Bersama Menuju Esok Berseri "Faidza Azzamta Fatawwakkal 'Alalloh" di sini ! Bersama Menuju Esok Berseri
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Follow by Email

Translate This Blog

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Welcome Guys

    Name :
    Web URL :
    Message :
    :) :( :D :p :(( :)) :x

About Me

My Photo
KLATEN, JATENG, Indonesia
)( Aku datang berkendara angin melintasi berbagai bangsa. Kata-kata kujadikan senjata untuk merobek dada durjana. Ya, inilah saatnya menebar cahaya. )( S umunaring suryo U tamining cahyo G umregah jiwo rogo I khtiar lan ndedonga Y ekti mring Gusti A karyaning jagad R inakit sabar lan tawakal T uhu satemah sumingkir O mbaking gudho rencono )( Jumedhul saking : ROJOKAYA(ROwo JOmbor KrAkitan baYAt) - Klaten, Jateng, Indonesia. )(

Followers

Download

freeCOUNTER

Total Pageviews

Blogger Themes

Materi 01: Motivasi Menulis (Penyakit Internal Penulis Pemula)

Written By Rohsna La Afiys on Saturday, March 31, 2012 | 3/31/2012 09:28:00 AM

Materi 01
Newsletter Pintar Menulis

dalam 9 Minggu


Motivasi Menulis
Oleh: Jonru
www.jonru.net

“No one can guarantee your success, except yourself.” (Anonim)

Anda mungkin punya bakat menulis yang luar biasa. Anda juga punya cita-cita untuk menjadi seorang penulis ternama seperti John Grisham, Stephen King, Helvy Tiana Rosa atau Seno Gumira Ajidarma. Itu adalah keinginan yang sangat baik. Tapi tanpa adanya motivasi, Anda hanya seperti sebuah mobil tanpa bensin. Sebagus apapun mesin dan bodinya, ia tak akan bisa melaju di tengah jalan raya yang ramai.
Memang, motivasi merupakan bensin di dalam aktivitas apapun. Motivasi adalah provokator sejati, yang menyebabkan seseorang mau melakukan apa saja untuk meraih impiannya, dan tak mau ambil pusing dengan kendala sebesar apapun. Motivasi yang sangat kuat cenderung mempermudah jalan seseorang menuju pintu sukses.


Di dunia ini, kita bisa menemukan begitu banyak penulis yang sangat berbakat, mungkin jauh lebih berbakat dari Kahlil Gibran. Tapi masalah utama mereka adalah pada motivasi. Hasilnya, mereka gugur di perjalanan hanya gara-gara redaktur sebuah media menolak satu naskah mereka. Atau, seperti teman saya berisial S, yang selalu menggunakan alasan kesibukan mengurus kuliah. Tragisnya, dia suka bernostalgia seperti ini, “Saya sudah malas menulis, padahal dulu saya sering menulis naskah drama untuk TVRI di daerah saya, lho.”
Memang, merupakan hak asasi si S untuk memilih tidak terjun ke dunia penulisan. Tapi ia menyia-nyiakan sebuah kesempatan yang sangat sangat sangat berharga. Kalau ia mau, yang dibutuhkannya hanya sebuah motivasi yang terus ia gosok hingga mengkilat dan selalu panas membara.


Memang lagi, begitu banyak kendala yang menghadang begitu seseorang memutuskan untuk mewujudkan sebuah ambisi. Tapi jika motivasi sudah melekat kuat di dada, kendala sebesar apapun tak akan ada artinya. Dan saya percaya, kendala terbesar justru datang dari diri kita sendiri. Karena itu, kita sendirilah yang paling tepat untuk mengatasinya.
 

Ada begitu banyak kendala yang mungkin menghalang perjalanan seorang penulis menuju pintu sukses. Karena tulisan ini mengenai motivasi, saya hanya akan menyebutkan kendala-kendala yang berhubungan dengan si provokator tersebut. Kendala-kendala ini tak ubahnya penyakit yang amat mematikan. Satu-satunya cara untuk menyelamatkan diri darinya adalah mengobatinya. Maka, di bawah ini saya akan memaparkan penyakit-penyakit tersebut, yakni yang berasal dari diri kita sendiri (populer dengan istilah kendala internal), disertai semacam kiat untuk mengobatinya.
 

Penyakit Internal Bagi Penulis Pemula
 

Ada lima penyakit internal yang paling sering menjangkiti penulis pemula, yakni:
 

1. Takut ditolak
Dengan kata lain, takut gagal.
“Bagaimana kalau naskah saya ditolak oleh harian Kompas? Saya tak mau kecewa. Saya ingin naskah saya dimuat secepat mungkin. Pokoknya jangan sampai ditolak, deh!”
Jika Anda berpikir seperti itu, maka sebaiknya Anda tak pernah lagi bermimpi apapun. Sudah menjadi kodrat alam bahwa segala jenis perjuangan manusia pasti punya dua resiko yang nyata: berhasil atau gagal. Dan kita harus siap menghadapi keduanya. Tragisnya, begitu banyak orang yang siap untuk berhasil, tapi hanya sedikit yang siap untuk gagal.
Jika ada waktu, cobalah menghubungi Jazimah Al Muhyi, penulis fiksi dari Yogyakarta yang sejumlah bukunya sudah beredar di pasaran. Sebelum naskah pertamanya dimuat di Majalah Annida, sudah 36 cerpennya ditolak. Tapi ia tak pernah menyerah.
 

Saya pun memiliki pengalaman yang hampir sama. “Sasaran tembak utama” saya ketika merintis karir di bidang penulisan adalah majalah (alm) Anita Cemerlang. Banyak naskah kiriman saya yang tak jelas rimbanya. Dimuat tidak, tapi juga tak ada kabar mengenai penolakan. Selain itu, cerpen saya yang ditolak oleh Anita pun sudah puluhan naskah. Saya pernah mengatakan 50 cerpen, tapi mungkin lebih sedikit dari itu (saya sudah lupa). Mungkin sama jumlahnya dengan cerpen Jazimah yang ditolak oleh Annida. Yang jelas, jumlahnya sangat banyak.
 

Sebelum menemukan listrik, Thomas Alva Edison telah bereksperimen sebanyak 999 kali, dan semuanya gagal. Jika pada percobaan ke-1000 ia mundur, maka kemungkinan besar hari ini kita tak akan bisa menonton siaran TV atau menyimpan makanan di kulkas. Hidup kita akan menjadi gelap gulita di malam hari, sepi karena tak ada televisi.
 

Tak ada penulis yang tiba-tiba menjadi terkenal. Pasti ada proses di balik setiap keberhasilan. Peribahasa klise mengatakan, “Kegagalan adalah sukses yang tertunda.” Mungkin Anda sudah bosan mendengarnya. Tapi percayalah, itu adalah obat yang sangat ampuh untuk mengatasi ketakutan Anda.
Oh ya, satu hal lagi. Naskah yang ditolak belum tentu karena karena kualitasnya jelek. Bisa saja, naskah yang ditolak di media A, ternyata dimuat di media B. Mungkin naskah Anda tidak cocok di media C, tapi sangat cocok di media D. Ada begitu banyak alasan penolakan naskah, dan “kualitas yang payah” hanyalah satu di antaranya.
Insya Allah, beberapa waktu lagi saya akan mengirim materi tentang kiat sukses pengiriman naskah ke media massa. Di sana Anda dapat membaca mengenai hal ini secara lebih jelas.
 

2. Minder
“Saya ingin sekali jadi penulis, dan sudah ada beberapa nasah yang saya hasilkan. Tapi saya tak berani mengirimnya ke media massa, karena saya merasa karya saya itu semuanya jelek.”
Terus terang, saya sudah bosan mendengar ucapan seperti di atas. Di acara pelatihan penulisan, di milis-milis, atau di tempat-tempat lain, sudah terlalu sering saya mendengar orang-orang bicara seperti itu. Saya sampai tiba pada kesimpulan, bahwa minder adalah penyakit yang paling banyak menyerang para penulis pemula.
Asma Nadia pernah melontarkan sebuah kalimat yang amat menggelitik, “Tak pernah ada ceritanya, seorang penulis mati terbunuh hanya gara-gara kualitas naskahnya jelek.”
Ya, Asma benar. Mungkin Anda akan dicela orang jika naskah Anda sangat buruk. Mungkin Anda disarankan untuk mencari aktivitas lain, tak ada gunanya jadi penulis.


Kenyataan seperti ini memang menyakitkan. Tapi percayalah! Naskah yang buruk itu tak akan pernah mencabut nyawa Anda.
“Saya merasa naskah saya jelek.”
Ya, SAYA MERASA.
Jadi, itu sebenarnya hanya perasaan Anda. Tapi apakah naskah Anda benar-benar jelek atau justru sangat bagus?
Apakah Anda mau membuktikannya?
Anda bisa menjawab:
1.YA, saya mau, atau:
2.TIDAK!
Semua terserah Anda.
 

Sekarang, mari kita lihat akibat apa saja yang BISA muncul dari kedua alternatif jawaban ini. Anda dapat melihatnya pada gambar berikut ini :


Nah, sekarang jelas bukan? Bila memilih YA, Anda punya banyak kemungkinan. Ada kemungkian yang baik, ada pula kemungkinan yang buruk. Namun bila Anda memilih TIDAK, maka kemungkinannya hanya satu: KEBURUKAN.

Jadi, sekarang pilihan berada di tangan Anda. Apakah Anda ingin memelihara rasa minder itu, atau membuangnya dan menyongsong sebuah kesuksesan?
Katakan saja, SAYA INGIN SUKSES.
Dan buanglah rasa minder itu jauh-jauh.
Coba tunjukkan naskah Anda pada teman-teman Anda, atau seorang penulis yang sudah berpengalaman (di zaman internet ini, Anda bisa dengan mudah mengirim naskah Anda pada seorang penulis yang belum anda kenal secara pribadi, dan tinggalnya ribuan kilometer dari tempat tinggal Anda). Lalu tunggulah reaksi mereka.
Jika mereka mengatakan naskah Anda jelek, berarti Anda pemenangnya. Perasaan Anda tidak salah. Tapi jika Anda jadi kecewa lalu bunuh diri karena hal itu, kini giliran saya yang akan kecewa.
Jika naskah Anda memang benar-benar jelek, justru itu menjadi materi belajar yang sangat bagus. Setiap orang bisa belajar dari kesalahan. Anda bisa bertanya pada teman Anda, atau pada si penulis terkenal, “Di mana letak kejelekan naskah saya? Bagian mana yang harus saya perbaiki?” Jika mereka memberikan penjelasan yang memadai, maka Anda telah menjalani sebuah proses belajar yang sangat luar biasa. Dan dari hal-hal seperti inilah Anda punya kesempatan untuk meningkatkan kualitas karya-karya Anda.
 

Lantas jika mereka mengatakan naskah Anda bagus, maka perasaan Anda yang kalah. Tapi sebagai seorang penulis, Anda adalah sang pemenang. Jika karya Anda dipuji, disebut sebagai sebuah naskah yang sangat luar biasa, maka itu adalah modal yang sangat bagus untuk mengikis rasa minder Anda. Pujian akan membuat kita bangga (walau dalam taraf tertentu itu kurang baik juga), menimbulkan rasa percaya diri, dan secara perlahan rasa minder akan hilang. Pujian adalah obat yang sangat mujarab untuk mengatasi rasa minder. Yang penting, jangan sampai terlena oleh pujian. Sebab terlena oleh pujian merupakan penyakit tersendiri pula.
Jadi, sebenarnya tak ada alasan untuk minder, bukan? Naskah Anda jelek atau bagus, ternyata hasil pengujiannya bisa menghasilkan obat yang sangat mujarab untuk mengatasi penyakit kronis yang bernama minder itu.



Ayo, sudahlah! Jangan katakan lagi “Saya minder dan tulisan saya sangat jelek”. Sepuluh tahun lagi, Anda mungkin bisa mengalahkan Agatha Christie dan Stephen King. Apa lagi yang Anda tunggu?
 

3. Membesar-besarkan masalah
“Saya ingin sekali menjadi penulis, tapi:
-Rumah saya sangat bising; banyak penghuninya dan terletak di tengah pasar Tanah Abang. Tiap hari sangat gaduh. Tak ada tempat yang tenang untuk menulis.
-Saya tak punya komputer.
-Saya sakit-sakitan.
-Saya adalah pekerja kantoran yang serba sibuk. Pergi pagi pulang petang. Setiba di rumah, sudah malam dan saya mengantuk. Lagipula saya harus mengurus tiga anak yang semuanya masih kecil.”
Duh, betapa banyaknya masalah yang membebani Anda. Ya, Anda memang punya alasan untuk mundur dari dunia penulisan. Tapi apakah semua itu adalah alasan yang kuat? Mari kita lihat fakta berikut ini:
-Gola Gong adalah seorang penulis yang bertangan satu.
-Ketika saya merintis karir di bidang penulisan, saya tak punya mesin tik dan belum kenal komputer. Saya menulis dengan tangan, lalu mengetikkan naskah saya di biro jasa pengetikan.
-Fahri Asiza adalah penulis produktif yang sehari-hari berperan sebagai seorang pengusaha dan suami yang sangat sibuk. Tapi ia bisa menulis puluhan novel. Ia menyempatkan diri menulis sekitar jam 5 hingga 5.30 pagi, setiap hari. Dengan cara ini, ia dapat menyelesaikan puluhan novel
-Para anggota Forum Lingkar Pena (FLP) Hong Kong adalah manusia-manusia yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Ya, mereka tak ubahnya seperti Si Inem atau Si Ijah yang setiap hari menyiapkan sarapan dan mengepel lantai di rumah Anda. Tapi mereka sudah berhasil menerbitkan buku kumpulan cerpen. Bahkan ada di antara mereka yang telah menerbitkan buku sendiri.

Ayolah, Sobat! Di awal tulisan ini saya sudah menyebutkan, “Kendala sebesar apapun tak akan ada artinya jika di dada kita telah tertanam motivasi yang sangat kuat.”


Memang, yang di atas itu adalah kendala-kendala bagi kita semua. Jangan dikira hanya Anda yang mengalaminya. John Grisham dan Putu Wijaya pun mengalami hal yang sama, kok.
Jadi, masih adakah alasan bagi Anda untuk mempermasalahkan masalah-masalah tersebut? Hadirkanlah motivasi di hati Anda, maka semua masalah di atas tak akan ada artinya sama sekali. Ada demikian banyak trik dan kiat yang bisa Anda terapkan untuk mengatasinya. Bagaimana? How? Sudahlah. Saya tak akan mengajari Anda. Jika tekad Anda sudah membaja, saya yakin Anda akan dengan sangat mudah menemukan seribu trik untuk menyiasati masalah sebesar apapun.
 

4. Dikritik lalu mati
Saya punya beberapa teman yang sangat antusias untuk jadi penulis. Ketika membaca naskah mereka, saya akui kualitasnya belum bagus. Lalu saya mengkritik karya-karya itu atas permintaan mereka. Mereka pun merevisinya, lalu meminta saya kembali mengkritik. Saya belum melihat kemajuan yang berarti, lalu kembali saya katakan bahwa ini masih perlu diperbaiki. Kini, teman saya itu hilang entah ke mana, sepertinya mereka tak pernah menulis naskah lagi.


Jika Anda sama seperti teman saya tersebut, ijinkan saya mengungkapkan sebuah rahasia: Jika si pengkritik itu tidak mencintai Anda, maka ia akan cuek saja pada naskah Anda. Mau jelek kek, hancur kek, emangnye gue pikirin?
Tapi lihatlah apa yang dia lakukan? Ia begitu semangat untuk membaca naskah Anda. Ia begitu antusias untuk menemukan kelemahan-kelemahan di dalamnya, lalu dibedahnya, dianalisisnya, kemudian Anda diberitahunya tentang cara menulis yang jauh lebih baik.
Kenapa ia mau melakukan pekerjaan yang amat merepotkan seperti itu? Apa yang dia cari sesungguhnya? Uang? Atau dia sedang cari muka pada Anda.
Maka inilah rahasia itu: Sebenarnya si pengkritik itu sangat cinta pada Anda. Dia menaruh perhatian yang sangat besar terhadap bakat dan semangat menulis Anda. Ia ingin agar Anda tumbuh menjadi seorang penulis yang sukses.
Pertanyaannya sekarang: Apakah Anda tega mengecewakan orang yang mencintai Anda? Kenapa Anda tidak bersemangat padahal dia jauh lebih bersemangat dan antusias untuk menyaksikan kesuksesan Anda?



Ayolah, bangun dan gosok terus motivasi tersebut. Jika ia sudah panas membara, seperti api olimpiade, percayalah! Walau saya mengatakan naskah Anda sangat jelek, memuakkan, bahkan saya mengatakan Anda sangat tidak tahu diri karena masih nekat menjadi penulis, saya yakin bahwa Anda tak akan peduli sama sekali.
Okay?


5. Tidak Sabaran
Impian setiap penulis, termasuk saya, adalah:
Hari ini menulis novel, besok sudah diterbitkan, lusa dipuji di mana-mana, dan di hari ketiga nama saya sudah terpampang di halaman Budaya dari sepuluh surat kabar terkenal. Judul beritanya, “Telah lahir, Jonru, seorang sastrawan kaliber internasional!”
Sobat, marilah kita bersikap realistis. Tak ada kesuksesan yag diraih dalam satu atau dua hari. Bahkan para jawara Indonesian Idol, AFI, KDI dan sebagainya, yang disering dicap sebagai orang-orang yang populer secara instan, pun sebenarnya melalui proses yang sangat panjang. Kita mengenal Mike, Siti atau Delon hanya setelah mereka tampil di layar kaca. Sebelum itu, apakah Anda mengenal mereka? Apakah Anda tahu kegiatan sehari-hari mereka?
Saya yakin, sebelum ikut audisi AFI atau KDI, mereka telah melalui proses yang panjang. Mungkin jadi penyanyi bar, ikut vocal group, mengirim demo lagu ke industri musik tapi selalu ditolak. Mereka telah melewati demikian banyak anak tangga, dan AFI atau KDI atau Indonesian Idol hanyalah tangga berikutnya yang letaknya sudah dekat dengan pintu sukses.


Semua kesuksesan pasti perlu proses. Jika hari ini semua naskah Anda masih ditolak oleh semua media, bahkan Anda sempat berpikir bahwa Anda dicekal di mana-mana, percayalah bahwa ini haya masalah waktu. Anda sebenarnya sama seperti calon pendekar yang masih bertapa di dalam gua. Anda kelaparan, sendirian, digigit nyamuk, menggigil kedinginan, dan berbagai kesulitan lain menerpa.
Tapi percayalah. Suatu saat nanti, anda akan hadir di jagat persilatan sebagai pendekar yang bisa terbang dan membasmi seribu musuh hanya dalam satu gerakan tangan. Anda akan menjadi pendekar yang sangat sakti.
Jadi, kenapa harus tidak sabaran? Semua itu perlu proses dan perjalanan panjang, bukan?



6. Malas Berusaha
Ini adalah penyakit yang bisa melanda siapa saja di bidang apa saja. Jadi, ini bukan penyakit khas para calon penulis.
Dialog berikut ini tidak nyata, tapi saya pernah menghadapi seorang calon penulis yang mentalnya lebih kurang sama.
“Kenapa naskah novel kamu itu belum dikirim juga?”
“Aku belum tahu alamat penerbitnya.”
“Ya dicari, dong. Emang apa namanya?”
“Penerbit Anu.”
“Wah, itu masih di dalam kota. Alamatnya di jalan X nomor 10, dekat rumah sakit umum. Antar langsung saja naskah kamu ke sana.”
“Malas, ah. Kalau ke sana kan, perlu naik angkot tiga kali. Repot.”
“Kalau begitu, kirim lewat pos saja.”
“Kantor pos juga jauh.”
“Kirim lewat email.”
“Kamu ini gimana, sih? Aku kan gaptek soal internet.”
“Ya, belajar dong.”
“Enggak ada waktu. Lagipula, apa pentingnya sih, belajar internet?”
Teman, kesuksesan tak akan pernah menghampiri seorang pemalas. Kalau mau berhasil, ya harus rajin.
Dan kemalasan bukan hanya menyangkut hal-hal seperti yang tersirat lewat dialog di atas. Ada penulis yang malas menghampiri komputer untuk mengetik naskah. Ia lebih asyik berkutat di depan televisi yang menayangkan sinetron atau komedi situasi. Atau walaupun sudah di depan komputer, ia malah memencet tombol “games”, bukan “Microsoft Word”. Dan yang lebih tragis, ia membiarkan dirinya tidak menulis selama berhari-hari dengan alasan, “Lagi enggak ada mood.”
Helvy Tiana Rosa pernah berkata, tips jitu untuk menjadi seorang penulis adalah langsung praktek menulis, menulis, dan menulis. Menulislah setiap hari. Jangan sampai Anda membiarkan satu hari terlewat tanpa adanya aktivitas menulis. Jadikan menulis sebagai bagian dari gaya hidup Anda.



Kalau bisa, jangan jadikan ia sebagai hobi. Hobi biasanya hanya digeluti ketika kita suka dan ada waktu luang. Begitu tugas utama menanti, hobi pun terbengkalai.
Kalau Anda benar-benar ingin jadi penulis, jadikan menulis sebagai pilihan hidup, bukan hobi. Katakan pada diri Anda, “Saya seorang penulis!” dengan penuh percaya diri!
Tapi jangan salah sangka. “Menulis setiap hari” itu bukan berarti Anda harus tiap hari menulis cerpen atau novel atau artikel atau resensi buku. Oh, tidak. Kalau hari ini Anda hanya menulis satu paragraf yang berisi pengalaman tadi malam di jalan raya menuju rumah, atau pendapat singkat – sekitar tujuh kalimat - mengenai kenaikan harga BBM, itu pun sudah sangat bagus. Sesederhana apapun tulisan yang Anda buat, itu tidak masalah. Yang penting, menulislah setiap hari, karena bagi kita menulis itu sama seperti makan pagi, siang dan malam.


* * *


Oke, semoga tulisan ini bermanfaat. Semoga motivasi dan semangat yang menyala-nyala tetap berkobar di hati Anda.
Sebab itu adalah senjata utama Anda untuk meraih impian menjadi penulis sukses! (*)


Jonru

Artikel terkait:
- Materi 02: Rahasia Terbesar di Dunia Penulisan

-Materi 03: Inilah CARA Menjadi Penulis

- Materi 04: Kapan Saat yang Tepat untuk Mulai Menulis?
- Materi 05: Status Penulis Pemula BUKAN Kutukan  
- Materi 06: Kiat Mengatasi Penyakit Malas Menulis  
- Materi 07: Cara Membuat Tulisan yang Berkualitas 
- Materi 08: Kiat agar Punya Banyak Ide dan Produktif Menulis  
3/31/2012 09:28:00 AM | 0 komentar | Read More

Cara Mendidik Anak Dalam Keluarga Agar Kelak Baik dan Berhasil

Written By Rohsna La Afiys on Friday, March 30, 2012 | 3/30/2012 02:14:00 PM

Orang tua perlu bertindak hati-hati dan bijak. Sebab pola asuh yang salah jelas bakal merugikan anak kelak. Secara teknis, jelas Dr. Jusni Ichsan Solichin, Sp.KJ , pola asuh bisa dikategorikan menjadi tiga. Yakni permisif alias serba membolehkan, otoriter serba melarang, dan demokratis

Yang terbaik, lanjut pengarang buku Pola Asuh yang Mendukung Perkembangan Anak , tentu saja yang demokratis. Di sini anak boleh melakukan sesuatu bila itu dinilainya baik, dan dilarang bila merugikan. Orang tua berperan sebagai kontrol, tanpa perlu mengekang kebebasan anak berekspresi. 

Sementara pada pola asuh permisif, salah satu dampak positifnya, anak berkembang sesuai daya kreativitasnya. Namun saking bebasnya, anak jadi tidak bisa membedakan mana yang benar dan salah. Yang tertanam di dalam dirinya, bersikap santun boleh, memukul teman juga tidak dilarang. Dalam benak anak yang ada hanyalah pemahaman, dia boleh melakukan yang disukainya tanpa memperhatikan akibatnya buat orang lain. 

Sebaliknya, pola asuh otoriter akan membuat anak terkekang. Kreativitas dan kebebasannya terpasung. Selain tidak tahu mana yang benar dan salah, pertumbuhan kepribadiannya juga tidak akan berkembang. Dia senantiasa terkungkung dalam berbagai larangan yang membuatnya tidak berdaya. Tidak mustahil jika ia tumbuh menjadi pribadi tertutup, rendah diri, berkemampuan sosial rendah dan sebagainya. 

Nah, dengan pola asuh demokratis yang tidak membatasi anak melakukan sesuatu namun tetap dalam arahan orang tua, pertumbuhan kepribadian dan kreativitas anak bisa jadi optimal. Anak pun dapat mengetahui benar atau salah, yang baik atau buruk. Kontrol sosial pun nantinya akan tumbuh dengan semestinya. Asalkan orang tua melakukan pola asuh secara konsisten, perkembangan anak akan tumbuh dengan baik. 

Namun, lanjutnya, bentuk pola-pola asuh di atas merupakan pengkategorian saja. Yang terpenting, justru bagaimana prakteknya di lapangan. Bila orang tua mengaku demokratis, namun kenyataannya tidak, tetap saja akan merugikan anak. Untuk itu, orang tua harus mengetahui aturan dan rambu-rambu dalam mengasuh anak. 

Jusni, dalam bukunya memaparkan 11 tuntunan bagi orang tua dalam pengasuhan anak. 

1. Harus Disertai Kasih Sayang
Anak sudah dapat merasakan apakah ia disayangi, diperhatikan, diterima, dan dihargai atau tidak. Orang tua dapat menunjukkan kasih sayang secara wajar sesuai umur anak. Dengan mencium atau membelai, berkata lembut, hingga anak merasa ia memang disayang. Pencurahan kasih sayang ini harus dilakukan konstan, tulus, dan nyata sehingga anak benar-benar merasakannya. 

2. Tanamkan Disiplin yang Membangun
Perlu memberlakukan tata tertib yang tidak berkesan serba membatasi. Hal ini akan menjadi pedoman bagi anak, hingga ia mengerti perilaku apa yang diperbolehkan dan mana yang tidak. Juga mengenalkan anak pada disiplin. Dengan demikian ia diharapkan mampu mengendalikan diri sekaligus melatih tanggung jawab.

3. Luangkan Waktu bagi Kebersamaan
Memanfaatkan waktu bersama anak merupakan hal yang sangat penting dalam pengasuhan anak. Dari sini akan tercipta lingkungan dan suasana yang menunjang perkembangan. Orang tua bisa menggunakan waktu tersebut dengan bermain bersama, berbincang-bincang, melatih keterampilan sehari-hari, dan sebagainya.

4. Ajarkan Salah-Benar/Baik-Buruk
Hal-hal yang dapat diajarkan adalah nilai-nilai yang berlaku di lingkungan keluarga, masyarakat sekitar dan budaya bangsa. Misalnya, adat istiadat, norma dan nilai yang berlaku. Hal ini sangat diperlukan agar anak mudah menyesuaikan diri dengan orang lain. Mintalah anak berlaku ramah dan jujur serta melarangnya menyakiti orang lain. Selain harus terus-menerus dan konsisten, terangkan kenapa perbuatan menyakiti tidak boleh dilakukan sedangkan sikap ramah diperlukan. Dengan begitu anak tahu kenapa mereka dilarang berbuat sesuatu, serta dapat memahami apa arti salah-benar dan baik-buruk.

5. Kembangkan Sikap Saling Menghargai
Sikap saling menghargai dapat dicontohkan. Bila orang tua berbuat salah, jangan segan meminta maaf. Kelak ketika anak berbuat salah, dia pun tak segan meminta maaf. Orang tua yang menghormati anak akan merangsang anak untuk menghargai dan menghormati orang tua maupun siapa saja.

6. Perhatikan dan Dengarkan Pendapat Anak
Jika anak punya pendapat, dengarkan dan berikan perhatian tanpa berusaha untuk mempengaruhinya. Bila perlu, kemukakan pendapat dengan menggunakan bahasa yang mudah dimengerti anak. Hal ini akan membuat hubungan orang tua dan anak jadi lebih akrab, hingga anak dapat menyatakan perasaannya. Termasuk perasaan yang baik dan buruk, seperti marah dan tidak senang, tanpa takut kehilangan kasih sayang dari orang tua.

7. Membantu Mengatasi Masalah
Anak butuh bimbingan kala menghadapi masalah, namun orang tua jangan sesekali memaksakan pendapatnya. Pahami masalah sesuai sudut pandang anak dan berikan beberapa pendapat serta doronglah anak untuk memilih yang sesuai dengan keadaannya.

8. Melatih Anak Mengenal Diri Sendiri dan Lingkungan
Ajaklah anak mengenal dirinya. “Saya ini anak laki-laki” atau “Saya adalah anak perempuan.” Lalu mengenalkan orang lain di lingkungannya, ada ibu, bapak, kakek, nenek, paman dan lainnya. Dengan demikian, semakin lama pengenalan anak kian luas. Anak juga perlu dilatih mengenal emosi dan cara menyalurkan emosi yang baik agar tidak menyakiti dirinya sendiri atau orang lain.

9. Mengembangkan Kemandirian
 Rangsanglah inisiatif dan berikan kebebasan untuk mengembangkan diri. Beri kesempatan mengerjakan sesuatu menurut keinginan mereka sendiri. Tentu saja asalkan tidak bertentangan dengan norma masyarakat. Untuk memupuk inisiatif anak, beri pujian pada apa yang telah berhasil dilakukan dan bukan malah mencelanya.

10. Memahami Keterbatasan Anak
Setiap individu, termasuk anak, pasti memiliki kelebihan dan kekurangan. Orang tua hendaknya jangan menuntut melebihi kemampuan anak. Yang tak kalah penting, jangan pernah membanding-bandingkan anak yang satu dengan anak yang lain.

11. Menerapkan Nilai Agama dalam Kehidupan Sehari-hari
Nilai-nilai agama perlu diajarkan sejak usia dini sekaligus menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Cara paling baik, beri contoh dan minta anak berlaku sama. Misalnya berdoa sebelum melakukan kegiatan apa pun, memaafkan kesalahan orang lain, mensyukuri nikmat yang diberikan Tuhan dan lain-lain.

(Sumber: http://www.ruanghati.com)
3/30/2012 02:14:00 PM | 0 komentar | Read More

ANAK BELAJAR DARI KEHIDUPAN

Written By Rohsna La Afiys on Thursday, March 29, 2012 | 3/29/2012 05:38:00 PM


Jika anak dibesarkan dengan Celaan..
ia belajar Memaki

jika anak dibesarkan dengan permusuhan…
ia belajar berkelahi

Jika anak dibesarkan dengan cemoohan…
ia belajar Rendah diri

Jika anak dibesarkan dengan hinaan dan cacian…
ia belajar menyesali diri

Jika anak dibesarkan dengan dorongan…
ia belajar menahan diri

Jika anak dibesarkan dengan Pujian…
ia belajar Menghargai

Jika anak dibesarkan dengan sebaik-baik perlakuan…
ia belajar keadilan

Jika anak dibesarkan dengan rasa aman…
ia belajar menaruh kepercayaan

Jika anak dibesarkan dengan dukungan…
ia belajar menyenangi dirinya

Jika anak dibesarkan dengan toleransi...
maka ia belajar menahan diri

Jika anak dibesarkan motivasi...
maka ia belajar percaya diri
  
Jika anak dibesarkan dengan KASIH SAYANG DAN PERSAHABATAN…
ia belajar menemukan CINTA DALAM KEHIDUPAN YANG ABADI.

Kutipan dari Dorothy L Nolte
3/29/2012 05:38:00 PM | 0 komentar | Read More

Penyebab, Cara Mencegah dan Mengatasi Darah Tinggi

Written By Rohsna La Afiys on Tuesday, March 27, 2012 | 3/27/2012 10:45:00 AM

Sambungan dari.... Mengatasi Tekanan Darah Tinggi atau Hipertensi

Penyebab Darah Tinggi

Ada beberapa hal yang bisa menyebabkan seseorang memiliki tekanan darah tinggi. Ada faktor penyebab tekanan darah tinggi yang tidak dapat Anda kendalikan. Ada juga yang dapat Anda kendalikan sehingga bisa mengatasi penyakit darah tinggi. Beberapa faktor tersebut antara lain:
  • Keturunan

    Faktor ini tidak bisa Anda kendalikan. Jika seseorang memiliki orang-tua atau saudara yang memiliki tekanan darah tinggi, maka kemungkinan ia menderita tekanan darah tinggi lebih besar. Statistik menunjukkan bahwa masalah tekanan darah tinggi lebih tinggi pada kembar identik daripada yang kembar tidak identik. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa ada bukti gen yang diturunkan untuk masalah tekanan darah tinggi.
  • Usia

    Faktor ini tidak bisa Anda kendalikan. Penelitian menunjukkan bahwa seraya usia seseorang bertambah, tekanan darah pun akan meningkat. Anda tidak dapat mengharapkan bahwa tekanan darah Anda saat muda akan sama ketika Anda bertambah tua. Namun Anda dapat mengendalikan agar jangan melewati batas atas yang normal.
  • Garam

    Faktor ini bisa Anda kendalikan. Garam dapat meningkatkan tekanan darah dengan cepat pada beberapa orang, khususnya bagi penderita diabetes, penderita hipertensi ringan, orang dengan usia tua, dan mereka yang berkulit hitam.
  • Kolesterol

    Faktor ini bisa Anda kendalikan. Kandungan lemak yang berlebih dalam darah Anda, dapat menyebabkan timbunan kolesterol pada dinding pembuluh darah. Hal ini dapat membuat pembuluh darah menyempit dan akibatnya tekanan darah akan meningkat. Kendalikan kolesterol Anda sedini mungkin. Untuk tips mengendalikan kolesterol, silahkan lihat artikel berikut: kolesterol.
  • Obesitas / Kegemukan

    Faktor ini bisa Anda kendalikan. Orang yang memiliki berat badan di atas 30 persen berat badan ideal, memiliki kemungkinan lebih besar menderita tekanan darah tinggi.
  • Stres

    Faktor ini bisa Anda kendalikan. Stres dan kondisi emosi yang tidak stabil juga dapat memicu tekanan darah tinggi.
  • Rokok

    Faktor ini bisa Anda kendalikan. Merokok juga dapat meningkatkan tekanan darah menjadi tinggi. Kebiasan merokok dapat meningkatkan risiko diabetes, serangan jantung dan stroke. Karena itu, kebiasaan merokok yang terus dilanjutkan ketika memiliki tekanan darah tinggi, merupakan kombinasi yang sangat berbahaya yang akan memicu penyakit-penyakit yang berkaitan dengan jantung dan darah.
  • Kafein

    Faktor ini bisa Anda kendalikan. Kafein yang terdapat pada kopi, teh maupun minuman cola bisa menyebabkan peningkatan tekanan darah.
  • Alkohol

    Faktor ini bisa Anda kendalikan. Konsumsi alkohol secara berlebihan juga menyebabkan tekanan darah tinggi.
  • Kurang Olahraga

    Faktor ini bisa Anda kendalikan. Kurang olahraga dan bergerak bisa menyebabkan tekanan darah dalam tubuh meningkat. Olahraga teratur mampu menurunkan tekanan darah tinggi Anda namun jangan melakukan olahraga yang berat jika Anda menderita tekanan darah tinggi.

Mencegah dan Mengatasi Darah Tinggi

Untuk mencegah darah tinggi bagi Anda yang masih memiliki tekanan darah normal ataupun mengatasi darah tinggi bagi Anda yang sudah memiliki tekanan darah tinggi, maka saran praktis berikut ini dapat Anda lakukan:
  • Kurangi konsumsi garam dalam makanan Anda. Jika Anda sudah menderita tekanan darah tinggi sebaiknya Anda menghindari makanan yang mengandung garam.
  • Konsumsi makanan yang mengandung kalium, magnesium dan kalsium. Kalium, magnesium dan kalsium mampu mengurangi tekanan darah tinggi.
  • Kurangi minum minuman atau makanan beralkohol. Jika Anda menderita tekanan darah tinggi, sebaiknya hindari konsumsi alkohol secara berlebihan. Untuk pria yang menderita hipertensi, jumlah alkohol yang diijinkan maksimal 30 ml alkohol per hari sedangkan wanita 15 ml per hari.
  • Olahraga secara teratur bisa menurunkan tekanan darah tinggi. Jika Anda menderita tekanan darah tinggi, pilihlah olahraga yang ringan seperti berjalan kaki, bersepeda, lari santai, dan berenang. Lakukan selama 30 hingga 45 menit sehari sebanyak 3 kali seminggu.
  • Makan sayur dan buah yang berserat tinggi seperti sayuran hijau, pisang, tomat, wortel, melon, dan jeruk.
  • Jalankan terapi anti stres agar mengurangi stres dan Anda mampu mengendalikan emosi Anda.
  • Berhenti merokok juga berperan besar untuk mengurangi tekanan darah tinggi atau hipertensi.
  • Kendalikan kadar kolesterol Anda.
  • Kendalikan diabetes Anda.
  • Hindari obat yang bisa meningkatkan tekanan darah. Konsultasikan ke dokter jika Anda menerima pengobatan untuk penyakit tertentu, untuk meminta obat yang tidak meningkatkan tekanan darah.

Darah Tinggi dapat Dikendalikan

Tekanan darah tinggi atau hipertensi bukan suatu penyakit yang tidak dapat dihilangkan. Anda bisa mengendalikannya dan mencegah darah tinggi .

http://anangnggohele.blogspot.com/
3/27/2012 10:45:00 AM | 0 komentar | Read More

Mengatasi Tekanan Darah Tinggi atau Hipertensi

Tekanan darah tinggi atau hipertensi telah menjadi penyakit yang umum bagi banyak orang saat ini, apalagi bagi mereka yang tinggal di kawasan perkotaan. Tekanan darah tinggi atau hipertensi menjadi salah satu faktor penyebab stroke, serangan jantung, dan juga gagal ginjal. Dan akibat terburuk dari penyakit ini adalah kematian. Karena itu, jika bisa, penyakit ini harus dicegah. Jika Anda memiliki tekanan darah yang tinggi, Anda dapat mengendalikan penyakit ini. Bagaimana cara mencegah dan mengendalikan darah tinggi atau hipertensi?

Tekanan Darah

Sebelum membahas mengenai tekanan darah tinggi atau hipertensi, ada baiknya Anda mengenal terlebih dahulu tentang tekanan darah. Saat Anda melakukan pemeriksaan fisik atau pemeriksaan klinis ke dokter, biasanya ada alat khusus yang digunakan oleh dokter untuk memeriksa tekanan darah. Alat untuk memeriksa tekanan darah disebut sphigmomanometer atau dikenal juga dengan tensimeter. Ada tensimeter digital dan ada juga tensimeter air raksa yang masih umum digunakan untuk pemeriksaan klinis.
Dokter akan melakukan pemeriksaan tekanan darah dengan menyuruh Anda duduk atau berbaring, karena itu posisi terbaik untuk mengukur tekanan darah. Lalu dokter biasanya akan mengikat kantung udara pada lengan kanan kecuali pada lengan tersebut terdapat cedera. Setelah itu, dilakukan pengukuran tekanan darah. Perbedaan antara tekanan sistolik dan diastolik disebut tekanan denyut.
Apa yang dimaksud dengan tekanan darah? Tekanan darah yaitu tekanan yang dialami darah pada pembuluh arteri ketika darah di pompa oleh jantung ke seluruh anggota tubuh manusia. Tekanan darah dibuat dengan mengambil dua ukuran dan biasanya terdapat dua angka yang akan disebut oleh dokter. Misalnya dokter menyebut 140-90, maka artinya adalah 140/90 mmHg. Angka pertama (140) menunjukkan tekanan ke atas pembuluh arteri akibat denyutan jantung atau pada saat jantung berdenyut atau berdetak, dan disebut tekanan sistolik atau sering disebut tekanan atas. Angka kedua (90) menunjukkan tekanan saat jantung beristirahat di antara pemompaan, dan disebut tekanan diastolik atau sering juga disebut tekanan bawah.
Setelah mengetahui tekanan darah, pasti Anda ingin mengetahui apakah tekanan darah Anda termasuk rendah, normal atau tinggi. Berikut ini penggolongan tekanan darah berdasarkan angka hasil pengukuran dengan tensimeter untuk tekanan sistolik dan diastolik:

Tekanan Darah Sistolik (angka pertama) Diastolik (angka kedua)
Darah rendah atau hipotensi Di bawah 90 Di bawah 60
Normal 90 - 120 60 - 80
Pre-hipertensi 120 - 140 80 - 90
Darah tinggi atau hipertensi (stadium 1) 140 - 160 90 - 100
Darah tinggi atau hipertensi (stadium 2 / berbahaya) Di atas 160 Di atas 100

Mengapa Tekanan Darah Meningkat?

Apa yang menyebabkan tekanan darah bisa meningkat? Sebagai ilustrasi, jika Anda sedang menyiram kebun dengan selang. Jika Anda menekan ujung selang, maka air yang keluar akan semakin kencang. Hal itu karena tekanan air meningkat ketika selang ditekan. Selain itu, jika Anda memperbesar keran air, maka aliran air yang melalui selang akan semakin kencang karena debit air yang meningkat.
Hal yang sama juga terjadi dengan darah Anda. Jika pembuluh darah Anda menyempit, maka tekanan darah di dalam pembuluh darah akan meningkat. Selain itu, jika jumlah darah yang mengalir bertambah, tekanan darah juga akan meningkat.
http://anangnggohele.blogspot.com/

Bersambung ke ...... Penyebab, Cara Mencegah dan Mengatasi Darah Tinggi
3/27/2012 10:44:00 AM | 0 komentar | Read More

Tweet/Status Ust. TRIWISAKSANA tentang KEIKHLASAN

Written By Rohsna La Afiys on Friday, March 23, 2012 | 3/23/2012 10:15:00 AM

#TaushiyahJumat
1. Hadits: "Sesungguhnya Allah tidak melihat rupa kalian, tetapi Dia melihat hati kalian (niat & keikhlasan)." (HR. Muslim)
2. Makna ikhlas menurut istilah adalah melakukan sesuatu hanya untuk mendapatkan ridhaNya.
3. Maka keikhlasan inilah yg kelak akan mengantarkan pemiliknya dalam meraih ridhaNya. 
4. Keikhlasan ini pula yang menjadikan segala peristiwa dalam hidup menjadi lebih ringan dan membahagiakan.
5. Dan dari keikhlasan inilah sejarah mencatat manusia-manusia mulia pada masanya. 
6. Tanpa keikhlasan, tak akan ada cerita abadi tentang Nabi Ismail, yang bersedia disembelih dalam memenuhi perintah Allah. 
7. Tanpa keikhlasan, tak akan pernah ada cerita indah Rasulullah yg menyuapi pengemis buta disebuah pasar di Madinah.
8. Tanpa keikhlasan, tak akan ada cerita Amirul Mukminin yg memanggul makanan utk dibagikan kepada rakyatnya yg lapar.
9. Dan tanpa keikhlasan, tak akan ada kisah Fathimah yg memberikan satu2nya kalung yang ia miliki untuk pengemis. 
10. Maka tidaklah mengherankan bila ridha Allah mengalir lewat keikhlasan ini. Krn disitulah letak kepasrahan seorang hamba.
Sahabat.. Mungkin kita tidaklah sama seperti orang2 mulia tersebut dalam kisah2 keikhlasannya. 
Namun kita harus terus berusaha menjaga keikhlasan hingga kita mempunyai cerita keikhlasan sendiri dalam pandanganNya.
3/23/2012 10:15:00 AM | 0 komentar | Read More

Info Newbie : Membaca Spesifikasi Laptop

Written By Rohsna La Afiys on Sunday, March 18, 2012 | 3/18/2012 03:54:00 PM

Info ini diperuntukan bagi orang-orang yang bingung tentang informasi spesifikasi Hardware laptop yang akan di beli.  Konten dijelaskan secara “umum” dan terdapat beberapa informasi “khusus”. Pahami dan gunakan dalam melihat spesifikasi teknis hardware laptop yang akan anda beli. Jangan sampai salah beli..

Processor
Intel vs. AMD?
Banyak sekali perdebatan mengenai kedua perusahaan ini. Namun sebenarnya kedua perusahaan ini  adalah pembuat prosesor terbaik di dunia dan saling berlomba mengembangkan jenis prosesor terbaik. Saat ini prosesor Intel untuk notebook, memiliki teknologi lebih baik untuk menghemat battery. Tapi kebanyakan pengguna tidak akan menemui kesulitan apapun merk prosesornya. Karena tidak ada perbedaan performa yang mencolok antara keduanya. Notebook dengan prosesor AMD biasanya lebih murah harganya.
Teknologi Intel Mobile Processor terkini
  • Pentium M (Dothan) – Digunakan pada noteboook yang diproduksi sekitar tahun 2004. Teknologi ini dibuat khusus untuk digunakan di notebook dan beroperasi dengan kebutuhan daya yang lebih kecil dan lebih dingin dibanding pendahulunya.
  • Celeron M (Dothan and Yonah) – Prosesor single core (satu inti) yang murah, sesuai untuk menjalankan hampir semua aplikasi dasar, seperti office dan grafis. Tetapi tidak mampu mendukung aplikasi yang berat.
  • Core Solo (Yonah) – Prosesor murah yang dibuat dari struktur Core Duo , tetapi hanya memiliki 1 inti CPU aktif. Core Solo menggantikan Pentium M pada tahun 2006.
  • Core Duo (Yonah) – Teknologi dual-core (dua inti) pertama dari Intel. Core Duo (32-bit) membuat 2 CPU aktif pada 1 prosesor tanpa meningkatkan konsumsi daya.
  • Core 2 Duo (Merom) – Versi 64-bit dari Core Duo, performanya sedikit lebih baik dari Core Duo dan bisa menjalankan Windows Vista dan aplikasi 64-bit lainnya.
Teknologi AMD’s Mobile Processors terkini
  • Sempron – Prosesor 1 inti murah yang terdapat pada notebook lama. Sebagai pengganti dari Athlon. Versi terbaru sudah mendukung aplikasi 64-bit.
  • Turion 64 – Prosesor 1 inti, 64-bit dengan konsumsi daya yang lebih rendah dari Sempron
  • Turion 64 x2 – Versi Dual Core, 64-bit dari Turion
GPU
Nvidia atau ATI?
Ini adalah topik perdebatan yang juga populer. Keduanya memproduksi kartu grafis yang bagus. Nvidia lebih baik dalam teknologi OpenGL dan dukungan Linux. Sedangkan ATI mempunyai kemampuan lebih baik di game, anti-aliasing dan anisotropic filtering. Tidak ada perbedaan yang mencolok diantara keduanya.
Paling penting Anda mengetahui seberapa besar kebutuhan program yang Anda gunakan terhadap kartu grafis. Jika Anda menggunakan aplikasi 3D atau game yang berat, Anda akan memerlukan VGA dedicated dengan performa yang tinggi. Jika tidak, VGA Intel GMA 900/950 yang terintegrasi sudah lebih dari cukup.

Memory
Dari semua komponen di notebook, jumlah RAM yang terinstall akan mempunyai efek yang paling kentara. Semakin besar RAM, semakin cepat semua aplikasi akan berjalan. Saat ini, 512MB adalah minimum, dan sangat disarankan Anda memiliki 1GB, terutama jika Anda menjalankan Windows Vista. Jika Anda banyak menjalankan aplikasi secara bersamaan (multitasking), Anda perlu mempertimbangkan untuk upgrade ke 2GB.
Tidak ada perbedaan mencolok antara 533Mhz dan 667Mhz.
Memory juga merupakan salah satu komponen yang paling mudah di upgrade, bahkan Anda bisa melakukannya sendiri.

Hard Drive
Berapa banyak kapasitas penyimpanan yang Anda perlukan? Apakah Anda berencana menyimpan banyak sekali file, musik, video atau foto? Jika ya, Anda memerlukan kapasitas Harddisk yang lebih besar. Tapi jika Anda memiliki dana yang terbatas, membeli harddisk external akan lebih murah dan bisa menjadi pilihan.

Optical Drive
Saat ini hampir semua laptop sudah dilengkapi dengan DVD writer, yang juga bisa berfungsi sebagai CD writer, DVD reader dan CD reader.

Wireless
Saat ini semua laptop juga sudah dilengkapi dengan teknologi wireless. Kebanyakan notebook sudah dilengkapi dengan Intel PROSET 3945 802.11 a/b/g Wireless card.

Battery
Jika Anda berencana sering menggunakan laptop Anda tanpa menancapkan kabel charger ke listrik, Anda memerlukan kapasitas battery yang cukup. Saat ini rata-rata battery notebook mampu bertahan sekitar 2-3 jam.

Bagaimana memilih Garansi?
Beberapa vendor notebook sudah menawarkan perpanjangan masa garansi dengan harga yang cukup terjangkau. Jika Anda ingin menggunakan notebook untuk jangka panjang, tidak ada salahnya mempertimbangkan membeli perpanjangan garansi dengan harga yang berkisar antara 5-10% harga notebook.

http://udiware.wordpress.com/
3/18/2012 03:54:00 PM | 0 komentar | Read More

Cara Membaca Spesifikasi laptop atau PC

Pas kita mau beli laptop atau PC, bingung mau pilih yang mana. Ada banyak jenis, macam dan berbagai spesifikasi dari laptop atau PC. Nah, saya beri cara untuk membaca spesifikasi Laptop atau PC.

Saya ambil contoh Laptop Acer 4740 :

Core i3-330M 2.13 Ghz
VGA GMA 4500
RAM 1 Gb
HDD 320 Gb
Display 14"

DVD RW, Wi-Fi
Windows 7 Starter


Kita mulai baca dari atas.

Core i3-330M 2.13 Ghz

Ini adalah jenis prosesor yang digunakan. Banyak tipe dan jenis yang beredar di pasaran. Core i3-330M adalah jenis prosesornya. Disini digunakan Prosesor Core i3 dari perusahaan Intel. Ini merupakan prosesor baru yang dimiliki oleh Intel. Ada juga prosesor Phenom X4 dari perusahaan AMD.

Lalu 2.13 Ghz adalah kecepatan yang dimiliki dari prosesor tersebut. Semakin tinggi kecepatannya maka semakin cepat pemrosesan datanya. Tapi semakin cepat panas juga laptop atau Motherboard PC anda.


VGA GMA 4500

Ini merupakan jenis VGA (Video Graphic Adapter/ Kartu Video). VGA jenis in biasa digunakan pada standard Laptop dan Netbook. Kalau anda ingin mencari VGA Card yang hebat, anda bisa memilih VGA Card dari perusahaan ATI atau NVIDIA. Contohnya Nvidia GT 220 1Gb. 1Gb adalah memori yang dimiliki oleh VGA Card. Semakin baru jenis VGA Card anda, maka semakin bagus kualitas Grafis dari laptop atau PC anda.

RAM 1Gb

RAM (Random Acces Memory) adalah jenis memori pada laptop dan PC anda. Memori ini digunakan untuk menyimpan data dan pemrosesan sementara. Semakin tiggi kapasitas yang dimiliki memori, maka semakin leluasa anda membuka banyak aplikasi dan pemrosesan. Tapi, kapasitas memori harus seimbang dengan spesifikasi prosesor. Contohnya prosesor Pentium 4 dengan RAM 4 Gb. Jika tidak seimbang, maka kinerjadari prosesor akan terganggu. Seimbang atau tidaknya memori dengan prosesor , bisa anda perkirakan sendiri. Hehehehe... :)

HDD 320 Gb

HDD (Hard Disk Drive) adalah media penyimpanan. Hard Disk dengan kapasitas yang besar, membuat anda bisa menyimpan data lebih banyak. Perlu diperhatikan juga kecepatan RPM (Read Per Minute/ kecepatan baca) dan buffer memori. Semakin tinggi kecepatan abcanya, maka semakin cepat Hard Disk melakukan tugasnya seperti meng-copy data lebih cepat.

Display 14"

Ini merupakan ukuran layar yang dimiliki dari laptop dan monitor PC. 14" dibaca 14 inchi. Semakin besar ukurannya tentunya semakin leluasa anda melihat layar laptop atau monitor PC anda. Tapi, untuk monitor PC, pilih jenis LCD dan hemat energi yah.. :)

DVD-RW dan Wi-Fi

DVD-RW adalah Disc Drive (Optical Drive/ untuk memasukkan CD). Disini, DVD-RW merupakan standar Disc Drive yang ada di laptop dan PC. Ada juga CD-R, CD-RW, DVD-R, DVD-RW, dan Blu Ray. Huruf R dan W pada Disc Drive, merupakan singkatan dari Read (R) dan Write (W). Jika ada kedua huruf tersebut pada Disc Drive anda, berarti Disc Drive anda bisa menulis dan membaca Disc/CD. DVD dan CD merupakan varian dari jenis CD.

Wi-Fi merupakan wireless atau sarana untuk internet tanpa kabel (nirkabel). Terdapat jenis-jenis Wi-Fi. Contohnya 802.11 b/g. Ini merupakan kecepatan atau jangkuan sinyal Wi-Fi yang bisa ditangkap oleh Laptop anda.

Windows 7 Starter

Ini adalah sistem operasi yang digunakan oleh laptop atau PC anda. Terdapat jenis sistem operasi yang digunakan. Misalnya Windows 7, Windows XP, dan lain-lain. Tulisan Starter merupakan tipe dari Windows 7 tersebut. Terdapat perbedaan tipe dari setiap Windows 7. Contohnya Windows 7 Ultimate dengan fitur yang lebih "wah" dari Windows yang lainnya. Tapi, sebaiknya anda menggunakan sistem operasi Linux (Distro Mandriva aja yah^^) agar tidak menambahkan biaya pembelian Lisensi sistem operasi yang komersil :)

Nah, itu adalah cara saya membaca spesifikasi Laptop dan PC yang dijual di pasaran.
Hehehehehe...
Untuk informasi hardware yang lebih spesifik, anda bisa membacanya di artikel saya nanti.

Nb : Mohon di ralat bila ada yang salah. Dan tolong di comment yah... ^^

Anonim mengatakan...
klo misalnya lhat spesifikasi langsung dari laptopnya gmna? truz lhat besar vga-nya gmna? mhon jawabannya.......
 
Dinkz23 mengatakan...
Klw mw lihat spesifikasi langsung dari laptop, tergantung dari sistem operasinya.. Kalau di Windows, klik kanan My Computer> klik Properties>klik tab Hardware>lalu klik Device Manager. Nah, disana nanti ada hardware2 yg bisa kk lihat spesifikasinya... :D
 
Dinkz23 mengatakan...
Oya, kalau mau lihat spesifikasi VGA yg lebih detail, kyknya gk bisa dari laptopnya langsung.. Kk bisa lihat dari website vendor VGA nya.. Btw, itu cara lihat spesifikasinya untuk Windows XP.. Hehehe.. :D

Anonim mengatakan...
kalo spesifiksi ini artinya gimana ya,,,, Acer Aspire 4750G-2412G64Mnbb Core i5 2410M 2.3Ghz, 14.0inch, HD Acer Cine Crystal, 2GB, 640GB, DVDRW, Nvidia Geforce GT 540M 1GB, Camera, Wifi, Bluetooth, Win 7 Home Premium. mohon bantuannya,,,, Matur Nuwun,,,,,,,
 
Dinkz23 mengatakan...
Acer Aspire nama mereknya. Core i5 2410M 2.3 Ghz itu prosesornya. HD Acer Cine Crystal itu fitur LCD nya. 2 GB memori RAM. 640GB memori Harddisk. DVD-RW itu CD Drive. Nvidia GeForce GT 540M 1GB itu VGA nya. Kamera, Wi-Fi (perangkat Wireless), Bluetooth, ini semua fitur dari netbooknya, dan Win 7 Home Premium itu Sistem Operasinya. Maaf lama balas komennya, baru nge net. hehe ^^

Anonim mengatakan...
intel atom processor n550 (1 mb L2 cache 1.50 GHz), 10.1" WSVGA Acer Crystal Brite LED Backlight, 1 GB DDR3, 160 GB HDD, Card reader, Acer crystal eye webcam, 6 cell battery, LINUX.. mhon pnjelasannya?? thx b4

Dinkz23 mengatakan...
intel atom processor n550 (1 mb L2 cache 1.50 GHz), 10.1" WSVGA Acer Crystal Brite LED Backlight, 1 GB DDR3, 160 GB HDD, Card reader, Acer crystal eye webcam, 6 cell battery, LINUX.. mhon pnjelasannya?? thx b4 Intel Atom Processor n550 (1 MB L2 Cache 1.50 GHz ini prosesor dari netbook agan beserta spesifikasi prosesornya. biasanya kalau spesifikasi gini cocok untuk pekerjaan yang ringan. 10.1" WSVGA Acer Crystal Brite LED Backlight ini adalah tampilan atau layar monitor dari netbook agan dengan fitur yang dimuat pada netbook nya. 1 GB DDR3 ini adalah memori RAM dengan tipe DDR3. kapasitas RAM dengan spesifikasi prosesor harus pas. 160 GB HDD ini kapasitas hard disk pada netbook. Card reader ini fitur yang dimuat pada netbook untuk membaca kartu memori seperti MMC atau SD Card. Acer crystal eye webcam ini fitur webcam yang ada dimuat pada netbook oleh Acer. 6 cell battery ini jenis baterai pada netbook dengan 6 cell yang membuat baterai tahan lama LINUX ini adalah sistem operasi yang dimuat pada netbook agan. Maaf lama post komentarnya :D
http://ghadinkz23.blogspot.com/
3/18/2012 03:23:00 PM | 0 komentar | Read More

Menulis Buku? Wow Serruu

Written By Rohsna La Afiys on Wednesday, March 14, 2012 | 3/14/2012 02:53:00 PM

Oleh : Solikhin Abu Izzuddin
Inspirator dan Penulis Buku Best Seller Happy Ending full Barokah

Saya sejak SD sudah senang mengarang. Waktu SMP mulai bisa menuliskan ide-ide. SMA saya suka bikin proposal dan mengolah kata. Saat itu juga sebagai penjaga perpustakaan mushola mulai belajar dan membaca. Tapi rasa ingin tahu saya sangat besar misal tahu dan kalau mungkin baca apa yang dibaca pak Guru. Kebiasaan membaca dan menulis itu saya rawat sampai sekarang dan ada kebahagiaan tersendiri bila tulisan saya bisa menginspirasi diri dan orang lain untuk berprestasi lebih baik. Menulis sebagai dakwah yang mencerahkan dan menggerakkan itulah yang saya geluti ketika orang lain belum atau tidak terjun di dunia tersebut. Kalau pun sama-sama menulis dan trainer saya berupaya menemukan defferensiasi dan Blue Ocean Strategy, insya Allah.

Berangkat dari masalah saya mencoba merenungkan dan menemukan jalan atau solusi. Inilah yang menggugah saya untuk terus menulis. Semoga jadi warisan dan amal jariyah di sisi Allah. Menulis itulah bagian dari cara mewujudkan harapan, yakni dengan TEKAD:
  • Tuliskan ”cita-cita” dan apa yang mau engkau kerjakan
  • Kerjakan apa yang sudah ditulis
  • Dokumentasikan apa yang sudah kau kerjakan. (misal bikin laporan atau press release)
Motivasi saya menulis bidang motivasi adalah orang yang membaca tulisan saya termotivasi untuk memotivasi dirinya dan memotivasi orang lain. Motivasi inilah yang sangat mahal. Motivasi inilah inspirasi dahsyat untuk berbuat. Untuk menemukan motivasi ”carilah manfaat sebanyak-banyaknya” atas apa yang akan, sedang, hendak, akan terus dilakukan. Semakin menemukan dan merasakan banyak manfaat, maka semakit motivasi yang didapat. Bagi yang mau menulis misalnya, temukan manfaat nulis. Menuangkan ide, memberi ilmu, berbagi, menjadi amal jariyah, memotivasi, memberi contoh kebaikan, mengarahkan, sebagai dakwah, sebagai lahan perjuangan, sebagai publikasi sikap, dan masih banyak lagi.

Silakan diskusikan, berkumpul, masing-masing tulis manfaat menulis minimal 10 point. Kalau ada 10 orang kumpul akan dapatkan 100 manfaat dari menulis. Yakinlah, engkau bisa. Ok. Jangan Cuma dibaca, segera lakukan habis syuro atau yang lain, kalau nggak melakukan berarti nggak termotivasi. Motivator utama adalah Rasulullah yang telah memberi teladan. Ibuku yang telah melahirkan dan mendidikku. Keluargaku tempatku memberi dan mendapatkan kebahagiaan, insya Allah.

Menulis adalah pengalaman menantang dan mendebarkan. Proses quantum, akselerasi dan percepatan diri.Dari mana? Dari pembaca menjadi penulis. Dari tuku buku jadi kutu buku to penulis buku. Dakwah bil qolam.Dari dakwah terbatas ke dunia kertas mencuatkan gagasan secara lebih luas dan lugas. Ini bertitik tolak dari konsultasi pada seorang ustadz, ”Bagaimana cara memulai menulis resensi?” Beliau menasihatkan, ”Baca seluruh isi buku, temukan inti gagasan, kekhasannya dan tuliskan menjadi resensi.” Take action! Saya tulis dan kirim ke media. Resensi pertama berjudul Kebangkitan Islam karya Abdullah Azzam dimuat di majalah Ishlah. Saya yakin ada potensi.

Saya belajar menulis kepada siapa saja. Seorang teman menasihati, ”Belajarlah ketrampilan sekecil apapun kerena itu penting dalam hidup.” Saya terus mengasah ketrampilan dengan mengirim tulisan ke majalah Ishlah baik artikel I’dad, makalah tsaqofiyah, kolom hikmah, reportase kegiatan Islam maupun resensi buku. Juga ikut mengisi kolom hikmah Republika. Silaturrahim ke Wa Islama di Jogja, ikut pelatihan jurnalistik di Klaten dipandu Ustadz Cahyadi Takariawan, dan pelatihan di Islamic Center DDII Jogja tahun 1997.
Sambil menunggu, saya asyik menikmati inspirasi yang mengalirkan energi. Saya nangis saat menyimak cerpen ”Ketika Mas Gagah Pergi”. Padahal pas bazzar ramai di UNS.
Buku sebagai jalan hidayah, dan investasi amal jariyah yang luar biasa. Yang penting menulis dan terus menulis.
Saya beranikan diri menulis buku dan nggak tanggung-tanggung judulnya ”Menuju Muslimah Kaffah” diterbitkan Pustaka Amanah Solo dengan sistem royalti.

Saya menulis buku lebih karena didesak oleh kebutuhan. Eit tunggu. Maksudnya ”buku apa yang dibutuhkan zamannya”. Menulis Materi Ceramah Shubuh seharga Rp.500,- untuk memenuhi kebutuhan para penceramah Ramadhan agar kultumnya nggak monoton ”kutiba ’alaikumush shiyaam…” terus. Ada variasilah. Saya menulis Materi Ceramah Ramadhan Tarawih dan Shubuh yang saya jual putus Rp.500 ribu. Uang tersebut habis untuk bayar utang pengetikan buku tersebut di rental komputer. Namun, saya nggak kapok menulis meski royalti ada yang nggak lancar. Semoga rezeki yang saya terima itulah justru yang barokah.

Kendala yang saya hadapi?
Waktu sekolah saya suka mengarang. Panjang. Secara redaksional saya terasah karena waktu di Sekbid Ketaqwaan-Rohis SMA N 1 Purworejo saya terbiasa bikin proposal. Barangkali ini yang melancarkan aliran kata lewat tulisan. Menurut Malcolm Gladwell latihan sukses minimal 10.000 jam atau setara 10 tahun fokus dalam pilihan.

Sehingga kendala jelas ada. Ma’nawiyah, suasana hati yang tidak kondusif dan kekosongan yang hampa. Anehnya saat jarang kegiatan, terasa hambar untuk menulis. Nah saat super sibuk justeru tertantang untuk menulis. Karena orang yang sibuk itulah —kata Ustadz Anwar Jupri—yang produktif. Pernah blank antara 1999-2002 tanpa karya tulis riil. Padahal pekerjaan minim. Maka saat sibuk kerja di Solo tahun 2003-2006 justru banyak ide muncul, gagasan meluncur, karya pun pating jedul, he.. he…

Jadi kendala paling utama adalah ketiadaan kesibukan dan keuangan yang macet. Pas blong nggak ada pemasukan biasanya kurang konsentrasi. Alhamdulillah kini bisa teratasi dengan aneka kreasi mencari rezeki. Kendala lain bagaimana cara menuntaskan tulisan. Sebab inginnya tulisan itu bener-bener perfect sehingga nggak selesai-selesai. Saya merasa tidak plong apabila tulisan itu hampa sekedar mengejar setoran atau ikutan trend. Mati sebelum waktunya. Sayang ’kan? Dari kendala tersebut saya belajar sabar dan qona’ah dengan secara dinamis berbenah agar lahir karya menggugah.

Perubahan PENTING itu…?
Doktor Drajat Tri Kartono, pakar sosiologi UNS, pernah mengajak diskusi ”Bagaimana kalau yang kita tulis belum sesuai dengan diri kita?” Saya jawab, ”Begini Pak Drajat, justru dengan menulis kita berhati-hati untuk menyesuaikan dengan apa yang kita tuliskan. Tulisan itu jadi cermin.” Saya merasakan ada kekuatan energi perubahan yang luar biasa. Memilah dan memilih kata dalam meredaksikan keadaan secara lebih tepat dan bijak. Mendewasakan diri. Selalu instrospeksi dan berbenah. Membuka diri untuk dikoreksi.

Menurut Syaikh Ibnul Jauzi, ”Sebaik-baik kitab adalah yang di dalamnya terdapat sesuatu yang mampu menunjukkan manusia ke jalan yang benar.” Saya menemukan jalan perubahan itu untuk menjadi aktifis kreatif, dewasa positif, dan profesional solutif. Semangat memberi manfaat lewat tulisan itulah yang menjadi ruh untuk terus berkarya. Menggugah. Menginspirasi. Menggerakkan. Menyadarkan. Menginstall gagasan perubahan. Menulis nggak perlu rumit-rumit apalagi bikin ruwet. Cukup yang sederhana, mudah dipahami, dan aplikatif. Menggugah dengan kisah dan sejarah, menemukan diri dengan menggali potensi, menyentuh hati dengan diksi terseleksi.

http://blog.proumedia.co.id/
3/14/2012 02:53:00 PM | 0 komentar | Read More

Sepucuk Surat Dari Ibu dan Ayah (Video-Video Mengharukan)

Written By Rohsna La Afiys on Sunday, March 11, 2012 | 3/11/2012 11:40:00 PM

Sepucuk Surat Dari Ibu dan Ayah


Sentuhan Terakhir


CInta Dalam Diam



Bahaya Merokok

3/11/2012 11:40:00 PM | 0 komentar | Read More

Menikmati (Kemewahan) Demokrasi

Written By Rohsna La Afiys on Saturday, March 10, 2012 | 3/10/2012 11:48:00 AM

Oleh : Rohsna La 'Afiys

"Bermegah-megahan telah melalaikan kamu, sampai kamu masuk ke dalam kubur. Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu), dan janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui. Janganlah begitu,  niscaya jika kamu mengetahui dengan pengetahuan yang yakin, kamu benar-benar akan melihat neraka Jahiim, dan sesungguhnya kamu benar-benar akan melihatnya dengan ‘ainul yaqin, kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah-megahkan di dunia itu)." (Q.S 102. Ayat 1-8)


Menikmati Demokrasi, Merumuskan Strategi 
Di dalam buku "Menikmati Demokrasi, Strategi Dakwah Meraih Kemenangan" karya Anis Matta terbitan Insan Media publishing House, dirumuskan beberapa strategi dalam memenangkan agenda dakwah di era demokrasi.

Dikatakan bahwa dakwah juga bisa menikmati demokrasi. Para dai bebas berinteraksi dengan objek dakwah. Tapi, para pelaku kemungkaran pun bebas melakukan kemungkaran. Yang berlaku di sini bukan hukum benar – salah, tapi hukum legalitas. Sesuatu itu harus legal, walaupun salah. Sesuatu yang benar tapi tidak legal adalah salah. Begitulah aturan main demokrasi.

Yang kemudian harus kita lakukan adalah mengintegrasikan kebenaran dengan legalitas. Bagaimana membuat sesuatu yang salah dalam pandangan agama menjadi tidak legal dalam pandangan hukum positif? Maka, penetrasi kekuasaan harus dilakukan dengan urutan – urutan seperti ini.
Pertama, menangkanlah wacana publik agar opini publik berpihak kepada kita. Inilah kemenangan pertama yang mengawali kemenangan – kemenangan selanjutnya.
Kedua, formulasikan wacana itu ke dalam draft hukum untuk dimenangakan dalam wacana legislasi melalui lembaga legislatif. Kemenangan legislasi ini menjadi legitimasi bagi negara untuk mengeksekusinya.
Ketiga, pastikan bahwa para eksekutif pemerintahan melaksanakan dan menerapkan hukum tersebut.

Gerakan dakwah yang sengaja menyemplungkan diri di kancah pertempuran berlumpur dalam era 'demokrasi', harus memiliki imunitas tingkat tinggi dalam kungkungan bandit-bandit berkedok politikus yang menyebarkan virus penyakit AL WAHN. Dalam hal ini gerakan dakwah yang tentunya mempunyai special idealisme bisa dikatakan merupakan kelompok minoritas. Jamaknya sebagai kelompok minoritas harus menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitar bila ingin mempertahankan eksistensinya. Masalahnya, cukup sulit memadukan antara menjaga kemurnian ideologi dengan  menjaga hubungan yang harmonis dalam lingkungan yang ada. Inilah salah satu PR besar yang selama ini tak henti selalu dirumuskan (ulang). Seharusnya berbagai eksperimen perumusan strategi tak boleh diletakkan di pundak orang yang pintar namun memiliki naluri keterburuan (Isti'jal). Idealnya seorang (atau beberapa orang) perumus adalah selain pintar dan cerdas namun juga harus memiliki aura kebijaksanaan tingkat tinggi. Memang kadang susah membedakan antara percepatan dengan keterburuan. Namun pastinya hati nurani si bijak akan bisa memilah dan memilih. Di sinilah letak keunggulan si bijak.
Kenapa begitu ? Karena si bijak tidak cukup hanya mengatakan bahwa pemimpin yang besar adalah yang cita-citanya telah mendahului langkah kakinya, namun si bijak selain mengatakan hal itu juga senantiasa membuat rumusan-rumusan yang mengkawal proses pencapaian cita-cita tersebut agar tidak terburu-buru dan terdistorsi

Siapa Yang (Telah) Memenangkan Wacana Publik ? 
Dalam hal memenangkan wacana publik, mengambil contoh Jokowi Walikota Solo dari PDIP telah cukup sukses melakukannya, dan bahkan PDIP sebagai sebuah partai telah lumayan sukses di tahapan ini. Mulai dari cara 'penggusuran' cantik terhadap para PKL, mempertahankan situs sejarah yg berbuntut 'permusuhan' nya dengan gubernur jateng, sampai memblow up mobil esemka sebagai mobil dinas sekaligus mewacanakannya sebagai mobil 'politik' nasional. Sampai di sini siapapun, bahkan musuh paling dengki sekalipun akan mengacungkan empat jarinya untuk kelihaian jokowi (dan PDIP tentunya).

Lantas bagaimana dengan gerakan dakwah (baca : partai Islam) dalam hal memenangkan wacana publik ? Sebut saja beberapa nama partai Islam yang sedikit banyak mewakili gerakan dakwah seperti PAN, PKB, PKS dan PPP. Kalau kita kembalikan kepada logika demokrasi, maka keempatnya belumlah layak dikatakan telah memenangkan wacana publik (secara nasional). Alih-alih memenangkan wacana publik, mereka terkesan jalan sendiri-sendiri dan ogah berkolaborasi bahkan beberapa di antaranya tak lebih dari partai sekuler berbaju muslim dengan cara berpolitik rendahan, semisal melakukan money politic demi kemenangan sesaat (ini rahasia umum yang mencoreng citra partai Islam). Bahkan hasil survey beberapa lembaga yang lagi-lagi menempatkan partai Islam diurutan buncit. Astaghfirullah. 

 

Jam Tangan Rolex Di Rumah Bertingkat Tiga VS Unta dan pedang Rasullullah

Abu Bakar Ash Shiddiq merelakan sebagian hartanya untuk menebus dan memerdekakan Bilal si budak belian. 
............................................
...............................................
................................................
Bersambung............................


Footnote :
- "Menikmati Demokrasi, Strategi Dakwah Meraih Kemenangan" karya Anis Matta terbitan Insan Media   publishing House.
3/10/2012 11:48:00 AM | 0 komentar | Read More

Tips Mendidik Anak ala Rasulullah

Customer Relation PKPU Bandung
Jl. Gatot Subroto No. 46 B Bandung
Telp. 022-7316764 Hotline 022-76300200
SMS Centre 0812 204 8454
Twitter : @CR_PKPU_Bandung

Sungguh, mari kita berusaha mempersiapkan generasi setelah kita yang Taqwa dan mampu mengarungi dunia dengan selamat dan sejahtera

Salah satu amal yang tidak pernah terputus pahalanya sekalipun kita telah meninggalkan dunia ini adalah anak yang shaleh. Doa anak yang shaleh merupakan salah satu doa yang insya Allah pasti terkabul. Karenanya, orangtua harus mendidik anak dengan sebaik-baiknya. Jika tidak, anak akan tumbuh menjadi seorang yang berkepribadian rusak dan hancur yang pada gilirannya akan merugikan orangtua itu sendiri.

Sesungguhnya memang tidak mudah memikul beban untuk membesarkan anak hingga menjadi pribadi yang kita harapkan dapat meraih sukses dunia dan akhirat. Semua butuh kesabaran, kerja keras, keikhlasan, dan masih banyak lagi. Tanpa bermaksud menyederhanakan, berikut beberapa tips yang diaplikasikan oleh orangtua yang disarikan dari tata cara mendidik anak ala Rasulullah Saw.

1. Menanamkan Nilai-nilai Ketauhidan
Mengajarkan tauhid kepada anak, mengesakan Allah dalam hal beribadah kepada-Nya, menjadikannya lebih mencintai Allah daripada selain-Nya, tidak ada yang ditakutinya kecuali Allah. Selain itu, orangtua harus menekankan bahwa setiap langkah manusia selalu dalam pengawasan Allah Swt. dan penerapan konsep tersebut adalah dengan berusaha menaati peraturan dan menjauhi larangan-Nya. Terlebih dahulu, orangtua selaku guru (pertama) bagi anak-anaknya harus mampu menyesuaikan tingkah lakunya dengan nilai-nilai yang diajarkan dalam Islam. Ini adalah pendidikan yang paling urgen di atas hal-hal penting lainnya.

2. Menjadi Sahabat dan Mendidik dengan Keteladanan
Setiap anak akan belajar dari lingkungannya dan dalam hal ini lingkungan keluarga akan sangat berpengaruh pada perkembangan kepribadiannya. Orang-orang di sekelilingnya akan menjadi model dan contoh dalam bersikap. Sudah selayaknyalah orangtua memberi keteladanan kepada anak-anaknya. Para orangtua sebaiknya memberikan contoh yang baik sesuai dengan nasihat dan ucapannya kepada para anaknya. Akan sangat lucu jika yang disampaikan orangtua kepada anak-anaknya ternyata tidak dilakukan oleh orangtua itu sendiri. Dalam Islam, keteladanan dari orangtua sangat menentukan terlebih di zaman sekarang media tontonan tidak dapat diharapkan menjadi contoh yang baik bagi pembentukan akhlak anak-anak muslim.

3. Mendidik dengan Kebiasaan
Suatu kebaikan harus dimulai dengan pembiasaan. Anak harus dibiasakan bangun pagi agar mereka gemar melaksanakan shalat Subuh. Anak harus dibiasakan ke masjid agar mereka gemar melakukan berbagai ritual ibadah di masjid. Pembiasaan itu harus dimulai sejak dini, bahkan pembiasaan membaca Al-Quran pun bisa dimulai sejak dalam kandungan. Pembiasaan shalat pada anak harus sudah dimulai sejak anak berumur tujuh tahun.

4. Menumbuhkan Rasa Percaya Diri Anak
Sebagai upaya menumbuhkan rasa percaya diri anak, Rasulullah Saw. menggunakan beberapa cara berikut. Saat sedang berpuasa, Rasulullah mengajak anak-anak bermain sehingga siang yang panjang terasa cepat. Anak-anak akan menyongsong waktu berbuka dengan gembira. Hal ini juga membuat anak memiliki kepercayaan diri sehingga sanggup berpuasa sehari penuh. Sering membawa anak-anak ke majelis orang dewasa, resepsi, atau bersilaturahim ke rumah saudara sebagai upaya menumbuhkan kepercayaan diri sosialnya. Mengajari Al-Quran dan As-Sunnah serta menceritakan sirah nabi untuk meningkatkan kepercayaan diri ilmiahnya. Menanamkan kebiasaan berjual-beli untuk meningkatkan kepercayaan diri anak terkait ekonomi dan bisnis. Di samping itu, sejak dini anak akan terlatih mandiri secara ekonomi.

5. Memotivasinya Anak Berbuat Baik
Seorang anak, meski kecil, juga terdiri dari jasad dan hati. Mereka dilahirkan dalam keadaan bersih dan suci sehingga hatinya yang putih dan lembut itu pun akan mudah tersentuh dengan kata-kata yang hikmah. Anak-anak, terutama pada usia emas (golden age), cenderung lebih mudah tersentuh oleh motivasi ketimbang ancaman. Karenanya, hendaknya orangtua tidak mengandalkan ancaman untuk mendidik buah hati. Ketimbang mengancam, lebih baik orangtua memotivasi anak dengan mengatakan bahwa kebaikan akan mendapat balasan surga dengan segala kenikmatannya. Itu pulalah yang dicontohkan oleh Rasulullah kepada kita ketika beliau mendidik para sahabat.

6. Sediakan Waktu untuk Makan Bersama Anak
Rasulullah Saw. senantiasa menyempatkan untuk makan bersama anak-anak. Cara tersebut akan mempererat keterikatan batin antara orangtua dan anaknya. Dengan begitu kita dapat meluruskan kembali berbagai kekeliruan yang mereka lakukan melalui dialog terbuka dan diskusi. Alangkah baiknya jika ibu dan bapak berkumpul dengan anak-anak ketika makan bersama sehingga mereka merasakan pentingnya peran kedua orangtuanya. Hal ini juga dapat mempermudah meresapnya segala nasihat tentang perilaku, keimanan, atau pendidikan.

7. Mendidik dengan Reward/Hadiah
Memberi hadiah adalah salah satu penghargaan yang dapat melunakkan hati anak sehingga mereka akan bersimpati kepada kita dan akhirnya mau melaksanakan nasihat yang kita berikan. Namun perlu diingat, tidak semua perbuatan baik anak harus dihargai dengan materi. Lakukan reward yang bervariasi, bisa dengan pujian, ciuman, belaian, uang, dan lain-lain.

8. Memilih Sekolah yang Islami
Saat anak menginjak usia sekolah, orangtua berperan dalam memilihkan sekolah, mengajarkan Al-Quran, mengembangkan pola pikir anak, memberikan data dan ilmu semaksimal mungkin. Meski anak sudah mulai sekolah (mendapatkan ilmu di sekolah), orangtua hendaklah selalu belajar tentang pendidikan anak karena semakin bertambah usia anak, maka akan semakin kompleks pula problem (pendidikan anak) yang harus kita hadapi.

9. Mendidik dengan Hukuman
Cara ini boleh dilakukan jika cara-cara di atas tidak berhasil. Memang di dalam Islam, menghukum diperbolehkan selama tidak berlebihan seperti sampai menyebabkan luka. Hukuman tersebut usahakan menimbulkan efek jera kepada anak agar ia tidak mengulangi perbuatannya. Akan tetapi harus diperhatikan adab-adabnya, jangan sampai berlebihan yang akhirnya akan membuat anak menjadi dendam.

10. Memahami Keadaan Anak Secara Baik dan Menggunakan Metode yang Tepat
Setiap anak memiliki karakter dan pribadi yang berbeda walaupun berasal dari orangtua yang sama. Cari metode yang tepat dan jitu sehingga anak dapat diarahkan dengan lebih mudah.

Sumber : http://www.percikaniman.org/category/artikel-islam/tips-mendidik-anak-ala-rasulullah
3/10/2012 08:47:00 AM | 0 komentar | Read More

Dahsyatnya Khasiat Wudhu

Written By Rohsna La Afiys on Thursday, March 1, 2012 | 3/01/2012 02:41:00 PM

Oleh: Ahmad Wali Radhi
 Dakwatuna.com - Wudhu adalah ritual yang mengutamakan unsur kesehatan. Bagian-bagian yang dibasuh merupakan titik-titik penting peremajaan tubuh. Di lain pihak juga merupakan pintu masuk bagi ribuan kuman,virus, dan bakteri. Bagaimana wudhu menangkalnya?

Stimulasi Titik Biologis


Dalam sebuah artikel yang ditulis Dr. Magomedov,asisten pada lembaga General Hygiene and Ecology di Daghestan State Medical Academy dijelaskan bagaiman wudhu dapat menstimulasi/merangsang irama tubuh alami. Rangsangan ini muncul pada seluruh tubuh,khususnya pada area yang disebut Biological Active Spots (BASes) atau titik-titk aktif biologis. Menurut riset ini,BASes mirip dengan titik-titik refleksologi Cina.

Bedanya,terang Dr. Magomedov,untuk menguasai titik-titik refleksi Cina dengan tuntas paling tidak dibutuhkan waktu 15-20 tahun. Bandingkan dengan praktik wudhu yang sangat sederhana. Keutamaan lainnya,refleksologi hanya berfungsi menyembuhkan sedangkan wudhu sangat efektif mencegah masuknya bibit penyakit.

Menurut peneliti yang juga menguasai ilmu refleksologi Cina ini,61 dari 65 titik refleks Cina adalah bagian tubuh yang dibasuh air wudhu. Lima lainnya terletak antara tumit dan lutut,dimana bagian ini juga merupakan area wudhu yang tidak diwajibkan.

Sistem metabolisme tubuh manusia terhubung dengan jutaan saraf yang ujungnya tersebar di sepanjang kulit. Guyuran air wudhu dalam konsep pengobatan modern adalah hidromassage alias pijat dengan memanfaatkan air sebagai media penyembuhan.

Membasuh area wajah misalnya,pijatan air akan memberi efek positif pada usus,ginjal, dan sisitem saraf maupun reproduksi. Membasuh kaki kiri berefek positif pada kelenjat pituitari. Di telinga terdapat ratusan titik biologis yang akan menurunkan tekanan darah dan mengurangi sakit.

Hancurkan Penyusup


Dari sudut pandang pengobatan medis,Mokhtar Salem dalam bukunya Prayers: a Sport for the Body and Soul menjelaskan bahwa wudhu bisa mencegah kanker kulit. Jenis kanker ini lebih banyak disebabkan oleh bahan-bahan kimia yang setiap hari menempel dan terserap oleh kulit. Cara paling efektif mengeyahkan resiko ini adalah membersihkannya secara rutin. Berwudhu lima kali sehari adalah antisipasi yang lebih dari cukup.

Menurut Salem,membasuh wajah meremajakan sel-sel kulit muka dan membantu mencegah munculnya keriput. Selain kulit,wudhu juga meremajakan selaput lendir yang menjadi gugus depan pertahanan tubuh. Peremajaan menjadi penting karena salah satu tugas utama lendir ibarat membawa contoh benda asing yang masuk kepada 2 senjata pamungkas yang sudah dimilki oleh manusia secara alami,limfosit T(sel T) dan limfosit B(sel B).Keduanya bersiaga di jaringan limfoid dan sistem getah bening serta mampu menghancurkan penyusup yang berniat buruk terhadap tubuh. Bayangkan jika fungsi mereka terganggu. Sebaliknya, wudhu meningkatkan daya kerja mereka.

Pintu masuk lain yang tak kalah penting adalah lubang hidung. Dalam wudhu disunnahkan menghirup air kedalam hidung dan kemudian mengeluarkannya. Cara ini adalah penangkal efektif ISPA (infeksi saluran pernapasan akut),TBC, dan kanker nasofaring secara dini.

Kita sebagai seorang muslim sangat dianjurkan untuk selalu mengambil air wudhu ketika sedang berhadast. Tidak hanya pada waktu sholat,tetapi juga di waktu yang lain. Salah satunya ketika hendak membaca Al-Qur’an,setelah mengantarkan jenazah,bangun dari tidur ataupun ketika sedang mengantuk.

Selain fungsi fisiologis,wudhu juga efektif mengendalikan emosi. Setiap kali merasa ingin marah, seorang muslim sangat dianjurkan untuk mengambil air wudhu untuk mendinginkan pikiran dan menentramkan hati. Apa pun yang yang telah diperintahkan oleh Allah tentu memberi banyak manfaat dan solusi tanpa meninggalkan resiko.Oleh karenanya,mari sebagai seorang muslim kita budayakan kebiasaan untuk selalu berwudhu dalam keseharian kita.Allah sangat mencintai orang-orang yang selalu membersihkan diri.

Sumber : http://www.dakwatuna.com/2010/03/5907/dahsyatnya-khasiat-wudhu/
3/01/2012 02:41:00 PM | 0 komentar | Read More