi atau kecemasan. Obat depresi banyak mengurangi gejala somatisasi.
  • Jangan biarkan gejala gangguan somatisasi sampai melumpuhkan aktivitas karena malah akan semakin memperburuk kondisi kita. Usahakan sedapat mungkin untuk mempertahankan gaya hidup normal, baik dalam pekerjaan maupun kehidupan keluarga. Jika penderita mencoba melakukan aktivitas seperti biasa, lama-kelamaan gejala itu akan cenderung berkurang.
  • Buatlah buku harian untuk mencatat gejala-gejala yang timbul. Catat apa yang sedang Anda lakukan dan rasakan saat gejala-gejala tersebut menyerang. Catatan ini akan memberikan wawasan mendalam tentang penyebab somatisasi dan berguna untuk mengambil langkah yang lebih baik, saat gejala itu muncul lagi.
  • Tiap hari sisihkan waktu untuk menenangkan pikiran dan bermeditasi. "Ini akan membantu mengenali dan memunculkan perasaan yang terpendam," jelas Locke. Perasaan yang selama ini ditekan sehingga tidak disadari dapat muncul ke permukaan. Sesungguhnya, mengakrabi suasana jiwa, perasaan dan pikiran sendiri yang biasanya tidak disadari adalah proses yang alami. Dengan cara ini, pemecahan persoalan dapat diperoleh tanpa harus mengakibatkan gangguan somatik.
  • Olahraga secara teratur mampu mengurangi stres dan juga menyehatkan. Semisal jalan-jalan sekitar tempat tinggal kita atau olahraga seperti tenis. Tentu saja olah raga perlu diatur sesuai usia dan kondisi fisik.
  • Perhatikan menu makanan sehari-hari. Kafein, misalnya, dapat menyebabkan serangan panik, yang kemudian dapat menimbulkan sesak napas, berdebar-debar, dan sakit dada. "Penderita somatisasi mesti mempertimbangkan kembali menu mereka, kalau perlu membicarakannya dengan ahli gizi, siapa tahu ada bahan makanan yang bisa memicu timbulnya gejala," saran Locke.
  • Jika banyak mengalami masalah dalam pergaulan, cari kursus yang mengajarkan cara-cara efektif untuk mengenali diri dan ketrampilan berkomunikasi. Kurang bisa berkomunikasi dengan baik mengakibatkan stres, yang dapat termanifestasi pada berbagai macam gejala.
  • Sadarilah bahwa selalu ada yang tidak dapat diubah dalam hidup. "Ini kebijaksanaan yang kami ajarkan," ujar Marcia Orlowski, manager pelatihan dan pengembangan klien dengan Harvard Pilgrim Health Care's Personal Health Improvement Program. Karena itu apa gunanya memikirkan hal tersebut? Ironisnya, "Banyak orang stres berat karena memikirkan hal-hal di luar kekuasaan mereka," tambah Orlowski.
  • Bersedia memaafkan, baik diri sendiri maupun orang lain. Ini memungkinkan kita bergerak ke hal lain dalam hidup dan tidak terpaku merenungi, menyesali, kesal tentang suatu kejadian. (Don Vaughan/Rye)  
  •  
    ==============================================
    Mau SWAKONSUMSI PULSA MURAH klik di sini !
    Mau BONUS PULSA GRATIS klik di sini !
    ==============================================
5/01/2012 01:48:00 PM | 3 komentar | Read More

APA ITU PSIKOSOMATIS ????

Written By Unknown on Sunday, February 12, 2012 | 2/12/2012 12:34:00 AM

APA ITU PSIKOSOMATIS ????

Gangguan fisik yang diyakini disebabkan atau dipengaruhi oleh faktor psikologis pada masa lalu disebut psikosomatis (psychosomatic) atau psikofisiologis. Istilah psikosomatis berasal dari bahasa Yunani psyche, yang artinya “jiwa” atau “intelek,” dan “soma” yang berarti “tubuh”.

Gangguan fisik yang menyangkut unsur psikologis bentuknya mulai dari asma dan sakit kepala sampai sakit jantung. Tukak lambung (maag) juga merupakan penyakit disebabkan gangguan psikosomatis, tetapi telah dievaluasi kembali dalam penelitian yang mendapatkan bahwa suatu bakteri, H. Pylori, dan bukan stres atau diet, penyebab sebagian besar penyakit maag. Peneliti-peneliti mencurigai bahwa maag terjadi karena bakteri merusak lapisan pelindung perut atau usus. Pengobatan dengan antibiotik dapat membantu menyembuhkan maag dengan cara menyerang bakteri secara langsung, belum diketahui mengapa sebagian orang yang memiliki bakteri didalam tubuhnya ada yang mengalami maag dan ada yang tidak. Keganasan jenis H pylori mungkin berperan dalam menentukan apakah orang yang terinfeksi H. Pylori tersebut kemudian terkena maag. Selain itu ada kemungkinan pula bahwa stres psikologis berperan juga.

Demikian pula sakit kepala yang terjadi tidak bersamaan dengan gejala-gejala yang lain, maka sakit kepala ini dapat dikelompokkan sebagai gangguan fisik yang berhubungan dengan stres, yang dapat menyebabkan kontraksi kuat terhadap kulit kepala, muka, leher dan bahu sehingga muncul sakit kepala yang periodik dan kronis. Sakit kepala seperti itu secara beransur-ansur berkembang dan biasanya ditandai dengan rasa sakit yang terus-menerus di kedua sisi kepala, disertai dengan tekanan yang menghimpit.

Sebuah survei di daerah Baltimore menunjukkan bahwa 38% responden mengeluh kadang-kadang mengalami sakit kepala karena tegang. Survei ini menunjukkan bahwa wanita akan mengalami tingkat sakit kepala16% lebih tinggi dari pada laki-laki. Kebanyakan sakit kepala yang lain, termasuk sakit kepala sebelah (migren) yang parah, diyakini melibatkan perubahan aliran darah ke kepala.

Migren diderita oleh lebih dari 28 juta orang Amerika. Biasanya migren berlangsung selama beberapa jam atau beberapa hari. Sakit ini dapat muncul setiap hari atau sering kali setiap bulannya. Sakit ini ditandai dengan rasa yang menusuk disebelah sisi kepala atau di belakang mata. Sakit ini dapat menjadi begitu intensnya sehingga tidak tertahankan. Upaya mengatasi sakit migren yang parah malah dapat menimbulkan rendahnya kualitas hidup dan menimbulkan gangguan pada tidur, dan proses berpikir (Lipton dkk., 2000).

Menurut Olesen (1994). Ada dua tipe utama migren yaitu tanpa aura (disebut migren biasa) dan migren dengan aura (disebut dengan migren klasik). Aura adalah sekelompok tanda peringatan sebelum terjadinya serangan migrein. Aura dicirikan dengan distorsi persepsi seperti kilatan cahaya, gangguan pandangan, atau pandangan gelap gulita. Kira-kira 1 sampai 5 penderita migren mengalami aura ini. Ada dan tidaknya aura ini, kedua migren ini dapat dikatakan sama.

Sumber : http://www.ademati.org/2009/04/apa-itu-psikosomatis.html 

==============================================
Mau SWAKONSUMSI PULSA MURAH klik di sini !
Mau BONUS PULSA GRATIS klik di sini !
==============================================
2/12/2012 12:34:00 AM | 0 komentar | Read More

Kecemasan ?

Written By Unknown on Thursday, November 24, 2011 | 11/24/2011 12:00:00 PM

Dari semua teori kepribadian, kecemasan merupakan variabel yang penting.
Kecemasan sebagai salah satu fungsi ego merupakan sinyal tubuh yang mengingatkan individu tentang kemungkinan adanya suatu ancaman yang merupakan bagian dari dinamika kehidupan atau keniscayaan itu sendiri.

Pada kenyataannya, dunia realitas seringkali tidak selalu sesuai dengan harapan ataupun keinginan bawah sadar seperti kebutuhan akan rasa aman, nyaman, penerimaan, kecukupan sandang, pangan dan papan sehingga keterampilan seorang dalam mensikapi setiap persoalan yang datang, menentukan tingkat kecemasan atau sebaliknya.

Freud membagi kecemasan menjadi 3 jenis yaitu realistic anxiety, neurotic anxiety dan moral anxiety.
Kecemasan realistik adalah ketakutan terhadap bahaya yang nyata di luar dirinya, misal takut dipatuk ular, takut tertusuk duri. Kecemasan ini menjadi asal muasal kecemasan neurotik dan kecemasan moral.
Kecemasan neurotik adalah ketakutan terhadap bahaya yang bersifat khayalan, belum tentu terjadi, namun diyakini bakal dialaminya, misal takut miskin, takut sakit, takut diabaikan dsb.
Sedang kecemasan moral timbul ketika seseorang melanggar standar nilai orang tua. Walau sepintas kecemasan moral memiliki kemiripan dengan kecemasan neurotik, namun pada kecemasan moral, seseorang tetap rasional dalam menganalisa persoalannya.

Biasanya kecemasan terbentuk saat seseorang tidak siap dalam menghadapi ancaman dan muncul pertama kali diusia balita, ketika bayi merasa tidak mampu menangani dunia eksternal, bahkan dirinya sendiri. Trauma primer inilah yang jika tidak ditangani dengan baik, dikemudian hari berpotensi menjadi sumber kecemasan lainnya.

Itu sebabnya kecerdasan emosional menjadi penting dan pastikan sebagai orang-tua terbebas dari gangguan kecemasan agar tidak menularkan kepada buah hati tercinta.
Sumber : 
- Alwisol, Psikologi Kepribadian
- servoclinic.com
11/24/2011 12:00:00 PM | 0 komentar | Read More

Bantu Proses Penyembuhan Stroke

Written By Unknown on Thursday, April 21, 2011 | 4/21/2011 11:10:00 PM


Bagi Insan Paska Stroke ditemukannya alat baru Stroke Muscle Therapy untuk membantu proses penyembuhan tentunya sangat menggembirakan. Gangguan fungsi gerak yang dialami Insan Paska Stroke, sebagai akibat serangan stroke yang menyerang otak mereka, telah menyebabkan sebagian anggota tubuhnya mengalami gangguan.
Kepala Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat RSPAD Brigjen TNI Dr Mardjo Subiandono saat menerima bantuan alat Stroke Muscle Therapy I untuk Unit Rehabilitasi Medik RSPAD dalam rangkain peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia ke-60 yang dihadiri IPS dari berbagai klub stroke, mengatakan alat ini dapat digunakan digunakan Insan Paska Stroke (IPS) untuk mempercepat proses penyembuhan. ?Kalau dilihat dari manfaatnya alat ini sangat baik untuk melatih otot-otot IPS yang mengalami kekauan akibat serangan stroke,? ujarnya.

Biasanya seseorang yang mengalami serangan stroke akan mengalami gangguan otot yang terbalik dengan otak yang diserang, misalnya bila otak kanan yang terserang maka bagian tubuh yang mengalami gangguan sebelah kiri, begitu sebaliknya. Bila tidak segera mendapat terapi yang baik akan menyebabkan IPS menjadi orang yang tidak berdaya seumur hidupnya.

Untuk menyusun konsep strategi nasional penanggulangan stroke Indonesia perlu diidentifikasikan aspek yang berkaitan dengan pananganan stroke, seperti besar masalah stroke, prevensi primer, pengobatan yang berkaitan dengan penanganan serangan stroke akut, pevensi sekunder dan organisasi pelayanan stroke. Selain itu aspek ekonomi, kualitas pelayanan, rehabilitasi.

Pengobatan penderita stroke sangat kompleks diperlukan pendekatan multidisiplin yang memerlukan diagnosis yang akurat, pengobatan dini yang memadai, aman dan biaya efektip untuk mencegah kerusakan otak, mencegah stroke ulang dan komplikasi, serta memaksimalkan penyembuhan fungsional dan dapat hidup dalam keluarga, lingkungan kerja dan social di masyarakat dan isu pendidikan dan kesehatan masyarakat perlu mendapat perhatian juga.

Bukan hanya itu, dalam menyusun konsep strategi nasional penanggulangan stroke Indonesia diperlukan pula suatu Taskfoce yang bertugas untuk menentukan arah dan tujuan penanganan stroke yang komprehensif, terpadu, dan berkelanjutan.

Dengan adanya Muscle Care (Stroke Muscle Therapy-SMT) yang merupakan alat untuk melatih otot paska stroke yang mudah digunakan, baik untuk menguatkan otot-otot, khususnya pada bagian kaki, tangan serta punggung pada pasien stroke yang lemah agar pulih kembali seperti semula.

Penemu Stroke Muscle Therapy, Jimmy yang berasal dari Parung, Bogor, Jawa Barat, mengungkapkan, temuannya ini berasal dari keprihatinan dirinya terhadap nasib istri tercintanya yang mengalami gangguan fungsi gerak akibat serangan stroke.

?Untuk memperbaiki kualitas hidup istri tercinta, selain pengobatan yang dilakukan, saya juga rajin mengantarnya untuk berlatih di unit rehabilitasi rumah sakit. Dari sinilah muncul ide untuk membuat alat rehabilitasi, sampai akhirnya saya menemukan ide untuk menciptakan suatu alat SMT untuk mempercepat proses penyembuhan,? ujarnya.

Rasa syukur yang tidak terhingga kepada Tuhan Yang Maha Esa, berkat latihan keras dengan menggunakan alat SMT ini, istrinya bisa sembuh dan dan tidak mengalami gangguan gerak lagi. ?Sebagai bentuk kepedulian, akhirnya saya memproduksi alat ini dalam jumlah yang cukup banyak, mengingat jumlah penderita stroke semakin hari semakin bertambah jumlahnya,? tandasnya.

Alat ini terdiri dari :
1. Comfortable Seat yang dapat diatur untuk memberikan kenyamanan, keseimbangan, serta keamanan.
2. Tension Control dengan mudah mengatur beban latihan yang dibutuhkan.
3. Handle 360 yang dapat berputar searah jarum jam maupun sebaliknya untuk mendapatkan latihan otot pada bagian tangan dan punggung.
4. Assistant Handle membantu pendamping untuk memberikan latihan.
5. Secure Pedals adalah bagian untuk melatih otot-otot kaki, dilengkapi dengan sandal khusus serta sabuk kaki yang dapat diatur sesuai dengan ukuran kaki, mudah dalam pemakaian, nyaman pada saat menekan pedal
6. Rigid Structure memberikan kesetabilan serta keamanan dalam pemakaian dan dilengkapi dengan roda dan pegangan untuk kemudahan mengatur penempatannya.

By Yayasan Stroke Indonesia
4/21/2011 11:10:00 PM | 0 komentar | Read More

Kenali Gejala Stroke dengan 'Senyum, Gerak, dan Bicara'

Stroke merupakan penyebab kecacatan nomor satu dan penyebab kematian nomor tiga di dunia. Semakin cepat pasien mendapat pertolongan medis akan semakin besar peluangnya untuk pulih. Kenali dari Senyum, Gerak dan Bicara, jika Anda ingin menolong seseorang yang terkena serangan stroke.

Stroke merupakan gangguan fungsi sistem saraf akibat gangguan peredaran darah otak. Gangguan fungsi saraf akan terganggu bila aliran darah otak turun. Pada kasus ini jaringan otak belum mati, namun mengalami gangguan fungsi bagian ini disebut sebagai bagian iskemik pneumbra. Bila gangguan aliran darah berkepanjangan dapat terjadi kematian jaringan saraf yang disebut infark. Target terapi adalah menyelamatkan jaringan pneumbra.

Masalah yang sering muncul adalah pasien datang terlambat ke rumah sakit. Terapi thrombolitik (membuka sumbatan pembuluh darah di oatk) harus diberikan dalam waktu kurang dari 6 jam setelah serangan stroke. Penelitian Nadeau menunjukkan bahwa pada penderita stroke perdarahan kurang dari sepertiga pasien saja yang datang kurang dari 3 jam pasca serangan stroke.

Mengapa pasien datang terlambat ke rumah sakit? Banyak penelitian memperlihatkan bahwa sebagian besar pasien dan keluarganya tidak mengenali gejala stroke.

Penelitian di Thailand menunjukkan bahwa hanya 20,2% pasien stroke yang datang ke RS dalam waktu kurang dari 24 jam (Asawavichienjinda dan Boogrid, 1998). Penelitian di Australia memperlihatkan bahwa 41% datang ke RS kurang dari 3 jam setelah gejala muncul, dan 15% antara 3-6 jam. Ada sekitar 25% pasien yang datang lewat dari 24 jam setelah serangan stroke. Jumlah ini sudah relatif lebih baik setelah adanya kampanye nasional tentang 'brain attack' (Barr, dkk, 2006).

Kampanye ini bertujuan untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat akan bahaya stroke. Semakin cepat dikenali, dan semakin cepat mendapat pertolongan medis yang tepat, akan semakin besar kemungkinan pemulihan. Perhimpunan stroke di Amerika Serikat memulai kampanye nasional untuk menyebarluaskan kewaspadaan tentang gejala stroke.

Kampanye ini diberi nama FAST, yang merupakan singkatan dari Facial Weakness (kelemahan wajah), Arm Weakness (kelemahan lengan), Speech Disturbances (kesulitan bicara), dan Time is Brain (Berpacu dengan waktu). Didalam Bahasa Indonesia diterjemahkan sebagai Senyum, Gerak dan Bicara.

Senyum: Mintalah ia untuk senyum, lihat apakah wajahnya perot.
Gerak: Mintalah ia untuk mengangkat lengannya apakah bisa sama tinggi
Bicara: Tanyakan nama dan alamatnya, apakah ia bisa mengerti, apakah bisa menjawab, apakah jawabannya benar, apakah bicaranya pelo atau cedal.

Alat ukur ini cukup sederhana, dan dapat digunakan oleh orang awam maupun petugas kesehatan.

1. Mintalah orang yang dicurigai stroke untuk tersenyum. Menunjukkan giginya. Bila wajahnya perot, atau wajah hanya tertarik ke salah satu sisi saja, maka curihai ia terkena stroke.

2. Mintalah subyek untuk mengangkat lengannya lurus keatas. Bila salah satu lengan tidak dapat terangkat dengan baik, curigailah ia sebagai stroke.

3. Tanyakan kepadanya 'Siapa namamu?' dan 'Sekarang bulan apa?' atau 'Dimana Anda tinggal?”. Lihat apakah subyek mengerti pertanyaan Anda, apakah ia bisa menjawab, apakah jawabannya benar, bila ia berbicara apakah suaranya cedal?

Bila ada salah satu kelainan pada tes diatas segera minta bantuan medis. Tes ini sangat mudah. Bila ada anggota keluarga, rekan, kerabat, atau tetangga yang dicurigai tekena stroke, dan menunjukkan hasil tes yang positif, segeralah minta pertolongan medis. Tindakan yang tepat dan cepat diharapkan akan membuahkan hasil yang lebih baik pula. ( sumber detik.com )

dr Rizaldy Pinzon, MKes, SpS
Tim Stroke RS Bethesda Yogyakarta
4/21/2011 01:14:00 AM | 0 komentar | Read More

TERAPI ISTIGHFAR

Written By Unknown on Saturday, April 16, 2011 | 4/16/2011 11:45:00 PM

“Sesungguhnya Allah menurunkan kepadaku dua keselamatan bagi umatku. Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu berada di antara mereka dan Allah tidak akan mengazab mereka sedang (mereka) beristighfar (minta ampun), bila aku (Nabi Saw) pergi (tiada) maka aku tinggalkan bagimu istighfar sampai hari kiamat.” (HR. Tirmidzi)

Sahabat Pema’af, Istighfar adalah teknik kunci untuk mengosongkan atau membersihkan hati dari limbah yang tidak perlu. Istoghfar adalah mohon ampun kepada Allah dengan sebenar-benarnya. Istighfar itu sangatlah penting, sebab selain akan membersihkan hati dan menjadikan jiwa sebagai Nafsul Muthmainnah, maka beristighfar pun secara otomatis akan mengaktifkan berbagai mutiara hati yang bersemayam di dasar samudera jiwa. “Tidak menjadi dosa besar sebuah dosa bila disertai dengan istighfar dan bukan dosa kecil lagi suatu perbuatan bila dilakukan terus menerus.” (HR. Ath-Thabrani)

Selain itu, mengenai Istighfar ini Rosulullah saw bersabda : “Barangsiapa yang selalu beristighfar maka Allah akan memberinya kelapangan dalam setiap kesempitannya, dan Allah akan membukakan jalan dari kesusahannya serta Allah akan memberinya rezeki dari yang tidak di sangka-sangka." (HR. Abu Daud & Ibnu Majah)

Menurut Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, jika mendapat masalah yang cukup berat, solusinya adalah dengan memperbanyak istighfar. "Jika masalah yang saya hadapi mengalami kebuntuan (sulit menemukan solusinya), saya beristighfar kepada Allah sebanyak seribu kali. Allah pun memberikan saya jalan keluarnya." Itulah pengakuan dari seorang ulama besar yang menjadi guru dari Ibnu Qayyim al-Jauziyah.

Itu sebabnya, di Al-Quran kita disuruh untuk bersegera beristighfar kepada ALLAH. Karena sesungguhnya istighfar itu adalah PINTU hadirnya rahmat dan karunia dari ALLAH SWT.

“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema'afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. (Q.S. 3:133-134)”

“Seorang yang berbuat dosa lalu membersihkan diri (wudhu atau mandi), kemudian ia shalat dan memohon pengampunan Allah maka Allah akan mengampuni dosanya. Setelah berkata demikian Rasulullah mengucapkan firman Allah surat Ali Imran ayat 135: "Dan orang-orang yang apabila melakukan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun atas dosa-dosa mereka, dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa-dosa selain dari Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan keji mereka itu sedang mereka mengetahui."”(HR. Bukhari dan Muslim)

Istighfar adalah salah satu bentuk dzikir atau dzikrullah yang sangat sering dilakukan oleh Rosulullah saw. Ibnu Umar radhiyallahu’anhuma berkata: “Sesungguhnya kami benar-benar menghitung dzikir Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam dalam satu kali majelis (pertemuan), beliau mengucapkan 100 kali (istighfar dalam majelis): “Ya Rabb, ampunilah aku, terimalah taubatku, sesungguhnya Engkau Maha Menerima Taubat dan Maha Penyayang.” (HR Abu Dawud)

Berapa banyak kita harus beristighfar setiap harinya tidaklah ditentukan oleh Rosulullah saw, tetapi kalau kita perhatikan keterangan di atas sebelumnya maka jika memungkinkan dalam sehari itu kita beristighfar minimal 100 kali dan jika sedang memiliki masalah yang cukup berat maka kita bisa meniru perilaku dari Ibnu Taimiyah yang beristighfar sebanyak 1000 kali. Namun intinya, semakin banyak kita beristighfar atau melakukan dzkir istighfar dengan sepenuh hati maka tentunya akan semakin membantu kita untuk membersihkan jiwa kita dari berbagai limbah dosa yang pernah dan sedang kita lakukan, ”Hai orang-orang yang beriman, berzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya.” (QS Al-Ahzab ayat 41)

Istighfar ini memang dahsyat, ia mampu menjadi washilah agar kita keluar dari berbagai problema kehidupan kita. Atas kehendakNya, maka Istighfar bisa membantu kita keluar dari berbagai kesempitan hidup yang tengah kita rasakan. Banyak sekali kesempitan hidup yang kini mungkin saja sedang kita rasakan, beberapa diantaranya :
1.    Hidup tidak tenang alias sering gelisah
2.    Waswas
3.    Trauma
4.    Tidak percaya diri
5.    Dikelilingi oleh orang-orang yang menjengkelkan
6.    Grogi ketika berbicara di depan umum
7.    Grogi kalau menjadi imam
8.    Kurang beriman dan sering ragu atas kekuasaan dan pengaturan Allah atasnya
9.    Emosi tidak stabil
10.    Sering dizalimi oleh orang lain bahkan oleh orang yang sama berkali-kali
11.    Musuhan menahun
12.    Pernikahan tidak harmonis
13.    Mudah tergoda oleh pria/wanita lain
14.    Jatuh cinta mendalam pada orang yang tidak pas dan tidak jelas
15.    Sering bermaksiat
16.    Banyak hutang dan sulit melunasinya
17.    Dimusuhi banyak orang dengan alasan yang tidak jelas
18.    Plin-plan alias tidak tegas
19.    Susah memiliki anak atau keturunan
20.    Susah dapat kerja
21.    Susah kaya padahal sudah berusaha dan tawakkal
22.    Susah khusyu sholatnya
23.    Susah dipercayai orang
24.    Berwajah gelap atau aura tertutup
25.    Mudah sakit, seperti mudah masuk angin, maag, asma, migrain, sakit kepala utuh, dan alergi kulit
26.    Rejeki seret dan terasa mampet
27.    Harta yang tidak berkah
28.    Anak sulit diatur
29.    Pasangan tidak mencintai

Mari kita OBATI berbagai kesempitan hidup yang membuat dada ini terasa sempit dan sesak dengan melakukan dzikir ISTIGHFAR dengan tulus dan sepenuh hati. OBATI dengan tOBATi.

Kisah berikut, insya Allah akan membuat Anda semakin yakin bahwa berISTIGHFAR akan membuat Anda keluar dari berbagai permasalahan hidup Anda. Insya Allah.

“Dikisahkan, ketika Rasulullah saw sedang berkumpul dengan sejumlah sahabatnya di masjid, masuklah empat orang laki - laki. Masing - masing datang membawa masalah yang ingin disampaikannya kepada Rasulullah saw. Orang pertama mengeluh karena di daerahnya sudah lama tidak turun hujan. Rasulullah saw menasehatinya, "Beristighfarlah!" Orang kedua mengeluh karena sudah lama menikah, tapi belum juga memperoleh keturunan. Rasulullah saw menasehatinya, "Beristighfarlah" Orang ketiga mengeluhkan kesulitan ekonominya. Rasulullah saw kemudian menasehatinya, "Beristighfarlah!" Orang keempat mengeluhkan tanah pertaniannya yang sudah tidak subur lagi. Lagi - lagi Rasulullah saw menasehatinya, "Beristighfarlah!" Abu Hurairah yang saat itu ada bersama mereka terheran - heran, kemudian ia bertanya, "Ya Rasulullah, mengapa kesulitannya banyak, tetapi obatnya satu?" Beliau kemudian menjawab, "Simaklah firman Allah dalam surah Nuh (71) ayat 10 - 12, 'Mohonlah ampun kepada Rabbmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun. Niscaya Dia akan mengirimkan Hujan kepadamu dengan lebat, dan memperbanyakkan harta dan anak - anakmu, dan mengadakan untukmu kebun - kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai – sungai.” (HR Ahmad dan Abu Dawud)

Rosulullah saw mengajarkan kepada kita beristighfar, dan lafadz istighfar itu sangatlah banyak. Mulai dari “Astaghfirullahal ‘Azhim” atau di tambah kalimat “wa atuubu ilaiih” sampai dengan Penghulunya Istighfar atau Rajanya Istighfar.

Mengenai penghulu/raja istighfar ini dijelaskan dari Syaddad Ibnu Aus Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Permohonan ampunan (istighfar) yang paling utama ialah seorang hamba yang membaca “Allahumma Anta Robbii, Laa ilaaha illaa Anta kholaqtanii, wa ana ‘abduka, wa ana ‘alaa ‘ahdika, wawa’dika mas tatho’tu, abuu u laka bin ni’mati, wa abuu u laka bi zambii, faghfirlii, fainnahuu laa yaghfiruz zunuuba illaa Anta.    (artinya = Ya Allah, Engkaulah Tuhanku, tidak ada Tuhan selain Engkau yang telah menciptakan diriku, aku hamba-Mu, aku selalu berada dalam ikatan-Mu dan perjanjian-Mu selama aku mampu, aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan yang aku perbuat, aku mengaku kepada-Mu dengan dosaku, maka ampunilah aku, sebab tiada yang akan mengampuni dos." (H.R. Bukhori)

wallahu a'lam
KZ
www.cahaya-semesta.com
4/16/2011 11:45:00 PM | 0 komentar | Read More

Terapi Musik Hilangkan Depresi

Written By Unknown on Wednesday, April 13, 2011 | 4/13/2011 02:57:00 AM

MENGIKUTI terapi musik secara teratur bermanfaat bagi kesehatan karena menghilangkan depresi dan mengurangi risiko kanker.

Mendengarkan musik saat senggang atau ketika libur kerja bisa membantu membuat pikiran dan tubuh lebih rileks serta mengembalikan energi menjadi lebih bertenaga. Bahkan, bila mendengarkan musik secara teratur pada waktu yang tepat, ternyata bisa menjadi sebuah terapi yang mendatangkan manfaat yang lebih besar bagi kesehatan. Salah satunya menghilangkan depresi, bahkan mengurangi risiko timbulnya kanker.

"Terapi musik merupakan cara yang mudah yang bermanfaat positif bagi tubuh, psikis, serta meningkatkan daya ingat dan hubungan sosial. Bila terapi ini dilakukan secara khusus, hasilnya lebih baik," jelas Cheryl Dileo, profesor musik serta Direktur Pusat Penelitian Seni dan Meningkatkan Kualitas Hidup, Universitas Temple, Philadelphia, Amerika Serikat (AS).

Dileo menyatakan, manfaat terapi musik dibandingkan mendengarkan musik seorang diri sangat berbeda jauh. "Mendengarkan musik seorang diri itu bukan terapi meski banyak orang yang mendengarkan musik mendapatkan manfaat positif, seperti lebih rileks dan memperbaiki mood," paparnya.

Dia menambahkan, musik terapi membutuhkan bantuan orang lain yang sudah teruji kemampuannya untuk mengelola sebuah terapi. "Meski banyak orang yang mengaku paham bagaimana cara menikmati musik bagi diri sendiri, di bawah kendali seorang pakar terapi musik akan memberikan manfaat yang lebih besar. Terapi musik akan memberikan tenaga baru, mental yang segar, dan hubungan sosial yang hangat," tuturnya.

Selain itu, penggunaan terapi musik bisa diterapkan secara luas pada semua orang dalam berbagai kondisi. Terapi musik bisa dilakukan untuk mengurangi rasa khawatir pasien yang menjalani berbagai operasi atau serangkaian proses berat di rumah sakit. Sebab, musik akan membantu mengurangi timbulnya rasa sakit dan memperbaiki mood pasien.

Terapi musik juga mampu membantu menghilangkan depresi pada pasien rumah sakit lebih cepat. Terapi musik bisa diterapkan pada pasien alzheimer untuk membuat mereka lebih tenang dan membantu meningkatkan daya ingat. Bukan itu saja, orangtua yang baru memiliki bayi pun bisa menjadi lebih tenang setelah menjalani terapi musik.

"Musik merupakan cara yang mudah untuk mengalihkan perhatian. Ketika menghadapi masalah atau tekanan berat, musik membantu mengalihkan perhatian. Mendengarkan musik secara rutin membuat suasana akan menjadi tenang. Pada anak, musik bisa membantu mereka rileks dan mudah tidur," ujarnya.

Penelitian Dileo pun didukung Direktur Cancer Treatment Centers of America Katherine Puckett. Dia menyatakan, meski tak punya sertifikat menjadi ahli terapi musik, dia dan stafnya selalu menggunakan musik untuk membatu pengobatan pasiennya.

"Musik dapat mengaktifkan syaraf menjadi rileks sehingga membantu pernapasan pasien menjadi lebih baik. Selain itu, musik mengurangi risiko serangan jantung, membuat tekanan darah lebih normal, dan membuat otot lebih rileks. Pada pasien kanker, musik membantu mereka tidur lebih nyenyak karena biasanya pasien kanker memiliki gangguan tidur," jelas Puckett.

Begitu besarnya manfaat musik bagi pasien kanker membuat Cancer Treatment Centers of America membuat perpustakaan yang menyediakan berbagai jenis musik yang sesuai selera pasiennya. Bahkan, sekali-kali sering digelar berbagai acara musik khusus untuk menghibur pasiennya.

"Semua orang pasti suka musik. Kamu tak akan sakit jika suka musik. Musik membuat rileks, nyaman, dan tenang. Tubuh yang rileks bisa membantu mengurangi rasa sakit, termasuk rasa sakit dari proses penyembuhan kanker," pungkas Puckett.

[okezone.com]
Kalimat tambahan dari pemilik Blog :
PENTING !!! 
Bagi muslim musik paling dahsyat adalah AL QURAN. Anda bisa membacanya sendiri secara rutin setiap hari, sekemampuan Anda. Atau bisa juga dengan mendengarkan VIDEO/AUDIO murattal Al Quran.
4/13/2011 02:57:00 AM | 0 komentar | Read More

Teknik SEFT

Written By Unknown on Tuesday, April 12, 2011 | 4/12/2011 11:18:00 PM

(Ahmad Faiz Zainuddin)

Ada dua versi dalam melakukan SEFT. Yang pertama adalah versi lengkap yang akan segera saya jelaskan, dan yang kedua adalah versi ringkas (short-cut). Keduanya terdiri dari 3 langkah sederhana, perbedaannya hanya pada langkah ketiga (the Tapping). Pada versi singkat, langkah ketiga dilakukan hanya pada 9 titik, dan pada versi lengkap tapping dilakukan pada 18 titik. Sebaiknya anda kuasai dulu versi lengkap ini sebelum versi ringkasnya, agar anda mendapatkan hasil yang maksimal.
Versi lengkap maupun versi ringkas SEFT terdiri dari 3 tahap yaitu: The Set-Up, The Tune-in dan The Tapping.


Versi Lengkap SEFT
1. The Set-Up
“The Set-Up” bertujuan untuk memastikan agar aliran energi tubuh kita terarahkan dengan tepat. Langkah ini kita lakukan untuk menetralisir “Psychological reversal” atau “perlawanan psikologis” (biasanya berupa pikiran negatif spontan atau keyakinan bahwa sadar negatif).
Contoh Psychological Reversal ini diantaranya:
· Saya tidak bisa mencapai impian saya
· Saya tidak dapat bicara di depan publik dengan percaya diri
· Saya adalah korban pelecehan seksual yang malang
· Saya tidak bisa menghindari rasa bersalah yang terus menghantui hidup saya
· Saya marah dan kecewa pada istri/suami saya karena dia tidak seperti yang saya harapkan
· Saya kesal dengan anak-anak, karena mereka susah diatur
· Saya tidak bisa melepaskan diri dari kecanduan rokok
· Saya tidak termotivasi untuk belajar, saya pemalas
· Saya tidak mungkin bisa memenangkan pertandingan ini
· Saya menyerah, saya tidak mampu melakukannya.
· Saya… Saya… Saya…
Jika keyakinan atau pikiran negatif seperti contoh di atas terjadi, maka berdo’a dengan khusyu’, ikhlas dan pasrah: “Yaa Allah… meskipun saya _______ (keluhan anda), saya ikhlas, saya pasrah pada-Mu sepenuhnya”
Inilah obatnya: kata-kata di atas disebut The Set-Up Words, yaitu beberapa kata yang perlu anda ucapkan dengan penuh perasaan untuk menetralisir Psychological reversal (keyakinan dan pikiran negatif). Dalam bahasa religius, the set-up words adalah “doa kepasrahan” kita pada Allah swt. Bahwa apapun masalah dan rasa sakit yang kita alami saat ini, kita ikhlas menerimanya dan kita pasrahkan kesembuhan nya pada Allah swt.

“The Set-Up” sebenarnya terdiri dari 2 aktivitas, yang pertama adalah mengucapkan kalimat seperti di atas dengan penuh rasa khusyu’, ikhlas dan pasrah sebanyak 3 kali. Dan yang kedua adalah sambil mengucapkan dengan penuh perasaan, kita menekan dada kita , tepatnya di bagian “Sore Spot” (titik nyeri = daerah di sekitar dada atas yang jika ditekan terasa agak sakit) atau mengetuk dengan dua ujung jari di bagian “Karate Chop”. (lihat gb. 1 dan gb.2 di halaman 36)
Setelah menekan titik nyeri atau mengetuk karate chop sambil mengucapkan kalimat Set-Up seperti di atas, kita melanjutkan dengan langkah kedua, “the Tune-In”.

2. The Tune-In
Untuk masalah fisik, kita melakukan tune-in dengan cara merasakan rasa sakit yang kita alami, lalu mengarahkan pikiran kita ke tempat rasa sakit dan sambil terus melakukan 2 hal tersebut, hati dan mulut kita mengatakan, “saya ikhlas, saya pasrah… yaa Allah..”
Untuk masalah emosi, kita melakukan “Tune-In” dengan cara memikirkan sesuatu atau peristiwa spesifik tertentu yang dapat membangkitkan emosi negatif yang ingin kita hilangkan. Ketika terjadi reaksi negatif (marah, sedih, takut, dsb.) hati dan mulut kita mengatakan, Yaa Allah.. saya ikhlas…. Saya pasrah…
Bersamaan dengan Tune-In ini kita melakukan langkah ke 3 (Tapping). Pada proses inilah (Tune-In yang dibarengi tapping) kita menetralisir emosi negatif atau rasa sakit fisik.

3. The Tapping
Tapping adalah mengetuk ringan dengan dua ujung jari pada titik-titik tertentu di tubuh kita sambil terus Tune-In. titik-titik ini adalah titik-titik kunci dari “The Major Energy Meridians”, yang jika kita ketuk beberapa kali akan berdampak pada ternetralisirnya gangguan emosi atau rasa sakit yang kita rasakan. Karena aliran energi tubuh berjalan dengan normal dan seimbang kembali.
Berikut adalah titik-titik tersebut:
Cr = Crown,Pada titik dibagian atas kepala
EB = Eye Brow,Pada titik permulaan alis mata
SE = Side of the Eye Di atas tulang disamping mata
UE = Under the Eye 2 cm dibawah kelopak mata
UN = Under the Nose,Tepat dibawah hidung
Ch = Chin,Di antara dagu dan bagian bawah bibir
CB = Collar Bone,Di ujung tempat bertemunya tulang dada, collar bone dan tulang rusuk pertama
UA = Under the Arm,Di bawah ketiak sejajar dengan putting susu (pria) atau tepat di bagian tengah tali bra (wanita)
BN = Bellow Nipple2,5 cm di bawah putting susu (pria) atau di perbatasan antara tulang dada dan bagian bahwa payudara
IH = Inside of Hand,Di bagian dalam tangan yang berbatasan dengan telapak tangan
OH = Outside of Hand,Di bagian luar tangan yang berbatasan dengan telapak tangan
Th = Thumb, Ibu jari disamping luar bagian bawah kuku
IF = Index Finger,Jari telunjuk di samping luar bagian bawah kuku (dibagian yang menghadap ibu jari)
MF = Middle Finger, Jari tengah samping luar bagian bawah kuku (di bagian yang menghadap ibu jari)
RF = Ring Finger,Jari manis di samping luar bagian bawah kuku (di bagian yang menghadap ibu jari)
BF = Baby Finger, Di jari kelingking di samping luar bagian bawah kuku (di bagian yang menghadap ibu jari)
KC = Karate Chop,Di samping telapak tangan, bagian yang kita gunakan untuk mematahkan balok saat karate
GS = Gamut Spot,Di bagian antara perpanjangan tulang jari manis dan tulang jari kelingking.
4/12/2011 11:18:00 PM | 0 komentar | Read More

SEFT Atasi Masalah Fisik & Emosi

Written By Unknown on Monday, April 11, 2011 | 4/11/2011 09:56:00 PM

Ahmad Faiz Zainuddin
SEFT (Spiritual, Emotional, Freedom, Technique) merupakan terapi pengembangan diri yang menggabungkan 14 teknik untuk mengatasi berbagai masalah fisik, emosi, dan prestasi secara cepat dan mudah.

Dalam sebuah training SEFT yang diadakan Logos Institute, peserta bernama Yanto (30) mengaku takut berbicara di depan umum. Saat dipegang, tangan Yanto berkeringat. Namun, setelah diberi totokan lembut dengan metode SEFT 15 selama menit, ia kemudian mampu berpidato.

Cerita lain lagi datang dari seorang guru bahasa Inggris yang mengaku fobia katak. Setiap kali mendengar suara, apalagi melihat katak, sekujur tubuhnya jadi lemas tak bertenaga. Dengan tapping 5 menit, katak yang ada di depannya dianggap lucu.

Ahmad Faiz Zainuddin adalah penemu SEFT. Teknik pengembangan diri yang dikembangkannya menggabungkan 14 teknik terapi: kognitif (NLP), behavioraltherapy, logotherapy, psikoanalisis, EMDR, hipnosis, (Ericsonian), sugesti, afirmasi, visualisasi, Gestalt, meditasi, metode provokatif sedona, energi, dan powerful prayer "Teknik ini telah dibuktikan secara ilmiah. Tidak ada unsur supranatural atau klenik," ujar Faiz.

SEFT, menurut sarjana psikologi lulusan Universitas Airlangga ini, dikembangkan dari EFT (Emotional Freedom Technique), karya Gary Craig, yang kini populer di Amerika Serikat, Eropa, dan Australia. Gunanya untuk mengatasi berbagai masalah fisik, emosi, dan meningkatkan performa kerja.

Ada dua teknik utama yang mendasari SEFT, yakni energi psikologi dan spiritualitas. Energi psikologi adalah seperangkat prinsip dan teknik memanfaatkan sistem energi tubuh untuk memperbaiki kondisi pikiran, emosi, dan perilaku.

Pengaruh sistem energi tubuh terhadap dimensi emosi inilah yang diteliti Dr. Roger Callahan. Eksperimen dilakukan tanpa jarum (seperti akupuntur) ataupun menekan berlebihan (seperti akupresur), hanya menggunakan ketukan ringan ujung jari (tapping).

Dengan eksperimen ini Callahan membantu pasiennya sembuh dari berbagai masalah psikologis dalam waktu sangat cepat (dalam hitungan menit). Dengan penemuan ini disimpulkan bahwa penyebab emosi negatif adalah terganggunya sistem energi tubuh.

Tiga tahap

Menurut Faiz, ada tiga hal yang dapat dilakukan dengan SEFT, yakni penyembuhan, meningkatkan prestasi, dan kedamaian. Prinsip dalam penyembuhan yakni singkat dan lengkap, melalui set up, tune in, dan tapping. Sebelumnya dilakukan identifikasi penyakit, mencari lokasinya, lalu membuat intensitas sakitnya dari skala 0-10.

"Contohnya, gangguan nyeri punggung menahun. Cari lokasi sakitnya di mana, semisal punggung bagian bawah dan intensitasnya 7. Selanjutnya lakukan set up, tune in, tapping," imbuhnya.

Dalam kasus sakit punggung, saat set up, gunakan tangan kanan untuk mencari titik nyeri, letaknya di bahu kiri, yang bila ditekan terasa nyeri atau sakit. Sambil digosok-gosok, ucapkan set up word atau doa; "Ya Allah/Ya Tuhan, meskipun punggung kiri bawah sakit, nyeri, saya ikhlas menerimanya, saya pasrah kepada-Mu sepenuhnya atas kesembuhan punggung saya."

Poinnya, kata Faiz, ketika melakukan set up sambil menggosok adalah "curhat" masalah kepada Tuhan, kemudian menerima rasa sakit dengan ikhlas dan pasrah.

Sejurus kemudian, lakukan tune in. Caranya, rasakan sakit di punggung. Sambil dirasa sakitnya, fokuskan pikiran di tempat sakit, lalu lantunkan doa: "Ya Allah, saya ikhlas, saya pasrah."

Lantunkan doa ini terus-menerus sampai rasa sakitnya sedemikian terasa.

Tahap terakhir adalah tapping. Caranya dengan menekankan dua jari di sembilan titik sistem energi tubuh (titik utama), sambil berdoa: "Ya Allah, saya ikhlas, saya pasrah."

Titik-titik utama tersebut adalah titik di ubun-ubun, pangkal alis, samping mata, bawah mata, bawah hidung, bawah mulut, tulang leher, bawah puting susu, dan di bawah ketiak (lihat gambar). Semua itu adalah titik-titik akupuntur.

Bila tiga kali terapi singkat belum berhasil juga, lakukan penyembuhan secara lengkap. Caranya, lakukan tapping di sembilan titik utama dilanjutkan tapping di titik tambahan yang jumlahnya sembilan area di tangan.

Kata Faiz, ada empat kunci keberhasilan SEFT, yakni khusyuk, ikhlas, pasrah, dan syukur. "Keempat kunci itu bila dilakukan, Anda berada dalam zona keajaiban," katanya.

Sumber : Senior

4/11/2011 09:56:00 PM | 0 komentar | Read More

RUQYAH ONLINE

Written By Unknown on Monday, April 4, 2011 | 4/04/2011 10:46:00 AM


4/04/2011 10:46:00 AM | 0 komentar | Read More

Tatacara Dzikir Tawakal

Written By Unknown on Friday, January 14, 2011 | 1/14/2011 02:11:00 PM


Tatacara untuk berdzikir agar lebih dekat dengan Allah karena Allah no.1 dan masalah no.2 dengan mengikuti beberapa bimbingan sbb :
Hendaklah seseorang yang melaksanakan amalan dzikir memelihara adab-adab dzikir yang batin dan yang lahir. Dengan sempurnanya adab-adab itu, sempurnalah dzikir seseorang.
  1. Adab-adab dzikir batin
    Apabila seseorang hendak berdzikir, hendaklah ia menghadirkan hatinya, maksudnya mengetahui makna dzikir itu. Para ulama telah menegaskan, bahwa memahamkan makna yang diucapkan sangat perlu bagi mereka yang berdzikir, sama halnya dengan mereka yang membaca Al-Qur’an.
  2. Adab-adab dzikir lahir
    Seyogyanya orang yang berdzikir itu berkelakuan baik, jika ia dalam keadaan duduk, hendaklah menghadap ke arah kiblat dengan sikap khusyu’, merendahkan diri kepada Allah, tenang dan menundukkan kepala. Seyogyanya pula tempat berdzikir itu bersih. Selain itu dzikir bisa juga dilakukan ketika kita sedang berdiri, berjalan, sedang mendengarkan khutbah, ataupun sedang dalam keadaan mengantuk.
ANGGOTA-ANGGOTA PENYEBUT DZIKIR
 
Dzikir itu boleh dilakukan dengan hati saja. Maksudnya sebutan itu dilakukan dengan ingatan hati. Yang sangat utama dzikir kita lakukan dengan lidah dan hati, yaitu lidah menyebut hati mengenang apa yang diseburkan lidah. Jangan sampai hanya dilakukan oleh lidah saja sedangkan hati tidak memahami apa yang diucapkan atau berpikir tentang hal lain.

FAEDAH-FAEDAH DZIKIR
 
Bila seseorang benar-benar melaksanakan dzikir sesuai dengan yang dikehendaki oleh Allah dan Rasul-Nya, maka ada 20 faedah yang diperoleh oleh orang tersebut, yaitu :
  1. Baik sangka kepada Allah.
  2. Mendapat rahmat dan inayah dari Allah.
  3. Memperoleh sebutan dari Allah dihadapan hamba-hamba pilihan.
  4. Membimbing hati dengan mengingat dan menyebut Allah.
  5. Melepaskan diri dari azab.
  6. Memelihara diri dari godaan setan dan membentengi diri dari maksiat.
  7. Mendatangkan kebahagiaan dunia dan akhirat.
  8. Mendapatkan derajat yang tinggi disisi Allah.
  9. Memberikan sinar kepada hati dan menghilangkan kekeruhan jiwa.
  10. Menghasilkan tegaknya suatu rangka dari Iman dan Islam.
  11. Menghasilkan kemuliaan dan kehormatan di hari kiamat.
  12. Melepaskan diri dari perasaan menyesal.
  13. Memperoleh penjagaan dan pengawalan dari para malaikat.
  14. Menyebabkan Allah bertanya kepada para malaikat yang menjadi utusan Allah tentang keadaan orang-orang yang berdzikir itu.
  15. Menyebabkan berbahagianya orang-orang yang duduk beserta orang-orang yang berdzikir, walaupun orang orang tersebut tidak berbahagia.
  16. Menyebabkan dipandang ” ahlul ihsan “, dipandang orang-orang yang berbahagia dan pengumpul kebajikan.
  17. Menghasilkan ampunan dan keridhaan Allah.
  18. Menyebabkan terlepas dari pintu fasiq dan durhaka. Karena orang yang tiada mau menyebut Allah (berdzikir) dihukum orang yang fasiq.
  19. Merupakan ukuran untuk mengetahui derajat yang diperoleh disisi Allah.
  20. Menyebabkan para Nabi dan orang Mujahidin (syuhada) menyukai dan mengasihi.
QS 20 : 124 yang artinya :
Tapi barang siapa tiada memperhatikan peringatan-Ku (berdzikir kepada-Ku), baginya penghidupan yang sempit. Kami halau ia di hari kiamat ke tempat berhimpun dengan mata yang buta

Sumber : http://www.tawakal.or.id/
1/14/2011 02:11:00 PM | 0 komentar | Read More

Arti & Makna Tawakal

Firman Allah : ” Wa tawakkal ‘Alallahi wakafaa billahi wakilla ” (Dan bertawakallah kepada Allah dan cukup Allah sebagai pemelihara segala urusan) A.Q.S. 3:3.Sabda Rasulullah : ” Ikatlah untamu dan bertawakallah ” ( R. Ibnu Hibban ). 




Ber-tawakal kepada Allah ( tawakkal ‘Alallah ), merupakan perintah yang banyak terdapat dalam Al-Qur’an, di samping perintah-perintah lainnya seperti bertaqwa, bersabar, beristiqomah, ikhlas dan beribadah, ridho dalam menerima ketetapan Tuhan, berlaku adil, berjihad pada jalan-Nya, berkurban dan lain-lain.
Di antara perintah-perintah yang terpokok dan terutama sekali adalah perintah untuk ber-IBADAH kepada-Nya. Oleh karena itulah maka TUGAS POKOK manusia di dunia ini tidak lain beribadah kepada-Nya sebagai mana ditegaskan oleh-Nya : ” Wamaa kholaktul jinna wal insa illa liya’buduuni ” ( Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia, melainkan semata-mata supaya mereka menyembah-Ku/beribadah kepada-Ku ) A.Q.S. 51:56.

ARTI DAN MAKNA TAWAKAL
 
Tawakal artinya BERSERAH DIRI DAN BERPEGANG TEGUH KEPADA ALLAH. Di sini terdapat dua unsur pokok yaitu, pertama berserah diri dan kedua berpegang teguh. Kedua-duanya merupakan kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Tidak dapat dikatakan tawakal kalau belum berserah diri secara ikhlas. Tidak dapat pula dikatakan tawakal kalau belum berpegang kepada-Nya, belum kokoh atau belum bulat pada tingkat haqqul yakin kepada kekuasaan-Nya yang tidak terbatas, keadilan-Nya, kebijaksanaan-Nya, kasih sayang-Nya untuk mengatur segala sesuatu dengan sesempurna-sempurnanya.

Sumber :  http://www.tawakal.or.id/
1/14/2011 02:02:00 PM | 0 komentar | Read More