- Saat istri mengabarkan: Aku hamil. Jangan melontarkan kalimat meledek, seperti: Yakin, itu anak saya? Karena pada momen ini, banyak wanita mengharapkan suaminya bereaksi romantis. Ucapkan kata-kata cinta. Satu dua tetes air mata Anda akan membuat momen ini sempurna di mata istri.
- Morning sickness tidak mengada-ada. Kehamilan disertai dengan gejala morning sicknes seperti mual, muntah, sensitif bau, tidak tahan sinar matahari, malas mandi dan lainnya. Selagi mengalami morning sickness, wanita hamil bisa beraksi berlebihan terhadap bau. Jangan protes. Pahami, tidak banyak yang bisa dia –atau Anda– lakukan untuk mengurangi rasa mual tersebut. Usahakan Anda tidak beraroma kuat selagi berada di dekatnya.
- Jangan sentuh payudaranya. Selagi hamil, payudara istri jadi lebih besar, lebih sensitif dan seksi karena sedang bersiap menjadi "pabrik susu" untuk bayi Anda. Jangan disentuh karena terasa sakit, kecuali bila istri mengizinkan. Pemandangan ini pun akan biasa Anda temui di ruang tunggu ketika mengantar istri cek ke dokter kandungan.
- Sering buang gas dan sendawa. Hormon kehamilan membuat sistem pencernaan ibuhamil bekerja lebih lambat agar nutrisi makanan tercerna dan terserap sempurna untuk tumbuh kembang janin. Melambatnya kerja pencernaan membuat ibuhamil mengalami konstipasi dan ada banyak gas di dalam perutnya, sehingga ia jadi sering bersendawa atau buang gas. Tidak cute, memang! Tapi, jangan mengolok-olok atau berkomentar negatif terhadap suara dan aroma yang ditimbulkan. Kalau terganggu, cari saja alasan untuk menjauh sebentar darinya.
- Haus perhatian. Jujur saja, Anda tentu pernah lupa bahwa istri sedang hamil dan cuek. Padahal, para istri berharap saat merasa tidak nyaman akibat hormon kehamilan, suami memberi perhatian dan support yang cukup.
- Tidak tertarik pada seks. Perubahan hormon memang membuat wanita hamil bergairah di trimester kedua, tapi perasaan tidak cantik akibat perut membesar dan payudara nyeri menghambat minatnya untuk berhubungan seks. Sebaiknya luangkan waktu untuk memanjakan istri, "servis" Anda bisa menyulut gairahnya. kalau berhasil, tetap lakukan posisi seks yang aman ya.
- Mood swing. Bukan ingin membuat Anda takut, Jeff Kimes dalam buku Pregnancy Sucks for Men, menulis: mood naik turun itu mirip gejala PMS (menjelang haid), tetapi berlipat ganda! Dalam sehari, istri bisa merasa sedih, bahagia, takut, rewel, emosinya tidak bisa ditebak. Semua disebabkan perubahan hormon yang dramatis, dikombinasi perasaan cemas karena akan menjadi ibu. Berikan simpati Anda dan hindari pertengkaran dengan istri. Kalau pun sampai bertengkar, biarkan istri yang menang.
- USG. Ini adalah alat untuk mengintip kondisi janin , seperti jenis kelamin dan posisinya dalam rahim. Pertama kali melihat janin melalui layar USG tahan mulut Anda untuk berucap: "Ih, bentuknya seperti anak tikus!" Jangan menggerutu bila tidak bisa melihat janin di layar USG. Bila beruntung dapat melihatnya, perhatikan setiap detailnya. Ketika janin mulai menendang, tunjukkan antusias Anda untuk merasakan tendangan janin. Jika terlihat tidak gembira , soal tendangan janin pun bisa berujung masalah.
- Jadi pelatih olah nafas. Bernapas dengan benar, dapat mempermudah proses persalinan sekaligus mengurangi nyeri. Saat bersalin, istri sering lupa teknik bernapas yang ebnar, sehingga butuh bimbingan dari pendamping persalinan. Artinya, Anda juga perlu belajar teknik bernapas, dong!
- Menolak tidur seranjang. Saat hamil, selain perutnya membesar dan "makan tempat", istri sering bolak-balik ke toilet, sakit punggung dan kegerahan, sehingga kualitas tidurnya di malam hari terganggu. Jangan sakit hati bila ia meminta Anda tidur di kamar atau ranjang berbeda, karena ia butuh ruang tidur lebih luas.
- Tutup mulut pada momen sensitif. Baik sedang di ruang dokter maupun di kelas senam hamil, ikuti aturan ini: kecuali Anda punya kalimat yang bijak dan supportif, lebih baik diam. Seperti, saat istri menimbang badan dan mengetahui beratnya naik 15 kilo. Jangan ubah nama panggilannya menjadi "Ndutt", atau saat dia merasa risih sesudah periksa dalam, jangan meledek, "Cincin dokternya ketinggalan di dalam, nggak?”
Inilah Petunjuk Praktis Untuk Calon Ayah Saat Istri Hamil
Written By Unknown on Saturday, January 18, 2014 | 1/18/2014 07:24:00 PM
PERMAINAN FISIK MOTORIK DI TAMAN KANAK-KANAK 2
Written By Unknown on Tuesday, December 31, 2013 | 12/31/2013 10:22:00 AM
Sambungan dari http://rolays.blogspot.com/2013/12/permainan-fisik-motorik-di-taman-kanak.html
Ini adalah sambungan dari artikel Permainan Fisik Motorik di Taman Kanak-Kanak. baru kelar, jadi mesti dibuat bersambung. semoga bermanfaat bagi rekan semua. selamat mempraktekkan dan membuat variasi yang lain.
1. Bola Beranting di Atas Kepala
Tujuan: meningkatkan koordinasi tangan.
Cara bermain: seluruh anak dibagi menjadi beberapa kelompok dengan jumlah yang sama banyak, lalu diberiskan berbanjar menjadi beberapa baris sesuai dengan jumlah bola yang tersedia. Barisan menghadap satu arah. Jarak antar baris kira-kira satu rentangan tangan. Permainan dimulai dari anak yang terdepan memegang bola. Setelah peluit dibunyikan maka bola dipindahkan kebelakang melalui atas kepala, dan teman dibelakang menerima bola tersebut kemudian mengangsurkan bola keteman dibelakangnya lagi dengan cara yang sama. Pemenangnya adalah bola yang lebih dulu sampai pada baris anak paling belakang.
2. Bermain Menebak Gambar
Siapkan gambar-gambar yang berlainan. Gambar bisa disesuaikan dengan tema. Pilih pemain dua anak. Anak lainnya duduk melingkar. Tempeli masing-masing pemain dengan gambar yang berbeda. Tentu saja tanpa sepengetahuan lawan main anak. Masing-masing pemain kemudian menebak gambar di punggung lawan mainnya. Namun masing-masing pemain harus bergerak agar gambar pada punggung tidak mudah tertebak. Biar lebih seru iringi dengan musik. Siapa yang menebak duluan dialah pemenangnya. Permainan bisa dilanjutkan anak berikutnya.
3. Jalan Bervariasi.
Siapkan simbol-simbol pada lantai. Bisa berupa gambar dengan kapur atau bahan lain yang tidak membahayakan anak. Misalnya simbol lingkaran untuk jalan berjinjit, simbol segitiga untuk jalan berjongkok, simbol segiempat untuk jalan dengan satu kaki dan simbol jajaran genjang untuk anak melompat. Tiap anak bergantian melewati simbol dilantai dengan melakukan variasi jalan sesuai dengan petunjuk simbol.
4. Berjalan di atas rel
Siapkan lintasan dari tali plastik atau tali rafia atau digambar dengan kapur tulis dengan bentuk persegiempat pada lantai. Siapkan pula beban untuk dibawa anak di kepala. Bisa berupa kantong biji atau buku. Sambil merentangkan tangan untuk menjaga keseimbangan anak berjalan mulai mengikuti lintasan. Mula-mula anak berjalan maju kedepan kemudian berjalan ke menyamping kamudian berjalan mundur dan berjalan menyamping lagi mengikuti garis lintasan.
Disamping berbagai macam permainan di atas masih banyak lagi permainan fisik motorik yang lain. Diharapkan para guru kreatif untuk menciptakan bermacam permainan untuk anak, sehingga pembelajaran dapat berjalan dengan menyenangkan bagi anak.
Sumber : http://wahyuti4tklarasati.blogspot.com/2010/10/permainan-fisik-motorik-di-taman-kanak_11.html
PERMAINAN FISIK MOTORIK DI TAMAN KANAK-KANAK
Written By Unknown on Sunday, December 29, 2013 | 12/29/2013 08:34:00 PM
Masa lima tahun pertama pertumbuhan dan perkembangan anak sering disebut sebagai masa keemasan karena pada masa itu keadaan fisik maupun segala kemampuan anak sedang berkembang dengan pesat. Salah satu kemampuan yang sedang pesat berkembang adalah kemampuan motorik. Proses tumbuh kembang kemampuan motorik anak berhubungan dengan kemampuan gerak anak yang dapat terlihat jelas dengan berbagai gerakan dan ragam permainan yang dapat dilakukan anak.
Bermain merupakan dunia anak. Oleh karena itu dalam penyampaian pengembangan di TK perlu dilakukan melalui bermain. Prinsipnya bermain sambil belajar dan belajar seraya bermain.
Ragam permainan fisik di Taman Kanak-Kanak.
1. Menjala Ikan
Bertujuan meningkatkan kemampuan ketrampilan gerak anak, juga menyalurkan hasrat bergerak dan menciptakan suasana gembira pada anak-anak.Pelaksanaannya: 2-3 anak di suruh bergandengan tangan dan berperan sebagai jala ikan. Sedangkan anak-anak lainnya berperan sebagai ikan. Mereka yang berperan sebagai ikan bebas berlarian di lapangan ataupun dalam ruangan. Bila ada tanda (peluit atau hitungan atau tepukan tangan) dari guru anak-anak yang berperan sebagai jala harus berusaha menangkap ikan (anak-anak yang berlarian dalam ruangan/lapangan) sebanyak-banyaknya dengan cara mengurungnya dalam lingkaran tangan. Usahakan jala jangan tercerai berai. Sedangkan anak yang berperan sebagai ikan berusaha lari menghindar jangan sampai tertangkap. Anak-anak yang telah tertangkap ikut bergabung sebagai jala, sehingga semakin lama jala semakin lebar. Sedangkan ikan yang harus ditangkap semakin sedikit. Permainan berakhir jika sudah tidak ada ikan yang perlu di tangkap lagi.
Permainan ini dapat dimodifikasi dengan memasang beberapa kelompok anak (2-3 pasang) sebagai jala. Lalu kelompok jala ini saling bersaing untuk menangkap ikan sebanyak-banyaknya.
2. Mencari pasangan
Bertujuan meningkatkan kemampuan anak dalam berhitung.
Pelaksanaannya: ajaklah anak-anak membentuk lingkaran. Setelah dilakukan pemanasan, ajaklah anak berkeliling dalam lingkaran dengan menyanyikan lagu Pak Pung Pak Mustape sambil bertepuk tangan. (Syair: Pak Pung Pak Mustape, tapene enak dewe, ayo konco rame-rame golek bolo dewe-dewe). Pada akhir lagu guru memberi tanda bisa dengan tangan atau kartu angka. Misalnya angka 3. Maka tiap-tiap anak harus berusaha mencari teman sebanyak tiga anak. Bagi yang tidak mendapatkan teman, anak bisa di beri hukuman dengan misalnya di suruh menyanyi.
3. Elang dan Anak Ayam
Tujuan: melatih kemampuan anak untuk mengejar dan menghindar.
Pelaksanaannya: bagi anak menjadi beberapa kelompok. Paling banyak anggotanya berjumlah sepuluh tiap kelompok. Dalam satu kelompok pilih satu untuk berperan sebagai elang, sedangkan yang lin berperan sebagai ayam. Bariskan anak-anak yang berperan sebagai ayam. Tiap anak berpegangan pada pundak teman didepannya. Anak yang paling depan berperan sebagai induk ayam dan bertugas melindungi anak ayam dari kejaran burung elang dengan cara merentangkan kedua tangan. Burung elang bebas menangkap anak ayam yang paling belakang. Anak ayam yang tertangkap harus keluar dari barisan. Usahakan barisan anak ayam jangan sampai terputus. Permainan berakhir jika sudah tidak ada anak ayam yang tersisa. Setelah itu bisa diganti dengan kelompok berikutnya.
4. Kucing dan Tikus
Tujuan: melatih kemampuan anak mengejar dan menghindar.
Pelaksanaannya: ajak anak-anak membentuk lingkaran dengan bergandengan tangan. Pilih dua orang anak yang akan berperan sebagai tikus dan salah satunya sebagai kucing. Tikus ini mulanya berada dalam lingkaran, sedangkan sang kucing berada di luar lingkaran. Pada saat aba-aba di mulai kucing berupaya menangkap tikus dengan cara memasuki lingkaran. Tikus berusaha menghindar. Namun yang berperan sebagai lingkaran hendaknya berusaha menutup jalan agar kucing tidak bisa masuk dalam lingkaran. Sebaliknya membebaskan sang tikus untuk keluar masuk lingkaran. Cara lingkaran menutup jalan kucing adalah dengan berjongkok jika kucing berusaha melewati bawah gandengan tangan, dan berdiri jika kucing berusaha melompati gandengan tangan. Permainan berakhir jika tikus sudah tertangkap.
5. Tepuk bersama
Tujuan: melatih koordinasi tangan dan kekompakan.
Pelaksanaannya: anak-anak membentuk dua barisan yang saling berhadapan. Kemudian ajak mereka bertepuk tangan dan saling bertukar tepuk dengan anak dihadapannya. Cara tepuk, mula-mula anak bertepuk sendiri satu kali kemudian tepukkan tangan kanan ke tangan kanan teman yang ada didepannya, lanjutkan dengan tangan kiri, tangan memegang bahu, bertepuk tangan sendiri, arahkan tangan kanan ke tangan kanan teman didepan, ganti tangan kiri dan seterusnya. Tepuk bisa dibuat lebih bervariasi. Anak-anak senang melakukan tepuk ini.
6. Permainan Hitam-Hijau
Tujuan: melatih kecepatan lari dan bereaksi
Siapkan lapangan segiempat. garis batas bisa dibuat dengan kapur atau tali. Bagi lapangan menjadi dua. Lalu pada masing-masing bagian siapkan garis bebas dekat sisi terluar lapangan.
Pelaksanaan permainan: bagi anak menjadi dua regu. Regu hitam dan regu hijau. Bariskan kedua regu di tengah lapangan. Masing-masing anak berhadapan satu sama lain. Tugas setiap regu adalah memperhatikan/mendengarkan nama baris yang disebutkan guru. Bila guru menyebut, Hiii…jau, berarti Hijau harus segera berlari meninggalkan tempatnya menuju garis bebas. Sedangkan baris hitam berusaha menangkap pasangan dari baris hijau sebelum melewati garis bebas. Dan begitu pula sebaliknya untuk baris hitam. Pemenangnya adalah regu yang anggotanya paling sedikit tertangkap.
7. Permainan Lintang Ngaleh (Bintang Berpindah)
Tujuan: Melatih kecepatan lari dan bereaksi.
Bagi anak dalam kelompok-kelompok kecil. Satu kelompok terdiri dari 2 atau 3 anak. Namun dalam pembagian kelompok harus menyisakan dua anak yang berperan sebagai bintang berpindah dan bintang pengejar. Tiap-tiap kelompok berbaris dua-dua atau tiga kebelakang. Saat peluit permainan dimulai, anak yang berperan sebagai bintang berpindah di kejar oleh bintang pengejar. Untuk menhindari kejaran kemudian bintang berpindah hinggap pada salah satu kelompok bintang. Dan kelompok bintang yang dihinggapi salah satu anggotanya harus berlari untuk untuk menghindari tangkapan dari bintang pengejar. Bila bintang berpindah tertangkap dia harus berganti peran menjadi bintang pengejar.
Bersambung ke http://rolays.blogspot.com/2013/12/permainan-fisik-motorik-di-taman-kanak_31.html
Sumber : http://wahyuti4tklarasati.blogspot.com/2010/10/permainan-fisik-motorik-di-taman-kanak.html
Hypnoparenting tidak hanya sekedar Pillow Talk
Written By Unknown on Thursday, September 20, 2012 | 9/20/2012 09:40:00 PM
Hypnoparenting tidak hanya sekedar Pillow Talk
Oleh: Idzma Mahayattika
Sering banget dapet pertanyaan dari ayah dan bunda “udah Pillow Talk setiap
malam kak, tapi kenapa ga berhasil ya?” atau orang tua yang datang ke tempat
hypnoterapi saya dan bertanya “kalau setelah dihypnosis, anak saya bisa berubah
jadi baik kan?”. Kalau mendapat pertanyaan itu, saya sedih banget. Kenapa?
Karena seakan-akan orang tua menganggap anak seperti robot yang hanya
dengan menanamkan satu baris/kalimat program maka ia akan menjadi seperti
yang orang tua mau. Padahal anak bukanlah robot, ia juga manusia yang tumbuh
dengan segala potensi dan kekurangannya.Sedih :(
Supaya tulisan ini tidak hanya jadi curhat colongan kekecewaan saya pada
orang tua yang hanya ingin instan, saya mau menjelaskan mengapa saya bilang
bahwa Hypnoparenting tidak sekedar Pillow Talk. Hypnoparenting adalah aplikasi
hypnosis dalam dunia pengasuhan (parenting). Jika hypnosis adalah seni
berkomunikasi dengan pikiran bawah sadar (subconscious mind), maka
hypnoparenting ialah seni komunikasi yang digunakan dalam pengasuhan agar
nilai-nilai atau ide tertanam di pikiran bawah sadar anak. Mensugesti anak ketika
mau tidur atau lebih dikenal dengan Pillow talk hanyalah bagian kecil dari
hypnoparenting. Walaupun mungkin, teknik ini yang paling terkenal.
Apakah masalah anak bisa selesai dengan sugesti positif sebelum tidur?
jawaban saya, bisa ya dan bisa tidak. Kenapa tidak? Karena bisa jadi akar
masalahnya belum selesai. Untuk menjelaskan akar masalah, saya akan
menggunakan Neurological level yang banyak digunakan oleh praktisi Hypnosis
dan NLP (neuro linguistic programming). Neurological level menjelaskan
bagaimana perubahan dapat mempengatuhi seseorang (termasuk anak). Ada 6
tingkat dalam neurological level, yaitu spiritual, identitas, kepercayanaan/nilai,
kemampuan, perilaku dan lingkungan. Enam Hal tadi yang mempengaruhi kondisi
seseorang. Dari literatur yang saya dapat dan pengalamanku di dunia anak, anak-
anak lebih banyak dipengaruhi oleh faktor lingkungan, perilaku dan kemampuan.
Kepercayaan/nilai, identitas dan spiritualnya belum terbentuk. Maka sugesti
positif seringkali gagal karena tidak sesuai dengan kondisi lingkungan, perilaku
dan kemampuannya. Misal, kita mensugesti anak untuk suka makan sayur, tapi
lingkungannya tidak terbiasa makan sayur.
Untuk lebih jelas tentang neurological level, ayah bunda bisa membaca tulisan saya sebelumnya yang berjudul “memahami masalah pada anak”.
Pada anak dibawah 7 tahun, critical factor (filter) yang menyaring nilai-nilai
yang masuk ke pikiran bawah sadar belum terbentuk. Sehingga anak seperti
sebuah spons, yang menyerap apapun disekitarnya. Ide, kepercayaan dan nilai
mudah masuk ke pikiran bawah sadar anak dan tertanam disana. Sebuah ide,
kepercayaan serta nilai juga akan tertanam dengan kuat jika disampaikan oleh
orang yg punya otoritas (ortu, guru dll), diulang-ulang, mempunyai muatan emosi
yang tinggi dan diterima dari banyak orang.
Dari penjelasan saya diatas, menurut ayah&bunda lebih kuat mana sugesti yang diterima anak sebelum tidur dengan “sugesti” yang diterima anak dari lingkungannya? Pillow talk untuk Sugesti sebelum tidur, diberikan hanya ketika mau tidur. Tapi sugesti dari lingkungan diterima anak sepanjang waktu, diulang-ulang dan diberikan oleh banyak orang yg punya otoritas.
Maka dari itu, untuk menyelesaikan masalah anak dan menanamkan sikap
positif pada anak, Pillow Talk saja tidak cukup. Butuh Intervensi di lingkungan,
perilaku dan kemampuannya juga. Jadi kalo kita mau anak kita suka makan
sayur, ya Ayah&bundanya juga harus suka makan sayur. Kalo mau anak tidak
ngompol ketika tidur, selain disugesti juga biasakan untuk pipis di kamar mandi
sebelum tidur. Kalau mau anak kita suka berbagi, selain disugesti ajarkan juga
cara berbagi. Dan yang perlu ayah&bunda tahu, Anak dibawah usia 4-5 tahun itu
masih egosentris, belum faham tentang hak milik, jadi ya kita ajari dia tentang hak
milik dan biasakan untuk berbagi.
Dari penjelasan diatas jelas sudah bahwa, hypnoparenting jauh lebih luas
daripada hanya mensugesti anak sebelum tidur. Hypnoparenting dilakukan
sepanjang hari, tidak hanya menjelang tidur. kalo kaya minimarket 24 jam, pasti
ada tanda 24/7 di hypnoparenting :)
Untuk Senyum Anak Indonesia
@K_IDZma
HypnoStoryteller-Family hypnotherapist-coach-trainer
www.kidzsmile.info


